Top Social

Showing posts with label Sihir. Show all posts
Showing posts with label Sihir. Show all posts

Kilas Buku: The Girl Who Drank the Moon

|

Satu lagi cerita fantasi middle grade yang memenangkan Newbery Medal tahun 2017. Ceritanya tentang seorang bayi perempuan yang dipisahkan dari ibu kandungnya untuk ditinggalkan di hutan berbahaya sebagai persembahan bagi penyihir. Bayi itu bukan satu-satunya anak yang menjadi persembahan, karena setiap tahun selalu ada satu anak yang harus dikorbankan di daerah Protektorat. Petinggi dan pimpinan biarawati di sana, di sana mewajibkan satu bayi untuk dikorbankan.

Sebenarnya, menurut petinggi (tetua) Proktetorat, tidak ada penyihir di hutan. Hal itu hanya untuk menakuti warga supaya patuh pada peraturan. Padahal, agak jauh di seberang hutan berbahaya, tinggal seorang penyihir baik hati bernama Xan, bersama satu monster dan seekor naganya. Setiap tahun Xan mengambil bayi yang dibuah dari Proktetorat dan diserahkan ke daerah Merdeka supaya dapat diadopsi oleh keluarga yang mampu. Bayi-bayi itu kemudian disebut anak-anak Bintang.

Namun bayi yang satu ini berbeda. Bayi perempuan ini malah tak sengaja mereguk sinar bulan banyak-banyak yang sebenarnya juga tak sengaja disuapi oleh Xan. Menyadari hal itu, akhirnya Xan sendirilah yang mengadopsi bayi yang kemudian diberi nama Luna. Seperti Xan dulu, Luna kecil memiliki kekuatan sihir terlalu banyak akibat asupan sinar bulan yang berlebihan. Penyihir tua itu pun mencaritahu bagaimana Luna dapat mengendalikan kekuatannya hingga saat yang tepat tiba. Dan ternyata hal itu tidaklah mudah. Bahu membahu bersama si monster dan si naga, Xan berusaha mengajarkan sekaligus melindungi Luna dari sihirnya sendiri.

Sementara itu ibu kandung Luna sudah berhenti bersedih. Anehnya, hal ini membuat pimpinan biarawati tidak senang. Satu hal lagi, sang keponakan laki-laki tetua yang tadinya juga calon tetua Proktetorat akan segera memiliki seorang bayi. Bayinya itu akan segera dikorbankan tahun ini. Mencegah hal itu si keponakan tetua membuat rencana matang untuk membunuh penyihir yang akan mengambil bayinya. Istrinya tidak tahu menahu soal rencana itu, namun seperti ibu kandung Luna, ia merasa curiga dengan para tetua dan pimpinan biarawati yang tidak senang para penduduknya move on. Pertanyaannya sekarang: apakah ada pergerakan yang akan dimulai dari sana? Dan apa pengaruhnya terhadap Luna dan anak-anak Bintang di daerah Merdeka?

Awal membaca buku ini kesan yang terbentuk adalah cerita fantasi yang fun layaknya cerita anak-anak biasa. Sayangnya saya salah. Kelly Barnhill telah membentuk cerita fantasi anak yang sedikit dark dan absurd walau masih bisa dibaca oleh remaja usia SMP. Barnhill seolah ingin memberitahu kepada pembaca bahwa sihir ada dalam tubuh dan darah manusia. Cinta dan kasih sayang dapat menjelma menjadi sihir yang baik, sementara iri hati dan kedengkian hanya akan membuahkan sihir jahat yang haus akan penderitaan orang lain.

Saya suka buku ini. Bintang 4.

Data buku

Judul: The Girl Who Drank the Moon
Pengarang: Kelly Barnhill
Penerjemah: Marcalais Fransisca
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer (BIP), 11 September 2017 (terbit pertama kali 2016)
Tebal: 420 halaman

Kilas Buku: Titipan Kilat Penyihir

|

Judul: Titipan Kilat Penyihir
Judul asli: Kiki's Delivery Service (魔女の宅急便)
Pengarang: Eiko Kadono
Genre: Child Literature, Fantasy
Tebal: 232 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2006 (pertama kali terbit 1985)

Sinopsis:
Karena dia penyihir, pada usia tiga belas tahun Kiki harus pindah ke kota lain. Dia harus meninggalkan Ibu, Ayah, serta kota kelahirannya. Kiki hanya akan ditemani Jiji si kucing hitam. 

Ibu sudah melarangnya tinggal di kota besar, tapi Kiki kepalang suka pada kota Koriko, karena menara jamnya sangat tinggi dan letaknya dekat laut. Tapi astaga... warga kota Koriko tidak menyambut Kiki dengan hangat. Apakah Kiki bakal bisa bertahan di kota ini, padahal dia cuma bisa satu sihir: terbang dengan sapu? (goodreads)

-----

Satu lagi kisah anak-anak yang menarik: Kiki dan Jiji! Seperti sinopsis yang saya lampirkan di atas, novel ini menceritakan tentang penyihir cilik yang bernama Kiki. Ia mengikuti kata hatinya untuk menetap di kota Koriko yang ramai. Sementara Jiji, si kucing hitam, mengingatkan Kiki akan pesan ibunya untuk mencari desa sebagai tempat tinggal.

Pada awalnya, Kiki memang tidak bisa diterima oleh warga Koriko. Bukan karena kemampuan Kiki yang sangat terbatas, namun karena warga Koriko sudah tidak percaya lagi pada keberadaan penyihir. Setelah menimbang potensi yang ada di kota Koriko, akhirnya Kiki memutuskan untuk membuka jasa pengiriman kilat dengan menggunakan ruangan yang disewakan oleh ibu pemilik toko roti.

