Top Social

Showing posts with label Petualangan. Show all posts
Showing posts with label Petualangan. Show all posts

Kilas Buku: The Creeping Shadow - Bayangan Mengendap (Lockwood & Co. #4)

|

Setelah apa yang terjadi pada buku tiga kemarin, akhirnya Lucy Carlyle memutuskan memulai petualangannya sendiri. Ia mulai menawarkan jasanya sebagai agen lepas dan bekerja untuk banyak agen, termasuk agen besar seperti Fittes dan Rowell. Sebenarnya Lucy tidak sendirian, ada rekan (yang sekaligus bukan rekan) tak kasat mata yang selalu menemani gadis itu dalam setiap aksinya. Siapa lagi kalau bukan Si Tengkorak. Seperti biasa komentar jahil tengkorak dapat menyegarkan suasana tegang.

Suatu ketika, Lucy sadar jika Si Tengkorak hilang. Toples tempat Tengkorak bersemayam (tentu saja) beserta dirinya dicuri dari apartemen kecil Lucy. Ia pun mulai menyelidiki kasus pencurian ini sendirian. Sayangnya hal ini malah membuat salah satu penjaga peleburan barang berhantu mati dan menghantuinya. Tidak cukup sampai di situ, Lucy sendiri pun dikejar-kejar beberapa lelaki bayaran yang sangat mengancam nyawanya. Pelarian gadis itu pun berakhir di depan rumah Anthony Lockwood, mantan rekannya. Sekarang bukan saatnya untuk gengsi, siapapun akan kau mintakan pertolongan jika itu menyangkut keselamatanmu.

Ternyata Lockwood cukup baik untuk membantu Lucy menyelidiki pencurian si Tengkorak. Lucy pun membantu Lockwood menangani kasus "Bayangan Mengendap" yang terjadi di sebuah desa pelosok yang tidak menarik sama sekali. Satu hal yang menjadi petunjuk, sepertinya hilangnya si Tengkorak secara tidak langsung ada hubungannya dengan kasus "Bayangan Mengendap". Lantas apa yang terjadi sesungguhnya?

Seperti biasa serial Lockwood tidak pernah membosankan. Ketegangan demi ketegangan gara-gara berburu hantu rasanya membuat takut pergi ke kamar mandi di malam hari. Belum lagi hal ngegemesin kayak hubungan antara Lucy dan Lockwood yang gak maju-maju. Hehe.

Ini, err, rasanya saya bingung mau nambah komentar apa. Yang jelas saya ga sabar untuk membaca lanjutannya (buku 5), tapi kayaknya mau nunggu terjemahannya saja. Hehe.

OK, 4 bintang dari saya. Recommended banget pokoknya!

Data buku

Judul: Bayangan Mengendap
Judul asli: The Creeping Shadow (Lockwood & Co. #4)
Pengarang: Jonathan Stroud
Paperback, 496 pages
Published September 4th 2017 by Gramedia Pustaka Utama

Kilas Buku: Pendekar Bunga Matahari (Jaka Wulung #3)

|

Pedang itu terayun ke atas, berputar sangat kencang. Suaranya berdesing mengalahkan tiupan angin dari selatan. Putaran pedang itu makin kencang, membentuk payung yang bersinar menyilaukan dan sulit ditembus, tak terkecuali oleh serangan dua jagoan sakti yang menjaga sungai ini.

Ketika pedang diturunkan, muncullah seraut wajah jelita. Namun, meremehkannya adalah sebuah kesalahan besar. Di balik kecantikan dan perangainya yang lemah lembut, tersimpan tenaga luar biasa, yang mampu melumpuhkan lawan-lawannya dalam sekali jurus.

Ciang Hui Liang, murid pendekar tersohor Naga Laut dari Ci Liwung memulai petualangannya dengan sederet pertarungan hidup dan mati. Ketika petualangannya bersilang jalan dengan Jaka Wulung, akankah keduanya menjadi kawan? Ataukah justru lawan? (goodreads)

Kesan

2 bintang dari saya. Atau malah 1 bintang. :(

Tiba-tiba saja Jaka Wulung berpaling dari cinta pertamanya. Dia jatuh cinta pada pendekar negeri lain. Petualangan Jaka Wulung memang berlanjut ke pelabuhan Kalapa (mungkin maksudnya pelabuhan Sunda Kelapa). Seperti yang biasa pendekar lakukan, ia juga bertemu orang asing, lalu bertarung dan memtuskan apakah ia akan menjadi lawan atau kawan. Tapi yah itu tadi saya tidak menemukan alur cerita yang greget.

Akhirnya saya berhasil juga menyelesaikan buku terakhir dari serial Jaka Wulung ini. Tapi, kok Buku pamungkasnya malah makin jelek ya. No offense. Tapi menurut saya, cerita Jaka Wulung ini masih mentah. Ceritanya kurang berkembang, terlalu terburu2, dan terlalu banyak penjelasan (deskripsi) yg berulang yg tidak perlu. Misal: ada deskripsi tentang pendekar anu di awal, eh selang 2-3 paragraf terjadi pengulangan deskripsi tentang pendekar yg sama. Capek lho bacanya. rasanya saya sebagai pembaca pengen bilang: oke-oke gue ngerti si pendekar anu julukannya ini kan? Jurusnya itu kan? Dari padepokan silat yang itu kan? Iya ngerti!

Pada akhirnya, cuma mau bilang, Serial Jaka Wulung 1-2-3 ini seperti bacaan ringkasan saja alias abridged kalau dalam bahasa Inggris. Padahal konsepnya udah bagus lho. Sayang banget ya kalau eksekusinya ndak rapih begini. :(

Informasi buku

Judul: Pendekar Bunga Matahari (Jaka Wulung #3)
Pengarang: Hermawan Aksan
Editor: Dhewiberta
Tebal: paperback, 222 halaman
Penerbit: Bentang Pustaka, September 2013

Kilas Buku: Jurus Tanpa Nama (Jaka Wulung #2)

|

Tiga lingkaran, tiga pertempuran. Semua peserta mengerahkan kemampuan terhebatnya demi membuktikan siapa petarung paling tangguh. Namun, kecurangan toh tetap terjadi.

Meskipun tahu ada peraturan yang melarang keras untuk mencampuri adu jurus tersebut, Jaka Wulung tak peduli. Nyawa gadis di dalam lingkaran itu dalam bahaya. Gadis itu tak sadar siapa lawan yang dihadapinya. Sakti, culas dan hanya mengejar kemenangan.

Jaka Wulung melompat turun, menarik segenap perhatian penonton, termasuk seorang pendekar tangguh yang mulai naik pitam. Sekali lagi Jaka Wulung harus membuktikan kehebatannya. (goodreads)


Kesan

2.5 bintang.
Hmm.. Sejak baca Buku pertamanya saya Sudah bilang kalau konsep cerita silat Jaka Wulung ini bagus. tapi... banyak bolongnya. Pembaca terus menerus diyakinkan kalau Jaka Wulung ini orang yg special. bukan sembarang bocah. Tapi pembaca sendiri gak ngerti kenapa bisa si Wulung menjadi special. Jaka Wulung itu terlalu jago untuk ukuran anak yang masih hijau. Dia seperti ga punya hambatan ngelawan musuhnya, dan selalu menang. Ya meski pembaca sudah diberi keyakinan kalau wulung ini special, tetap saja logisnya ga terasa nyampe kalo anak kecil bisa langsung sebegitu sakti dalam waktu singkat. Walau katanya keturunan orang sakti tetep dong ya pake istilah "practice makes perfect". Menurutku novel ini draft yang belum selesai, bukannya novel yg sudah matang dan siap dibaca.

