Top Social

Showing posts with label Non-Fiksi. Show all posts
Showing posts with label Non-Fiksi. Show all posts

Kilas Buku: Soegija 100% Indonesia

|

Siapa yang tidak kenal dengan Soegijapranata? Ia adalah pahlawan nasional bagi bangsa Indonesia. Ia juga seorang tokoh penting bagi umat Katolik, khususnya di Indonesia. Ia adalah seorang Jawa bernama Albertus Soegijapranata yang kemudian menjadi uskup Katolik di Indonesia.

Soegija lahir dari orang tua yang bersahaja. Ayahnya adalah abdi dalem kraton Surakarta, dan pernah belajar dari Sastrawan Jawa terkenal, yakni Raden Ngabehi Ronggowarsito. Tentu saja mereka adalah muslim, namun bagi mereka semua agama adalah baik jika dijalankan dengan kesungguhan.

Soegija tertarik masuk sekolah di Kolese Xaverius Muntilan yang didirikan oleh Pastur Van Lith. Ia tergoda bersekolah di sana atas surat gurunya yang menceritakan pengalamannya tentang mengajar di Kolese Muntilan. Gurunya bilang kalau sekolah tersebut bermutu bagus.

Akhirnya Soegija mendaftar ke sekolah itu. Ia tidak memiliki niatan untuk belajar Katolik, sejak awal ia sudah menekankan itu kepada para pastur. Seiring berjalannya waktu ia tertarik menekuni Katolik, sementara para pastur menyarankannya agar ia meminta izin dari orang tua. Soegija tidak mau dan tetap bertekad untuk dibaptis tanpa persetujuan keluarga. Sejak itulah jalan menjadi Imam Katolik dimulai. Ia disekolahkan bertahun-tahun lamanya di Belanda, bahkan pernah juga ke Vatikan dan bertemu Paus.

Sepulangnya ke Indonesia, Soegija semakin dihormati atas kewibawaan dan keteguhannya menjalankan Katolik sekaligus tetap menjadi seorang Jawa sejati. Itulah yang ia propagandakan, meskipun ia beragama Katolik, ia tetap seorang Jawa belaka. Maka ia mulai menggunakan bahasa Jawa dalam beberapa segmen ibadat.

Soegija hidup pada zaman sulit, yakni pendudukan Belanda, Jepang, dan transisi kemerdekaan awal. Sesulit-sulitnya hidup di masa itu, ia tetap berusaha mendampingi umatnya. Malah ia mempromosikan 100% Katolik, 100% Patriot. Kata-kata "patriot" dulu sangat garang dan kuat untuk menunjukkan kalau bangsa Indonesia sangatlah pro-kemerdekaan. Mungkin zaman sekarang ini lebih cocok digunakan 100% Indonesia untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme kita.

Bangsa Indonesia memiliki beragam suku, budaya, bahasa, dan tentu juga agama. Maka perbedaan itu jangan sampai menjadikan kita terpecah belah. Setelah kematiannya di tahun 1963, Soegija diangkat sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Soekarno. Pengangkatannya sebagai pahlawan tentu saja keputusan yang tepat mengingat kontribusinya selama ia hidup untuk bangsa dan negara ini.

Informasi buku

Judul: Soegija 100% Indonesia
Penulis: Ayu Utami
Tebal: Paperback, 155 halaman
Penerbit: KPG, May 2012

Kilas Buku: Hoegeng

|

Halo rekan semua, apa kabar? Sebelum memulai resensi seperti biasa, kami sekeluarga selaku admin ingin mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri, semoga semakin baik dan berkah ibadah kita semua ke depannya. Amin.

Kali ini saya akan mengulas soal Hoegeng, mantan Kapolri periode 1968-1971. Pada awalnya saya tidak mengenal siapa beliau kalau bukan dari kutipan Alm. Gusdur yakni, "Hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia: patung polisi, polisi tidur, dan Hoegeng." Bayangkan, Hoegeng sampai disamakan dengan polisi yang benda mati. Ini bukan berarti hinaan, melainkan pujian yang bermakna Hoegeng sangatlah jujur dan tegas dalam menegakkan keadilan.

Hoegeng bernama asli Iman Santoso. Ia lahir di Pekalongan, 14 Oktober 1921. Ia merupakan keturunan priyayi. Ayahnya merupakan pegawai untuk pemerintahan Hindia Belanda, dan ia pun masih memiliki pertalian darah dengan RA Kartini. Sejak kecil ia memang bercita-cita menjadi polisi karena melihat sosok Ating Natadikusumah (kepala polisi zaman ia kecil). Ating merupakan penegak hukum yang jujur sehingga ia pantas menjadi sosok idola bagi Hoegeng.

Perjalanan Hoegeng menjadi seorang polisi tidaklah semudah yang ia bayangkan sewaktu kecil. Ia bahkan sempat ingin mundur dan mencari profesi di luar kepolisian. Namun takdir berkata lain, sesulit apapun jalan yang ditempuh. Ia diangkat sebagai Kapolri setelah berhasil menunaikan tugas sebagai kareskrim di Kota Medan, Sumatra Utara. Sejak itu ia dikenal sebagai polisi yang tidak kenal kompromi.

Sayangnya, tidak semua orang senang dengan komitmen Hoegeng. Hal ini menyebabkan Hoegeng "diberhentikan" dari jabatannya bahkan sebelum masa jabatannya selesai, yakni pada tahun 1971. Kira-kira kenapa ya? Hmm.

