Top Social

Showing posts with label Sains. Show all posts
Showing posts with label Sains. Show all posts

Kilas Buku: The Sun is Also A Star (Blogtour)

|

Pertama: Tentang takdir
Ketika kau tidak percaya akan takdir, namun seseorang yang lain percaya tentangnya. Ketika kau sangat mengagumi sains sampai-sampai kau ingin menyembahnya, sementara yang lain percaya segala sesuatu sudah diatur oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Lalu kau merasa kau sudah bertemu dengan pemuja sains yang mungkin saja berpotensi menjadi atheis. Itu barangkali yang dipikirkan seorang Daniel tentang Natasha.

Ketika kau merasa takjub bertemu seseorang yang mengatakan bahwa dirimulah sebab ia menemukan jalan menuju ilahi. Sementara dirimu sendiri punya segudang pemikiran skeptis. Sebagai seorang yang bersifat pragmatis dan praktis, Natasha hanya ingin cepat menyelesaikan urusannya, ingin tetap tinggal di New York, tanpa harus bertemu lagi dengan Daniel, cowok berambut gondrong yang terus-terusan menggangapnya sebagai messiah atau nabi atau tanda dari Tuhan untuknya.

Well, kalian mungkin ndak akan paham dengan cerita Natasha dan Daniel jika hanya melihat kedua paragraf di atas. Secara keseluruhan, novel ini menggambarkan tentang American Dreams. Seperti yang kita ketahui, Amerika Serikat menjadi negara terbesar impian seluruh orang dari seluruh dunia, terutama mereka yang berasal dari negara konflik atau mereka yang ingin mengadu nasib menjadi orang dengan uang dan kedudukan yang lebih baik.

American Dream

Natasha Kingsley dan keluarganya adalah imigran gelap dari Jamaika. Kemiskinan yang justru masih ia derita di Amerika, tidak mengubah pendiriannya untuk pergi dari negara adidaya itu. Natasha sudah kerasan dan bertekad untuk mengubah nasibnya lebih baik. Ia mencintai sains, dan bercita-cita untuk menjadi seorang ilmuwan suatu hari nanti. Namun musibah menerpa keluarganya. Tiba-tiba saja mereka harus dideportasi ke Jamaika. Natasha tahu jika ini akan sulit, tetapi ia akan berusaha untuk tetap tinggal di negara ini, apapun caranya.

Daniel Jae Ho Bae adalah cowok Korea yang lahir di Amerika. Kedua orang tuanya termasuk pendatang yang miskin sehingga bekerja keras mati-matian hingga mereka cukup kaya untuk menyekolahkan mereka sampai perguruan tinggi. Karena kehidupan ortunya yang keras, maka Daniel dan kakaknya Charlie, juga harus menjalani hidup dengan keras seperti mereka. Sayangnya niat baik dibalik pendidikan yang keras itu tidak sertamerta membuat Daniel dan Charlie menjadi seperti yang mereka inginkan. Yang ada malah tumbuhnya benih-benih pemberontakan dalam diri kedua cowok itu. Pertanyaannya sekarang: apakah Daniel sanggup mandiri, baik secara pemikiran dan finansial? Yang jelas ia hanya ingin hidup bebas, mengejar impian (menulis puisi), cita-cita, bahkan cintanya sendiri.

Amerika Serikat adalah kuali besar yang berisi macam-macam manusia dan budaya. Permasalahan bukan hanya pada keinginan untuk menjadi kaya (Ekonomi), namun juga pengakuan (Eksistensi), dan juga gegar budaya. Banyak warga yang kemudian menganut pemikiran bebas dengan asas kesamaan hak dan kewajiban pada seluruh manusia tanpa memandang ras. Dalam hal ini berarti mereka menerima percampuran budaya, bahkan darah dan keyakinan. Di sisi lain, banyak juga yang meski sudah lama tinggal di Amerika, namun tetap ingin mempertahankan kebudayaan, keyakinan, bahkan kemurnian garis leluhur.

Lalu: Bagaimana cinta dan takdir bekerjasama?

Natasha dan Daniel adalah bagian dari Amerika dan permasalahannya. Apalagi mereka tinggal di New York, salah satu kota yang besar dan padat di dunia. Sekarang, dapatkah mereka berdua berharap, setidaknya dengan kepintaran Natasha di bidang sains dan kemahiran Daniel menulis puisi, supaya takdir berpihak kepada mereka berdua?

Ah, apapun impianmu, apapun hasilnya nanti, tetaplah teguh. Seperti kutipan di bawah ini:
Tidak ada yang salah dengan memiliki mimpi. (hlm. 220)

Data buku

Judul: The Sun is Also a Star
Penulis: Nicola Yoon
Penerjemah: Airien Kusumawardani
Tebal: 384 halaman
Penerbit: Spring, 2017
ISBN: 978-602-60443-6-5

***

Giveaway!

Akan ada sebuah novel The Sun is Also A Star yang akan diadakan di fanpage FB Penerbit Spring. Caranya gampang, seperti yang sudah dijelaskan kedua blogger sebelumnya, Yessie & NonInge, cukup kumpulkan kepingan puzzle yang tersebar di para host blogtour novel ini ya.

Namun sebelumnya saya boleh ya minta kemurahan hati teman-teman untuk bantu promosi blogtour ini. Termasuk share link ini ke media sosial. Sebelumnya makasih ya :)

OK, berikut kepingan puzzle yang harus kalian kumpulkan:



Untuk kepingan selanjutnya silakan mampir ke blog selanjutnya ya. Berikut jadwalnya:



OK terima kasih ya. Semoga sukses. :)

Kilas Buku: Ally - All These Lives

|


Seorang gadis bernama Allison Lancaster tidak bisa dibilang sebagai gadis biasa saja. Padahal ia tampak sama seperti manusia lainnya, lahir dengan normal, tumbuh dewasa dengan baik, dan bahagia dengan pekerjaan, keluarga, dan pasangannya. Namun siapa sangka jika Ally (begitu biasa ia dipanggil) memiliki kemampuan untuk berpindah alam semesta? Mungkin saja menyenangkan, tapi bagi Ally kemampuan ini adalah bencana! Di satu hari kamu terlahir dengan satu teman baik yang menyenangkan, ternyata semenit kemudian kamu mendapatkan teman baikmu itu tidak pernah tinggal di dunia ini. Membingungkan bukan?

Ini adalah novel Mbak Arleen A. kedua yang saya baca, meski ternyata ia sudah menulis sepuluh novel. Wow! Padahal saya berpikir ia baru menulis tiga novel saja. Maaf ya Mbak Arleen. Hehe.