Apakah usaha Kiki akan berjalan lancar?

Cerita Kiki dan Jiji yang berjuang di kota asing tanpa ayah dan ibunya sangatlah menarik. Pilihan kata yang disajikan sungguh sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak. Apalagi Kiki digambarkan sebagai penyihir yang sangat manis dan baik hati, tidak seperti stereotip penyihir dengan hidung bengkok dan gigi ompong. Melalui Kiki, anak-anak dapat mengambil pelajaran bahwa setiap usaha butuh perjuangan, dan anak-anak yang suka membantu orang lain akan disenangi banyak orang dan mendapat banyak kebaikan.

3,5 bintang! :)

Kilas Buku: Demonglass (Hex Hall #2)

|

Title: Demonglass (Hex Hal #2)
Author: Racher Hawkins
Genre: Fantasy, Young Adult
Hyperion, 359 pages

Warning: Spoiler alert for those who haven't reading the first book yet.

Synopsis:
Sophie Mercer thought she was a witch. That was the whole reason she was sent to Hex Hall, a reform school for delinquent Prodigium (a.k.a. witches, shape-shifters, and faeries). But then she discovered the family secret, and the fact that her hot crush, Archer Cross, is an agent for The Eye, a group bent on wiping Prodigium off the face of the earth.

Turns out, Sophie's a demon, one of only two in the world-the other being her father. What's worse, she has powers that threaten the lives of everyone she loves. Which is precisely why Sophie decides she must go to London for the Removal, a dangerous procedure that will either destroy her powers for good-or kill her. 

But once Sophie arrives, she makes a shocking discovery. Her new housemates? They're demons too. Meaning, someone is raising demons in secret, with creepy plans to use their powers, and probably not for good. Meanwhile, The Eye is set on hunting Sophie down, and they're using Archer to do it. But it's not like she has feelings for him anymore. Does she? (goodreads)

----

After causing too many problems in her first semester in Hex Hall, Sophie Mercer was visited by both of parents. This was the first time she met her father and her parents saw each other again since almost 16 years. James Atherthon, Sophie's father decided to bring her daughter to London and let her spend her summer holiday there. But the most of all it was because Archer Cross was a n Eye and Sophie had turned out that she was a demon.

Like in the first book, as a reader we follow the story from Sophie's point of view. And that's good to be made such a way, in order to make readers as innocent as Sophie. She will take us to some new information and knowledge about Hex Hall, the Council, and something really secret.

Kind of shock about some new information, Sophie's willing to destroy her power was stronger than before. She felt remorse for demolition that her (as a demon) power made. But something happened fast: two kids who inhabited with the council attacked its building. Thus Sophie rethought about the removal and tried to help recover the situation. Again, when she started helping, her father was caught by the council itself and finally Sophie turned out who was the real villain behind the scene.

The second book contains more actions the the first one. It is amusing and meets my expectation. A fantasy novel with magic specialist like this should have action in it, right?

OK, 3.5 stars for this book. :)

Kilas Buku: Hex Hall (Hex Hall #1)

|

Judul: Sekolah Sihir Hecate
Judul Asli: Hex Hall
Penerjemah: Dina Begum
Genre: Young Adult. Fantasy
Paperback, 400 halaman
Fantasious, September 2014 (pertama kali terbit 2010)

Sinopsis:
Saat ulang tahunnya yang kedua belas, Sophie Mercer mendapati kalau dirinya ternyata seorang penyihir. Tiga tahun kemudian, akibat mantranya mengacaukan pesta dansa di sekolah, dia diasingkan ke Hex Hall, sekolah bagi anak-anak bandel Prodigium—penyihir, peri, vampir, warlock, dan shapeshifter.

Pada akhir hari pertama berada di antara sesama remaja aneh di Hex Hall, Sophie mendapati hal yang mengesankan: naksir kepada cowok warlock ganteng, bermusuhan dengan tiga cewek yang berwajah bagaikan supermodel, terus dibuntuti hantu menyeramkan, dan tinggal sekamar dengan orang yang paling dibenci dan satu-satunya vampir di sekolah. Lebih buruk lagi, Sophie segera mendapati bahwa ada makhluk misterius yang menyerang murid-murid, dan satu-satunya teman yang dimilikinya merupakan tersangka nomor satu.

Sementara serangkaian misteri yang mengerikan mulai terungkap, Sophie bersiap-siap menghadapi ancaman yang paling besar: kelompok rahasia kuno yang bertekad untuk menghancurkan semua Prodigium, khususnya dia.

----

Meski saya menyukai genre fantasi, namun jujur saya agak skeptis dengan banyak cerita fantasi yang bermunculan akhir-akhir ini. Karena tidak sedikit cerita yang ternyata cuma ala kadarnya, tidak menarik perhatian pembaca begitu dalam, yang maknanya cuma bisa dibilang "well, ini cerita fantasi, dan okelah," selesai.

Saya 'terpaksa' membaca serial Hex Hall karena memang sedang kepingin baca dan kebetulan ada penerbit yang membagikan ebook gratis di playbooks. Dan syukurlah perasaa skeptis saya di atas tadi sedikit terkikis. Saya akui. meski ada yang bilang "cemen", Hex Hall #1 menyajikan cerita yang cukup menarik. Meski konsep dasarnya sama dengan hampir banyak cerita fantasi lainnya; sihir, penyihir, warlock, peri, shapeshifter, vampire, asrama, ibu asrama, penjaga asrama, cowok ganteng, cewek cakep, pesta dansa, dan tetek bengek lainnya.