Sejak Hoegeng diperkenalkan kepada saya, saya langsung jatuh cinta kepada sosoknya. Perilakunya yang fair membuat masyarakat senang memiliki kapolri seperti beliau. Betapa tidak banyak kasus besar yang melibatkan anak pejabat, pejabat, dan bahkan penjahat kelas kakap diurus olehnya, seperti kasus Sum Kuning, kematian Rene Louis Conrad mahasiswa ITB yang tewas oleh anggota polri, kasus penyelundupan oleh Robby Cahyadi, dll. Hoegeng tidak pernah takut mati, walaupun pekerjaannya sangatlah beresiko tinggi.

Berbagai gebrakan baru juga dibuat oleh Hoegeng, seperti nama POLRI dan KAPOLRI, dan juga wajibnya pemakaian helm bagi pengendara motor. Gimana, baru tahu kan? Hehe.

Buku Hoegeng yang satu ini terdiri atas biografi beliau, dan juga beberapa testimoni dalam bentuk artikel yang ditulis oleh rekan-rekan beliau yang akrab dengannya semasa hidup, dan juga oleh pengagumnya.

Sudah banyak biografi tentang Hoegeng, salah satunya karangan Ramadhan K.H. selagi Hoegeng masih hidup. Buku ini, seperti buku tentang Hoegeng lainnya sangatlah bagus dibaca bagi para generasi muda Indonesia. Untuk mengingatkan bahwa masih ada sosok polisi yang betul-betul bekerja untuk keadilan Indonesia. Semoga Hoegeng juga memberi kita penyegaran baru bagi nama polisi yang seringkali dipandang sebelah mata oleh masyarakat.

Data buku

Judul: Hoegeng: Oase di Tengah Keringnya Penegakan Hukum di Indonesia
Penyusun: Aris Santoso, dkk.
Tebal: paperback, 337 halaman
Penerbit: Bentang, April 2009
ISBN: 139789791227650

Kilas Buku: Kisah Para Preanger Planters

|


Banyak orang yang kurang menyukai buku sejarah. Alasan mereka, sejarah adalah topik yang membosankan. Padahal sejarah merupakan hal yang menarik untuk disimak. Ia bukan sekedar hapalan angka dan lokasi. Ah, mungkin ini cara didikan kita yang sudah membosankan, sehingga sejarah sudah identik dengan angka dan cerita yang rumit. Padahal, lagi, sejarah bisa jadi sama menariknya dengan infotaimen selebritis di televisi. Bahkan lebih menarik, karena sejarah jelas lebih penting dari sekedar gosip.

Buku sejarah yang kali ini akan diulas oleh Kilas Buku adalah "Kisah Para Preanger Planters". Apa itu preanger planters? Sebelum saya tulis penjelasannya, ada baiknya saya paparkan hal lain dulu. Jadi pada zaman VOC masih menjajah, tanah-tanah di Indonesia disewakan kepada para pengusaha Eropa, baik dari negeri Belanda sendiri, ataupun negara Eropa yang lain. Sebenarnya hal ini dilakukan setelah berakhirnya sistem tanam paksa (cultuurstelsel).  Kompeni Belanda merasa merugi dengan hasil produksi yang kurang maksimal, maka diberlakukanlah Undang-Undang Agraria tahun 1870.

Ada 2 kelompok pengusaha Eropa yang berusaha di bidang perkebunan yakni Suikerplanters, dan Preanger planters. Yang pertama adalah pengusaha pabrik gula dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan yang kedua adalah pengusaha perkebunan teh di Jawa Barat. (hlm. VII)

Kisah tentang pengusaha perkebunan teh, tentu akan dimulai dengan asal muasal bagaimana tanaman teh bisa sampai ke Indonesia. Tanaman teh masuk ke Pulau Jawa dibawa oleh Andreas Cleyer, seorang berkebangsaan Jerman pada tahun 1648. Waktu itu tanaman teh hanya berfungsi sebagai tanaman hias. Dua ratus tahun berselang, yakni pada 1824 barulah pemerintah Belanda mengutus Ph F von Siebold untuk membawa berbagai macam bibit dari Jepang, yang mungkin salah satunya Teh. Dan pada tahun 1827, teh mulai ditanam di Kebun Percobaan Cisurupan, Garut Wanayasa, dan Purwakarta. (hlm. 3-4)

Pelopor pengusaha prianger dari Belanda adalah Guillaume Louis Jacques (Willem) van der Hucth, yang bersama keluarganya berlayar menuju Indonesia tahun 1843. Dari sanalah berkembang keluarga pengusaha perkebunan yanng disegani. Karena keturunan van der Hutch lah (yang kemudian dikenal dengan banyak nama keluarga seperti Holle, Kerkhoven, dan Boscha) yang memang punya ambisi dan kesempatan untuk berusaha di bidang ini.

Untuk membuka perkebunan yang luas tentulah tidak mudah. Banyak binatang buas yang harus diburu seperti gajah dan harimau Jawa yang sekarang sudah punah 😕. Selain itu banyak juga tanah pribumi yang diambil paksa untuk membuka lahan.

Intermezzo saja, pada salah satu foto yang ada dalam buku ini, terdapat foto Eduard Julius Kerkhoven dengan gajah peliharaannya (si Tuku) yang bergading panjang. Panjang gadingnya hampir sama dengan panjang belalainya. Sekarang ini kan sudah langka gajah yang seperti itu. Gading gajah yang sekarang kan rata-rata pendek saja.