Kemudian, hal yg juga mengganggu sejak Buku pertama adalah.. kemunculan Jaka Wulung yang from nowhere. Memang sih, Penulis menyampaikan dalam cerita kalau gak ada yg tau siapa si Jaka. bahkan Jaka sendiri pun ga tau siapa dia. Nah yg jadi pertanyaan, masa sih Penulis gak cerita gimana si Jaka Wulung ini bisa tumbuh sehat, berpakaian, dan cukup makan sampai usia 15 tahun. Apa dia dirawat sama penduduk? Petani? Pendekar gila? atau apalah.. Masa jaka wulung sendiri ga tau masa kecilnya dia gimana. Walaupun memang bikin kesan misterius gini, At least dibangun dulu konsep tentang masa lalu  sebelum dia ketemu&berguru dengan Ki Karta. Jangan ujug-ujug muncul dari atas pohon gitu sambil ngintipin orang latihan. Kalau latar belakangnya sudah agak jelas, baru deh bisa dikembangkan kepada tahap pencarian siapa sebenarnya Jaka Wulung. :3

Kira-kira aku bakalan lanjut baca buku ketiganya ga ya?? Semoga bisa deh. *Menyemangati diri sendiri*

Informasi buku

Judul: Jurus Tanpa Nama (Jaka Wulung #2)
Pengarang: Hermawan Aksan
Editor: Dhewiberta
Tebal: 226 halaman
Penerbit: Bentang Pustaka, 2013

Kilas Buku: Pertarungan di Bukit Sagara (Jaka Wulung #1)

|




Seorang bocah tengil muncul untuk meramaikan dunia persilatan. Di tangannya tergenggam Kudi Hyang, senjata mematikan di seluruh Jawa Dwipa. Para petarung bingung dan bertanya-tanya. Siapa sebenarnya bocah itu.

Bocah itu bernama Jaka Wulung. Dinamakan Wulung karena kulitnya gelap seperti bambu wulung. Ia merupakan bocah Sebatang kara yang mendapatkan pelatihan intensif bela diri dari seorang guru yang sebenarnya sedang menyamar dan menjauh dari dunia luar.

Jaka Wulung pun tumbuh sebagai pemuda yang tampan, baik, dan pastinya jago silat.

Serba instant!

Pada awalnya saya berharap serial Jaka Wulung ini seperti novel silat legendaris Wiro Sableng. Yah atau setidaknya membangkitkan semangat dunia persilatan dalam literatur Indonesia. Sayangnya banyak hal yang serba instant dari cerita ini:

  1. Jaka Wulung memiliki kesaktian setara dengan pendekar silat lainnya walau hanya dilatih dalam jangka waktu tahunan yang terhitung singkat. Meskipun sudah punya bakat sakti, menurut saya latihan keras tetap menjadi poin penting seseorang untuk menjadi ahli.
  2. Gerakan jurus dan problema pertarungan tidak dijabarkan dengan detil. Tiba-tiba pertarungan selesai dalam satu atau dua tendangan saja misalnya. Wah, saya kurang puas.

Bangkit!

Walaupun hanya memberi 2 bintang pada buku ini, saya mengharapkan literatur yang membahas tentang dunia bela diri asli Indonesia bangkit kembali. Siapa sih yang tidak rindu dan bangga dengan Wiro Sableng yang populer itu? Atau siapa sih yang tidak mengkeret dengan 7 Manusia Harimau? Mungkin untuk menghasilkan novel-novel sebagus itu butuh bacaan dan daya imajinasi yang bagus juga ya. :)

Informasi buku

Judul; Petarungan di Bukit Sagara (Jaka Wulung #1)
Pengarang: Hermawan Aksan
Penyunting: Dhewiberta
Tebal: 222 halaman
Penerbit: Bentang Pustaka, 2013

Kilas Buku: The Hollow Boy - Pemuda Berongga (Lockwood #3)

|



Setelah bertemu dengan tengkorak yang ia masukkan dalam sebuah toples, hidup Lucy tidak lagi pernah tenang. Diketahui bahwa si tengkorak adalah tipe hantu langka yang istimewa. Ia mampu berkomunikasi dengan Lucy, yang juga pemilik bakat istimewa. Maka Lucy dan si tengkorak berlomba-lomba untuk menanamkan pengaruhnya: si tengkorak dengan bujuk rayunya supaya Lucy mau membebaskannya dan Lucy dengan perintah-perintahnya yang tegas dan tidak mau dibantah.

Hubungan antar agen tim Lockwood & Co. semakin solid. Kini bahkan mereka lebih sering bekerja dengan suasana yang santai dan menyenangkan. Tidak terlalu juga bagi Lucy, karena ingat ia terbebankan dengan si tengkorak. Lepas liburan di kampung halaman, hal yang menyenangkan antar tim ini rupanya tidak berlangsung lama (yang sialnya lagi) bagi seorang Lucy. Anthony Lockwood mempekerjakan seorang asistn baru, seorang perempuan muda, bernama Holy Munro.

Lucy pun tidak berusaha untuk menyukai gadis pecinta kerapihan dan kebersihan bernama Holy itu. Ia semakin tenggelam bersama pikirannya sendiri yang menjadi celah untuk si tengkorak memprovokasinya. Beruntung Lucy gadis yang teguh dan tidak mempan dengan godaan setan tengkorak.

Banyak kasus seram!

Terlepas dari urusan cewek antara Lucy dan Holy, di buku ketiga ini, Stroud menampilkan lebih banyak kasus yang bikin bulu kuduk berdiri. Pembaca diajak untuk menebak siapa setan jahat sebenarnya. Kita juga akan diajak untuk memeriksa lorong dan pojokan gelap mall tua yang angker. Ada siapa di pojokan gelap itu? Siapa bayangan gelap yang keluar merangkak dari sana?

Duh, jujur, saya merinding banget baca buku ini. Apalagi saya membacanya tepat tengah malam, saat kondisi ruangan setengah redup. Rasanya.. seperti ada yang memperhatikan dari pojokan gelap. Huaaaa...... :((

Indonesia

Beberapa kali nama Indonesia disebut dalam buku ini, tepatnya pada bagian awal. Indonesia disebut tempat dari barang-barang antik berhantu berasal. Saya berangan-angan Stroud mau membahas setan asal Indonesia suatu hari nanti hehe.

Rahasia Anthony Lockwood mulai terkuak?