Mungkin yang membuatnya jadi menarik adalah karakter Sophie Mercer sebagai tokoh utama yang "biasa saja", meski sebenarnya punya kekuatan super. Ia bahkan terlihat culun dan bodoh karena tidak mengetahui siapa sebenarnya dirinya, mengapa dirinya menjadi ancaman yang berbahaya namun juga harus diselamatkan. Intinya Sophie tumbuh menjadi gadis super kuat yang benar-benar polos.

Tapi yah, hal-hal klise terjadi. Sophie harus jatuh cinta dengan cowok paling keren di Hex Hall, Archer Cross. Mereka berdua terlibat sedikit skandal percintaan di belakang pacar Archer, Ellodie Parris, yang juga cewek paling keren di Hex Hall. Namun ternyata skandal percintaan ini bukan hanya sekedar kisah romansa ala remaja lagi begitu Sophie mengetahui siapa Archer sebenarnya.

Well, buku ini punya banyak hal klise yang ternyata menjadi kejutan menyenangkan bagi pembaca. Para pembaca akan digiring melalui sudut pandang Sophie, si penyihir cewek super yang polos. Kemudian bersamanya para pembaca akan menemukan banyak kejutan tentang banyak hal yang harus Sophie ketahui, termasuk tentang siapa dirinya sendiri.

3,5 bintang.

Kilas Buku: Midnight for Charlie Bone (The Children of the Red King #1)

|

Judul: Tengah Malam Bagi Charlie Bone
Judul Asli: Midnight for Charlie Bone
Pengarang: Jenny Nimmo
Paperback, 412 halaman
Penerbit: Fantasious - Ufuk Press, 2010 (pertama kali terbit 2002)

Sinopsis:
Akibat bakat ajaibnya, Charlie dikirim ke sekolah asrama Bloor’s Academy ketika berusia sepuluh tahun. Sekolah itu berisi ratusan murid yang sepuluh di antaranya adalah anak-anak berbakat ajaib, seperti Billy yang bisa berbicara kepada binatang dan Gabriel yang bisa mendeteksi perasaan pemilik benda yang disentuhnya.

Di Bloor’s Academy yang penuh misteri, Charlie menyelidiki hilangnya Emma, seorang anak perempuan yang diduga telah dihipnotis oleh Manfred Bloor, anak kepala sekolah. Bersama sahabat-sahabatnya, Benjamin dan Fidelio, Charlie berusaha mengungkapnya. Mampukah mereka memecahkan misteri tersebut? Selain itu, bisakah Charlie bertemu kembali dengan ayahnya, yang baru ia ketahui hilang, bukannya meninggal?

----

Charlie Bone yang tinggal dengan ibunya, Maisie (nenek dari ibunya), Nenek Bone (nenek dari ayahnya), dan Paman Patton (saudara ayahnya) terpaksa harus bersekolah di Bloor's Academy, sekolah yang menerima anak-anak dengan berbakat alami sebagai muridnya. Charlie adalah salah satunya. Ia didapat mampu mendengarkan suara dari gambar-gambar.

Sejak ia menjadi murid di Bloor's Academy, sedikit demi sedikit Charlie mengetahui bagaimana asal muasal bakat alam yang mereka sebut sihir terjadi. Semuanya berasal dari seorang raja yang bernama Raja Merah. Raja Merah memiliki kekuatan sihir yang sangat sakti yang ternyata ia turunkan kepada anak-anak dan keturunannya. Sayangnya tidak semua anak Raja Merah baik hati, ada sekelompok anak Raja Merah yang memiliki niat jahat untuk menguasai banyak hal.

Tapi bukan saatnya Charlie harus mengurusi hal besar semacam Raja Merah. Ia "dipaksa" menyelesaikan kasus hilangnya seorang gadis yang bernama Emma yang dulu telah ditukar oleh ayahnya sendiri dengan sebuah kotak berisi benda misterius. Belum lagi selesai kasus Emma, Charlie mendapat informasi bahwa sesungguhnya ayahnya belumlah mati, melainkan hilang.

Cerita Charlie ini sebenarnya sederhana, dan tidak terlalu rumit, meski sebenarnya hampir mudah tertebak ya. Tapi syukurlah, ceritanya masih enak dibaca. :D

3 bintang cukuplah untuk novel ini.

Kilas Buku: A Dash of Magic

|
Judul: A Dash of Magic
Pengarang: Kathryn Littlewood
Genres: Young Adult, Magic, Fantasy
Penerbit: Nourabooks, Agustus 2013 (pertama kali terbit February 2013)
Paperback, 312 halaman.

Rosemary Bliss rela melakukan apa pun untuk mendapatkan kembali Buku Resep ajaib milik keluarganya. Maka, dia menerima tantangan Bibi Lily untuk mengikuti kompetisi masak internasional di Paris. Jika Rose menang, Bibi Lily akan mengembalikan bukunya. Jika tidak, maka buku itu akan hilang selamanya. Didampingi keluarganya, kakek buyutnya, seekor kucing sarkastik, dan tikus Prancis, Rose berjuang demi menciptakan masakan spesial yang bisa membuatnya jadi pemenang. Bersama Ty dan Sage, Rose pun berkeliling Paris demi mendapatkan bahan-bahan ajaib: Rahasia Senyum Monalisa, Dentang Lonceng Notre Dame, Bisikan Kekasih, sampai Hujan Murni dari Puncak Eiffel.