EJ Kerkhoven dan si Tuku (commons.wikimedia.org)
Meskipun usaha pembukaan kebun sering menekan orang pribumi, beberapa dari keluarga Kerkhoven ini juga memiliki sisi humanis. Banyak dari mereka yang membangun hal-hal penting yang bermanfaat untuk Indonesia. Seperti KAR Boscha dan RA Kerkhoven yang membanung observatorium Boscha di Lembang, Jawa Barat. KF Holle yang sangat memperhatikan sastra Sunda. Ia berteman dengan Haji Moehamad Moesa yang juga tokoh Garut. Bahkan Haji Moehamad Moesa, dengan bantuan KF Holle, menerbitkan beberapa buku yang menjadi tonggak bagi sastra Sunda. KF Holle sendiri juga menerbitkan buku yang kebanyakan tentang panduan bertani dan berternak. Salah satunya adalah tata cara menanam padi. Saya baru tahu kalau sebelum Holle, petani di Jawa menanam padi dengan menyebar bibitnya begitu saja, bukan menyemainya dulu seperti sekarang.

Yang juga menarik dari buku ini adalah tentang kasak-kusuk hubungan antara laki-laki Belanda dengan perempuan pribumi, dan tionghoa. Dari hubungan mereka lahirlah anak-anak Indo, yang seringkali tidak diakui oleh bapaknya. Ada juga yang dianggap sebagai anak, walaupun sang ibu tetap dianggap orang luar. Kisah ini juga dialami Reggie Baay, penulis buku "Nyai dan Pergundikan di Hindia Belanda" (terjemahan Komunitas Bambu). Ia mengetahui kalau dirinya adalah cicit dari seorang nyai asal Indonesia bernama Moeinah dari amplop yang dirahasiakan ayahnya.

Buku ini sangat saya rekomendasikan untuk pembaca yang memang menyenangi sejarah, khususnya tentang Jawa Barat. Bisa jadi dari buku ini malah tertarik untuk membaca novel sejarah karangan Hella S. Haasse berjudul "Heren van de Thee" yang juga bercerita tentang preangar planters.

4 bintang untuk buku ini.

Data buku

Judul: Kisah Para Preangar Planters
Pengarang: Her Suganda
Tebal: 180 halaman
Penerbit: Kompas, Mei 2014
ISBN: 9789797098261

Kilas Buku: Kick Andy - Kisah Inspiratif 3

|

Membuat orang berubah itu tidak gampang. Apalagi mengubah diri sendiri. Banyak yang gagal memenuhi resolusi karena tidak sanggup menjalani komitmen. Pada akhirnya banyak orang yang lelah dengan motivasi dan membenci para motivator. Namun ketika melihat orang lain berubah dan berevolusi menjadi lebih baik, tanpa kita sadari ada benih semangat yang tumbuh dalam hati. Itulah kenapa acara Kick Andy terus berjalan tanpa pernah membosankan.
Andy F. Noya sendiri berujar, "Sebagian besar inspirasi, justru datang dari 'orang-orang kecil' yang selama ini 'tidak terlihat'."
Saya jarang sekali menonton acara 'Kick Andy' di televisi karena memang tidak selalu sempat. Tapi bukan berarti saya tidak menyukainya. Menonton siaran tunda 'Kick Andy' atau membaca ulasan-ulasannya selalu mencerahkan hati saya. Salah satunya adalah buku Kisah Inspiratif jilid ketiga ini.

Pada jilid ketiga ini terkumpul beberapa kategori yakni 'music & art', 'life & share', 'creative', 'inspirative & education', dan 'inspirative journey'. Tentu saja saya punya beberapa cerita yang saya unggulkan. Salah satunya adalah artikel yang berjudul 'Tanah Air Beta'. Segmen ini menceritakan tentang lepasnya wilayah Timor Timur dari Indonesia dan kini berdiri sebagai negara sendiri bernama Timor Leste.

Ada rekaman Kick Andy mengunjungi Tuapukan, salah satu kamp pengungsian yang besar dan padat untuk penduduk yang pro-integrasi pada 1999. Dari sana juga banyak cerita yang digulirkan tentang kenangan menyedihkan itu. Salah satunya adalah Ibu Ida. Ia bercerita ketika bentrokan dahsyat terjadi di kota Dili, ia harus mengungsi bersama ketiga anaknya. Sementara sang suami masih berada di tambang karena ia bekerja sebagai buruh tambang emas Fahrol. Meski tanpa suami, Ida berjuang untuk mengungsi keluar kota Dili. Ia terseok-seok mendidik ketiga anaknya dalam pengungsian, bahkan sampai saat ini setelah kerusuhan mereda. Suami Ida yang kala itu berjanji akan bertemu di Kupang, tidak kunjung datang dan bahkan hilang kabar bagai ditelan bumi. Namun hidup terus berlanjut. Impian Ida hanyalah menyekolahkan anak-anaknya tinggi-tinggi agar dapat menjadi orang yang sukses di kemudian hari.