Jika di buku kedua kemarin Anthony mulai berani membuka ruangan rahasia untuk Lucy dan George, kini cerita tentang kamar itu dimulai lagi. Lucy berani masuk ke kamar itu secara diam-diam. Kemudian ia tinggal di sana beberapa saat dan mencoba mencari tahu ada hantu siapa yang ada di sana. Lucy ingin menguak rahasia Anthony yang sebenarnya.

Akhirnya

Well, akhirnya saya memberi 4 bintang untuk salah satu serial favorit saya ini. Bagi kalian yang juga senang petualangan menegangkan dan horror bersama Lockwood, buku ini cocok untuk bulu kuduk kalian. :p

Informasi buku

Judul: Pemuda Berongga
Judul asli: The Hollow Boy
Pengarang: Jonathan Stroud
Alih bahasa: Poppy D. Chusfani
Tebal: Paperback, 440 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2016 (pertama kali terbit 2015)

Kilas Buku: The Whispering Skull - Tengkorak Berbisik (Lockwood & Co. #2)

|


Setelah pemecahan kasus hantu undakan menjerit beberapa waktu lalu, Lockwood & Co. mendapat banyak perhatian, dan tentunya pekerjaan. Sebagai agensi hantu dengan jumlah paling sedikit di London, hal ini sangat berarti. Anthony Lockwood sebagai pemimpin haus akan perhatian publik, sementara Lucy dan George butuh pekerjaan dan uang.

Suatu ketika mereka dihubungi oleh Mr. Paul Saunders, seorang Ekskavator Kota. Bersama rekannya, Mr. Albert Joplin, ia meminta bantuan tim Lockwood & Co. untuk menyelidiki makam tidak dikenal yang berbahaya di area Pemakaman Kensal Green. Makam yang kemudian diketahui sebagai makam atas nama Edmund Bickerstaff itu membuat para penjaga malam takut dan jatuh sakit.

Edmund Bickerstaff adalah seorang dokter di masa hidupnya. Ada desas-desus ia mempraktekan sesuatu hal yang berbahaya yang membuat orang-orang dapat mati karena bayangan gelap yang panjang. Dengan bakat istimewa lebih daripada yang lain, Lucy siap berinteraksi dengan hantu. Anthony siap dengan rapier nya, dan George siap dengan kemampuan mencari tahu sejarah yang terkait dengan kasusnya.

Sayang, ketika penyelidikan sedang berjalan, cermin misterius dicuri orang. Ada yang ingin mengambil artefak itu dan mempraktekkan ilmu hitam seperti yang Bickerstaff lakukan!

Bomb!

Seperti biasa, cerita tiga agen Lockwood & Co. bikin jantungan. Saya bingung menerka siapa hantu sebenarnya, dan apa yang ia inginkan, dan sebetulnya kejadian kelam apa yang sudah terjadi. Yang paling saya suka di sini adalah keahlian George mencari arsip terkait sejarah suatu kasus. Meski George tidak terlalu ahli menggunakan rapier atau tidak se-berbakat Lucy, peran George dan kemampuannya sangatlah penting. Dengan membaca sejarah, dapat menghasilkan solusi dan tindakan yang tepat untuk menumpas hantu dan pendarnya.

Saya beri bintang 4-5 untuk buku ini. Dan nantikan review kami tentang buku ketiga.

Informasi buku

Judul: Tengkorak Berbisik
Judul asli: The Whispering Skull
Pengarang: Jonathan Stroud
Alih bahasa: Poppy D. Chusfani
Tebal: paperback, 488 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, January 2015 (terbit pertama kali 16 September 2014)

Kilas Buku: Heroes of the Valley

|


Pada masa lalu, terdapat 12 klan pahlawan yang terdiri atas klan Svein, Gisli, Geist, Rurik, Eirik, Hord, Egil, Ketil, Arne, Erlend, Hakon, dan Orm. Mereka dikenal tidak pernah akur satu sama lain. Satu-satunya yang membuat mereka akur adalah keberadaan makhluk Trow.

Trow dikenal sebagai makhluk yang haus darah. Mereka memakan siapa saja, terutama manusia. Mereka hanya datang pada malam hari dan bisa muncul dari dalam tanah. Maka para klan bekerja sama untuk melindungi diri mereka dari Trow. Namun justru itulah yang menjadi masalah: Trow tidak pernah muncul lagi.

Halli, anak bungsu dari klan Svein, tidak punya kelebihan apa-apa dibandingkan kedua kakaknya. Kakak pertamanya sok jagoan, mentang-mentang ia akan menjadi pemimpin masa depan Klan Svein. Kakak keduanya adalah perempuan yang sangat suka berdandan dan mencari perhatian. Sementara Halli sendiri sangat senang mendengarkan kisah-kisah pertempuran lama dan berharap bertemu dengan Trow dan memusnahkannya. Gara-gara ini, ia menjadi pembuat onar nomor satu di desanya. Ia dikenal sangat suka membantah.

Suatu ketika, ia harus dihukum ketika pertemuan klan sedang berlangsung di desanya. Hal itu membuat Halli sebal karena ia tidak bisa terlibat langsung dalam pertemuan penting itu. Untungnya ia bertemu dengan Aud, anak dari klan Arne yang kemudian menjadi temannya.

Sejak pertemuan klan, Halli semakin terlibat masalah. Ia kemudian kabur dari rumah untuk merasakan petualangannya sendiri. Walau tujuan utamanya adalah pembalasan dendam demi kehormatan klannya. Petualangan itu berlanjut ke pencarian kebenaran tentang keberadaan Trow. Meskipun Halli dan Aud sendiri tidak tahu betapa kuatnya sesuatu bernama Trow itu.

Well, ini buku pertama dari Jonathan Stroud non-serial alias stand-alone yang saya baca. Dan saya baru menyadari bahwa genre fantasy yang dibawa Jonathan Stroud sama absurdnya dengan Neil Gaiman dan Terry Pratchet. Walau jujur saya masih lebih suka gaya Stroud yang membawakan cerita dengan ringan dan santai seperti dalam serial populernya Bartimeus dan Lockwood.

Buku ini cocok untuk para pembaca yang menyukai genre dark fantasy seperti saya. :D

Informasi buku

Judul: Sang Pahlawan
Judul asli: Heroes of the Valley
Pengarang: Jonathan Stroud
Penerjemah: Poppy D. Chusfani
Tebal: paperback, 488 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2011 (pertama kali terbit 2009)

Kilas Buku: The Runaway King (The Ascendance Trilogy #2)

|

Judul: Raja yang Minggat
Pengarang: Jennifer A. Nielsen
Genre: Fantasy, Adventure, Middle-Grade
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Juni 2014 (Maret 2013)
Tebal: 376 halaman

Judul Spoiler:
Kerajaan yang nyaris hancur. Raja yang hilang. Siapa yang akan bertahan?

Beberapa minggu setelah Jaron naik takhta, ada yang berusaha membunuhnya. Desas-desus bahwa sebentar lagi pecah perang pun merebak di balik dinding-dinding istana, dan Jaron merasa suasana di Carthya makin lama makin tegang. Dalam waktu singkat, ia sadar bahwa kepergiannya dari Carthya mungkin merupakan satu-satunya cara untuk menyelamatkan kerajaan itu.