Jika pada novel "Then & Now" yang saya baca kemarin, isu yang ingin disampaikan adalah tentang (sedikit) keberadaan pulau Rapa Nui dan suku-suku yang tinggal di sana, dan dua kisah cinta masa lalu dan sekarang yang barangkali berkaitan (mungkin karena reinkarnasi). Pada novel "Ally" ada isu yang juga ingin diangkat oleh Arleen, yakni tentang Teori Dunia Banyak yang dikemukakan oleh fisikawan Amerika Hugh Everett III. Ia berpendapat bahwa terdapat alam semesta paralel yang persis sama dengan alam semesta tempat kita tinggal. Jadi ya mungkin saja alam semesta terdiri atas 3 hingga 5 bagian.

Ally, si tokoh utama ini memiliki kemampuan untuk melintasi dunia paralel. Sayangnya dunia banyak ini tidak memiliki yang sama. Permukaannya memang serupa, namun isi ceritanya tidak sama persis. Selalu saja ada yang berbeda. Hal ini tentu saja membuat Ally frustasi. Ia tidak bisa tenang hidup seperti ini.

Lalu apakah Teori Dunia Banyak ini benar terjadi? Dapat terjadi? Terbukti bisa terjadi? Hmm, saya pribadi masih menganggap hal tsb hanya dapat terjadi dalam novel fiksi ilmiah. Saya tidak yakin dengan hal itu. Tapi mungkin saja bisa terjadi, karena jika Tuhan menghendaki segala sesuatu yang mustahil pun ia tetap akan terjadi.
Dan, sekarang apa yang harus kulakukan? Rasanya aku lagi-lagi menjadi seekor semut yang tidak berdaya di atas sehela daun. Dan jika kali lain Yang Berkuasa mengangkatku dan meletakkanku di atas daun yang lain lagi, aku tidak akan punya pilihan selain menurut dan menerimanya.
Tadinya dengan adanya tabija-ku, aku kira aku punya pilihan. Kukira aku dapat memberikan instruksi kepada Yang Kuasa untuk meletakkan diriku di atas daun tertentu. Rupanya aku naif telah berpikir demikian. Memangnya siapa aku? (hlm. 150)
Mungkin kalimat-kalimat di atas mengandung pesan yang cukup jelas. Penulis tidak hanya sekedar menulis cerita yang berkasit dengan Teori Dunia Banyak, namun ia punya pesan untuk pembaca. Bahwa Tuhan tidak pernah alpa mengurus makhluknya. Ia menempatkan masing-masing jiwa dengan porsinya sendiri, dan pada tempatnya sendiri pula. Yang dapat dilakukan manusia adalah berusaha dan berdoa tanpa menginterupsi kemauan Tuhan.

Pasrah, ikhlas, bersabar, dan menerima apa adanya adalah hal yang terbaik yang dapat dilakukan manusia. Lantas jika itu semua dijalankan dengan ikhlas, maka kedamaian akan menyelimuti. Tidak ada hal yang lebih indah selain kedamaian dan keihlasan dalam hati.

Saya senang dengan buku ini. Memang sih konfliknya rumit sekali, dan tidak bisa dibaca dengan santai. Namun saya sangat mengapresiasi usaha Mbak Arleen untuk mengenalkan Teori Dunia Banyak kepada pembaca dan juga pesan yang indah tadi. OK, 3 bintang untuk buku ini.


Data buku

Judul: Ally: All These Lives
Pengarang: Arleen A.
Editor: Dini Novita Sari
Tebal: 264 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Cet. 1, 22 Januari 2015
ISBN: 9786020308845

Kilas Buku: What If by Randall Munroe

|

"What If" is a book contains long-full-detail-scientific answers to absurd-sometime serious-sometime silly-hypothetical questions. So it's like an open question-answer from ordinary people to superhuman who can think deeply about science.

This book starts with a conversation between the writer himself and his mother. The curious 5-year-old boy asked his mother everything he could ask. The mother didn't answer it with explanation. She just responded him with no more than four words ("I guess", "right", etc). So, basically the boy asked and answered the questions by himself and the mother sent her agreement.

Good thing is the boy grew up with his curiosity and became a success scientist. He even with nicely opened QA session and tried to answer many silly questions like those in this book. But some of silly questions can be answered using scientific explanation successfully. Yay! :)

The first question to be responded was what if the earth stop spinning. Wow. The first thing came to my mind was "yaumil akhir" or "the last day" for all mankind. I already knew the answer from the holy book I read. But the writer didn't tend to any stuffs but science. He said that everything would be blown up and terrible things would happen. For more explanation you can read it by yourself, because this is not my expertise area.

Other questions I was interested in are;

  1. what we would like if we traveled back in time in the same place 1000 years - 1,000,000 years. Here the writer elaborate on the topic nicely. He told us not only about science but also the history itself (in this case Times Square, NY).
  2. What alien would see if they looked at our star right now. And the fact is the space is really big that you catch the signal easily. So, IMNSHO, we couldn't communicate with our alien friend as easy as we could think of. It's really a complicated thing.
  3. How long a person would last if his DNA vanished. Errr...

Weird and worrying questions

On some pages you will find some of weird questions the writer shared. Someone would ask about sound in space, or have an idea to stop a volcano eruption by placing a bomb underneath the surface. Wew. I bet you will laugh on them or shake your head so hard until dizziness come to you.

The mind-blowing one

Yes, this book is kind of mind-blowing one. I'm happy to have this book although I don't really understand on the smart explanation in it. Well, you can blame me to not so smart at Physics-Math-all science things. To Understand it, I sometime ask my husband to extract the hard things (most of them) in this book to simple statement.

Well, You shouldn't read the whole book if you don't really into it. Just skip some information ahead and find what you really want to know.

Finally, 4 stars for this book. :)

The writer

source: wikipedia
His name is Randal Munroe, the son of engineer. He was born in Easton, Pensylvania, The US. Once he worked at NASA, but that company didn't renew his contract. So he started to write xkcd full time. xkcd.com is comics with theme mostly in science, language, and romance.


Book information

Title: What If
Author: Randall Munroe
Paperback, 304 pages
Published September 24th 2015 by John Murray

Kilas Buku: Airframe

|


Accident

Transpacific (TPA) flight 545, which inbound from Hong Kong to Denver, almost arrived to the destination city when it dived roughly. It needed emergency landing in Los Angeles. More than 50 people got injured and some died so that about 40 ambulances should be on the ground as the plane landed.

Air Traffic Approach Control and Flight Standard District Office (Fizdos) received information that the main problem of the accident was severe turbulence during flight. But some facts appeared on quick investigation (see page 31):

  1. TPA 545 was at thirty-seven thousand feet when the incindent took place. And no other aircraft at that altitude and position reported weather problems.
  2. The seat-belt sign was off.
  3. The captain never made announcement related to both weather and seat-belt sign.