Ada juga beberapa cerita tentang anak muda yang kreatif dan inovatif. Ada dokter gigi yang menciptakan bor gigi bermusik supaya pasien tidak takut dengan suara bor, terutama pasien anak-anak. Ada juga mahasiswa ITS yang menemukan listrik dari limbah kulit pisang. Dan bahkan ada juga anak madrasah yang menciptakan Ecobot.
Ecobot diciptakan berdasarkan hipotesis bahwa keseimbangan ekosistem, baik di darat, air, maupun udara, perlu dijaga kelestariannya demi keberlangsungan makhluk hidup di dalamnya. (hal. 168)
Begitulah kira-kira isi kumpulan kisah inspiratif jilid ketiga ini. Kisah inspiratif adalah salah satu bentuk motivasi tanpa harus menggurui.

Judul : Kick Andy : Kisah Inspiratif 3
No. ISBN : 9786028811934
Penulis : Tim Kick Andy & Arif Koes H
Tebal: 232 halaman
Penerbit : Bentang Pustaka
Tanggal terbit : Oktober - 2012.

Kilas Buku: What If by Randall Munroe

|

"What If" is a book contains long-full-detail-scientific answers to absurd-sometime serious-sometime silly-hypothetical questions. So it's like an open question-answer from ordinary people to superhuman who can think deeply about science.

This book starts with a conversation between the writer himself and his mother. The curious 5-year-old boy asked his mother everything he could ask. The mother didn't answer it with explanation. She just responded him with no more than four words ("I guess", "right", etc). So, basically the boy asked and answered the questions by himself and the mother sent her agreement.

Good thing is the boy grew up with his curiosity and became a success scientist. He even with nicely opened QA session and tried to answer many silly questions like those in this book. But some of silly questions can be answered using scientific explanation successfully. Yay! :)

The first question to be responded was what if the earth stop spinning. Wow. The first thing came to my mind was "yaumil akhir" or "the last day" for all mankind. I already knew the answer from the holy book I read. But the writer didn't tend to any stuffs but science. He said that everything would be blown up and terrible things would happen. For more explanation you can read it by yourself, because this is not my expertise area.

Other questions I was interested in are;

  1. what we would like if we traveled back in time in the same place 1000 years - 1,000,000 years. Here the writer elaborate on the topic nicely. He told us not only about science but also the history itself (in this case Times Square, NY).
  2. What alien would see if they looked at our star right now. And the fact is the space is really big that you catch the signal easily. So, IMNSHO, we couldn't communicate with our alien friend as easy as we could think of. It's really a complicated thing.
  3. How long a person would last if his DNA vanished. Errr...

Weird and worrying questions

On some pages you will find some of weird questions the writer shared. Someone would ask about sound in space, or have an idea to stop a volcano eruption by placing a bomb underneath the surface. Wew. I bet you will laugh on them or shake your head so hard until dizziness come to you.

The mind-blowing one

Yes, this book is kind of mind-blowing one. I'm happy to have this book although I don't really understand on the smart explanation in it. Well, you can blame me to not so smart at Physics-Math-all science things. To Understand it, I sometime ask my husband to extract the hard things (most of them) in this book to simple statement.

Well, You shouldn't read the whole book if you don't really into it. Just skip some information ahead and find what you really want to know.

Finally, 4 stars for this book. :)

The writer

source: wikipedia
His name is Randal Munroe, the son of engineer. He was born in Easton, Pensylvania, The US. Once he worked at NASA, but that company didn't renew his contract. So he started to write xkcd full time. xkcd.com is comics with theme mostly in science, language, and romance.


Book information

Title: What If
Author: Randall Munroe
Paperback, 304 pages
Published September 24th 2015 by John Murray

KIlas Buku: Kado Pernikahan untuk Istriku

|

Judul: Kado Pernikahan untuk Istriku
Pengarang: Muhammad Fauzil Adhilm
Genre: Non-fiksi, Pernikahan
Penerbit: Mitra Pustaka, 2007
Tebal:  743 halaman

Summary:
Buku ini meramu pengetahuan yang sangat dibutuhkan oleh pengantin baru serta mereka yang ingin menyegarkan kembali pernikahannya agar lebih bermakna. Dikemas dengan bahasa yang mengalir, lincah dan cerdas, Kado pernikahan untuk istriku menjadi bacaan yang paling diminati pasangan suami istri semenjak terbit pertama kali tahun 1998.
Terdiri dari 3 jendela, buku ini menghadirkan tuntunan islam dengan penuturan yang menggugah. Jendela pertama menyajikan uraian tentang berbagai masalah sebelum menikah. Ada pembahasan tentang meminang, pertimbangan untuk mengiyakan atau menolak pinangan, membedakan antara menyegerakan dan tergesa-gesa hingga soal agama untuk memudahkan perkawinan dan meringakan mahat.
Bagi pengantin baru, tentu anda perlu membaca jendela kedua. Dimulai dengan pembahasan tentang akad nikah, anda akan menemukan bahasan penting bagaimana memasuki malam zafaf. Malam pertama. Tuntunan islam membimbing anda agar malam pertama berlalu dengan barakah dan sekaligus mengguratkan kesan yang sangat mendalam. Jangan lupa, ada bab penting tentang berhias serta bagaimana memelihar kemesraan suami-istri, sehingga hubungan intim tetap indah sekalipun anak sudah tiga.
Jendela ketiga penting untuk siapa saja yang ingin memelihara cinta dan perkawinan. Di dalamnya ada bahasan cerdas tentang komunikasi suami istri, termasuk bagaimana mengelola konflik agar berakhir dengan kebaikan. (tentang pernikahan)
Hai! Jika sobat pembaca sedang mencari buku yang terkait dengan segala sesuatu yang berbau pernikahan, maka buku yang satu ini cocok untuk dimiliki. Bukan berarti karena judulnya 'Kado Pernikahan untuk Istriku' maka hanya untuk calon istri atau perempuan saja ya. Buku ini juga cocok dibaca oleh calon suami atau yang sudah menjadi suami.

Memang apa aja sih isinya? Ada beberapa bagian yang cocok untuk segala kondisi.

Untuk kalian yang belum menikah dan sedang ingin mempersiapkan pernikahan, maka bacalah bagian mencari pasangan dan persiapan menikah. Tentunya segala sesuatu yang ditulis sesuai dengan Qur'an dan Sunnah.

Untuk yang baru menikah atau sudah menikah sejak lama, maka baca bagian menikah dan pasca pernikahan. Disana para pembaca akan menemukan hal-hal yang dianggap sepele namun sebenarnya sangat krusial seperti bagaimana berkomunikasi dengan baik antara suami istri, dbs.

M. Fauzil Adhim adalah salah satu penulis handal yang diksinya enak dibaca. Beberapa kali saya membaca karya pak Fauzil Adhim dan saya menyenanginya. Jadi nama beliau sebagai penulis setidaknya sudah menjadi jaminan karyanya enak dibaca. :)

Kilas Buku: Dunia Kata

|

Dunia Kata
Penulis: M. Fauzil Adhim
Tebal: 236 halaman
Penerbit: DAR! Mizan
Cetakan: I, Februari 2004
Rating: 4/5

Prolog Review dari Kilas Buku:
Banyak buku soal motivasi menulis, dan semua bagus dan sangat menginspirasi. Namun lagi-lagi tergantung manusia yang membacanya, mau maju atau tidak? Contoh saya yang notabene sebagai salah satu pengasuh Kilas Buku ini, sejak dulu, meski sudah dapat beasiswa pelatihan menulis dari GagasMedia pun, akhirnya saya tidak mampu menempuh jalan panjang menjadi seorang penulis. Tidak, bukan tidak mampu, hanya belum mampu. Dan pasti saya mampu. Hanya saya yang belum mau.

Review:
Seperti yang saya bilang diatas, banyak buku yang memotivasi kita untuk menjadi penulis brilian, seperti salah satu buku yang pernah direview di Kilas Buku; Rahasia Penulis Hebat. Namun tidak semua greget dan enak dibaca (tidak membosankan) seperti Dunia Kata. Buku Dunia Kata adalah buku karya Fauzil Adhim pertama yang saya miliki dan saya memutuskan untuk menjadikannya sebagai buku yang saya sukai sejak pertama membacanya. Seperti yang kita tahu, Fauzil Adhim adalah pengarang yang dikenal sebagai pengarang spesialisasi pernikahan, tapi ternyata julukan itu tidak membuatnya menjadi luruh ketika menulis genre lain apalagi kebanyakan obyek pembacanya adalah para penulis pemula.

Buku ini sudah lama, namun saya masih tetap menyukainya. Dan tidak bosan ketika harus membaca ulang. Banyak nasehat-nasehat yang 'dalem' yang diberikan oleh Fauzil Adhim dalam buku ini, salah satunya soal mood. Kata Fauzil Adhim, dalam menulis kita ga butuh mood. Intinya jangan tergantung kepada mood, biasakan terus menulis secara teratur maka lama-lama otak kita akan terbiasa untuk berpikir lancar. Mood hanyalah berhala yang kita sembah dan hanya sebuah sugesti salah yang menghambat karya kita.

Epilog Review:
Sekali lagi saya bilang, buku ini adalah salah satu buku paling bagus dalam kategori motivasi pembelajaran menulis. Tidak seperti buku sejenis yang pernah baca, salah satunya ada yang pernah direview disini (saya sebutkan tadi diatas). Finally, sebanyak apapun buku dan training menulis yang kamu dapatkan, kalau dari sekarang kamu belum menulis, ya belum berhasil namanya (nasehatin diri sendiri).

Kilas Buku: Manifesto Khalifatullah

|
Manifesto Khalifatullah
Penulis: Achdiat K. Mihardja
Tebal: 219 halaman
Terbit: 2005
Penerbit: Mizan Pustaka
Rating: 3/5

Sebelumnya, kilasan ini pernah saya sajikan dalam blog dhila13.wordpress.com



“Dan tatkala Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ‘Aku hendak jadikan khalifah di muka bumi.’ Mereka bertanya, ‘Apakah Kau tepatkan orang yang merusak di sana dan menumpahkan darah, sedangkan kami bertasbih menurut Dikau dan menguduskan nama-Mu?’ (Tuhan menjawab dan) berfirman, ‘Sungguh, Aku tahu apa yang tiada kamu tahu.” (QS. Al-Baqarah: 30) 

Dengan membaca terjemahan Al-Qur’an yang diterjemahkan dengan puitis oleh H.B Jassin (mengingatkan: judul Al-Qur’an yang diterjemahkan oleh H.B Jassin ialah ‘Al-Qur’an Berwajah Puisi’. Terjemahan ini sempat mendapat berbagai respon yang menolak keberadaan terjemahan tersebut di Indonesia) kita akan mengingat kembali apa sebenarnya tujuan Allah menurunkan kita ke atas bumi. Bukan karena kesalah nabi Adam yang memakan buah khuldi, namun Allah memang memiliki tujuan dibalik peristiwa tersebut yakni menjadikan kita sebagai wakilNya di muka bumi. Yakni mengutus kita untuk membumikan perintah dan ajaranNya di dunia ini.