Namun, Jaron kemudian bertanya-tanya apakah tindakannya tidak terlalu jauh. Akankah ia bisa pulang lagi? Atau apakah ia harus mengorbankan nyawa demi menyelamatkan kerajaannya? (goodreads)
Masih ingat dengan Sage, Tobias, dan Roden?
Sage si anak yatim yang senang memberontak, Tobias si anak pintar dan senang belajar, juga Roden si bocah bertubuh kuat yang senang main pedang. Diantara mereka adalah Jaron, sang raja muda dari Carthya.

Hidup tak lantas mudah bagi Jaron setelah ia dinobatkan sebagai raja. Carthya sedang diambang perebutan kekuasaan, sementara itu negara tetangga akan melakukan invasi. Jaron harus segera mengambil keputusan yang terbaik jika negaranya tidak ingin hancur. Dengan rencana di dalam pikirannya Jaron memutuskan untuk kabur dan menemui bajak laut yang dulu pernah ingin membunuhnya.

Jaron pun kembali berperan sebagai anak gelandangan. Diam-diam ia pergi menemui bajak laut dan berusaha membuatnya untuk berada di pihaknya. Disini Jaron berpikir layaknya pakar intelejen. Ia menyusun berbagai rencana dengan segala kemungkinan yang ada. Dan bukan tidak mungkin jika rencananya gagal ia akan menelan pil kekalahan yang pahit. Tidak hanya dirinya, negara dan orang-orang yang dicintainya pun akan hancur.

Yang saya senangi dari sekuel ini adalah plot cerita yang logis. Tidak ada yang namanya hal instan. Nielsen tahu persis bagaimana para pembaca kritis dengan hal ini. Maka ia menceritakan proses bagaimana Jaron mengurus dan menjalankan rencananya, dimana banyak hal yang akan ia ketahui nanti termasuk terbukanya kedok si musuh utama.

Yang saya kurang suka adalah karakter Jaron yang keras kepala dalam mempertimbangkan dan mengambil keputusan. Yang menjadi kesulitannya adalah mempercayai saran orang lain. Ia memandang dirinya sendiri powerful sehingga mudah saja bagi orang lain untuk membencinya. Tapi inilah kekurangan dari sosok Jaron yang membuat dirinya terlihat lebih nyata dan manusiawi dari sekedar tokoh cerita.

Sekuel dari The False Prince ini cukup memuaskan pembaca termasuk saya, walau belum sampai level mengesankan. So, trilogi novel yang satu ini termasuk layak baca. :)

Kilas Buku: Higher Institute of Villainous Education (H.I.V.E. #1)

|

Judul: Higher Institute of Villainous Education (H.I.V.E. #1)
Pengarang: Mark Walden
Penerjemah: Layna Ariesianti
Genre: Fantasy, Adventure, Middle Grade
Terbit: Maret 2014, Mizan Fantasi (terbit pertama kali 2006)
Tebal: 394 halaman

Ringkasan cerita:
Sekolah untuk penjahat? Seriusan? Emang ada? Yup! H.I.V.E bisa menjawab semuanya. Higher Institute of Villainous Education mengajarkan cara-cara merampok bank, menebar teror, merancang skandal kriminal, hingga kejahatan lain yang nggak pernah kamu bayangkan sebelumnya. Status lokasinya: rahasia. Ada di bawah gunung berapi di suatu tempat entah di mana.
Keren? Tentu.
Tapi Otto Malpense punya pendapat lain. Ketika pertama kali dibawa ke sekolah kejahatan rahasia ini, dia tahu, dia nggak mau menghabiskan enam tahun ke depan belajar trik-trik kriminal yang dia sendiri sudah kuasai sejak kecil. Satu-satunya pilihan yang dia punya adalah: kabur. (goodreads)
Buku ini jelas menarik perhatian saya hanya dari judulnya saja: Sekolah Tinggi Ilmu Kejahatan (H.I.V.E #1). Apa yang terjadi jika ada sekolah khusus calon para penjahat? Itulah yang membuat saya penasaran. Ide cerita untuk membuat novel mengenai sekolah untuk calon para pelaku kejahatan merupakan konsep awal yang menarik.

Sejak halaman pertama, para pembaca akan dipertemukan oleh Otto yang entah kenapa diculik oleh sebuah pasukan yang mengaku berasal dari H.I.V.E. Dan tentu saja ia dan seorang anak lainnya yang juga diculik bersama Otto dibawa menuju sekolah kejahatan H.I.V.E yang dimaksud tadi. Setiap anak yang dibawa menuju H.I.V.E tentunya memiliki bakat spesial yang membuat mereka berguna dalam dunia kejahatan. Lalu apa alasan Otto dibawa menuju H.I.V.E.?

Kilas Buku: Alanna (Song of the Lioness #1)

|

Judul: Alanna: Song of the Lioness
Judul Asli: Alanna: The First Adventure
Pengarang: Tamora Pierce
Genre: Fantasy, Middle Grade
Penerbit: Ufuk Press, 2012 (terbit pertama kali 1983)
Tebal: 312 halaman

Meski seorang anak perempuan, Alanna selalu memimpikan petualangan dan bercita-cita mengalahkan tantangan yang biasanya hanya dihadapi oleh anak lelaki. Saudara kembarnya, Thom, ingin mempelajari seni sihir. Maka, suatu hari, mereka memutuskan untuk bertukar tempat. Thom, yang menyamar sebagai anak perempuan, pergi untuk mempelajari ilmu sihir. Sedangkan, Alanna, yang berpura-pura sebagai anak lelaki, menuju kastel Raja Roald untuk memulai latihan sebagai calon kesatria. Namun, jalan untuk menjadi kesatria tidaklah mudah. Sanggupkah Alanna melalui latihan yang berat dan menjadi kesatria? Mampukah dia mengalahkan Ylon dan Ylanda, monster yang selalu merongrong Kota Hitam? Dan, bagaimana Alanna belajar mengendalikan hatinya dan membedakan mana yang musuh dan mana yang sekutu? Kepada siapakah akhirnya pilihan hatinya bermuara, Pangeran Jonathan ataukah George yang selalu setia membantunya? Novel ini penuh dengan kekuatan sihir, aksi, dan intrik. Petualangan pertama Alanna pun bermula. Petualangan yang akan mengantarkannya kepada cita-citanya dan menjadikannya legenda di seantero kerajaan. (goodreads)

Cerita fantasi yang satu ini merupakan bacaan yang ringan, meski ide ceritanya tidak seringan kisah yang sudah diterbitkan. Seperti summary yang kita baca diatas, konsep cerita sudah kokoh dengan adanya seorang anak perempuan yang ingin menjadi ksatria namun bertentangan dengan keinginan ayahnya. Satu-satunya cara adalah, Alanna, yang menjadi tokoh utama dalam cerita ini harus berpura-pura menjadi anak laki-laki.