The accident needed depth investigation apparently.

Norton Aircraft

Norton was one of the great names of American aviation. The company had been started by aviation pioneer Charley Norton in 1935 (see page 20). It assembled body of planes including N-22, the plane for TPA 545.

Katherine Casey Singleton, our main character, was the Quality Assurance Rep on the Incident Review Team (QA/IRT), as well as the Vice President of Norton Aircraft. She was one of the investigation team members. She tried to gather data from many sources to crack the problem. At the beginning slat failure and counterfeit parts became the main issues that responsible for the mess. But it couldn't be proved as the main problem. Along the way Casey and the team found dead-end in all ways. They were not sure what really happened with the plane.

All of sudden, Casey got a copy of trivia document. She didn't know why the anonymous wanted her to take a look that stuff.

Airborne! Soar!

Airframe is a breathtaking story. It is mixture of tragedy, mystery, and useful information on aviation itself. Although it is full of hard abbreviations and terminology, the book is really satisfying. You won't take a long reading with it.

Crichton was a specialist for scientific novels. He made some science nerds adored him. So, if you think you are one of those you can try with Crichton. :P

This is my first experience with Crichton. I knew he was a good author and made some best-seller movies from his books. But I didn't buy it until I read his stories by myself. Now I am considering to read another book, and another again. :)

4 stars for this fabulous story.

Book Information

Title: Airframe
Author: Michael Crichton
Mass market paperback, 431 pages
Published September 28th 1997 by Ballantine Books

Kilas Buku: Teka - Teki Terakhir

|

Judul: Teka - Teki Terakhir
Pengarang: Annisa Ihsani
Genres: Science Fiction, Middle-Grade
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2014
Mass Market Paperback, 256 halaman
Bisa dibeli di: SCOOP

Gosipnya, suami-istri Maxwell penyihir. Ada juga yang bilang pasangan itu ilmuwan gila. Tidak sedikit yang mengatakan mereka keluarga ningrat yang melarikan diri ke Littlewood. Hanya itu yang Laura tahu tentang tetangganya tersebut.

Dia tidak pernah menyangka kenyataan tentang mereka lebih misterius daripada yang digosipkan. Di balik pintu rumah putih di Jalan Eddington, ada sekumpulan teka-teki logika, paradoks membingungkan tentang tukang cukur, dan obsesi terhadap pernyataan matematika yang belum terpecahkan selama lebih dari tiga abad. Terlebih lagi, Laura tidak pernah menyangka akan menjadi bagian dari semua itu.

Tahun 1992, Laura berusia dua belas tahun, dan teka-teki terakhir mengubah hidupnya selamanya. (goodreads)

Satu lagi novel Indonesia rasa terjemahan yang menurut saya brilian. Sebelum ini saya sudah membaca novel fiksi sains karya pengarang Indonesia, Eliza V. Handayani, yang berjudul Area X sepuluh yang terbit dua belas tahun lalu. Novel tersebut memiliki citarasa yang berbeda dari novel Indonesia lainnya. Ceritanya sangat futuristik dengan rasa yang sangat terjemahan.

Kini saya menemukan sesuatu yang sama, meski tidak sama persis. Teka - Teki Terakhir dari Annisa Ihsani ini juga memiliki rasa terjemahan. Dengan cerita berlatar belakang fiktif, Annisa mencoba membawa persoalan Matematika sebagai topik utama dalam novelnya. Topik yang dimaksud adalah Teorema Fermat yang belum terpecahkan selama ratusan tahun. Namun, karena tidak semua orang memahami Matematika dengan cukup dalam, maka Annisa membuat alur ceritanya menjadi ringan dan menyenangkan. Disinilah tantangannya, bagaimana Annisa harus membuat pembahasan sejarah singkat pembuktian Teorema Fermat dengan benar-benar menarik. Saya kira salah satu caranya adalah dengan memberi judul novel dengan Teka-Teki Terakhir alih-alih Teorema Fermat Terakhir. Pilihan judul yang tepat.

Lain itu, yang paling saya senangi dari novel ini adalah bagaimana penulis membuat si karakter utama yang beranjak remaja, tetap pada pemikiran yang sesuai dengan usianya. Laura, si tokoh utama, baru saja berusia dua belas tahun ketika ia mendengar soal Fermat. Tentu saja sebagai anak yang nilai Matematikanya selalu pas-pasan ia tidak tahu apa-apa tentang pelajaran yang satu ini. Dan karakter Laura yang pas dengan seorang anak berusia dua belas tahun inilah yang saya sukai.

Novel ini sangat cocok untuk pembaca berusia anak-anak dan remaja, karena jalan cerita yang cukup sederhana. Dan karena sederhana itulah saya sebenarnya kurang puas dengan akhir ceritanya. Terlepas ketidakpuasan saya, saya tetap berpikir objektif bahwa buku ini memang buku cerita yang cocok untuk anak-anak.

P.S. Buku ini saya baca melalui aplikasi SCOOP. SCOOP adalah aplikasi sekaligus online shop khusus e-book. Bagi mereka yang memang senang membaca ebook, aplikasi ini dirasa cocok. Karena setelah membeli ebook dari SCOOP, kita akan bisa langsung membacanya dalam aplikasi yang sama. Ebook yang sudah kita beli akan tersimpan di dalam library. So, lebih mudah ya, membeli dan membaca ebook dalam satu aplikasi saja. :)

Kilas Buku: The Chronicles of Willy Flarkies

|
Judul: The Chronicles of Willy Flarkies: Petualangan Menuju Dunia Upside Down
Pengarang: Satrio Wibowo
Penerjemah: Dian Guci
Genre: Fantasy; Science-Fiction
Penerbit: Imania, 2010
Tebal: 448 halaman

Kisah petualangan bocah bernama Willy Flarkies di negeri Plantsville. Ia senang sekali bermain olahraga Dodgeball (olahraga bola gebok yang populer di Jepang). Ia juga punya problem dengan 'bullies', atau nama lainnya adalah kondisi di mana ia diancam oleh anak yang lebih kuat di sekolahnya.

Suatu saat Willy berkenalan dengan seorang tua , Professor Deviance di sebuah kedai burger. Perkenalan ini membawa Willy berpetualang masuk ke dunia Downside yang merupakan kebalikan semua kehidupan nyata (dunia Upside). (goodreads)
***

Kilas Buku: Ruby Red - Cinta Sepanjang Masa (Time Travel Trilogy #1)

|

Judul: Ruby Red: Cinta Sepanjang Masa
Judul Asli: Rubinrot (Edelstein Trilogie #1)
Pengarang: Kerstin Gier
Penerjemah: Fransisca Paula Imelda
Genre: Young Adult; Fantasy; Science Fiction
Tebal: 320 halaman, paperback
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Juni 2013 (terbit pertama kali 2009)

Gwendolyn Shepherd yang malang, sepupunya Charlotte yang cantik menawan telah dipersiapkan seluruh hidupnya untuk menjelajahi waktu. Dan tanpa diduga-duga, Gwendolyn, di tengah jam pelajarannya tiba-tiba melompat ke zaman yang berbeda! 

Gwendolyn kini harus mengungkap misteri dari kebohongan ibunya tentang tanggal lahir dan kemampuannya, menggali kisahnya, dan bekerja sama dengan Gideon, penjelajah waktu seperti dirinya yang berada di garis keturunan laki-laki, dan kehadirannya, saat ini, sangat menyebalkan tapi juga sangat penting. Bersama, Gwendolyn dan Gideon melakukan perjalanan waktu untuk mengungkap, siapa di abad ke-18, di London saat itu, yang bisa mereka percaya. (goodreads)
***
Woww!!! Saya tidak pernah menyangka jika ceritanya lumayan bagus! Bahkan menurut saya cerita ini lebih bagus daripada Bliss Bakery #1. Ah, benar-benar lumayan keren. Yaa memang sih ide ceritanya sudah agak biasa, dengan tema time traveler yang bisa bolak balik ke masa lampau. Kemudian bumbu romansanya juga udah basi juga sebenarnya, dengan tokoh cowok angkuh yang pada akhirnya luluh pada cewek yang awalnya dianggap terlalu biasa.

Kilas Buku: The Invention of Hugo Cabret

|
Judul: Hugo Cabret
Pengarang: Brian Selznick
Alihbahasa: Marcalais Fransisca
Penerbit: Mizan Fantasi
Cetakan: I, Januari 2012
Tebal: 543 halaman
Award: Caldecott Medal (2008), Book Sense Book of the Year Award for Children's Literature (2008), Rebecca Caudill Young Reader's Book Award Nominee (2009), Flicker Tale Children's Book Award (2009), Iowa Children's Choice Award (2010) ALA's Top Ten Best Books for Young Adults (2008), Boston Author's Club Young Reader Award (2008), NAIBA Book of the Year for Children's Literature (2007)

Hugo Cabret, seorang anak sebatang kara, bertahan hidup dengan tinggal didalam jam raksasa di stasiun. Dua kali sehari ia, berkat ajaran pamannya si penjaga jam yang suka mabuk, merawat jam-jam dinding besar di stasiun. Kadang ia merasa ngeri harus membayangkan bahwa ia akan tinggal bersama gir dan mesin-mesin jam sepanjang hidupnya.

Kilas Buku: A Wrinkle in Time

|

Judul: A Wrinkle in Time (Time #1) - Kerutan dalam Waktu
Penulis: Madeleine L'Engle
Penerjemah: Maria M. Lubis
Penerbit: Atria
Cetakan: I, 2007
Tebal: 265
Harga: IDR 7,500 (Obralan Gramedia Matraman)
Award: Newbery Medal (1963), Sequoyah Book Award (1965)

Kalau memang benar buku ini mendapat Newbery pada 1963, maka buku ini ada pada masa balita ibu saya. Sementara isinya tak dinyana, bikin saya sakit kepala luar biasa. Saya tidak perlu meminta maaf ya jika saya tidak (baca: kurang) mengerti dengan detil-detil yang ada dalam buku ini. Dan kemudian kalian berkata: toh ini hak kamu untuk mengerti atau tidak.

Novel ini bercerita tentang dua kakak beradik Meg dan Charles Wallace yang berpetualang hingga ke luar bumi demi mencari ayahnya. Oh ya, tak lupa mereka ditemani oleh Calvin O'Keefe, anak lelaki yang menjadi kakak kelas Meg di sekolah. Petualangan mereka adalah bercampur antara perasaan kengerian dan takjub. Sebelum, ketika dan sesudah petualangan, banyak pertanyaan yang mendayu-dayu dalam pikiran pembaca menurut saya, atau jangan-jangan cuma saya seorang yang ndak mudeng sama kecanggihan isi yang ditawarkan Madame Madeline disini?

Apa saja pertanyaan saya itu?
Well pertama adalah tentang Tesseract. Saya tahu konsepnya, ada kubus dengan titik yang saling berhubungan dalam bangunannya. Tapi kalau dibuat dalam konsep waktu itu bagaimana ya? Jadi kita bepergian ke tempat yang jauh dengan cara mengkerutkan waktu lewat tesseract? Itu bagaimana ya? Jujur saya mencoba membayangkan ini dalam kehidupan nyata, seperti saya membayangkan teleport.

Kedua lagi soal Tesseract.

Ketiga masih soal Tesseract!

Keempat, mari lanjut review. Petualangan kedua remaja (Meg dan Calvin) dan satu anak kecil yang sudah dewasa sebelum waktunya dan kelewat pintar (Charles Wallace) ini benar-benar rumit. Mereka dipandu oleh 3 makhluk yang mungkin termasuk jenis makhluk luar angkasa, sebangsa bintang dan matahari, yang menyamar sebagai manusia. Mereka bernama Mrs. Who, Mrs. Whatsitt dan Mrs. Which. Mereka semua tampak aneh dan memiliki ciri khas masing-masing. Dan merekalah yang memberi petunjuk (lebih tepatnya setengah teka-teki) kepada ketiga anak itu bagaimana menyelamatkan sang ayah dari cengkraman ITU di planet Camazot.

Ketika mereka, para anak-anak, tiba di Camazot, ada sergapan rasa ngeri dalam diri saya. Thriller? Bukan. Tapi lebih kepada keseragaman yang diterapkan di planet tersebut. Semua gerakan para penduduk yang ada disana sama. Tidak sekedar sama, namun ketepatan waktunya pun sama! Astaga. Seolah ada mesin yang mengatur para manusia itu. Penduduknya manusia lho, bukan robot! Disini, Madeleine mencoba menggambarkan betapa mengerikan dan tidak bebasnya jika keberanekaragaman yang ada dalam suatu negeri diberangus dan dijadikan seragam hanya agar mereka tidak memberontak.

Dan anak-anak kecil itu mencoba menghancurkan konsep itu. Mereka mengatakan bahwa keberanekaragaman adalah sesuatu yang indah dan menyenangkan.
"Aku berbeda dan aku bahagia," Calvin berkata. (h. 178)

Ada reviewer yang bilang, bahwa buku ini merupakan hasil dari keyakinan dari agama sang penulis. Ya, mungkin memang ada kaitannya dengan nuansa reliji yang ditawarkan penulis. Seperti yang terungkap dalam kalimat Mrs. Who yang senang berbahasa Perancis:
"Que la terre est petite a qui la voit de cieux! Delile. Betapa kecilnya bumi bagi dia yang melihat dari surga." (h. 110)
Ya, apapun itu, apapun pendapat orang tentang buku ini, saya rasa mayoritas setuju dengan konsep yang ditawarkan Madeleine disini. Meskipun ia membuatnya menjadi lebih rumit dan 'menyenangkan'. Tapi sayangnya akhir cerita ini terlalu simpel buat saya. Tiba-tiba saja mereka bisa langsung pulang ke rumah setelah Meg menyelamatkan Charles. Lalu? Dan? Ahh, setelah sekian panjang saya membaca proses dan petualangan yang bikin saya mikir, jadi cuma ini saja akhirnya?

Dan itulah (mungkin) mengapa harga buku ini yang jatuh di obralan (awalnya terbit seharga > 30k, dan ketika saya beli harganya menjadi 7,500!). Karena isinya agak sukar bagi sebagian pembaca (atau mungkin cuma saya) sehingga mereka tidak tertarik untuk membaca buku sejenis ini lama-lama.

***
Ulasan ini diikutsertakan pada FYE; Fun Year Event with Children's Lit: Fun Month 5 oleh Bzee dan New Authors RC 2013  oleh Ren.

Kilas Buku: Bilangan dan Latihan Berhitung (Asyik Belajar Matematika #8)

|
Bilangan dan Latihan Berhitung (Asyik Belajar Matematika #8)
By. Kim Rin
Paperback, 194 halaman
Bhuana Ilmu Populer, 2010
Ini adalah buku terakhir dari serial Asyik Belajar Matematika karya pak Kim Rin, komikus asal Korea. Nah, di buku terakhir ini Abu berpindah tempat lagi. Tiba-tiba saja ia terbangun dan mendapati dirinya tengah berada di tempat asing. Tanpa tahu apa yang tengah terjadi ia menjadi petarung gomtu Putri Roma dan harus memenangkan setiap pertarungan jikalau ia ingin bertahan hidup. Yang Abu butuhkan tidak hanya kekuatan fisik namun juga jurus-jurus matematika yang selama ini sudah ia dapatkan dari berbagai pakar matematika handal.
Untuk pengetahuan sejarah, diulas dalam buku ini soal jenis bilangan Arab (0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9) yang sebenarnya berasal dari India. Hanya saja penyebar bilangan ini adalah para saudagar Arab ke benua Eropa, sehingga bilangan ini mulai disebut sebagai bilangan Arab.
Lalu apa lagi? Diulas juga dalam buku ini tips dan trik mengerjakan persoalan matematika, mulai dari menambahkan, mengurangkan, mengalikan dan membagikan sesuatu.
Itu saja? TIdak. Yang paling seru pastinya adalah petualangan Abu melawan para petarung berbadan besar yang juga jago matematika. Abu yang sangat membenci matematika mau tidak mau harus mengerahkan kekuatan otaknya untuk bertarung memecahkan soal-soal rumit dan memenangkan pertarungan diatas pertarungan yang menegangkan. Dan.. akankah Abu berhasil memenangkan pertandingan?
Akhir kata, serial ini sangat menyenangkan untuk dibaca. Khususnya untuk para bocah yang sangat menyenangi petualangan dan wondering dengan matematika. Namun serial ini pun diyakini mampu membuat anak-anak tertarik dengan pelajaran matematika yang katanya pelajaran paling sulit sedunia itu.
Ulasan ini diikutsertakan pada FYE Children Literature Fun Month: 3 oleh Bzee.


Kilas Buku: Geometri: Bangun Ruang (Asyik Belajar Matematika #7)

|
Geometri: Bangun Ruang (Asyik Belajar Matematika #7)
By. Kim Rin
185 halaman
Bhuana Ilmu Populer, 2010
Sinopsis:
Abu terlempar ke kota Alexandia. Misinya untuk menyelamatkan ibunya belumlah selesai. Disini, Abu dan teman-temannya bertemu dengan ilmuwan terkenal dunia, Archimedes. Dialah guru besar yang dapat menolong Abu mengembalikan waktu hidup ibunya melalui sebuah tanda di jam pasir.
 ---------------------------------------------------------
Meski Abu terlempar lagi ke lain zaman, ia tetap berada pada masa dimana Alexander (Iskandar) Agung hidup. Bedanya kini Abu hidup ketika Alexander Agung dewasa dan tengah menyerang negeri Persia. Dan pada saat itulah teori geometri (sebenarnya mereka mempelajarinya secara tidak langusng dalam strategi perang) yang pernah dibahas Alexander Agung kecil dan Abu dipraktekkan.
Di buku ini juga diperkenalkan asal usul kebudayaan Helenisme, yakni kebudayaan yang merupakan perpaduan dari kebudayaan timur dan Yunani. Perang (penyerbuan) Alexander Agung terhadap Persia-lah yang menyebabkan terbentuknya kebudayaan ini. Helenisme berasal dari kata Hellas, ras yang tinggal di Yunani.
Karena buku ini adalah buku lanjutan dari buku 6, maka pembahasan tentang geometri pun dilanjutkan yang pada kesempatan kali ini difokuskan kepada bangun ruang. Ilmuwan yang menjadi tokoh sentral kali ini adalah Archimedes, ilmuwan asal Sirakusa. Sempat saya menangis membaca sejarah hidup Archimedes yang berakhir di tangan tentara Roma ketika ia sedang menghitung sebuah keliling.
"Menjauhlah dari kelilingku!" Kata Archimedes kepada prajurit Roma yang menginjak-injak pasir tempat ia menekuni penelitiannya.
Ya, begitulah sebagian kecil isi buku ini yang saya sajikan. Selebihnya baca sendiri ya. Cocok untuk anak-anak SD kelas 4 atau bagi mereka yang sedang mempelajari cara menghitung keliling dan luas bangun ruang.
Ulasan ini diikutsertakan pada FYE Children Literature Fun Month: 3 oleh Bzee.