Rose benar-benar tidak boleh kehilangan Bliss Cookery Booke untuk kedua kalinya! (goodreads)
***
Sejak buku pertama keluar, saya memiliki pengharapan yang tinggi mengenai ceritanya. Sebab, ide awal cerita sudah wah! Maksudnya sudah mengundang ketertarikan pembaca. Sayangnya pengharapan yang saya panjatkan tidak semenarik isi ceritanya. :(

Apakah ceritanya jelek? Ow tidak, saya tidak bilang jelek. Cerita mengenai Rose yang kehilangan buku resep keluarga pada buku pertama adalah cerita yang menarik sebenarnya. Hanya saja saya tidak menemukan hal yang spesial. Semua mengalir begitu saja tanpa kesan yang berarti. Sehingga setelah membaca saya hanya bisa menyimpulkan bahwa buku ini lumayan.

Soal kelanjutan cerita Rose dalam A Dash of Magic ini sebenarnya sudah gampang ditebak konsepnya. Rose yang frustasi karena merasa satu-satunya orang yang menyebabkan buku resep hilang harus nekad bertanding pada kejuaraan membuat kue di Prancis melawan bibinya sendiri. Jika kalian sering membaca buku dan menonton film dengan tema yang sama, saya bertaruh pasti kalian sudah punya pengalaman untuk segudang variasi cerita yang mungkin lebih menarik. Kalian sebagai pembaca pastinya sudah bisa membuat beberapa kemungkinan untuk konsep cerita buku kedua dari serial Bliss ini. Dan, terbuktilah saya benar, karena konsep buku dua Bliss hampir mirip dengan konsep yang saya ramalkan sendiri tentang buku ini.

Lagi, saya menemukan beberapa hal yang sepertinya dibuat menjadi kebetulan dalam buku kedua serial Bliss ini. Semisal saja, ketika mereka kehilangan semua bahan dan tidak punya cukup waktu untuk berburu bahan kembali, kebetulan saja ada satu bahan ajaib yang tidak ketahuan si pencuri sehingga keluarga Bliss masih bisa mengikuti kontes dan membuat kue spesial. Hmm.

Yah bagaimanapun, buku ini tetap memiliki cover dan kemasan yang menarik dan cantik. Buku ini ringan dan cocok dibaca anak-anak. :)

Ulasan ini untuk:
TBBR Mbak Maria
Lucky No. 14 Mbak Astrid

Kilas Buku: Charm Hall #3, Toil and Trouble

|
Judul: Charm Hall #3, Toil and Trouble
Pengarang: Tabitha Black
Tebal: 146 halaman
Penerbit: Holder Children's Book
Tahun: 2007
Rating: 3/5
Rentang Usia: 10 tahun

Paige, Summer dan Shannon menemukan sebuah buku harian misterius di kamar mereka. Buku tersebut menunjukkan pada mereka bahwa ada sebuah batu berharga yang tersimpan di ruang bawah tanah sekolah mereka. Batu berharga itu adalah kunci utama keajaiban yang ada di sekolah Charm Hall. Batu itu juga merupakan barang bersejarah yang dimiliki silsilah awal keluarga Charm.

Namun tiba-tiba, berbagai peristiwa buruk terjadi di Charm Hall. Paige, Summer dan Shannon menyadari bahwa batu berharga itu telah dicuri oleh seseorang. Dan mereka harus segera menemukan batu tersebut dan mengembalikannya ke tempat yang tepat.

***

Well, kisah serial yang menarik. Lagi-lagi tentang magis dan fantasi. Namun saya suka. :D Baiklah, kisah mengenai tentang Paige, Summber dan Shannon dengan kucing mereka yang ajaib ini merupakan bacaan yang hidup dengan berbagai fantasi yang berkaitan dengan sihir. Tidak hanya itu tentu saja, petualangan-petualangan mereka bertiga pun menarik. Sungguh hal yang terpuji dari cerita ini bahwa meski memiliki kucing dengan kekuatan sihir yang kuat, mereka tidak selalu mau bergantung pada magis. Serial ini cocok bagi anak-anak mulai usia 9 tahun.

***
Ulasan ini diikutsertakan FYE; Fun Year Event with Children's Lit: Fun Month 4. Bagi yang ingin ikut serta silakan lihat syarat dan ketentuan disini.



Kilas Buku: The Ring of Solomon

|
Judul: The Ring of Solomon - Cincin Solomon
Pengarang: Jonathan Stroud
Alih Bahasa: Poppy D. Chusfani
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun: November 2012
Tebal: 524 halaman
Rating: 4/5
Usia Layak Baca: 13+


Bartimaeus kembali! Cerita tentang Bartimaeus kali ini terjadi sekitar 950 SM, jauh sebelum kisah triloginya. Pada masa ini, Jerusalem diperintah oleh raja Solomon yang legendaris. Ia memerintah Khaba, salah satu penyihirnya, untuk membangun sebuah kuil yang megah. Syaratnya, para jin yang ditugaskan membangun kuil tersebut tidak boleh menggunakan sihir dan harus menggunakan samaran manusia. Secara "tidak sengaja", Bartimaeus adalah salah satu jin yang terlibat dalam pekerjaan berat membangun kuil tersebut.