Kesibukan diri Alanna berperan sebagai anak lelaki saja sudah menjadi satu masalah yang rumit. Belum lagi ditambah dengan masalah utama lainnya seperti menduga siapa musuh dalam selimut yang mengirim Alanna dan pangeran Jonathan untuk melawan monster Kota Hitam. Menurut saya, usaha Alanna untuk menjadi anak lelaki kurang digali lebih mendalam. Tampaknya Alanna tidak terlalu kesulitan berusaha menjadi lelaki, kecuali saat mandi dan berenang bersama teman calon ksatria lainnya. Dan saat ia mendapatkan menstruasi pertamanya, masalah pun lantas lenyap dengan ajaib ketika ia diberikan jimat penghenti datang bulan sementara oleh ibu George, Raja Pencuri. Padahal cerita akan lebih menarik lagi jika ada masa-masa tegang ketika harusnya ia mengalami kesulitan mengatasi masalah keperempuanannya dan membuat penyamarannya hampir terbongkar.

Alanna juga tampak sangat powerful dalam beberapa kesempatan yang 'sulit'. Seperti ketika ia menyembuhkan pangeran Jonathan dengan kekuatan sihirnya yang ia sebut sebagai bakat alami. Disini, meskipun Pierce, sang penulis, sebelumnya sudah memberi latar belakang bahwa Alanna telah banyak belajar tentang sihir dari Maude, namun tampaknya tetap kurang greget saja melihat sosok anak kecil yang tidak terlalu sering mengasah bakat sihirnya mampu menyembuhkan penyakit yang disebabkan karena sihir hitam. Ya, memang sih Pierce juga menyebutkan di awal bahwa Alanna adalah sosok yang terpilih. Namun tetap saja saya menganggap hal ini masih kurang digali.

Lagi, cara Alanna berkomunikasi dengan kembarannya, Tomb, masih terasa kurang mendalam. Tiba-tiba saja ada surat dari Tomb yang mengabarkan tentang siapa sebenarnya guru sihir Alanna. Tomb dan Alanna saling berkirim surat melalui George. Sayangnya lagi-lagi hal ini hanya diceritakan secara singkat tidak kurang dalam dua dan tiga kalimat.

Bagian demi bagian cerita menjadi ringan dan enak dikunyah memang (mungkin) disebabkan sang pengarang yang kurang bercerita lebih dalam mengenai sisi-sisi hidup Alanna. Padahal rasanya akan lebih lezat lagi jika Pierce sedikit bersabar membangun alur kisah yang memang sudah menarik ini. Tidak heran ada beberapa pembaca yang berkomentar bahwa buku ini termasuk buku yang akan terlupakan lepas dibaca.

Namun, yang saya senangi dari kisah Alanna adalah ketika ia menyerah setelah seminggu belajar di istana. Alanna yang merasa dirinya serba bisa, mengalami kesulitan ketika ia harus tunduk pada peraturan terus menerus. Ia yang biasa tinggal di kastilnya sendiri dengan banyak pelayan yang melayaninya, kurang tahan mendapat perlakuan yang terus menerus menguras energi dan daya pikirnya. Pada saat inilah Alanna menunjukkan sisi lemahnya. Dan ia terasa mejadi lebih manusiawi. Karena Alanna tidak melulu menjadi sentra yang serba bisa dan mampu mengatasi kesulitan, namun ia juga punya masalah sendiri sebagai seorang bangsawan yang ingin menjadi ksatria. Alanna harus tahan dengan mendisiplinkan dirinya sendiri jika ia memang benar ingin menjadi ksatria sejati,

3 dari 5 bintang.

Kilas Buku: Negeri yang Buas (Eagle and Jaguar #1)

|

Judul: Negeri yang Buas
Judul Asli: City of the Beast
Pengarang: Isabel Allende
Penerjemah: Fanny Yuanita
Copy-Editor: Rini Nurul Badariah
Genre: Fantasy, Young Adult, Adventure
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2011 (2002)
Tebal: 352 halaman

Memiliki nenek eksentrik dan pemberani membuat hidup Alexander Cold penuh kejutan. Namun, saat urusan keluarga membuatnya terpaksa tinggal dengan neneknya, semua berubah total.

Bersama sang nenek dan tim peneliti, Alex ikut ekspedisi International Geographic menuju kawasan liar Amazon untuk mendokumentasikan keberadaan yeti.

Ternyata banyak rahasia tersembunyi di hutan itu. Dengan dibantu kekuatan roh binatang, Alex dan kawan barunya Nadia digiring ke dalam petualangan menegangkan dan mistis, menuju penemuan yang luar biasa… (goodreads)

Kisah fantasi yang satu ini adalah tentang seorang anak laki-laki yang duduk di bangku SMA bernama Alex. Karena ada masalah dalam keluarganya, Alex dan kedua adiknya harus tinggal sementara bersama nenek mereka. Jika kedua adiknya tinggal bersama nenek dari pihak ibu yang lembut, Alex harus tinggal dengan nenek dari pihak ayah yang cuek dan terkesan tidak peduli dengannya. Namun, justru dengan Kate, neneknya yang nyentrik inilah Alex mendapatkan pengalaman baru yang luar biasa dan tidak pernah ia sangka sebelumnya.

Bersama Alex dan neneknya, para pembaca akan diajak memasuki dunia fantasi baru yang penuh dengan mitologi suku Indian. Alam hutan Amazon yang luar biasa cantik dengan segala misterinya mengiringi pembaca dengan nuansa hutan benua Amerika yang masih alami. Dengan POV orang ketiga, sang pengarang, Allende, terlalu banyak bercerita daripada memberi kesempatan kepada para tokoh untuk menggandeng pembaca mengikuti petualangan mereka. Tak heran, ada beberapa pembaca yang sudah bosan pada seperempat bagian buku dan urung melanjutkan.

Beruntung saya bukan termasuk pembaca yang kebosanan di awal (meski saya akui memang ada beberapa bagian cerita yang bikin bosan). Karena saya pikir memang itulah gaya Allende, selalu kuat pada penceritaan. Saya sendiri sih senang, karena kadang terasa seperti didongengi hingga ketiduran hehe. Sebetulnya yang lebih membuat saya menyukai buku ini adalah segala sesuatu tentang Indian yang menjadi latar belakang dari cerita ini. Saya akui, buku fantasi dengan latar belakang suku Indian adalah termasuk yang jarang ada. Rata-rata kisah fantasi dewasa ini kebanyakan mengenai dunia baru yang penuh sihir atau terkait dengan mitologi Yunani dan Romawi. Dari City of the Beast, ada beberapa hal yang membuat saya tertarik mengenai mitologi Indian seperti kota El Dorado yang hilang dan juga gaya hidup suku Indian yang nomaden dan sangat menghormati alam.

Terlepas dari pro dan kontra dari para pembaca baik yang suka ataupun tidak suka dengan buku fantasi ini, ada baiknya kita tetap memberi apresiasi kepada Isabel Allende yang dalam setiap karyanya selalu menyisipi hal-hal terkait sejarah atau mitos yang membuat para pembaca tertarik. Sekian review dari saya.

3/5 bintang untuk buku ini.

Kilas Buku: The Colour of Magic

|

Judul: The Colour of Magic
Pengarang: Terry Pratchett
Genre: Fantasy
Penerbit: Elex Media Computindo, 2010 (pertama kali terbit 1983)
Tebal: 320 halaman

Sebuah novel fantasi yang penuh humor dan imajinatif. Di sebuah dunia yang disangga di atas batok seekor kura-kura raksasa (jenis kelamin tidak diketahui) sebuah ekspedisi yang gembira, eksplosif, dan eksentrik dimulai. Ada seorang penyihir ceroboh dan seorang turis naif yang bagasinya punya ratusan kaki kecil, naga yang hanya eksis kalau kau percaya kebedaaan naga, dan tentu saja TEPIAN dari suatu planet. (goodreads)

Entah saya mau menulis apa kali ini. *mulai bingung sambil ketawa sendiri*
Well, buku fantasi yang pertama kali terbit pada 1983 ini benar-benar cerita yang sangat imajinatif, penuh humor dan kritik. Sangkin imajinatifnya, saya pribadi tidak bisa berpikir pada jalur yang sama dengan apa yang ditulis Pratchett.

Lalu apa yang saya tangkap dari novel diatas? Pertanyaan bagus. Saya sendiri hanya mengambil inti ceritanya meski sebenarnya terlalu umum untuk mewakili isi dari novel. Yah, intinya sih tentang ada dunia yang berbentuk lempengan seperti CD. Dunia ini direbahkan diatas punggung 4 gajah yang berdiri diatas punggung kura-kura raksasa. Di dunia tersebut banyak hal yang aneh, mulai dari dewa-dewanya hingga para manusianya. Kisah difokuskan kepada seorang penyihir yang DO dari kampus dan seorang turis yang percaya naga dan memiliki koper dengan ratusan kaki kecil.

Kisahnya berputar-putar pada petualangan si penyihir dan turis tsb, juga pada dewa-dewa yang bermain catur untuk mengatur kehidupan. Dan yang lucu adalah aksi kejar-kejaran antara si penyihir culun dengan Dewa Kematian. Si penyihir yang diburu oleh Dewa Kematian selalu saja bisa mengelak dari takdirnya untuk mati dan membuat sang dewa kesal sehingga harus mencabut nyawa orang lain untuk memuaskan nafsu berburunya.

Well, bagaimana, sudah cukup pusing? Hehe. Membaca cerita ini harus dengan pikiran yang bebas. Sebab jika pikiranmu sebagai pembaca sudah memiliki konsep sendiri soal kehidupan, kalian akan sulit memahami pemikiran Pratchett. Contohnya saya. *nunjuk diri sendiri.

Baru kali ini saya memberi 1 bintang pada karya Pratchett. Padahal saya selalu memberi at least 3 bintang. Mungkinkah ini karena saya membaca terjemahannya daripada novel aslinya? Ah tapi saya mah mikir klo emang pemikirannya gak bisa sejajar buat paham konsep ceritanya ya sama aja saya gak enjoy ceritanya, walau membaca edisi aslinya sekaligus. Hehe.

Kilas Buku: Selimut Debu

|

Judul: Selimut Debu: Impian dan Kebanggaan dari Negeri Perang Afghanistan
Pengarang: Agustinus Wibowo
Genres: Non-Fiksi, Perjalanan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2011
Paperback, 461 halaman

Perdamaian..Perdamaian..Perdamaian..Perdamaian
Ada yang cinta damai, tapi perang semakin ramai.
Lagu Qasidah ~ Perdamaian

Apa yang terbersit dalam pikiran para pembaca ketika mendengar nama Afghanistan? Sebuah negeri. Di Asia Barat. Padang pasir. Taliban. Burqa. Perang. Bom.

Predikat-predikat itulah yang selalu melekat dengan negeri tandus itu. Sejak saya kecil segede cabe rawit hingga usia dewasa dimana saya masih juga segede cabe rawit, Afghanistan selalu diberitakan sedang dalam masa perang. Seolah-olah negara itu seperti punya cap:

Maaf Afghanistan sedang sibuk main ping pong sama bom. #lho

Kilas Buku: Falcon Quinn dan Cermin Hitam (Falcon Quinn, #1)

|

Judul: Falcon Quinn dan Cermin Hitam
Judul Asli: Falcon Quinn and the Black Mirror
Pengrang: Jennifer Finney Boylan
Penerjemah: Wawan Eko Yulianto
Genres: Middle-Grade, Fantasy, Adventure
Penerbit: Ufuk Press, 2011 (terbit pertama kali 2010)
Paperback, 572 halaman

Falcon Quinn, anak berusia 13 tahun, berangkat sekolah bersama Megan dan Max, teman-teman sekelasnya. Anehnya, bus sekolah yang mereka tumpangi tidak berhenti untuk menjemput teman-teman mereka yang lain. Bus itu baru menurunkan mereka di depan sebuah kastel.

Ternyata, kastel itu adalah sebuah Akademi Monster. Di sana, ketiga bocah ini tahu kalau mereka sebenarnya adalah monster. Mereka pun harus menjadi murid baru di Akademi Monster itu. Saat teman-teman sekolahnya sudah tahu jenis monster dalam dirinya, jati diri Falcon masih tetap jadi misteri.

Benarkah dia adalah monster? Atau, dia justru seorang Pengawal yang bertugas untuk membasmi para monster? Itu berarti, haruskah Falcon menyerang sahabat-sahabatnya sendiri? (goodreads)

Fyuhhh... *meregangkan badan.. pegell*
Finally I finish this book. Yap, akhirnya selesai juga saya membaca buku fantasi setebal lima ratus tujuh puluh dua halaman ini.

Langsung ke opini saja ya. Fiksi bertema fantasi biasanya tidak jauh dari yang namanya sihir, kekuatan magis, monster, mitologi, dan banyak lagi yang bisa kalian sebut sendiri. Kesamaan unsur dalam genre ini biasanya menimbulkan cerita yang hampir-hampir mirip antara satu novel dan lainnya. Kemiripan ide dan cerita sebenarnya tidak masalah karena manusia tumbuh besar dengan bisikan dongeng dan mitologi yang sama. Hanya saja hal-hal mirip itu bisa membuat satu masalah buat pembaca: rasa bosan.

Hal yang dibutuhkan bagi pembaca fiksi fantasi adalah cerita yang segar meski dengan bumbu mitologi yang itu-itu saja. Dan apakah Ceritanya Falcon Quinn mampu menjadi cerita yang tidak 'itu-itu' saja?

Well, menurut saya tokoh Falcon Quinn itu mirip dengan Harry Potter dan Seraphina, karena sama-sama blasteran antar species. Jika Seraphina adalah blasteran manusia dan naga, maka Falcon adalah blasteran monster dan manusia. Kemiripan lain adalah Falcon juga belajar di akademi monster seperti Harry Potter belajar di Hogwarts dan Percy Jackson di Camp Half Blood.

Lalu apa yang beda dari Falcon Quinn story? Apa ya? Hehe. Beberapa hal sih mudah ditebak, namun ada juga beberapa hal yang mengejutkan pembaca. Yah, not as flop as I thought hehe.

