Top Social

Showing posts with label Distopia. Show all posts
Showing posts with label Distopia. Show all posts

Kilas Buku: Starters

|

Suatu hari di masa depan, hanya akan ada kaum anak-anak (starters) dan kaum lansia (enders) yang hidup. Kaum muda dan mereka yang berada pada usia produktif sudah musnah akibat perang spora dan tidak sempat mendapatkan vaksin seperti kaum lainnya. Akibatnya banyak kaum anak yang hidup gelandangan karena tidak punya orang tua atau kerabat. Hanya segelintir anak yang beruntung, yang masih memiliki kakek atau nenek sebagai pengasuhnya. Sayang, Callie dan adiknya bukan termasuk dari mereka yang beruntung.

Callie dan adiknya, Tyler, tinggal sebatang kara seperti kaum anak-anak lainnya. Mereka tidak punya tempat tinggal karena semua bangunan, baik yang masih berfungsi atau tidak, sudah diambil alih oleh para tentara yang tentu saja berasal dari kaum lansia. Mereka pun terpaksa harus berpindah-pindah tempat untuk menghindari tentara.

Semua anak-anak juga tidak dapat bekerja sehingga mereka tidak dapat memiliki harta untuk hidup yang lebih baik. Satu-satunya cara untuk mendapatkan uang banyak dengan cara cepat adalah menyewakan tubuh untuk dipakai secara sementara kepada kaum lansia. Jadi sistemnya begini, anak-anak yang setuju tubuhnya disewa akan mendatangan bank penyewaan tubuh. Di sana kepalamu akan dioperasi untuk ditanam chip yang nantinya dijadikan alat pertukaran pikiran antara kau dan si penyewa. Callie tergoda untuk menyewakan tubuhnya demi mengobati sakit paru-paru Tyler. Sayangnya hal tidak menjadi mudah untuk Callie. Lansia yang menyewa tubuh Callie punya misi tersendiri dengan tubuhnya.

Cerita distopia yang menarik. Dengan konsep dunia yang hanya ditinggali oleh dua kaum berdasarkan umur, di mana kaum-kaum ini membenci satu sama lain (kecuali yang masih sedarah). Kaum anak-anak harus ditindas oleh kaum manula yang seharusnya menjadi kakek dan nenek mereka. Dan juga ada teknologi bertukar tubuh yang menjadi cara bagi para manula bersenang-senang menggunakan tubuh anak-anak.

Duh kenapa sih anak-anak itu nggak diasuh saja sama para kakek nenek. Toh mereka sama-sama sebatang kara. Dasar kalau sudah tua sudah ngga mau repot ya ngurusin anak. Atau para lansia di novel ini memang ketakutan jika anak-anak bertumbuh akan mengancam keberadaan mereka.

Untuk kalian yang suka genre distopia, boleh nih dijadikan salah satu bacaan di waktu senggang. :)

Informasi buku

Judul buku: Starters
Pengarang: Lissa Price
Tebal: paperback, 476 halaman
Penerbit: PlotPoint, Desember 2012 (pertama kali terbit Maret 2012)

Kilas Buku: The Darkest Minds (The Darkest Minds #1)

|

Judul: Pikiran Terkelam
Judul asli: The Darkest Minds
Pengarang: Alexandra Braken
Penerjemah: Lulu Fitri Rahman
Genre: Fantasi, Distopia, Young Adult
Tebal: 584 halaman
Penerbit: Fantasious, September 2014 (pertama kali terbit 2012)

Sinopsis:
Ketika Ruby terbangun pada ulang tahunnya yang kesepuluh, sesuatu tentang dirinya telah berubah. Sesuatu yang cukup mengkhawatirkan untuk membuat orangtuanya mengunci dirinya di garasi dan menelepon polisi. Sesuatu yang membuat dirinya dikirim ke Thurmond, 'kamp rehabilitasi' milik pemerintah yang kejam. 

Dia mungkin telah selamat dari penyakit misterius yang membunuh sebagian besar anak-anak Amerika, tapi dia dan anak-anak lainnya harus berhadapan dengan sesuatu yang jauh lebih buruk: kemampuan menakutkan yang tidak dapat mereka kendalikan. Sekarang, saat berumur enam belas tahun, Ruby termasuk salah satu anak yang memiliki kemampuan paling berbahaya.Dan ketika kebenaran terungkap, Ruby pun berusaha mati-matian untuk meloloskan diri dari Thurmond.

Tapi, ada pihak lain yang bekerja, orang-orang yang tidak akan berhenti untuk menggunakan Ruby dalam perjuangan mereka melawan pemerintah. Ruby akan menghadapi pilihan demi pilihan yang buruk, yang mungkin akan berarti menyerahkan satu-satunya kesempatannya untuk hidup.

----

Tokoh:
Kita akan bertemu dengan Ruby, si cewek yang jadi tokoh utama di cerita ini. Kemudian Liam, cowok ganteng yang tampak dewasa dan bertanggung jawab. Chubs, yang sangat jago dengan urusan akademik, dan Zu, gadis kecil yang imut.

Yah, tokoh-tokohnya tipikal fantasi banget hehe. Yang tokoh utama cowok selalu digambarkan dengan ganteng, dan jago, Sementara yang cewek, meski mereka kadang digambarkan sebagai itik buruk rupa, tapi nyata-nyatanya banyak cowok ganteng yang suka sama si cewek. Kadang saya pingin banget menemukan satu saja novel luar yang menggambarkan si tokoh utama cowok tanpa mengandalkan fisik semata.

Alur:
Alur yang disajikan maju mundur. Pertama-tama para pembaca akan bertemu dengan Ruby ketika ia masih kanak-kanak. Kemudian cerita akan melompat pada bagian Ruby berada di kamp bersama anak-anak lainnya. Memang di awal agak sedikit membingungkan, mengapa anak-anak harus ditahan di dalam kamp. Kategori anak berdasarkan kemampuannya pun tidak diutarakan secara jelas; apa itu biru, hijau, kuning, merah, dan oranye. Rupanya Braken menjelaskan kemampuan anak-anak ini sambil jalan alias tidak secara khusus menerangkannya dalam satu bab atau paragraf. Namun tetap saja buat saya, kurang jelas. Hehe..

Kesan:
Saya semestinya sadar, bahwa saya kurang suka dengan genre dystopia, baik itu  adult atau young adult. Alasannya sederhana, saya tidak suka berandai-andai tentang dunia yang hancur atau keadaan umat manusia pasca kehancuran dunia, baik akibat perang ataupun wabah. Bagi saya hal itu menyeramkan. Melihat berita peperangan di televisi saja saya sudah muak, apalagi "dipaksa" membayangkan. Dan entahnya, saya selalu membaca genre sejenis ini ketika saya bosan dengan buku bergenre lain. Ya, mungkin saya juga butuh bacaan seperti ini untuk mengingatkan bahwa kehidupan tidaklah selalu berakhir bahagia. *sigh*

3 bintang.

Kilas Buku: The Giver (The Giver Quartet #1)

|

Judul: The Giver (The Giver Quartet #1)
Pengarang: Lois Lowry
Penerjemah: Ariyantri E. Tarman
Genre: Children, Dystopia
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Agustus 2014 (pertama kali terbit 1993)
Tebal: 232 halaman
Award:  Newbery Medal (1994), Mythopoeic Fantasy Award Nominee for Children's Literature (1994), School Library Journal Best Book of the Year, Golden Duck Award for Hal Clement Award for Young Adult (1994), Booklist Editors' Choice (1994) Garden State Book Award for Teen Fiction Grades 6-8 (1996), Rebecca Caudill Young Reader's Book Award (1996), Buckeye Children's Book Award for Grade 6-8 (1997), Grand Canyon Reader Award for Teen Book (1995), Golden Sower Award for Young Adult (1995), Sequoyah Book Award for YA (1996), Pacific Northwest Library Association Young Reader's Choice Award for Senior (1996), Horn Book Fanfare (1994), New Mexico Land of Enchantment Award (1997), Wyoming Soaring Eagle Nominee (1996), Regina Medal (1994), William Allen White Award (1996), Wyoming Indian Paintbrush Nominee (1996)

Sekarang:

Dunia begitu tenang, damai, dan teratur. Tidak ada peperangan dan penderitaan. Bahkan para penduduk pun lupa seperti apa rasanya hal yang tidak menyenangkan itu. Mereka sudah nyaman dengan kehidupan yang terkontrol. Ya, bukan hanya dunia, hidup mereka pun juga dikontrol. Tidak ada yang bisa kau pilih dengan hatimu sendiri. Yang ada hanyalah keputusan untukmu. Dan dirimu hanya diminta untuk siap menjalaninya. Setiap hari, setiap minggu, setiap bulan dunia ini selalu memiliki rutinitas yang sama dan agak membosankan.

Jonas:

Jonas adalah seorang anak laki-laki berusia hampir 12 tahun. Ia tinggal bersama ayah yang bekerja sebagai pengasuh anak, ibu yang bekerja sebagai penegak hukum, dan Lily, adik perempuan yang berusia 8 tahun. Ia tengah cemas menanti penugasan yang akan diberikan kepadanya pada bulan Desember nanti. Ah, dia cemas menunggu Desember. Bahkan kecemasannya berubah menjadi ketakutan yang tidak beralasan.

Desember:

Desember adalah bulan yang penting bagi masa Sekarang. Setiap kehidupan baru resmi dimulai tiap Desember. Anak-anak berumur setahun akan diserahkan kepada unit keluarga baru. Anak-anak usia 9 tahun akan mendapatkan sepeda baru. Anak-anak usia 12 tahun seperti Jonas akan diberi penugasan (pekerjaan baru). Tiap anak mendapatkan penugasan yang berbeda. Dan Jonas sangat cemas dengan penugasan yang akan ia dapatkan.

Sang Penerima:

Kini Jonas resmi ditugaskan sebagai the receiver (sang penerima). Berbeda dengan teman-teman lainnya, ia mendapat tugas yang istimewa. Sang penerima mendapat banyak pengecualian seperti boleh berbohong, dan bertanya banyak hal termasuk yang tidak sopan sekalipun. Ia bahkan tidak boleh bercerita apapun tentang penugasannya kepada orang lain. Seharusnya keistimewaan posisinya membuat ia senang, anehnya Jonas malah semakin merasa takut.

Jonas sendiri belum yakin dengan tugas apa yang akan diterimanya. Ia hanya diminta untuk siap menanggung segala hal yang akan ia terima; semua perasaan kebahagiaan dan kesakitan. Satu-satunya jawaban adalah bertanya banyak hal kepada the giver (sang pemberi).

Sang Pemberi:

Seseorang yang sangat dituakan di komunitas masa Sekarang. Dengan kearifannya, ia selalu memberi nasihat jika para warga membutuhkan. Sang pemberi tidak mengajari Jonas hal-hal teknis seperti yang instruktur lain lakukan. Seperti namanya, ia hanya memberi apapun yang tidak pernah Jonas ketahui; ingatan masa lalu!

Masa Lalu:

Masa lalu memiliki banyak hal yang indah namun juga terlarang, tidak sopan, mengerikan dan menyakitkan. Ia juga menjadi sumber pengetahuan bagi komunitas masa sekarang. Banyak hal dari masa lalu yang sudah dilupakan oleh para warga dari komunitas masa sekarang. Maka dibutuhkanlah seseorang seperti sang pemberi dan sang penerima (Jonas) yang menanggung segala ingatan dari masa lalu.

Jadi jelaslah gambaran tugas untuk Jonas. Ia akan menanggung segala ingatan yang mengerikan dan menyakitkan dan juga menikmati kenangan yang indah dan menyenangkan. Dengan begitu ia akan memperoleh pengetahuan dan kearifan untuk membangun dan menjaga komunitas masa sekarangnya.

Namun segala ingatan itu malah membuat Jonas berkeinginan mendobrak kemapanan.

Analisa Distopia:

The Giver memiliki gambaran futuristik tentang bagaimana sekelompok manusia yang berusaha mengubah kehidupan menjadi lebih baik. Dengan kemajuan pengetahuan yang dimilikinya, mereka mengontrol kehidupan dengan hati-hati, mulai dari kelahiran, pekerjaan, pernikahan, hingga kematian. Sayangnya konsep hidup yang sempurna itu tetap saja ada kekurangan. Yakni tidak ada kehangatan yang melingkupi jiwa mereka. Para warga di komunitas hanya melakukan aktivitas sesuai dengan prosedur seperti... robot.

Mengontrol segala sesuatu akan membuat kita berlaku seperti Tuhan. Sementara manusia adalah ciptaan Tuhan yang dengan kecerdasannya menjalani hidup ini dengan keputusan dari pemikirannya sendiri. Dan Lowry menunjukkan bahwa segala sesuatu yang over-controlled bukanlah hal yang baik.

The Giver lahir dari pengalaman masa kecil Lowry yang pernah tinggal di Jepang beberapa waktu. Ia dan keluarganya tinggal di dalam komunitas Amerika disana. Hal ini membuatnya tidak merasa seperti hidup di Jepang dengan orang-orangnya yang jelas berbeda dengannya. Rasa keingintahuan Lowry yang besar membuat ia berimajinasi tentang suatu komunitas modern tempat the Giver berada.

Bintang:

Buku ini menjadi salah satu favorit saya. Dan saya pun memberikan 3 / 5 bintang.

Film:

Adaptasi film the Giver dirilis tahun ini (2014) dengan dibintangi oleh Meryl Streep dan Jeff Bridges.

Kilas Buku: Blood Red Road

|
Judul: Blood Red Road
Judul asli: Dustland #1, Blood Red Road
Penulis: Moira Young
Penerjemah: Lulu Fitri Rahman
Penerbit: Mizan Fantasi
Tahun terbit: Juli 2012
Tebal: 499 halaman

Novel Blood Red Road menarik perhatian saya dengan tulisan yang ada di sampul yang mengatakan bahwa buku ini lebih bagus daripada Hunger Games. Review tersebut menunjukkan bahwa novel ini (lagi-lagi) bergenre dystopia. Karena saya sedang gandrung dengan genre ini, maka saya memutuskan untuk mencoba membaca novel ini. Dan, saya ternyata tidak kecewa.

...

Cerita dimulai di sebuah daerah bernama Silverlake yang dihuni oleh satu keluarga. Ya, hanya satu keluarga. Pa, si ayah, mengaku dapat membaca bintang-bintang dan meramalkan masa depan. Tingkah laku Pa semakin aneh semenjak ditinggal oleh Ma yang meninggal saat melahirkan si kecil Emma. Mungkin itu yang membuat Saba membenci Emmi dan hanya mau bermain dengan kembarannya, Lugh. Wilayah Silverlake dikatakan mulai memburuk kondisinya ketika tiba-tiba sekumpulan orang berbaju hitam datang, membunuh Pa, dan mengambil Lugh. Di tengah perkelahian, Saba berjanji bahwa ia akan mencari Lugh sampai ketemu dan membawanya kembali.

Dalam pencarian Lugh, Saba mau tak mau harus bertoleransi dengan Emma yang dibencinya. Dalam petualangan tersebut Saba dijebak dan terpaksa bertarung dalam arena. Dalam arena, Saba bertemu dengan Jack, petualang ulung yang berjanji akan membantu menyelamatkan Lugh. Apakah Saba berhasil menyelamatkan Lugh? Mengapa Lugh diculik? Siapakah Jack sebenarnya?

...

Penokohan dalam novel ini sangat menarik. Saba dikisahkan memiliki kepribadian yang kuat dan pantang menyerah. Sedangkan Emma digambarkan sebagai anak yang keras kepala namun pemberani. Beberapa "kontroversi hati" juga sempat dihadirkan seperti: jika yang diculik adalah Emma, apakah kau masih mau untuk mencarinya? Seperti Hunger Games, cerita petualangan juga dibumbui drama cinta yang kocak. Namun, ada beberapa hal yang kurang mendapat penjelasan detail seperti bagaimana Saba yang tidak pernah berburu sebelumnya memiliki kemampuan berkelahi yang hebat dan sebagainya. Meski demikian, novel ini sangat menyenangkan dibaca dan layak untuk dijadikan koleksi.

PS. Novel ini sebenarnya adalah novel pertama dari seri Dustland. Namun sepertinya seri selanjutnya belum akan ada terjemahannya.

Ulasan ini untuk:
TBBR Mbak Maria
Lucky No. 14 Mbak Astrid
New Author RC Ren

Kilas Buku: The Death Cure (The Maze Runner #3)

|
Judul: The Death Cure (The Maze Runner #3)
Pengarang: James Dashner
Alih Bahasa: Yunita Candra
Penerbit: Mizan Fantasi
Tahun: Februari 2012
Tebal: 492 halaman
Rating: 4/5
Usia layak baca: 15+


Thomas menjalani ujian terakhir dengan dikurung dalam ruangan putih selama 26 hari. Ketika akhirnya ujian berakhir, Thomas dipertemukan kembali dengan teman-temannya dan diberi pilihan untuk dikembalikan memorinya. Thomas dan beberapa temannya menolak untuk dikembalikan ingatannya karena sudah muak dengan tipu daya WICKED. Mereka pun akhirnya berhasil melarikan diri.
Setelah berhasil melarikan diri, keadaan di luar ternyata sangat kacau. Terjadi penculikan manusia immune di mana-mana. WICKED masih membutuhkan manusia immune untuk mendapatkan obat. Thomas mendapatkan informasi bahwa teman-teman yang lain disekap di dalam Maze. