Top Social

Showing posts with label Mizan. Show all posts
Showing posts with label Mizan. Show all posts

Kilas Buku: Perjalanan Dua Purnama

|

Judul: Perjalanan Dua Purnama
Judul Asli: Walk Two Moons
Pengarang: Sharon Creech
Penerjemah: Esti A. Budihapsari
Genre: Young Adult, Realistic Fiction
Penerbit: Kaifa for teens / Mizan Pustaka, 2003 (pertama kali terbit 1994)
Tebal: 315 halaman
Literary Awards: Newbery Medal (1995), Rebecca Caudill Young Reader's Book Award Nominee (1997), Sequoyah Book Award (1997), W.H. Smith's Mind-Boggling Books Award (1996)

Kami berjalan menuju beranda dan di sana, di tangga paling atas, tergeletak sebuah amplop putih, tanpa tulisan apa pun. Phoebe memungut dan membukanya. Di dalamnya ada sehelai kertas biru yang bertuliskan: Jangan menilai seseorang sebelum kamu berjalan selama dua purnama mengenakan moccasins-nya. "Aneh sekali," kata Phoebe.

Surat rahasia ini barulah salah satu kejadian aneh yang dialami Salamanca Tree Hiddle dan Phoebe Winterbottom setelah ibu Phoebe menghilang. Belum lagi munculnya orang gila yang berkeliaran di sekitar rumah Phoebe dan para tetangga pembunuh yang mengubur korbannya di halaman belakang.

Benarkah ibu Phoebe menghilang karena dibunuh para tetangganya? Siapa sebenarnya orang gila itu? Apakah Salamanca akan berhasil mengajak ibunya kembali ke Ohio. (goodreads)

Cerita ini murni melalui sudut pandang remaja. Salamanca, seorang gadis yang baru saja pindah rumah, belum bisa move on dengan apa yang sedang terjadi pada dirinya. Melalui dirinya, para pembaca melihat keseluruhan masalah secara detil. Sehingga kita pun memiliki dugaan dan kesimpulan yang sama dengan apa yang dimiliki Salamanca.

Melalui Salamanca, kita juga diajak untuk mengenal Phoebe. Disini, meski kita juga diajak untuk memandang Phoebe dari sisi Salamanca, namun sebagai pembaca kita bisa bersikap kritis dengan apa yang terjadi pada sahabat Salamanca itu.

Cerita ini, khususnya lewat Salamanca dan Phoebe, menyajikan problematika remaja dan keluarga. Dari Salamanca kita diperlihatkan bagaimana suasana seorang anak yang ditinggal ibunya dan hanya hidup dengan ayahnya. Salamanca yang terus-terusan teringat sang ibu, menyesali tindakannya yang selalu berteriak kasar kepada ibunya. Kini ia sangat menginginkan ibunya kembali.

Dari Phoebe, sebagai pembaca kita diperlihatkan tentang seorang anak yang hidup dalam keluarga yang kaku sehingga mudah sekali berada dalam kondisi tertekan. Suatu ketika Phoebe mengalami hal yang sama dengan apa yang terjadi pada Salamanca. Tiba-tiba ibunya pergi tanpa sebab. Sayangnya Phoebe berbeda dengan Salamanca, ia kesulitan mempelajari keadaan. Sehingga yang terjadi adalah Phoebe yang terus-terusan menyalahkan ibunya. Apakah Phoebe akan berubah?

Yang paling saya senangi dari cerita ini adalah bagaimana penulis meramunya dengan baik. Dan denga diksi yang baik, Creech mampu menyimpan rahasia sesungguhnya untuk ditempatkan pada bagian akhir.

Kilas ini diikutsertakan pada posbar BBI bertema masalah remaja.

Kilas Buku: Teman Misterius

|
Judul: Teman Misterius
Pengarang: Rizqiany Nurfitria (Riri)
Tebal: 148 halaman
Penerbit: DAR! Mizan
Cetakan: IV / 2012

Marie, gadis cilik berkebangsaan Amerika Serikat, harus mengikuti ayahnya pindah ke Indonesia. Ayah Marie bertugas di Indonesia untuk beberapa lama. Sebelum terbang ke negara kepulauan itu Marie harus mengikuti kursus bahasa Indonesia hingga lancar. Pelajaran tersebut ia ikuti dengan senang hati hingga akhirnya tiba hari keberangkatan ke Indonesia.

Sesampainya di Jakarta, Marie mulai bersekolah di Sekolah Internasional SUNS dan berteman dengan murid-murid yang berasal dari berbagai negara terutama Indonesia. Ia mulai menikmati kehidupannya di Indonesia.

Namun ada satu hal yang ia tak mengerti. Ia menemukan buku harian bersampul hitam yang misterius di kamarnya. Sejak itu ia mulai mendapatkan sms-sms dari orang tak dikenal yang katanya adalah penghuni lama kamar Marie sebelum ia pindah ke Indonesia. Awalnya Marie mengabaikan, namun sms-sms itu semakin lama semakin mengganggu sehingga ia pun mengadu kepada ibunya pada suatu hari.

Jadi siapa ya yang selalu sms Marie?

***

Saya baca cerita ini cukup dalam 15 menit saja lho. Haha, iyalah jelah bagi orang yang sudah bukan anak kecil pastinya mereka sudah paham apa inti dari cerita ini, sehingga cara membacanya cukup dengan membolak-balik halaman saja. Sementara saudara saya yang masih SD, baca buku ini bisa kurang lebih seminggu. Sepertinya saudara saya itu sangat menghayati. :D

Well, buku ini adalah KKPK (Kecil-Kecil Punya Karya). Jadi yang menulis buku ini adalah masih dalam kategori kanak-kanak. Inti ceritanya bagus dan menarik. Namun banyak kata-kata yang kurang pas, agak ajaib dan imajinasi yang kurang logis (tidak sesuai kondisi).

Disini diceritakan Marie mempunyai lemari pakaian yang canggih. Lemari itu mampu mendata semua baju Marie simpan. Sehingga jika suatu hari Marie membutuhkan pakaian, ia cukup mengetik kata kunci di komputer saja. Namun sebelum itu digambarkan kalau Marie lebih senang mengirim surat lewat kantor pos. Padahal email sudah familiar seharusnya bagi Marie. Kenapa tidak lewat email. Ya mungkin Marie rindu dengan cara manual, kirim surat lewat kantor pos, namun Riri tidak menyebutkan itu. Ini cuma pendapat kakak saja ya Riri. Semoga dirimu bisa lebih baik lagi di tulisan berikutnya.

Baiklah, so far, buku ini cocok sekali untuk anak-anak, khususnya bagi mereka yang masih SD, mulai sekitar kelas 2 SD. Ditambah lagi KKPK juga memacu anak-anak usia SD untuk membaca dan menulis karya. Hal ini seperti lingkaran; dari mereka dan untuk mereka. Semoga semakin banyak anak-anak yang mulai senang membaca karena buku KKPK ini. :)

***
Ulasan ini diikutsertakan pada FYE; Fun Year Event with Children's Lit: Fun Month 4. Bagi yang ingin ikut serta silakan lihat syarat dan ketentuan disini.



Kilas Buku: The Maze Runner (The Maze Runner #1)

|
Judul: Maze Runner #1: The Maze Runner
Pengarang: James Dashner
Alih Bahasa: Yunita Candra
Penerbit: Mizan Fantasi
Tahun: November 2011
Tebal: 532 halaman
Rating: 4/5
Usia Layak Baca: 15+


Seorang anak laki-laki tiba-tiba terbangun di dalam sebuah lift dengan hanya sebuah ingatan di pikirannya, Thomas. Itulah namanya. Ketika lift terbuka, dia disambut oleh sekelompok anak yang melihatnya dengan tatapan dan komentar yang aneh. Thomas akhirnya mendapati bahwa dia menjadi kelompok anak yang terjebak di dalam Maze. Mereka tinggal di dalam Glade, satu-satunya daerah aman di dalam Maze. Ketika malam menjelang, pintu Glade akan tertutup untuk mencegah makhluk buas aneh bernama Griever masuk. Beberapa anak yang memiliki kelebihan ditugaskan untuk menjadi Pelari. Mereka bertugas menyisir Maze pada siang hari untuk menemukan jalan keluar dari Maze dan harus sudah kembali ke Glade sebelum pintunya tertutup.

Anak-anak di dalam Maze dipimpin oleh Alby dan Newt dan bekerja sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing. Anehnya, meski mereka tinggal di dalam Maze, mereka dapat memenuhi kebutuhannya sendiri dan pada waktu tertentu lift akan mengirimi mereka dengan benda-benda yang mereka butuhkan. Keanehan mulai terjadi ketika tiba-tiba lift untuk pertama kalinya mengirimkan seorang anak perempuan. Thomas tiba-tiba merasa bahwa ia mengenal anak perempuan tersebut. Kedatangan anak perempuan, yang kemudian diketahui bernama Theresa itu, membawa peristiwa yang ditakuti oleh semua anak. Pintu Glade tiba-tiba tidak menutup lagi. Apakah yang harus mereka lakukan? Apa kaitan Theresa dengan Thomas? Apakah mereka berhasil menyelamatkan diri dari Maze? Apakah Maze itu sebenarnya?

...

Novel The Maze Runner ini merupakan seri pertama dari serial Maze Runner. Ketika membaca bagian awalnya, saya menjadi teringat akan sebuah film menegangkan berjudul SAW. Setting awal novel ini memang agak mirip dengan film tersebut, tokoh utama tiba-tiba terbangun dan berada pada ruangan misterius. Pada awalnya, saya sempat mengira bahwa cerita tentang Maze dapat berkembang sangat luas. Namun ternyata, penulis hanya membatasi setting tempat cerita ini hanya pada Glade dan bagian tertentu dari Maze saja. Tokoh Thomas dalam cerita ini terasa memiliki kemampuan yang lebih bila dibandingkan dengan tokoh-tokoh lainnya sehingga dirasa kurang seimbang dengan tokoh lainnya. Hal yang agak disayangkan adalah misteri tentang Maze dan jalan keluarnya ternyata sangat sederhana dan dapat ditebak. Namun hal ini cukup tertutupi dengan misteri baru yang mulai dibuka di akhir cerita untuk melanjutkan ke seri selanjutnya The Scorch Trial. Akhirnya jika teman-teman menyukai serial petualangan yang dibalut dengan misteri, novel ini cocok untuk anda.

Tambahan, saya rasa novel ini pun cocok untuk anak sekitar usia 15 tahun keatas. Meskipun sebenarnya agak sulit menentukan rentang usia untuk novel yang satu ini.

Ulasan ini diikutsertakan pada FYE; Fun Year Event with Children's Lit: Fun Month 3 oleh Bzee, Read Big Mbak Dessy di Ngidam Buku, dan New Authors RC 2013. Bagi yang ingin ikut serta silakan lihat syarat dan ketentuan disini, disini, dan disini.

Kilas Buku: Princess Sonora

|
Judul: Princess Sonora: Tidur Panjang Sang Putri
Pengarang: Gail Carson Levine
Penerjemah:
Penerbit: Kaifa 4 teens (Mizan Pustaka)
Tahun: 2004
Tebal: 116 halaman
Rating: 5/5

Sinopsis dari sampul belakang buku:
Ada peri marah-marah. Ada putri cantik. Ada jarum pintal. Jari yang tertusuk. Ada tidur seratus tahun. Ada pangeran. Ada ciuman yang membangunkan. Rasa sudah sering dengar dongeng ini. Eh eh, tunggu dulu! Lho, kok pangerannya ada dua? Lalu, kenapa ada domba-domba botak segala? Aneh... Sang Putri pun bukan seperti putri yang biasanya kita bayangkan itu.

Review:
Ini adalah kisah Putri Tidur yang lebih MASUK AKAL dari cerita aslinya. Saya memang tidak tertawa ketika membaca keseluruhan dongeng ini (hanya senyum-senyum sedikit di akhir cerita). Karena di sampul belakang, penerbit bilang begini: "...sebab akan lebih aneh lagi kalau kamu nggak cekikikan saat membacanya."

Hey bung, saya memang tidak cekikikan, tetapi bukan berarti saya aneh. Toh saya tetap menganggap cerita Putri Tidur versi Gail ini lebih brilliant! Rasanya plot mengalir dengan lebih benar dan tidak pernah ada yang 'sim salabim' muncul begitu saja. Putri yang digambarkan cerdas pada akhirnya merasa kesepian karena tidak ada satu warga kerajaan pun yang menyukai sifatnya yang sok tahu. Namun keajaiban yang muncul lebih dari sekedar indah. Yang jelas bukan pangeran yang tampan luar biasa yang akan menjadi pendamping sang putri, itu jika kalian mengharapkan ksatria gagah berani sekali lagi menjadi penolong si putri tidur disini.

Akhir kata, buku saku ini bukan sekedar plesetan dongeng. Ia plesetan bermakna dan mendidik daripada plesetan yang tajam menghujat hingga membuat para pembaca jatuh ikut menghujat tanpa tahu alasan yang jelas.

Buku ini cocok untuk bacaan anak-anak SD mulai kelas 2-3. Ulasan ini diikutsertakan pada FYE; Fun Year Event with Children's Lit: Fun Month 3 oleh Bzee. Bagi yang ingin ikut serta silakan lihat syarat dan ketentuan disini.

Kilas Buku: Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken

|

 
Judul: Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken
Pengarang: Jostein Gaarder & Klaus Hagerup
Penerjemah: Ridwana Saleh
Penerbit: Mizan
Cetakan: II, Juli 2011
Tebal: 282 halaman
Rating: 5/5
Kelayakan Baca: Semua umur

Sinopsis dan kilas buku versi Kilas Buku (kindle version *joking):
Ada dua sepupu yang hobi surat-suratan tentang buku dan perpustakaan. Apa aja yang ada diomongin dalam surat. Dan pada akhirnya Kilas Buku memutuskan buku ini layak baca. -end of reviewing-

Sinopsis yang sebenarnya (menurut Mizan. bisa dibaca di sampul belakang buku):

Dua saudara sepupu, Berit dan Nils, tinggal di kota yang berbeda. Untuk berhubungan, kedua remaja ini membuat sebuah buku-surat yang mereka tulisi dan saling kirimkan di antara mereka. Anehnya, ada seorang wanita misterius, Bibbi Bokken, yang mengincar buku surat itu. Bersama komplotannya, tampaknya Bibbi menjalankan sebuah rahasia atas diri Berit dan Nils. Rencana itu berhubungan dengan sebuah perpustakaan ajaib dan konspirasi dalam dunia perbukuan. Berit dan Nils tidak gentar, bahkan bertekad mengungkap misteri ini dan menemukan Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken.

Kilas Buku: Kisah Prince dan Princess Istana 1001 Malam

|
Judul: Kisah Prince & Princess; Istana 1001 Malam
Dikisahkan Ulang oleh: Ryu Tri
Ilustrasi: Nur Cililia
Tebal: 112 halaman
Penerbit: DAR! Mizan
Cetakan: II / 2009
Rating: 3/5
Usia Kelayakan Membaca: 6 tahun


Kisah-kisah para putri dan pangeran dari ranah timur tengah ini berjumlah 30 cerita, yaitu;
  1. Prince Redfish
  2. Princess Adiba
  3. Princess Bunga Lili
  4. Prince Husain dan Djuha
  5. Prince Dehandra dan Princess Syakila
  6. Cincin Princess Qori
  7. Prince Zaki
  8. Princess Budur
  9. Petualangan Tiga Bersaudara
  10. Kalkun yang Pandai Bicara
  11. Princess Dimitri
  12. Mimpi Raja Muhajka
  13. Prince Farja dan Bulu Emas
  14. Khuzaymah
  15. Rakhim dan Sultan
  16. Prince Aray
  17. Princess Arraya dan Prince Riyad
  18. Tuan Karim yang Pemarah
  19. Princess Kembar
  20. Makea dan Tujuh Ekor Gagal
  21. Mawar Emas
  22. Rahasia Permata Ruby
  23. Calon Raja
  24. Dua Raja
  25. Penerus Raja
  26. Dua Jepit Kayu
  27. Princess Nafisah
  28. Si Cantik Jubeinah
  29. Peramal Bertopeng
  30. Princess Rambut Emas
Namun hanya dua dongeng yang akan saya ulas disini;
Princess Dimitri, bercerita tentang seorang putri yang bernama Dimitri. Ia adalah anak dari Raja Mahmud. Di kebun belakang istana terdapat sebuah pohon apel emas dan Putri Dimitri dilarang untuk memetik dan memakan buah apel emas tersebut oleh Raja Mahmud. Namun Putri Dimitri tidak mendengarkan nasehat ayahnya sehingga ia asal memakan buah apel emas itu dengan nikmatnya. Setelah memakan buah tsb, sang putri menghilang dan berada dalam tahanan naga yang amat jahat dan besar. Raja Mahmud yang sedih dengan nasib yang menimpa anaknya langsung menyuruh tiga pemuda yang bernama Bakir, Jafar dan Ahmed. Namun Bakir dan Jafar memiliki sifat yang buruk. Setelah menyelamatkan sang putri, Bakir dan Jafar menjatuhkan Ahmed di lubang naga dengan berharap hadiah lebih dari Raja Mahmud. Akan tetapi niat mereka tidak terlaksana karena Putri Dimitri menceritakan yang sebenarnya. Nilai moral yang terdapat dalam dongen ini adalah agar selalu mematuhi perintah orang tua dan jangan menjadi orang yang tamak juga jahat untuk mendapatkan harta benda.

Kilas Buku: Dunia Kata

|

Dunia Kata
Penulis: M. Fauzil Adhim
Tebal: 236 halaman
Penerbit: DAR! Mizan
Cetakan: I, Februari 2004
Rating: 4/5

Prolog Review dari Kilas Buku:
Banyak buku soal motivasi menulis, dan semua bagus dan sangat menginspirasi. Namun lagi-lagi tergantung manusia yang membacanya, mau maju atau tidak? Contoh saya yang notabene sebagai salah satu pengasuh Kilas Buku ini, sejak dulu, meski sudah dapat beasiswa pelatihan menulis dari GagasMedia pun, akhirnya saya tidak mampu menempuh jalan panjang menjadi seorang penulis. Tidak, bukan tidak mampu, hanya belum mampu. Dan pasti saya mampu. Hanya saya yang belum mau.

Review:
Seperti yang saya bilang diatas, banyak buku yang memotivasi kita untuk menjadi penulis brilian, seperti salah satu buku yang pernah direview di Kilas Buku; Rahasia Penulis Hebat. Namun tidak semua greget dan enak dibaca (tidak membosankan) seperti Dunia Kata. Buku Dunia Kata adalah buku karya Fauzil Adhim pertama yang saya miliki dan saya memutuskan untuk menjadikannya sebagai buku yang saya sukai sejak pertama membacanya. Seperti yang kita tahu, Fauzil Adhim adalah pengarang yang dikenal sebagai pengarang spesialisasi pernikahan, tapi ternyata julukan itu tidak membuatnya menjadi luruh ketika menulis genre lain apalagi kebanyakan obyek pembacanya adalah para penulis pemula.

Buku ini sudah lama, namun saya masih tetap menyukainya. Dan tidak bosan ketika harus membaca ulang. Banyak nasehat-nasehat yang 'dalem' yang diberikan oleh Fauzil Adhim dalam buku ini, salah satunya soal mood. Kata Fauzil Adhim, dalam menulis kita ga butuh mood. Intinya jangan tergantung kepada mood, biasakan terus menulis secara teratur maka lama-lama otak kita akan terbiasa untuk berpikir lancar. Mood hanyalah berhala yang kita sembah dan hanya sebuah sugesti salah yang menghambat karya kita.

Epilog Review:
Sekali lagi saya bilang, buku ini adalah salah satu buku paling bagus dalam kategori motivasi pembelajaran menulis. Tidak seperti buku sejenis yang pernah baca, salah satunya ada yang pernah direview disini (saya sebutkan tadi diatas). Finally, sebanyak apapun buku dan training menulis yang kamu dapatkan, kalau dari sekarang kamu belum menulis, ya belum berhasil namanya (nasehatin diri sendiri).

Kilas Buku: Manifesto Khalifatullah

|
Manifesto Khalifatullah
Penulis: Achdiat K. Mihardja
Tebal: 219 halaman
Terbit: 2005
Penerbit: Mizan Pustaka
Rating: 3/5

Sebelumnya, kilasan ini pernah saya sajikan dalam blog dhila13.wordpress.com



“Dan tatkala Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ‘Aku hendak jadikan khalifah di muka bumi.’ Mereka bertanya, ‘Apakah Kau tepatkan orang yang merusak di sana dan menumpahkan darah, sedangkan kami bertasbih menurut Dikau dan menguduskan nama-Mu?’ (Tuhan menjawab dan) berfirman, ‘Sungguh, Aku tahu apa yang tiada kamu tahu.” (QS. Al-Baqarah: 30) 

Dengan membaca terjemahan Al-Qur’an yang diterjemahkan dengan puitis oleh H.B Jassin (mengingatkan: judul Al-Qur’an yang diterjemahkan oleh H.B Jassin ialah ‘Al-Qur’an Berwajah Puisi’. Terjemahan ini sempat mendapat berbagai respon yang menolak keberadaan terjemahan tersebut di Indonesia) kita akan mengingat kembali apa sebenarnya tujuan Allah menurunkan kita ke atas bumi. Bukan karena kesalah nabi Adam yang memakan buah khuldi, namun Allah memang memiliki tujuan dibalik peristiwa tersebut yakni menjadikan kita sebagai wakilNya di muka bumi. Yakni mengutus kita untuk membumikan perintah dan ajaranNya di dunia ini.

Seorang Achdiat K. Miharja (mengingatkan: beliau adalah penulis novel ATHEIS yang menjadi rujukan bacaan sastra yang bagus. Jika mau mengingat kembali ke belakang, penggalan-penggalan dalam novel ini selalu menjadi soal dalam tes Bahasa Indonesia baik di SD, SMP atau SMA bahkan sebagai soal di Tes Masuk Perguruan Tinggi) dalam usianya yang sudah dibilang kelewat uzur (90 tahun dan sekarang sudah tenang di sisi Tuhan) dengan mata nyaris buta menulis buku Manifesto Khalifatullah yang diterbitkan Arasy yang didistribusikan oleh Mizan Media Utama pada 2005. Saya membeli dan membacanya ketika umur saya masih 18 tahun pada 6 bulan pertama 2006 lalu. Sungguh hikmah dan pesan dan pengalaman yang luar biasa yang saya temui dalam buku ini.

Sederhananya jika dikisahkan dalam bentuk singkat, buku ini menggambarkan sosok manusia yang pada awalnya menafikan keberadaan Tuhan. Ia melalaikan dan hanya percaya dengan kekuatan alam dan kekuatan dirinya sendiri; tidak ada yang dari Tuhan. Namun pada akhirnya seiring dengan berjalannya waktu dan pengalaman hidup yang makin memperkaya pikiran, ia pun berpikir tentang adanya Tuhan; Tuhan benar-benar ada! Seperti yang dialami Jean Paul Sartre (tokoh dalam buku Understanding Secular Religions dari Josh McDowell & Don Stewart), tokoh besar paling terkemuka dari kaum eksistensialis yang ateis itu, pada saat-saat terakhir hari tuanya dalam keadaan renta dan buta pula, telah berterus terang kepada seorang temannya, Pierre Victor yang mantan penganut Mao Tze Tung, bahwa segala-galanya yang ada di dunia ini mesti ada penciptanya. Dan penciptanya itu adalah Tuhan.

Kilas Buku: Heroes of Olympus #3, The Mark of Athena

|

The Mark of Athena (edisi bahasa Indonesia)
Penulis: Rick Riordan
Tebal: 616 halaman
Terbit: 2012
Penerbit: Nourabooks

Sebelumnya saya mau bertakjub ria dulu ah. Suprise! Novel ini sudah diterjemahkan dan diterbitkan dan dipublikasikan secara massive oleh Mizan lho (Eh tapi kok yang nerbitin Nourabooks ya, padahal di Indonesia Book Fair 2012 tadi saya lihatnya di stand Mizan lho. ternyata Nourabooks itu brand baru Mizan). Padahal versi aslinya (bahasa Inggrisnya) baru terbit Oktober 2012 ini. Wow, cepet (ngebut) juga yah Mizan nerbitin serial Heroes of Olympus ini. Padahal tadinya saya agak skeptis hehe. Tapi bersyukurlah saya termasuk salah satu pembaca awal The Mark of Athena ketika ia dilempar ke pasaran Musim Gugur ini. Jadi Fresh from the oven laah. Dan kita tunggu serial keempatnya The House of Hades, apakah Mizan akan langsung menerbitkan versi bahasa Indonesianya juga sebulan setelah versi aslinya terbit? Kita lihat :)

Akhirnya setelah cukup lama berpisah, Percy dan Annabeth bertemu kembali, bukan di Camp Half Blood, namun di Camp Jupiter. Annabeth tiba di kawasan Camp Jupiter dengan menumpangi Argo II, kapal perang yang bisa terbang, bersama Jason (Demigod Roman / anak dari Jupiter yang sempat hilang ingatan dan didamparkan di Camp Half Blood), Piper (Demigod Greek / anak dari Aphrodite), Coach Hedge (Satyr yang menyamar sebagai pelatih olahraga) dan Leo (Demigod Greek / Anak dari Hephaestus yang juga pembuat dan kapten dari Argo II). Pertemuan dan reuni yang cukup singkat membuat 2 suasana yang berbeda sekaligus: gembira dan tegang. Gembira karena kembalinya Jason ke Camp Jupiter dan pertemuan Percy dengan Annabeth. Tegang karena Leo (yang ketika itu tubuhnya sempat dikuasai oleh Eidolons) menembakkan api ke arah Camp Jupiter yang kemudian menyulut kemarahan para demigods Romawi.

Kilas Buku: NSJ 2122 #2, The Independent

|
NSJ 2122 #2, The Independent
Serial: NSJ 2122
Penulis: Efi F. Arifin
Terbit: Desember 2004
Penerbit: DAR! Mizan
Tebal: 253 halaman

Pada Mumi Legenda, telah diceritakan terdapat chip memori yang berasal dari Mumi berusia ratusan tahun yang dibekukan oleh NSJ. Dalam chip tsb terdapat kilasan kejadian mengerikan sebelum terbentuknya dunia baru NSJ. Dan hal inilah yang menjadi kunci bobroknya NSJ. Berbagai organisasi penentang NSJ bersatu dan merencanakan 'kericuhan' pada hari jadi NSJ. Mereka pun memutarkan film masa lalu NSJ pada layar-layar di seluruh kota di dunia. Film tsb tak lain tak bukan berasal dari chip memori mumi yang bernama Miriam itu.

Sementara apa hubungan Rekha dengan mumi dan memori tsb? Rekha pada awalnya pun mumi dan menyatu dalam badan mumi Miriam. Ya, Rekha merupakan janin yang dikandung dalam tubuh Miriam dan ikut dibekukan selama ratusan tahun. Namun pada sebuah kondisi, ada seorang ilmuwan terkemuka NSJ yang diam-diam memindahkan janin Miriam pada tubuhnya dan melahirkan Rekha sebagai anaknya sendiri. Pada masa-masa kemudian, ketika Rekha menyadari hal ini, ia pun ikut ambil bagian yang mengungkapkan kebrutalan NSJ di masa lalu.

Novel kedua dari serial NSJ 2122 ini pun tak kalah menariknya dengan yang pertama. Alur yang masuk akal dengan genre sains dan distopianya membuat pembaca tak lelah menelusuri kalimat demi kalimat hingga habis. Ditambah dialog-dialog (banyak) yang lucu dan garing khas film barat. Ya bisa ditebak si Penulis ketika membuat novel ini harus bertapa selama mungkin demi fokus nonton film yang berkaitan dengan fiksi sains. Silakan dibaca, semoga saja masih ada yang menjual cetakannya. Tapi saya ndak yakin hehe.

Kilas Buku: NSJ 2122 #1, Mumi Legenda

|
Judul: Mumi Legenda (NSJ 2122)
Serial: NSJ 2122 #1
Penulis: Efi F. Arifin
Terbit: 2004
Penerbit: DAR! Mizan
Tebal: 227 halaman

Yay! Novel ini adalah salah satu novel sci-fi Indonesia yang saya suka selain novel AREA X. Menurut saya, novel Mumi Legenda karya Mbak Evi ini adalah termasuk genre sci-fi generasi pertama, lagi-lagi selain AREA X tentunya. [Haay kapan-kapan akan saya ulas tentang novel yang saya suka itu di blog ini nanti. :D] Karena novel ber-genre sci-fi benar-benar belum begitu banyak di tahun 1999 dan awal 2000an, jadi saya berani menyebut novel Area X dan Mumi Legenda ini termasuk dalam generasi awal mula sebab sci-fi dan distopia di Indonesia semakin berkembang. Kalau ada pendapat lain dengan alasan yang masuk akal saya terima kok. :D

Oke, balik ke Mumi Legenda, ulasannya begini, diceritakan dalam novel bahwa di tahun 2122, semua negara di dunia ini telah bersatu, sehingga tidak ada lagi negara dengan pemimpin dan pasukan tentara yang berbeda. Tidak ada lagi bendera dan lagu kebangsaan. Semua negara diatur dibawah satu kepemimpinan, Nations Society for Justice (NSJ). Kondisi pada tahun tersebut semua serba canggih, tidak ada negara miskin atau terbelakang dan berkembang lagi, semua telah menjadi wilayah yang maju dan sangat sadar teknologi.

Kilas Buku: Divergent #1, Divergent

|
Divergent #1, Divergent
Penulis: Veronica Roth
Penerjemah: Anggun Prameswari
Terbit: Mei 2012
Penerbit: Mizan Fantasy
Tebal: 543 halaman


Sejak The Hunger Games, novel-novel lain bergenre distopia mulai bermunculan. Salah satunya adalah novel Divergent karya Veronica Roth. Saya agak takjub begitu mengetahui bahwa Roth masih berusia 23 tahun (saat tulisan ini ditulis). Baiklah mari kita mulai dengan latar belakang novel ini terlebih dahulu.

Cerita berlatar belakang di Chicago setelah berakhirnya perang nuklir yang meluluhlantakkan dunia. Untuk mencegah peperangan datang kembali, dibuat sebuah sistem yang mengelompokkan manusia berdasarkan sifat dominan mereka. Pada usia 16 tahun, setiap orang harus memilih satu dari lima faksi dan hidup dengan cara faksi tersebut. Faksi-faksi tersebut adalah Abnegation, faksi untuk orang-orang yang mengutamakan orang lain tanpa pamrih, Candor, faksi yang mengutamakan kejujuran, Dauntless, faksi untuk orang-orang pemberani, Amity, faksi yang cinta damai, dan Erudite, faksi untuk orang-orang yang haus akan ilmu pengetahuan. Sebelum seseorang dinyatakan diterima masuk ke satu di antara kelima faksi tersebut, mereka harus mengikuti proses inisiasi, semacam ujian masuk ke faksi yang bersangkutan. Jika gagal, maka orang tersebut akan menjadi factionless, tidak memiliki faksi, menggelandang, dan ditinggalkan dari kehidupan bermasyarakat. Pemerintahan dijalankan oleh faksi Abnegation karena sifat mengutamakan orang lain, sedangkan Dauntless dipercaya sebagai pasukan penjaga keamanan dan perbatasan.

Kilas Buku: Genius Fisika Paling Cool Sedunia

|
Judul Buku: Feynman: Genius Fisika Paling Cool Sedunia
Penulis: Richard P. Fenyman
Penerbit: Mizan
Terbit: 2006
Tebal: 292
Siapa fisikawan masa kini yang kalian kenal? Atau cuma Albert Einstein saja? Ya, Einstein memang populer. Namun beliau termasuk fisikawan abad ke sekian di masa lalu. Bagaimana dengan Richard Feynman, fisikawan yang pernah tergabung dalam komisi penyelidikan meledaknya pesawat ulang alik Chalenger tahun 1986 dan juga peraih nobel fisika tahun 1965.
Buku yang berjudul asli 'What Do You Care What Other People Think?' ini bercerita tentang catatan-catatan Feynman mengenai hal-hal yang terjadi dalam hidupnya. Dibagi dalam beberapa bab, buku ini bercerita mengenai masa kecilnya dengan ayahnya yang sangat menarik. Dimana ayahnya membentuk ia menjadi seorang ilmuwan dengan cara-cara yang unik, dengan mengajaknya jalan-jalan dan menjelaskan fenomena-fenomena alam yang terjadi dengan lugas dan mudah dimengerti. Sesekali ayahnya juga mengajaknya membaca koran dan mencoba menjelaskan dengan sederhana kata-kata yang sulit bagi seorang anak seperti Feynman kecil kala itu. Akhirnya Feynman tumbuh menjadi anak yang serba ingin tahu dan sangat menghargai penjelasan-penjelasan yang logis dan ilmiah.

Kilas Buku: Layang-Layang Putus

|
Bloggers, kali ini saya akan mengulas novel yang baru saya baca. Novel yang bukan termasuk dalam hitungan best seller atau juga paling baru ini berjudul ‘Layang-Layang Putus’. Novel ini sudah terbit sejak Februari 2005, hanya saja sepertinya tidak terlalu menarik minat banyak pembeli. Sebab berkali-kali novel ini menjadi langganan dalam daftar obral dan diskon pada pameran buku. Meski begitu, isi yang disajikan dalam ceritanya tidak obralan alias cukup bermutu untuk menjadi sebuah bacaan. 

Novel karya Masharto Alfathi ini bercerita tentang perjuangan orang-orang difabel (different abbilities) dalam menjalani hidup. Difabel lebih dikenal sebagai penyandang cacat oleh orang-orang umum yang dalam kehidupan berkemampuan ‘normal’. Novel ini memperjuangkan segala sesuatu yang berhubungan dengan kesetaraan orang-orang yang dianggap cacat. Seperti tentang penggunaan kata difabel yang lebih disukai daripada ‘penyandang cacat’ yang dianggap sangat mendiskriminasi. Orang-orang difabel selalu dianggap kelas dua atau bahkan kelas tiga (jika ditambah dengan predikat miskin) oleh kebanyakan masyarakat. Mereka selalu dianggap tidak memiliki kemampuan dan sangat menyusahkan orang lain. Pemikiran seperti inilah yang seharusnya diubah. Orang-orang difabel menjadi tidak mampu karena mereka seringkali tidak diberi kesempatan untuk berjuang secara mandiri. Mereka selalu dianggap kaum yang butuh bantuan terus menerus. Padahal jika diberi kesempatan untuk mandiri, jika tidak dicemooh dan dianggap lemah mereka mampu menjadi hidup bersama dengan orang-orang ‘normal’ tanpa harus dianggap sebelah mata. Contoh yang populer adalah Nick Vujicic, seorang motivator yang terlahir tanpa tangan dan kaki.

Custom Post Signature