Kilas Buku: Cosmo and the Magic Sneeze

|

Judul: Cosmo and the Magic Sneeze
Pengarang: Gwyneth Rees
Alihbahasa: Dini Pandia
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama /2008
Tebal: 192 halaman
Harga: Pinjam dari Perpustakaan Sekolah Alam Bintaro
Rating: 3/5 
Usia kelayakan baca: mulai usia 8 tahun

Seekor kucing kecil berusia 6 bulan bernama Cosmo tengah cemas. Malam ini ia akan melalui tes menjadi seekor kucing penyihir. Kucing kecil itu tahu bahwa ayah dan ibunya, Mesphito dan India sangat mengharapkan jika Cosmo memiliki darah penyihir sehingga ia mampu mengikuti jejak ayahnya sebagai penyihir. Maka ia pun dibawa ayahnya kepada Sybil, manusia penyihir yang juga merupakan majikan dari ayahnya. Hasilnya pun tidaklah mengecewakan, bahwa Cosmo memiliki kekentalan darah hijau kucing penyihir hingga 80%. Namun ada yang aneh dari Sybil. Penyihir manusia itu tidak pernah membuat hati Cosmo tentram sehingga akhirnya ia menemukan suatu hal yang menakutkan.

Kilas Buku: The Secrets of The Immortal Nicholas Flamel #5, The Warlock

|
The Secrets of The Immortal Nicholas Flamel #5, The Warlock
Penulis: Michael Scott
Alih bahasa: Mohammad Baihaqqi
Terbit: 25 Januari 2012
Penerbit: Penerbit Matahati
Tebal: 478 halaman

Novel The Warlock melanjutkan kisah yang terjadi pada seri sebelumnya, The Necromancer. Sophie berusaha mendapatkan kembali saudaranya Josh, yang berhasil dicuci-otak oleh Dr. Dee. Namun, kali ini ia tidak bisa mengharapkan bantuan dari Nicholas Flamel yang semakin melemah karena pertempurannya dengan Dr. Dee, Virginia Dare, dan Coatlicue. Sophie diantarkan oleh Niten untuk bertemu dengan Tsagaglalal, She Who Watch, yang ternyata adalah bibinya Sophie, yaitu bibi Agnes.

Di ruang bawah tanah Paris, Mars Ultor yang terpenjara mendapatkan kunjungan dari Penyihir dari Endor beserta Osiris dan Isis. Setelah Osiris dan Isis bertanya tentang keberadaan Dr. Dee, Penyihir dari Endor kemudian membebaskan Mars Ultor.

Sementara itu di Danu Talis, Scathach, Saint Germain, William Shakespeare, Palamedes, dan Joan of Arc tertangkap dan dipenjara. Marethyu ditangkap dan dibawa ke pemimpin Danu Talis, yaitu Aten. Aten dikhianati oleh saudaranya Anubis dan ibunya Bastet, yang ingin menguasai Danu Talis. Akhirnya Marethyu diloloskan oleh Aten yang menyerahkan diri kepada Anubis.

Perenelle, Nicholas, Prometheus, serta Odin, Black Hawk, Hel, dan Mars Ultor juga ikut bertemu Tsagaglalal untuk mendapatkan petunjuk. Tsagaglalal kemudian menyerahkan tablet untuk masing-masing orang dari Abraham The Mage, yang tak lain adalah suami dari Tsagaglalal. Tablet ini berisi petunjuk dari rencana besar Abraham The Mage. Sophie pun kemudian diajari sihir Bumi oleh Tsagaglalal.

Sementara itu di Alcatraz, Billy the Kid dan Machiavelli memutuskan untuk kembali ke jalan yang benar. Dr. Dee, beserta Josh dan Virginia Dare kemudian membebaskan para makhluk buas yang ada di Alcatraz untuk menyerang San Francisco.

Apakah isi tablet dari Abraham? Apakah monster-monster tersebut berhasil menghancurkan San Francisco? Bagaimanakah nasib Danu Talis? Apakah Josh benar-benar sudah menjadi jahat?

Seri kelima dari serial Nicholas Flamel ini terasa kurang gregetnya. Tidak ada pertempuran yang benar-benar seru. Namun, ada sedikit kejutan dari Billy the Kid dan Machiavelli yang memutuskan untuk berkhianat dari perintah Dark Eldernya. Beberapa informasi kejutan juga sudah mulai dibuka, di antaranya siapa sebenarnya orang tua dari Josh dan Sophie Newman, lalu siapa orang misterius bertangan kait, dan apa yang sebenarnya  direncanakan oleh Abraham the Mage. Keterkaitan antara peristiwa masa lalu di Danu Talis dengan peristiwa saat ini sepertinya baru akan dibuka pada seri terakhir. Mari kita tunggu buku terakhir dari serial ini.

Kilas Buku: The Secrets of The Immortal Nicholas Flamel #4, The Necromancer

|
The Secrets of The Immortal Nicholas Flamel #4, The Necromancer
Pengarang: Michael Scott
Penerjemah: Q Baihaqi
Terbit: 2011
Penerbit: Penerbit Matahati
Tebal: 492 halaman

Akhirnya, Nick Flamel, Perenelle, Josh, dan Sophie berhasil kembali ke San Fransisco. Di sini mereka berpisah, Nick dan Perenelle pergi untuk mengecek toko buku yang mereka tinggalkan dulu, sedangkan Josh dan Sophie menuju ke rumah tante Agnes. Ternyata ada yang sudah menunggu Josh dan Sophie di tempat tante Agnes. Ada sosok mirip Scathach yang secara tiba-tiba menculik Sophie. Josh berusaha meminta bantuan kepada Nick dan Perenelle untuk menyelamatkan Sophie, yang ternyata diculik oleh Aoife, saudara kembar dari Scathach dan Niten (atau mungkin lebih kita kenal dengan nama Musashi).

Sementara itu, kegagalan Dr. Dee dalam mendapatkan potongan Codex membuatnya dinyatakan sebagai "utlaga" atau buronan oleh para Dark Elder. Untuk menyelamatkan dirinya, ia meminta bantuan pada teman lamanya, Virginia Dare, untuk membangkitkan Mother of The Gods atau Coatlicue dari kalangan Archon.