Singkat cerita, saya memberi tiga bintang yang saya maksudkan sebagai 'lumayan' dan tidak terlalu berharap untuk membaca buku lanjutannya. :D

Ulasan ini untuk:
TBBR Mbak Maria
Lucky No. 14 Mbak Astrid
New Author RC Ren

Kilas Buku: Pippi si Kaus Panjang

|

Judul: Pippi si Kaus Panjang
Judul Asli: Pippi LÃ¥ngstrump
Pengarang: Astrid Lindgren
Penerjemah: Agus Setiadi
Genres: Classic, Children
Penerbit: Gramedia, 2005 (pertama kali terbit 1945)
Paperback, 168 halaman

Pippi adalah seorang anak kecil berusia sembilan tahun. Ibu kandungnya meninggal dunia setelah melahirkan dirinya. Sementara itu ayahnya yang bekerja sebagai kapten kapal meninggal ditelan ombak lautan. Tinggalah Pippi seorang diri terombang-ambing di kapal laut bersama para kelasi kapal yang juga anak buah ayahnya. Suatu hari Pippi kembali ke Swedia dan tinggal di rumah kecil peninggalan ayahnya. Ia tinggal bersama monyet kecil dan kuda peliharaannya.

Setiap anak kecil di kota tempat Pippi tinggal sangat mengagumi gadis cilik berambut merah itu. Sementara setiap orang dewasa dibuat kesal bukan main. Mereka menganggap apa yang Pippi lakukan sangatlah tidak sopan dan berbahaya khususnya bagi seorang anak kecil seperti dirinya.

Buku ini penuh imajinasi khas anak-anak. Astrid berhasil menerjemahkan apa yang diinginkan anak-anak tanpa kehadiran orang dewasa di sekitar mereka. Karena inilah, Pippi diciptakan dan dijadikan teman baru bagi anak-anak.

Sementara bagi orang dewasa, buku ini termasuk buku yang absurd. Orang dewasa yang sudah berpikir logis akan bertanya-tanya, bagaimana mungkin seorang anak seperti Pippi ada di kehidupan nyata. Tidak mungkin seorang anak kecil bisa mengurus dirinya sendiri dengan mudah tanpa bantuan orang dewasa. Hey ingat, ini hanya buku. Dan bagi seorang anak kecil, menjadi seperti Pippi adalah impian mereka!

Saya teringat akan diri saya sendiri ketika kecil. Waktu itu hal yang paling saya inginkan adalah tinggal di dalam rumah pohon seorang diri. Saya akan memasak sendiri, mengurus rumah pohon saya sendiri dan bermain-main sendiri. Saya tidak perlu bekerja karena pekerjaan harian saya adalah bermain. Lalu saya akan tidur dimanapun dan kapanpun sesuka hati saya, tanpa ada yang mengatur jadwal tidur. Yah, begitulah impian saya semasa kecil. Dan saya merasa Pippi menjadi bagian dari hidup saya, bagian dari imajinasi setiap anak!

Ulasan ini untuk:
TBBR Mbak Maria
Lucky No. 14 Mbak Astrid
CLRP Bzee

Kilas Buku: Blood Red Road

|
Judul: Blood Red Road
Judul asli: Dustland #1, Blood Red Road
Penulis: Moira Young
Penerjemah: Lulu Fitri Rahman
Penerbit: Mizan Fantasi
Tahun terbit: Juli 2012
Tebal: 499 halaman

Novel Blood Red Road menarik perhatian saya dengan tulisan yang ada di sampul yang mengatakan bahwa buku ini lebih bagus daripada Hunger Games. Review tersebut menunjukkan bahwa novel ini (lagi-lagi) bergenre dystopia. Karena saya sedang gandrung dengan genre ini, maka saya memutuskan untuk mencoba membaca novel ini. Dan, saya ternyata tidak kecewa.

...

Cerita dimulai di sebuah daerah bernama Silverlake yang dihuni oleh satu keluarga. Ya, hanya satu keluarga. Pa, si ayah, mengaku dapat membaca bintang-bintang dan meramalkan masa depan. Tingkah laku Pa semakin aneh semenjak ditinggal oleh Ma yang meninggal saat melahirkan si kecil Emma. Mungkin itu yang membuat Saba membenci Emmi dan hanya mau bermain dengan kembarannya, Lugh. Wilayah Silverlake dikatakan mulai memburuk kondisinya ketika tiba-tiba sekumpulan orang berbaju hitam datang, membunuh Pa, dan mengambil Lugh. Di tengah perkelahian, Saba berjanji bahwa ia akan mencari Lugh sampai ketemu dan membawanya kembali.

Dalam pencarian Lugh, Saba mau tak mau harus bertoleransi dengan Emma yang dibencinya. Dalam petualangan tersebut Saba dijebak dan terpaksa bertarung dalam arena. Dalam arena, Saba bertemu dengan Jack, petualang ulung yang berjanji akan membantu menyelamatkan Lugh. Apakah Saba berhasil menyelamatkan Lugh? Mengapa Lugh diculik? Siapakah Jack sebenarnya?

...

Penokohan dalam novel ini sangat menarik. Saba dikisahkan memiliki kepribadian yang kuat dan pantang menyerah. Sedangkan Emma digambarkan sebagai anak yang keras kepala namun pemberani. Beberapa "kontroversi hati" juga sempat dihadirkan seperti: jika yang diculik adalah Emma, apakah kau masih mau untuk mencarinya? Seperti Hunger Games, cerita petualangan juga dibumbui drama cinta yang kocak. Namun, ada beberapa hal yang kurang mendapat penjelasan detail seperti bagaimana Saba yang tidak pernah berburu sebelumnya memiliki kemampuan berkelahi yang hebat dan sebagainya. Meski demikian, novel ini sangat menyenangkan dibaca dan layak untuk dijadikan koleksi.

PS. Novel ini sebenarnya adalah novel pertama dari seri Dustland. Namun sepertinya seri selanjutnya belum akan ada terjemahannya.

Ulasan ini untuk:
TBBR Mbak Maria
Lucky No. 14 Mbak Astrid
New Author RC Ren

Kilas Buku: A Coyote in a House

|

Title: A Coyote's in the House
Author: Elmore Leonard
Illustrator: Lauren Child
Genres: Fable, Animals, Children Literature
Paperback, 154 pages
Published by Puffin Books, 2005 (first published in 2004)

Antwan is a coyote, wild as they come. He likes his meat raw, not out of can. He likes hanging with his gang, the Diablos. He does not want to be a pampered pooch. No way!

Budy is a doggy movy star with a taste for fame and luxury. Since he retired, Buddy has been bored with everything (except the delicious poodle Miss Betty).

Buddy wants to try life on the wild side. And he thinks Antwan could certain benefit from some house-training. Can the coolest coyote on the block really learn to be a pet?
***
I always love animal story. And this book offers me the thing that I love, coyote! I've told you that I also love wolf and kind of that like coyote. It's cute by the way, though it's so wild.

Reading Antwan's story makes me laugh most of the time. I bet you'll do the same when you read how the author describes the animals in this story. You'll meet Antwan who's so cool. He tells Ramona, his sister that to be a home doggy is stupid thing. According to him, dogs are not smart at all. They just do what the master say and that's so stupid. Conversely he is in the house to be a pet though!

Well, may Antwan changes his mind after he meets Buddy, the bored doggy. He just puts a pity on him then helps him to change his place in the house. Buddy will be included in a pack and he will be a sweet pet.

Two lovable pets will make you smile more wildly are Miss Betty and Lola. Miss Betty is a beautiful poodle. She is used to be in the shows and wins some trophies. Sometime she sounds so pride of herself, even-thought she doesn't. It's like the following quote:
'Don't hate me because I'm beautiful,' Miss Betty said. 'I can't help it.' (page 62)
Lola is a cute cat. She is as pride as Miss Betty is. But the one thing is she does help Buddy from the wolves hunters.

The story ending is quite surprise me. I don't expect it will be ... arrgh!
Well by the way, quote from Antwan may lead us to think to do good deeds towards animals around us;
Humans were crazy. Some would feed you, some would shoot you for no reason. Yell at coyotes, 'Go back where you came from.' But this was where they came from. They had lived in these hils fo forty thousand years or so. It was their turf. (page 1)
Well, good place for living is not only good for humans but also for animals. God had created this earth for all His creatures, include animals and plants. :)

This review is for:
TBBR Mbak Maria
Lucky No. 14 Mbak Astrid
CLRP Bzee
Posbar BBI Fabel

Kilas Buku: Travelling Solo to Morocco

|
Judul: Travelling Solo to Morocco
Pengarang: Bettina Guthridge
Genre: Travelling, Juvenil Literature
Penerbit: Gramedia, 2005 (pertama kali terbit 1999)
Tebal: 62

Buku ini memang tipis. Tapi jangan tanya lagi tentang isinya. Yap, isinya lebih tebal dari kertasnya, alias lebih kaya. Memang simpel dan penuh warna dan gambar, namun tetap saja, sangat berpotensi untuk menambang wawasan, khususnya bagi anak-anak.

Seperti judulnya, buku ini memang tentang Maroko. Jadi bagaimana jika kamu ingin pergi kesana? Dan apa yang harus kamu ketahui? Well, banyak hal! Mulai dari wilayah Maroko yang dipimpin oleh para Sultan, lalu para penduduknya hingga makanan mereka. Tips dan trik juga ada? Ya, selalu ada. Ada cara bagaimana jika kita ingin bepergian melalui gurun pasir. Bagaimana itu? Silakan baca sendiri yah hehe.

Selain memahami bagaimana negeri Maroko itu, anak-anak yang membaca buku ini juga, secara tidak langsung akan berusaha belajar bahasa Inggris. Tenang saja, di akhir buku, ada glossary yang berisi arti dari kata-kata yang dianggap sulit kok.

Oke, jadi bagaimana teman-teman kecilku, mau kan baca buku ini? Menarik lho bisa jalan-jalan ke negeri lain. Kakak yang nulis artikel ini aja pengen juga kesana :D
Atau kakak tambahin aja nih foto-foto Maroko dari mbah Google?
wowww.... amazing line! (busabout.com)
Suuk or Market in Morocco (timeforkids.com)
Let's play surfboard with camel! :D (surfsatrmorocco.com)
So, so, so... menarik kan teman? :)

Ulasan ini kakak ikutsertakan pada:
CLRP Bzee
Lucky No. 14 Mbak Astrid

Kilas Buku: Rasmus Diculik (Kalle Blomkvist #3)

|
Judul: Rasmus Diculik
Judul Asli: Kalle Blomkvist Och Rasmus
Pengarang: Astrid Lindgren
Penerjemah: Agus Setiadi
Genres: Misteri, Detektif, Petualangan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 1993 (pertama kali terbit 1951)
Tebal: 252 halaman

Rasmus, anak Profesor Rasmusson, diculik oleh sekelompok bandit dan dibawa ke sebuah pulau terpencil. Untung Eva-Lotta sempat menyelundup masuk ke mobil si penculik. Akibatnya ia juga ikut dikurung bersama Rasmus. Kalle, si detektif ulung, harus putar otak untuk membebaskan temannya, sekaligus menyelamatkan dokumen rahasia Profesor Rasmusson yang diincar penculik. Kali ini petualangannya benar-benar berbahaya dan menegangkan. Tapi Kalle tak perna kehabisan akal... (sinopsis dari backcover buku).
***
Ini pertama kalinya saya mengenal kelompok Ksatria Mawar Putih yang terdiri atas Kalle Blomkvist, Eva-Lotta dan Anders. Bagi yang pernah membaca serial detektif ulung Blomkvist, apakah ada yang masih ingat? Does it ring a bell with your childhood? Apakah anak-anak itu tampak menggemaskan sekaligus mencemaskan dengan aksi-aksinya yang khas anak-anak? Well, saya sendiri langsung jatuh cinta!

Ksatria Mawar Putih. ki-ka: Kalle Blomkvist, Anders, dan Eva-Lotta. (cinema.de)

Kilas Buku: Old Shatterhand

|

Judul: Old Shatterhand: The Wild West Journey
Judul asli: Winnetou I
Pengarang: Karl May
Penerjemah: Melody Violine
Penyunting: Muthia Esfand
Genre: Historical Fiction, Adventure
Penerbit: Visimedia; 2013 (pertama kali terbit 1893)
Tebal: 336 halaman

Seorang pemuda Jerman bernama Charlie bertualang ke benua Amerika dan menuju Wild West. Dia menemukan banyak hal menarik di daerah perbatasan Amerika yang belum ditaklukkan bangsa kulit putih. Banyak tantangan yang harus dia hadapi, seperti ancaman beruang grizzly, orang Indian yang memusuhinya, dan orang kulit putih yang tidak jujur. Dia selalu berhasil dan menang. Dia selamat dari satu demi satu situasi berbahaya berkat kecerdikan, kemahirannya mengangkat senjata, dan kekuatannya yang luar biasa (sehingga dia dijuluki "Old Shatterhand").

Dalam perjalanan, dia berteman dengan seorang pemuda Indian yang sama hebatnya: Winnetou. Keinginan Charlie untuk bersahabat dengan Winnetou terhalang oleh perbedaan mereka. Bangsa Indian sudah terlalu banyak dirugikan oleh orang-orang kulit putih dan perbuatan Charlie di Wild West membuat mereka marah. Bagaimanakah Charlie memeroleh kepercayaan Winnetou dan Suku Apache, padahal nyawa taruhannya? (goodreads)
***
Ini buntelan kedua saya dari Visimedia setelah buntelan pertama yakni Lost Man Lane. Bagaimana rasanya mendapatkan buntelan kedua? Ya sungguh senang pastinya. Apalagi buku yang saya dapatkan adalah buku karya Karl May yang tersohor, meskipun sebenarnya buku ini baru sebagian volume saja dari Winnetou I.

Hal positif yang saya dapatkan dari buku ini, yakni kutipan-kutipan yang mengandung pesan tersirat dari penulis. Yah, meski Karl May terkenal orang nakal yang suka keluar masuk penjara, namun jauh di lubuk hatinya ia masih mempunyai hati nurani. Hal ini tercermin dalam karyanya.

Custom Post Signature