Kilas Buku: Geometri Bangun Datar (Asyik Belajar Matematika, #6)

|

Geometri: Bangun Datar (Asyik Belajar Matematika, #6)
By. Kim Rin
183 halaman
Bhuana Ilmu Populer, 2009
Serial Asyik Belajar Matematika #6 ini bercerita tentang petualangan Abu bersama Alexander Agung. Lalu apa hubungannya dengan matematika? Jadi ceritanya Abu menjadi teman Alexander kecil, belajar dan bermain strategi perang bersama. Dalam pelajaran yang menghadirkan Arisoteles sebagai guru, masalah bangun datar sering dibicarakan. Bahkan dalam bermain strategi perang, bangun datar pun ikut andil. Maka, cerita dalam educomic kali ini menyisipkan sejarah-sejarah zaman dulu yang terkait dengan bangun datar, dan tentu saja penjelasan lebih lanjut tentang bangun datar.
Yang menarik adalah ketika puncak perang Alexander Agung melawan Darius, raja Persia. Raja Siluman Matematika sempat membuat inkarnasi Alexander Agung dan Abu harus memecahkan mana Alexander Agung yang asli untuk menghindarkan raja tsb dari luka perang.
Semakin menarik petualangan Abu? Semakin seru juga teori matematika yang dipelajari. :) Maka tak heran buku ini cocok sebagai bacaan anak SD mulai kelas 3-4.
Ulasan ini diikutsertakan pada FYE Children Literature Fun Month: 3 oleh Bzee.

Kilas Buku: Segitiga Siku-Siku Pythagoras (Asyik Belajar Matematika, #2)

|

Asyik Belajar Matematika #2: Segitiga Siku-Siku Pythagoras
By. Kim Rin
224 halaman
Bhuana Ilmu Populer, 2007

Akhirnya, saya berhasil menemukan buku serial Asyik Belajar Matematika jilid 2 di shocking sale Gramedia Matraman dengan harga kurang lebih 15,000 saja! Padahal harga aslinya itu sekitar 65,000 - 75,000 lho! Mantap ga tuh. Sayangnya saya belum lagi menemukan serial jilid ketiga sehingga koleksi saya masih kurang 1 jilid dari koleksi lengkap berjumlah 8 jilid.

Lalu, bagaimana kelanjutan cerita Abu yang berpetualang bersama Thales di jilid 1? Ya dalam serial lanjutan di jilid kedua ini, Abu akan berpetualang dengan salah satu murid Thales, yakni Pythagoras. Ia bersama Peri Kecil dan teman-teman lainnya harus berpindah waktu ke masa Yunani kuno dimana masa Pythagoras hidup. Ketika itulah Abu dan sahabatnya Xiao Chun berhasil menjadi inspirasi bagi guru Pythagoras dalam menemukan teorinya yang sangat terkenal hingga kini, yakni Teorema Pythagoras. Namun, setelah Pythagoras berhasil menemukan rumus siku-siku tsb, muridnya yang bernama Hippasus menemukan teori yang menjatuhkan teori pythagoras yakni dengan menemukan adanya bilangan irrasional. Selama ini Pythagoras selalu mengagungkan bilangan rasional yang menjadi segala kunci teori, dan kemudian teori dengan bilangan rasional harus runtuh. Anehnya, tak lama setelah Hippasus menemukan teori yang menjatuhkan Pythagoras tsb, ia terbunuh.

Pada saat itulah Abu berusaha membuktikan hipotesa Hippasus dan bagaimana pembunuhan terhadapnya terjadi.

Well, sekali lagi membaca novel grafis yang satu ini tidak hanya membawa kita berpetualang mengarungi dunia rumus matematika namun juga sejarah penemuan awalnya. Buku ini cocok dibawa oleh anak-anak SD mulai kelas 3-4 SD.

Ulasan ini diikutsertakan pada FYE RC Fun Month 3 oleh Bzee.

Kilas Buku: Pecahan dan Desimal (Asyik Belajar Matematika #5)

|
Judul: Pecahan dan Desimal (Asyik Belajar Matematika #5)
Judul Asli: Math Devil Z. Vol. 2: Fraction and Decimal (2)
Pengarang: Kim Rin
Ilustrasi: Biwon Studio
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer (BIP)
Cetakan: I, 2009
Tebal: 156 halaman

Setelah kembali ke dunia matematika, Abu kembali dihadapkan kepada masalah pecahan dan desimal. Yang lucu disini adalah ada dua pasukan yakni pasukan pecahan dan pasukan desimal. Kedua pasukan ini saling bentrok satu sama lain dan menyatakan kaum mereka sendiri yang lebih baik daripada kaum lawannya. Namun pada akhirnya karena ada tujuan yang sama, kedua pasukan bersatu membantu Abu untuk melawan Raja Siluman Matematika.

Sementara itu, Kim Rin sebagai penulis, tidak hanya membahas melulu soal matematika (yang pada edisi kali ini adalah pecahan dan desimal), namun juga tentang sejarah dan mitologi yang berkaitan dengan dunia matematika. Ingat tentang mitologi dewa-dewa Mesir seperti Seth dan Horus? Ya, disini Kim Rin menyelipkan kisah kebangkitan Seth dan perlawanan dari Horus. Saya tidak tahu apakah mereka berdua terkait secara langsung dengan matematika atau tidak, yang jelas penulis memberi masalah pecahan pada mata robot Horus yang tidak sempurna. Sehingga jika permasalahan itu diselesaikan dengan benar, Horus akan mampu menaklukan Seth. Lalu, apakah Abu mampu memecahkan soal rumit dalam waktu singkat seperti biasanya?

Petualangan semakin seru dan persoalan matematika yang muncul semakin rumit. Selain memenuhi rasa ngin tahu tentang sejarah dan pemecahan soal matematika, buku ini juga membuat para pembacanya merasa hadir dalam petualangan Abu dalam menaklukkan Raja Siluman Matematika.

Bintang lima lagi untuk serial petualangan seru dan menyenangkan ini. Buku ini cocok dibaca untuk anak SD mulai dari kelas 3, dan sebenarnya (menurut saya) tidak ada batasan usia untuk membaca buku.

Ulasan ini diikutsertakan pada FYE; Fun Year Event with Children's Lit: Fun Month 3 oleh Bzee.

Kilas Buku: Operasi Bilangan Pecahan (Asyik Belajar Matematika #4)

|
Judul: Operasi Bilangan Pecahan (Asyik Belajar Matematika #4)
Judul Asli: Math Devil Z. Vol. 1: Fraction and Decimal (1)
Pengarang: Kim Rin
Ilustrasi: Biwon Studio
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer (BIP)
Cetakan: I, 2009
Tebal: 168 halaman

Akhirnya Abu dan Xiao Chun berhasil kembali ke dunia nyata setelah melalui berbagai petualangan aneh dan melelahkan di dunia matematika. Entah seperti apa petualangan mereka, saya juga tidak tahu persis karena saya tidak punya buku kedua dan ketiga dari serial ini, hikz sedihnya. Tetapi biarlah, meski begitu pembuatan ulasan ini tetap berlanjut.

Pada seri keempat ini kita diajak untuk menelusuri sejarah bilangan; bagaimana awal mula manusia yang hidup di zaman permulaan dimana ketika jumlah manusia kala itu masih sedikit sehingga perhitungan dianggap tidak perlu. Dari sejarah inilah cerita berlanjut kepada metode ikatan dan desimal juga bagaimana awal mula pecahan dibuat disertai sifat-sifatnya.

Sepertinya rumit yah, tapi serial Math Devil ini justru membuat penjelasan pecahan menjadi lebih menyenangkan. Setidaknya kualitas gambar yang bagus membuat teman-teman cilik kita menjadi mau membaca apa itu PECAHAN dan bagaimana metode penggunaannya. Dalam buku ini Abu dan sahabat karibnya menjadi semakin pintar dalam matematika, tentunya hal ini tidak terlepas dari keharusan mereka bertahan hidup melawan Siluman Matematika dan kroco-kroconya.

Sayangnya rasa nyaman Abu dan Xiao Chun kembali ke dunia nyata tidak berlangsung lama. Mereka harus kembali ke dunia matematika untuk mencari Ceri Pikle, teman sekelas mereka yang hilang. Secara otomatis, hal ini membuat ia  harus kembali berhadapan dengan si kejam Siluman Matematika.

Bintang lima lagi untuk serial petualangan seru dan menyenangkan ini. Buku ini cocok dibaca untuk anak SD mulai dari kelas 3, dan sebenarnya (menurut saya) tidak ada batasan usia untuk membaca buku.

Ulasan ini diikutsertakan pada FYE; Fun Year Event with Children's Lit: Fun Month 3 oleh Bzee.

Kilas Buku: The Death Cure (The Maze Runner #3)

|
Judul: The Death Cure (The Maze Runner #3)
Pengarang: James Dashner
Alih Bahasa: Yunita Candra
Penerbit: Mizan Fantasi
Tahun: Februari 2012
Tebal: 492 halaman
Rating: 4/5
Usia layak baca: 15+


Thomas menjalani ujian terakhir dengan dikurung dalam ruangan putih selama 26 hari. Ketika akhirnya ujian berakhir, Thomas dipertemukan kembali dengan teman-temannya dan diberi pilihan untuk dikembalikan memorinya. Thomas dan beberapa temannya menolak untuk dikembalikan ingatannya karena sudah muak dengan tipu daya WICKED. Mereka pun akhirnya berhasil melarikan diri.
Setelah berhasil melarikan diri, keadaan di luar ternyata sangat kacau. Terjadi penculikan manusia immune di mana-mana. WICKED masih membutuhkan manusia immune untuk mendapatkan obat. Thomas mendapatkan informasi bahwa teman-teman yang lain disekap di dalam Maze. Thomas dibantu teman-temannya akhirnya memutuskan untuk kembali ke Maze lagi, tempat mulainya semua kejadian ini.

...

Buku ketiga ini merupakan penutup dari serial the Maze Runner. Secara umum, novel ini sedikit lebih baik dari seri kedua. Penulis sepertinya sudah mulai mendapatkan ceritanya kembali. WICKED mengungkapkan kepada Thomas bagaimana Thomas memiliki obat Flare di dalam dirinya. Selain itu, diungkap juga bagaimana rasa bersalah Thomas karena keputusannya di masa lalu yang terkait dengan salah satu temannya yang tidak immune.  Denver digambarkan sangat kacau dengan penderita Flare di mana-mana. Kisah Maze Runner ini ditutup dengan sebuah akhir yang bisa dibilang happy ending, meski menurut saya masih terasa kurang sempurna.

Ulasan ini diikutsertakan pada FYE; Fun Year Event with Children's Lit: Fun Month 3 oleh Bzee.

Kilas Buku: The Girl who Could Fly

|
Judul: The Girl who Could Fly
Pengarang: Victoria Forester
Penerjemah: Ferry Halim
Penerbit: Atria
Cetakan: I, Mei 2011
Tebal: 376 halaman
Award: Iowa Children's Choice Award Nominee (2012)
Usia layak baca: 11+

Keluarga McCloud adalah keluarga yang biasa saja dan sederhana. Mereka hidup dengan penuh rasa patuh, takut dan syukur kepada Tuhan. Mereka tidak pernah neko-neko dan tidak mau mengambil resiko dengan mencoba hal-hal yang baru. Yang jelas mereka sangat percaya jika garis hidup sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa dan mereka harus dengan sangat rigid mengikuti aturan yang ada.

Namun hal yang tidak biasa mulai terjadi. Betty McCloud mulai mengandung bayi setelah 25 tahun hidup tanpa anak. Tidak ada rasa percaya dalam diri Betty dan ia bahkan menganggap ini adalah keanehan. Lambat laun, wanita itu menerima dengan lapang bayi yang dikandungnya hingga melahirkan.

Tidak disangka ada kejadian lagi yang membuat Betty dan Joe McCloud harus memegangi dada untuk mengurangi rasa kaget yang sepertinya muncul bertubi-tubi. Anak semata wayangnya Piper McCloud bisa dengan mudah terbang ke angkasa! Pasangan McCloud pun mulai menganggap ini sudah sangat tidak wajar dan bisa jadi keluarga mereka dikutuk Tuhan karena perbuatan yang tidak baik. Betty dan Joe bertindak sangat ekslusif terhadap Piper. Mereka tidak memperbolehkan Piper pergi kemanapun hingga menyebabkan gadis cilik itu kesepian dan tetangga sekitarnya kasak kusuk tak karuan.

Suatu hari pada piknik bersama keluarga se-Lowland County, Piper yang tak tahan dengan cibiran teman sebaya dan tetangga sekitarnya pun berusaha menunjukkan kemampuan terbangnya dengan mengambil bola baseball yang terbang jauh ke angkasa. Warga Lowland County yang sedang berkumpul tentunya ternganga-nganga dengan bakat Piper yang istimewa, namun sayang tidak ada dari mereka yang melontarkan pujian, termasuk Betty dan Joe (yang biasa dipanggil sebagai Ma dan Pa oleh Piper).

Hingga pada hari berikutnya, Piper yang nakal baru menyadari mengapa ia dilarang terbang oleh orang tuanya. Mengapa Pa dan Ma begitu protektif terhadap dirinya. Ya, karena ia harus pergi bersekolah di sebuah institusi bernama I.N.S.A.N.E. Ternyata sekolah yang didambakan Piper adalah sekolah yang paling berbahaya baginya. Tidak seperti Sky High (lihat film Sky High keluaran 2005) yang memang merupakan sekolah khusus mengasah bakat-bakat luar biasa, I.N.S.A.N.E adalah tempat yang jauh berbeda. Ia akan mengerdilkanmu, menyerap bakat istimewamu untuk menjadi 'normal' kembali seperti manusia kebanyakan.

Dan pada akhirnya, bagaimana dengan Piper?