Machiavelli dan Billy the Kid, yang dijebak oleh Perenelle, akhirnya berhasil menyelamatkan diri dari Alcatraz setelah mendapat pertolongan dari Black Hawk. Mereka berdua masih diberi kesempatan terakhir oleh para Dark Elder untuk membuktikan kesetiaan mereka, yaitu dengan tugas membunuh Perenelle dan melepaskan para monster Alcatraz di San Fransisco.

Di dunia lain, Joan of Arc dan Scathach akhirnya bertemu dengan William Shakespeare, Saint Germain, dan Palamedes. Tiba-tiba ada sosok berjubah dan bertangan kait yang mengatakan kepada mereka bahwa mereka memiliki misi yang telah ditakdirkan jauh sebelumnya. Sosok tersebut membawa mereka semua jauh ke masa lampau di mana Danu Talis masih ada dan perang akan segera terjadi.

Lalu bagaimanakah kelanjutannya? Dapatkah Nick, Perenelle, dan Josh menyelamatkan Sophie? Berhasilkah Dr. Dee membangkitkan Coatlicue? Apakah Machiavelli dan Billy the Kid berhasil melepaskan para monster? Siapa sebenarnya sosok berkait?

...

Bagian keempat dari seri Nicholas Flamel ini semakin menarik. Tidak hanya karena ada empat bagian cerita yang berjalan secara bergantian, tapi ada juga peristiwa lintas waktu yang membuat semuanya jadi terlihat semakin kompleks. Tokoh-tokoh legenda baru juga mulai diperkenalkan, seperti Virginia Dare, Niten, dan Black Hawk. Sampai bagian ini, titik pertemuan di antara bagian-bagian cerita belum terlihat secara jelas. Namun demikian, setiap bagian cerita memiliki kekuatan dan misterinya masing-masing. Akhir dari bagian keempat ini dibiarkan menggantung sebagai pengantar untuk bagian kelima, The Warlock.

Kilas Buku: Kota Antah Berantah

|
Kota Antah Berantah
Judul asli: Neverwhere
Penulis: Neil Gaiman
Alih bahasa:  Donna Widjajanto
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: Maret 2007
Tebal: 448 halaman
Rating: 3/5

Novel Kota Antah Berantah merupakan novel karangan Neil Gaiman yang pertama kali saya baca. Selain Terry Pratchett, Neil Gaiman merupakan satu dari beberapa penulis yang dapat mendefinisikan fantasinya sendiri, berbeda dengan latar belakang fantasi yang sering digunakan oleh penulis lainnya. Mari kita bahas sedikit tentang novel yang berjudul asli Neverwhere ini.

Novel ini dibuka dengan kisah mengenai kehidupan biasa seorang Richard Mayhew. Ia memiliki pekerjaan yang biasa saja, memiliki tunangan, dan memiliki flat sederhana di kota London. Pada suatu malam, ketika ia tengah berjalan-jalan dengan tunangannya, Richard melihat seorang perempuan gelandangan yang terlihat membutuhkan pertolongan. Mengabaikan kata-kata tunangannya, Richard memutuskan untuk menolong gelandangan tersebut. Pada saat itulah, dunia Richard berubah 180 derajat.

Dunia Richard yang biasa saja tiba-tiba menghilang begitu saja. Richard tiba-tiba menjadi tidak dikenal lagi di  dunianya. Richard yang tidak punya pilihan akhirnya terpaksa membantu Door, gelandangan yang tadi dibantunya, untuk menemui Marquis de Carabas di London Bawah yang penuh misteri. Bersama dengan Hunter, pengawal Door, mereka berempat kemudian berusaha mencari tahu apa yang sebenarnnya terjadi dengan keluarga Door. Akankah Richard bisa kembali ke London Atas?

Fantasi Neil Gaiman yang luar biasa dalam menjelaskan berbagai macam keadaan di London Bawah sempat membuat saya berpikir, apakah tempat itu benar-benar ada? Kita dibawa berkeliling London Bawah, tempat Richard dan teman-temannya bertualang menghadapi berbagai macam kejadian dan makhluk-makhluk aneh. Bagi penggemar genre fantasi dan petualangan, novel ini sangat mengasyikkan untuk dibaca.

Kilas Buku: Keluarga Flood #6, Liburan Seru

|
Keluarga Flood #6, Liburan Seru
Judul Asli: The Floods #6, The Great Outdoors
Penulis: Colin Thompson
Penerjemah: Ferry Halim
Cetakan: I / 2009
Rating: 3/5

Setelah peristiwa kelima anak Flood menjadi tersangka pembunuhan terhadap profesor gadungan pada seri lalu, kini keluarga Flood memutuskan untuk berlibur di pantai Port Folio bersama tetangganya, keluarga Hulbert. Selama berlibur disana, keluarga Flood dengan tetangganya itu menyewa lantai atas hotel yang teramat sangat mahal dan mewah dan menginap disana.

Selama liburan banyak momen yang mereka lalui; Betty dan sahabat karibnya, Ffiona, yang ikut lomba membangun istana pasir (istana pasir mereka menjadi istana pasir paling tinggi dan paling tahan air berkat bantuan Winchflat), Mordonna membantu pesulap dan asistennya yang tidak populer agar menjadi tersohor dan juga membantu para binatang di arena sirkus yang menderita, serta Valla yang menemukan cinta sejatinya di area pemakaman. Sayangnya acara liburan itu berakhir menyedihkan. Di suatu malam, saat Mordonna dan Nerlin sedang duduk berdua di pinggir pantai, mereka merasakan goncangan yang dasyat. Diduga goncangan tersebut berasal dari palung Mariana, dimana sebuah gunung meletus disana dan menghasilkan sebuah pulau. Mordonna ingat jika palung tsb adalah tempat pembuangan bagi Hearse Whisperer yang dikunci didalam botol ajaib. Si Pembisik maut yang tidak tahan api akan bebas dan kembali mengancam kehidupan keluarga Flood.