Seorang Achdiat K. Miharja (mengingatkan: beliau adalah penulis novel ATHEIS yang menjadi rujukan bacaan sastra yang bagus. Jika mau mengingat kembali ke belakang, penggalan-penggalan dalam novel ini selalu menjadi soal dalam tes Bahasa Indonesia baik di SD, SMP atau SMA bahkan sebagai soal di Tes Masuk Perguruan Tinggi) dalam usianya yang sudah dibilang kelewat uzur (90 tahun dan sekarang sudah tenang di sisi Tuhan) dengan mata nyaris buta menulis buku Manifesto Khalifatullah yang diterbitkan Arasy yang didistribusikan oleh Mizan Media Utama pada 2005. Saya membeli dan membacanya ketika umur saya masih 18 tahun pada 6 bulan pertama 2006 lalu. Sungguh hikmah dan pesan dan pengalaman yang luar biasa yang saya temui dalam buku ini.

Sederhananya jika dikisahkan dalam bentuk singkat, buku ini menggambarkan sosok manusia yang pada awalnya menafikan keberadaan Tuhan. Ia melalaikan dan hanya percaya dengan kekuatan alam dan kekuatan dirinya sendiri; tidak ada yang dari Tuhan. Namun pada akhirnya seiring dengan berjalannya waktu dan pengalaman hidup yang makin memperkaya pikiran, ia pun berpikir tentang adanya Tuhan; Tuhan benar-benar ada! Seperti yang dialami Jean Paul Sartre (tokoh dalam buku Understanding Secular Religions dari Josh McDowell & Don Stewart), tokoh besar paling terkemuka dari kaum eksistensialis yang ateis itu, pada saat-saat terakhir hari tuanya dalam keadaan renta dan buta pula, telah berterus terang kepada seorang temannya, Pierre Victor yang mantan penganut Mao Tze Tung, bahwa segala-galanya yang ada di dunia ini mesti ada penciptanya. Dan penciptanya itu adalah Tuhan.

Kilas Buku: Rahasia Penulis Hebat, Menciptakan Karakter Tokoh

|
Judul: Rahasia Penulis Hebat: Menciptakan Karakter Tokoh
Tebal: 120 halaman
Tahun: 2010
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Penulis: A. Fuadi. Ollie, Triani Retno, Pipiet Senja, Donatus A. Nugroho, Eka Kurniawan, Kinoysan, Gol A Gong, Fahri Asiza, Putra Gara, Sinta Yudisia, Sefryana Khairil, Kurnia Effendi, Dewi "Dedew" Rieka, Ali Muakhir, Boim Lebon, Mayoko Aiko.

Buku ini merupakan kompilasi artikel dari berbagai penulis hebat dengan tema 'bagaimana menciptakan karakter tokoh bagi novel / cerpen yang kita buat'. Well, saya tertarik pada awalnya karena ini adalah topik yang sering saya cari. Karena, kalian-tahu-sendiri-lah, yang namanya menciptakan tokoh dan karakternya itu ga gampang. Bener-bener harus ada kekhasan tersendiri pada masing-masing tokoh.

Kilas Buku: #InstantWisdom

|
Judul Buku: #InstantWisdom, Nasihat dan motivasi setiap hari, sepanjang tahun
Penulis: @herrynurdi
Penerbit: Strategic Point Publishing
Terbit: Desember 2011

Apa sesungguhnya cita-cita? Cita-cita adalah kumpulan ide dan gagasan kita tentang masa depan. Masa depan yang harus kita rancang dan wujudkan!

Begitulah salah satu isi nasihat sepanjang 140 karakter yang ada dalam #InstantWisdom dari @herrynurdi. Ya, beberapa tahun belakangan ini, twitter, tempat tongkrongan untuk berkicau di dunia maya menjadi sangat populer bagi berbagai kalangan, entah itu kelompok muda-mudi, kalangan pebisnis, hingga akademisi dan para pejabat publik. Beda kelompok, beda pula genre yang dikicaukan. Sementara itu banyak dari kalangan itu, khususnya yang lebih populer sedikit dari yang lainnya, memafaatkanuntuk me'ngultwit' berbagai ide dan pengetahuan (termasuk nasihat) mereka ke ranah publik, seperti yang dilakukan Herry Nurdi.

Herry Nurdi, yang terkenal dengan berbagai tulisannya di media Islam, mengumpulkan kultwitnya dan menerbitkannya menjadi sebuah buku saku. Sepele jika dilihat sekilas memang, namun kalimat-kalimat yang pendek ini sebenarnya mampu menggetarkan hati kita dan bahkan membuat kita berubah menjadi lebih baik, tentunya jika kita sendiri terbuka dengan nasihat-nasihat yang baik. :)

Sungguh waktu itu sempit. Banyak tugas yang harus ditunaikan. Kelak di suatu hari nanti kita tak ingin duduk di waktu senja sambil berkata, "Seandainya." Kerjakan hari ini, jangan menunda. Karena umur dan waktu selalu berkejaran secepat peluru.

Kilas Buku: Love Banget Sama Zakat

|

Judul Buku: Love Banget Sama Zakat
Penulis: Kinoysan
Penerbit: Grasindo
Terbit: 2008


Buku ini semacam buku saku, karena memang agak kecil dan muat di tas (kantung tas) yang kecil. Tidak berat pula kalau dibawa-bawa. Namun, isi buku ini luar biasa berat. Karena tergolong pengetahuan bagi umat Islam mengenai zakat. Zakat? Ya zakat. Sepele kan dengernya? Apalagi sebagian besar dari kita sudah pernah belajar tentang zakat di sekolah. Namun apa salahnya menyimpan buku kecil ini sebagai panduan, sewaktu-waktu kita mungkin agak lupa dan perlu catatan kecil untuk mengingatnya. Nah buku ini rasanya pilihan yang tepat. Bahasanya sederhana dan gak rumit kok, cocok untuk remaja yang ingin belajar zakat pelan-pelan. Apalagi sekarang bulan puasa, waktu yang wajib untuk membayar zakat fitrah. Ya tak? :)

Kilas Buku: In Search of Fatima, Mencari Fatima

|
In Search of Fatima, Mencari Fatima
Judul Asli: In Search of Fatima, A Palestinian Story
Pengarang: Ghada Karmi
Penerjemah: Risa Praptono
Terbit: 2006
Penerbit: Diwan Publishing
Tebal: 534 halaman

Seorang gadis cilik yang sedang asyik bermain tiba-tiba harus dihadapkan dengan perang yang melanda negaranya. Ia menurut ketika orang tuanya membawa dirinya masuk ke dalam taksi. Satu-satunya yang ia khawatirkan adalah Rex, anjingnya yang tidak ikut serta. Ia menciumi Rex dan menenangkannya, bahwa perang ini tak akan lama dan ia akan segera kembali ke rumah. Namun ketika taksi mulai berangkat Rex mulai mengikutinya dan akhirnya duduk diam sambil mengamati si gadis kecil dari kejauhan dengan telinga yang tegak. Baik gadis kecil dan anjingnya segera tahu, kalau perpisahan ini adalah untuk selama-lamanya.

KilasBuku: My Journey Through Postpartum Depression, Kisah Nyata Sang Bintang Melawan Depresi Pasca-Melahirkan

|
My Journey Through Postpartum Depression, Kisah Nyata Sang Bintang Melawan Depresi Pasca-Melahirkan
Penulis: Brooke Shields

Penerjemah: Berliani M. Nugrahani
Terbit: Februari 2007
Penerbit: Qanita
Tebal: 290 halaman


Perempuan memang spesial, hal-hal yang diturunkan kepadanya juga hal-hal spesial. Ketika ia mengalami siklus bulanan, ia harus menanggung rasa nyeri yang tidak hanya terasa secara fisik, namun juga batin, hal ini lebih dikenal dengan PMS (Pre-Menstrual Syndrom). Dan begitu juga yang dialaminya saat melahirkan, baik secara normal ataupun melalui operasi. Sang ibu harus berjuang melahirkan bayinya, rasa sakit lahir batin pun dirasakannya. Sakit lahir batin ini meliputi sebelum, ketika dan setelah melahirkan lho. Ya begitulah perjuangan ibu.

Buku ini bercerita tentang pengalaman Brooke Shields, bintang Hollywood yang populer dengan serial televisi 'Suddenly Susan' ketika mengalami Postpartum syndrom. Yang ia alami bukan sekedar Baby blues yang pastinya akan selalu dialami ibu pasca melahirkan, tapi lebih dari itu. Depresi pasca melahirkan sangatlah langka, dan melanda satu dari sepuluh ibu di seluruh dunia atau 10 - 20% menurut National Mental Health Association di Amerika. Depresi ini berbahaya bagi ibu dan bayinya. Para wanita penderita bisa mengalami paranoid, delusi, halusinasi hingga yang paling parah menyakiti dirinya dan anak-anaknya.

Lalu bagaimana dengan Brooke Shields, dapatkah ia menangani depresi yang ia derita? Yang terpenting dalam penyembuhan mood disorder ini adalah kemauan yang kuat dari si penderita serta dukungan penuh dari keluarga khususnya suami si penderita.

Kilas Buku: Allah swt, Pulsa dan Komik Jepang: Menelusuri Jejak Tauhid

|
Judul Buku: Allah swt, Pulsa dan Komik Jepang: Menelusuri Jejak Tauhid
Penulis: Tauhid Nur Azhar
Penerbit: Cicero Publishing
Terbit: Juni 2008
Tebal: 201

Menelusuri Jejak Tauhid pun merupakan judul yang oke dan bermakna ganda yang keren menurut saya. kenapa? Ya, karena pertama, menelusuri jejak tauhid bisa diartikan menelusuri keberadaan Tuhan dan keesaan-Nya seperti yang telah saya kemukakan diatas. dan yang kedua, menelusuri jejak tauhid bisa diartikan menelusuri jejak atau cerita hidupnya si-Tauhid, sang pengarang buku ini. Nyambung kan? Menarik kan? Hebat yang bikin judul. Entah sengaja atau tidak mau buat sub judul seperti ini, tapi semuanya bermuara pada hal yang saling terkait yakni tentang cerita si-Tauhid dalam rangka mengenal Ketauhidan Tuhan.

Saya hanya butuh seharian membaca buku ini. Di tempat tidur kosan, di kantor tempat magang, di bus way dan di angkot yang alhamdulillah lampunya cukup terang menerangi saya membaca pada senja yang gelap. Sambil menahan guncangan jalan raya yang rusak (nakal betul Dila ini, udah tau minus dan silindernya gede betul, tapi masih aja suka baca di angkot. Kata guru fisika SMP itu justru bikin mata makin rusak), saya berusaha menahan air mata dan tawa saya ketika membaca kisahnya pak Tauhid. Mengharukan dan benar-benar membuat iri (aduh ngapain iri sih, manusia kan ditakdirkan memiliki rezeki masing-masing). Semua kisahnya saya suka. Namun ada satu artikel yang saya kurang mengerti, yakni yang mengenai ikan salmon. Atau saya yang bebel yah, hehe. Dan yang paling membuat saya terharu ialah tiga kisah terakhir yang tercatat di daftar isi. So sweet!

Kilas Buku: Genius Fisika Paling Cool Sedunia

|
Judul Buku: Feynman: Genius Fisika Paling Cool Sedunia
Penulis: Richard P. Fenyman
Penerbit: Mizan
Terbit: 2006
Tebal: 292
Siapa fisikawan masa kini yang kalian kenal? Atau cuma Albert Einstein saja? Ya, Einstein memang populer. Namun beliau termasuk fisikawan abad ke sekian di masa lalu. Bagaimana dengan Richard Feynman, fisikawan yang pernah tergabung dalam komisi penyelidikan meledaknya pesawat ulang alik Chalenger tahun 1986 dan juga peraih nobel fisika tahun 1965.
Buku yang berjudul asli 'What Do You Care What Other People Think?' ini bercerita tentang catatan-catatan Feynman mengenai hal-hal yang terjadi dalam hidupnya. Dibagi dalam beberapa bab, buku ini bercerita mengenai masa kecilnya dengan ayahnya yang sangat menarik. Dimana ayahnya membentuk ia menjadi seorang ilmuwan dengan cara-cara yang unik, dengan mengajaknya jalan-jalan dan menjelaskan fenomena-fenomena alam yang terjadi dengan lugas dan mudah dimengerti. Sesekali ayahnya juga mengajaknya membaca koran dan mencoba menjelaskan dengan sederhana kata-kata yang sulit bagi seorang anak seperti Feynman kecil kala itu. Akhirnya Feynman tumbuh menjadi anak yang serba ingin tahu dan sangat menghargai penjelasan-penjelasan yang logis dan ilmiah.

Kilas Buku: Folklore Madura

|
Judul Buku: Folklore Madura
Penulis: Emha Ainun Nadjib
Penerbit: Progress
Cetakan Ketiga: Februari 2007

Apa yang terkenal dari Madura? Sate Madura? Logatnya yang khas? Atau Carok? hehe. Ups, mohon artikel ini tidak dibaca dari kacamata SARA ya. Sebab justru ulasan buku ini adalah pengulasan mengenai keistimewaan orang-orang Madura. Bukan berarti suku lain tidak istimewa, sebab keistimewaan masing-masing suku adalah berbeda-beda dan memiliki ciri khas sendiri.
Cak Nun (panggilan akrab Emha Ainun Nadjib) menyebut orang-orang Madura sebagai The Most Favorable People (Baca The Most Favorable People di hal. 133). Sekali lagi, bukan berarti suku lain tidak favorable. Hanya saja yang dibahas oleh Cak Nun kali ini adalah orang-orang Madura, takiye. ;) Buku ini bukan buku ilmiah tentang asal usul orang-orang Madura. Namun buku ini berisi kumpulan anekdot yang dikarang dengan gaya khas Emha. Ya, seperti buku-buku Cak Nun yang biasanya, berisikan artikel-artikel yang merupakan anekdot (bisa juga disebut parodi) yang ditulis berdasarkan lalu lalang kehidupan yang ada di sekitar kita.

Salah satu keistimewaan orang-orang Madura adalah kesederhanaannya, kesadarannya akan realitas dan kemampuannya mengungkapkan kerumitan dalam hal yang sederhana dan polos. Nah lho, bingung kan dengan apa yang saya tulis? :mrgreen: Itu tandanya saya mewakili kaum modernitas yang selalu kering mencari kata dalam mengungkapkan suatu hal. Sama halnya dengan kaum akademisi dan ilmuwan, tidak sedikit dari mereka yang menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menjelaskan sesuatu. Hasilnya adalah; yang mendengarkan semakin tidak paham, sementara si ilmuwan sendiri mendadak menjumpai dirinya setelah berdiri jauh dari tempat kebenaran dan kenyataan yang coba ia terangkan. (Baca Sinar Pragmatis dan Laser Ngeh di hal. 86)

Kilas Buku: Gelandangan di Kampung Sendiri

|

Buku ini termasuk buku lama, sebab sudah sejak saya umur 8 tahun diterbitkan. Dan ketika umur yang sama pula alias kelas 4 SD, saya sudah mulai tertarik dengannya. Saya mencoba membacanya halaman demi halaman. Ya, hasilnya tidak mudeng sangat memang. Namun entah, saya tetap tertarik pada buku itu dan bersabar untuk menanti usia saya dewasa untuk dapat membaca buku tsb dengan pemikiran yang terang dan jelas.
Gelandangan Di Kampung Sendiri terdiri atas kumpulan tulisan-tulisan Emha atas dasar respon hal-hal sosial, politik dan kemanusiaan. Kebanyakan tulisan ini merupakan tanggapan Emha kepada surat-surat banyak orang yang datang kepadanya, atau juga tentang kisah-kisah manusia yang bertandang langsung ke rumahnya. Secara subyektif saya senang dengan buku tersebut. Bagi saya sangat manusia. Sangat merakyat.

Custom Post Signature