Well, menurut saya novel ini cukup bagus. Sayangnya ada beberapa ide yang dapat saya tebak dengan mudahnya, walau ada beberapa juga yang meleset dari perkiraan. Ada yang mengganggu pikiran saya ketika membaca peran J., si manusia tak kasat mata yang berusaha membantu Piper. Saya rasa J. ini adalah saudara laki-laki dari Dr. Hellion yang kebetulan mendapat porsi sedikit untuk masuk dalam cerita ini. Mungkin saja (mungkin lho), buku ini ada sekuelnya dimana terdapat kisah J. dan misinya menyelamatkan Piper. Ya, barangkali sebenarnya buku ini belum selesai (?). Atau malah sudah ada sekuelnya (?).

Ulasan ini diikutsertakan pada FYE; Fun Year Event with Children's Lit: Fun Month 3 oleh Bzee dan New Authors RC 2013. Bagi yang ingin ikut serta silakan lihat syarat dan ketentuan disini dan disini.

Kilas Buku: The Floods #5, Tersangka Utama

|
Keluarga Flood #5: Tersangka Utama
Judul asli: The Floods #5: Prime Suspect
Penulis: Colin Thompson
Alih Bahasa: Ferry Halim
Tebal: 194 halaman
Cetakan: I / 2009
Rating: 2/5

Mayat yang tidak cukup mengerikan ditemukan di Quicklime College dalam keadaan berdiri dan tampak sedang bengong. Tim Forensik dengan penyidiknya yang paling tersohor di dunia, Grusom, melakukan penyelidikan dengan serius. Ia juga dibantu asisten barunya, Avid, seorang wanita cantik yang supercerdas. Setelah melakukan rekam sidik jari pada mayat yang diperkirakan telah dibunuh berkali-kali, kesimpulan pun mengarah pada kelima anak Flood; Winchflat, Morbid, Silent, Merlinmary, dan Satanella Flood.

Sementara itu, anak-anak Flood berusaha menyembunyikan diri. Bukan dari kejaran Polisi dan tim forensik, namun dari musuh bebuyutan keluarga mereka (sebenernya sih cuma mengejar ibunya saja agar balik ke kerajaan sang kakek), Hearse Whisperer. Mereka berlima berusaha mencari cara agar dapat melumpuhkan dan menangkap Hearse Whisperer (kalau bisa dimasukkan ke dalam botol dan dibuang jauh-jauh).

***

Wellll,,,, Novel ini menurut saya err, cukup menarik dan yah memang lucu. Namun sayangnya, saya merasa humornya agak berlebihan dan dipaksakan. Yah mungkin karena memang genrenya begitu ya. Atau mungkin saya saja yang belum cocok dengan selera humor si penulis. Tetapi mungkin kalian punya pendapat lain, karena di goodreads, novel ini tergolong novel yang memiliki rating tinggi lho. Happy reading. :)

Kilas Buku: The Ark

|

The Ark: Konspirasi Merekonstruksi Bahtera Nuh untuk Menghancurkan Peradaban Manusia
Judul Asli: The Noah's Ark Quest
Pengarang: Boyd Morrison
Penerjemah: Istiani prajoko
Tebal: 631 halaman
Tahun:Juli 2010
Penerbit: Imania

Satu lagi novel yang jenisnya mirip Da Vinci Code. Kali ini datang dari Boyd Morrison, dengan judul The Ark. Isu yang diangkat menjadi ide cerita adalah teka-teki keberadaan bahteran Nabi Nuh yang katanya masih dapat ditemukan di kisaran Gunung Aararat, Turki. Memanfaatkan isu yang cukup menarik itu, Morrison meramunya menjadi novel misteri yang dipadu dengan sains.

Berawal dari seorang Dilara Kenner, arkeolog asal Amerika, yang mendapat pesan dari Sam, teman baik ayahnya, mengenai bahtera Nabi Nuh yang telah ditemukan oleh ayah Dilara, Hasad Arvadi. Pesan Sam sebelum ia tewas karena diracun, membuat Dilara ngeri. Sam berkata ia harus hati-hati dan segera mentelusuri kata-kata kunci yang ia berikan. Karena kata-kata kunci itu akan menjadi rahasia bagi Dilara menemukan bahtera Nuh dan mungkin ayahnya yang hilang. Sejak saat itu Dilara tidak pernah tidur nyenyak akibat percobaan pembunuhan yang selalu mengintainya. Apalagi tenggat waktu untuk membongkar kata kunci dari Sam hanya 7 hari.

Kilas Buku: NSJ 2122 #2, The Independent

|
NSJ 2122 #2, The Independent
Serial: NSJ 2122
Penulis: Efi F. Arifin
Terbit: Desember 2004
Penerbit: DAR! Mizan
Tebal: 253 halaman

Pada Mumi Legenda, telah diceritakan terdapat chip memori yang berasal dari Mumi berusia ratusan tahun yang dibekukan oleh NSJ. Dalam chip tsb terdapat kilasan kejadian mengerikan sebelum terbentuknya dunia baru NSJ. Dan hal inilah yang menjadi kunci bobroknya NSJ. Berbagai organisasi penentang NSJ bersatu dan merencanakan 'kericuhan' pada hari jadi NSJ. Mereka pun memutarkan film masa lalu NSJ pada layar-layar di seluruh kota di dunia. Film tsb tak lain tak bukan berasal dari chip memori mumi yang bernama Miriam itu.

Sementara apa hubungan Rekha dengan mumi dan memori tsb? Rekha pada awalnya pun mumi dan menyatu dalam badan mumi Miriam. Ya, Rekha merupakan janin yang dikandung dalam tubuh Miriam dan ikut dibekukan selama ratusan tahun. Namun pada sebuah kondisi, ada seorang ilmuwan terkemuka NSJ yang diam-diam memindahkan janin Miriam pada tubuhnya dan melahirkan Rekha sebagai anaknya sendiri. Pada masa-masa kemudian, ketika Rekha menyadari hal ini, ia pun ikut ambil bagian yang mengungkapkan kebrutalan NSJ di masa lalu.

Novel kedua dari serial NSJ 2122 ini pun tak kalah menariknya dengan yang pertama. Alur yang masuk akal dengan genre sains dan distopianya membuat pembaca tak lelah menelusuri kalimat demi kalimat hingga habis. Ditambah dialog-dialog (banyak) yang lucu dan garing khas film barat. Ya bisa ditebak si Penulis ketika membuat novel ini harus bertapa selama mungkin demi fokus nonton film yang berkaitan dengan fiksi sains. Silakan dibaca, semoga saja masih ada yang menjual cetakannya. Tapi saya ndak yakin hehe.

Custom Post Signature