Kilas Buku: The Floods #5, Tersangka Utama

|
Keluarga Flood #5: Tersangka Utama
Judul asli: The Floods #5: Prime Suspect
Penulis: Colin Thompson
Alih Bahasa: Ferry Halim
Tebal: 194 halaman
Cetakan: I / 2009
Rating: 2/5

Mayat yang tidak cukup mengerikan ditemukan di Quicklime College dalam keadaan berdiri dan tampak sedang bengong. Tim Forensik dengan penyidiknya yang paling tersohor di dunia, Grusom, melakukan penyelidikan dengan serius. Ia juga dibantu asisten barunya, Avid, seorang wanita cantik yang supercerdas. Setelah melakukan rekam sidik jari pada mayat yang diperkirakan telah dibunuh berkali-kali, kesimpulan pun mengarah pada kelima anak Flood; Winchflat, Morbid, Silent, Merlinmary, dan Satanella Flood.

Sementara itu, anak-anak Flood berusaha menyembunyikan diri. Bukan dari kejaran Polisi dan tim forensik, namun dari musuh bebuyutan keluarga mereka (sebenernya sih cuma mengejar ibunya saja agar balik ke kerajaan sang kakek), Hearse Whisperer. Mereka berlima berusaha mencari cara agar dapat melumpuhkan dan menangkap Hearse Whisperer (kalau bisa dimasukkan ke dalam botol dan dibuang jauh-jauh).

***

Wellll,,,, Novel ini menurut saya err, cukup menarik dan yah memang lucu. Namun sayangnya, saya merasa humornya agak berlebihan dan dipaksakan. Yah mungkin karena memang genrenya begitu ya. Atau mungkin saya saja yang belum cocok dengan selera humor si penulis. Tetapi mungkin kalian punya pendapat lain, karena di goodreads, novel ini tergolong novel yang memiliki rating tinggi lho. Happy reading. :)

Kilas Buku: The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel #3, The Sorceress

|
The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel #3, The Sorceress
Pengarang: Michael Scott
Penerjemah: Mohammad Baihaqi
Terbit: 2010
Penerbit: Penerbit Matahati
Tebal: 620 halaman


Petualangan Josh dan Sophie Newman berlanjut di seri ketiga ini. Setelah sebelumnya berhasil melarikan diri dari kejaran Dr. Dee di Paris, kali ini Josh, Sophie, dan Nick Flamel tiba di London. Flamel ingin meminta tolong pada Gilgamesh untuk mengajari si kembar sihir air. Permasalahannya adalah Gilgamesh itu agak sedikit terganggu mentalnya dan memiliki ingatan yang sangat pendek. Mereka harus meyakinkan Gilgamesh dan secepatnya meninggalkan London, karena London adalah kota kekuasaan Dr. Dee.

Kilas Buku: The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel #2, The Magician

|
The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel #2, The Magician
Pengarang: Michael Scott
Penerjemah: Nophia Stephani
Terbit: 28 Februari 2009
Penerbit: Penerbit Matahati
Tebal: 580 halaman

Petualangan Josh dan Sophie Newman berlanjut. Bersama Scatty dan Nick Flamel mereka pergi melarikan diri ke Paris, kampung halaman Flamel. Mereka mencari teman yang bertempat tinggal di kota ini, yaitu Saint Germain dan istrinya Joan of Arc. Saint Germain diminta oleh Nick untuk mengajari Sophie sihir elemen api, sedangkan Joan of Arc yang memiliki aura silver yang serupa dengan Sophie mengajarkan bagaimana pengendalian aura tersebut. Josh diberi oleh Nick sebuah pedang berelemen api bernama Clarent, yang merupakan pasangan dari Excalibur yang sekarang dibawa oleh John Dee.

Kilas Buku: Tiffany Aching #1, Pria Cilik Merdeka

|
Pria Cilik Merdeka
Judul Asli: The Wee Free Men

Serial: Tiffany Aching #1
Penulis: Terry Pratchett
Penerjemah: Astrid Susanti
Terbit: September 2007
Penerbit: Atria, Serambi
Tebal: 456 halaman


Di suatu daerah yang dijuluki negeri kapur tinggallah seorang gadis cilik bernama Tiffany Aching. Ia hanya seorang gadis biasa yang tinggal di lahan pertanian yang disewa dari seorang Baron. Kesehariannya membantu keluarganya mengolah susu dan keju, terkadang juga membantu persalinan seekor domba betina. Setelah itu apalagi? Bermain! Ya, pekerjaan sesungguhnya bagi anak kecil adalah bermain. :D

Suatu ketika, saat ia dan adik laki-lakinya, Wentworth bermain di tepi danau, ia melihat seorang monster hijau yang kemudian langsung menyelam lagi ke dalam air danau. Ia juga tak sengaja melihat para manusia kecil berkulit biru berambut merah yang sedang mendayung di permukaan danau. Gadis cilik itu bukannya takut namun malah penasaran sehingga keesokan harinya ia datang kembali ke danau dan dengan cerdik menggunakan adiknya sebagai umpan untuk memancing kedatangan si monster hijau yang ia juluki dengan nama Jenny. Ketika si monster muncul kembali dari dalam air danau, ia pun langsung memberinya pukulan telak di wajah dengan wajan yang ia bawa dari rumah. Si monster langsung tenggelam lagi dengan paras ketakutan.

Kilas Buku: The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel #1, The Alchemyst

|
The Secrests of the Immortal Nicholas Flamel #1, The Alchemyst
Pengarang: Michael Scott
Penerjemah: Berliani M Nugrahani
Terbit: 2008
Penerbit: Penerbit Matahati
Tebal: 504 halaman


Oke, di mana saya harus mulai. Biasanya saya memulai dengan menceritakan sedikit sinopsis tentang kejadian di dalam novel. Namun kali ini sepertinya saya harus memulai dari latar belakang sejarah terlebih dahulu. Di Perancis jaman dahulu kala ada seseorang yang dilegendakan memiliki kemampuan di bidang alchemist bernama Nicholas Flamel. Konon, si alchemist ini dapat membuat ramuan untuk hidup abadi. Rumor ini dikuatkan dengan legenda bahwa kuburan sang alchemist kosong ketika dibongkar. Cerita pembuka ini cukup menarik untuk penggemar cerita legenda dan sejarah seperti saya. Mari kita lanjutkan ke sinopsis sekarang.

Josh Newman dan saudari kembarnya, Sophie sedang bekerja sambilan sembari mengisi liburan musim panas mereka. Josh bekerja di sebuah toko buku kecil milik Nick Fleming, sedangkan Sophie di sebuah kios kopi yang berdekatan lokasinya. Tiba-tiba toko buku Nick tersebut diserang dengan sihir oleh seseorang yang mencari sebuah buku yang dimiliki Nick. Selanjutnya diketahui bahwa penyerang toko buku itu adalah Dr. John Dee yang mencari buku legendaris Abraham sang Penyihir, atau biasa disebut Codex. Di dalam Codex tersebut dikisahkan terdapat pengetahuan untuk membuat ramuan hidup abadi. Codex tersebut ternyata dijaga oleh Nick, yang tak lain dan tak bukan adalah (ya tepat sekali) Nicholas Flamel. Codex tersebut berhasil direbut oleh Dr. Dee, namun dua halaman yang vital untuk pembuatan ramuan berhasil dirobek dan disimpan oleh Josh.

Kilas Buku: Kane Chronicles #2, The Throne of Fire

|
Kane Chronicles #2, The Throne of Fire (Edisi Bahasa Indonesia)
Penulis: Rick Riordan
Terbit: April 2012
Penerbit: Mizan Fantasi
Tebal: 484 halaman


Setelah musim lalu Carter dan Sadie berhasil melawan Set, bukan berarti mereka bisa hidup normal seperti sebelumnya. Kini mereka mulai melatih anak-anak dari penjuru dunia yang memiliki keturunan penyihir mesir purbakala dan tentunya punya bakat menggunakan mantra. Anak-anak yang datang tidak terlalu banyak, hanya beberapa saja, tidak sampai ratusan. Namun disamping melatih, mereka dibantu para trainee harus menemukan 3 gulungan kitab Ra yang akan mereka gunakan untuk membangkitkan Ra, Dewa Matahari yang telah lama menghilang. Lalu untuk apa Ra? Dalam hitungan hari, monster Apophis akan bangkit dan menghancurkan dunia. Satu-satunya cara untuk menghentikan Apophis adalah Ra. Namun menemukan gulungan-gulungan Kitab Ra tidak semudah yang mereka bayangkan. Banyak halangan yang mereka hadapi. Padahal dalam beberapa hari ini Apophis segera bangkit. Carter dan Sadie benar-benar pusing dengan waktu mereka yang sangat ketat. Tapi mereka tidak boleh berhenti berjuang.

Dalam buku kedua dari serial Kane Chronicles ini saya mulai menemukan hal yang lebih menarik dari buku pertamanya, The Red Pyramid. Mungkin karena sudah mulai enjoy dan menerima cerita-cerita petualangan kakak adik keturunan penyihir mesir ini ya. Tapi serial Percy Jackson tetap lebih baik dari Kane Chronicles,ini menurut saya lho ya. ;)

Kilas Buku: Kane Chronicles #1, The Red Pyramid

|
Kane Chronicles #1, The Red Pyramid
Penulis: Rick Riordan
Penerjemah: Aditya Hadi
Terbit: 14 Oktober 2011
Penerbit: Mizan Fantasi
Tebal: 518 halaman

Carter dan Sadie tidak percaya dengan apa yang dilihatnya di dalam museum ketika itu. Ayahnya terjebak dalam sebuah situasi yang tidak diinginkannya. Sepertinya ia salah bertindak, ia malah membangkitkan seorang monster api misterius keluar dari salah satu barang mesir purbakala. Dan kini si orang misterius tsb malah mengurung ayah mereka. Cuma kata 'LARI' yang diucapkan ayahnya sebelum ia terkurung.

Kakak beradik Carter dan Sadie harus berlari dengan pikiran yang kalut dan penuh ketakutan. Mereka sempat tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Namun mereka sadar bahwa inilah yang selama ini disembunyikan ayah dan ibu, bahwa mereka adalah keturunan pharaoh yang memiliki kekuatan sihir dan mampu dihinggapi para dewa-dewi mesir.  Dan masalah yang mereka hadapi sekarang adalah berjuang melawan Set, sang dewa warna merah api yang telah mengurung ayah mereka tadi. Juga menemukan dan kalau bisa melepaskan ayah. Entah berhasil atau tidak, mereka tetap harus berjuang.

Custom Post Signature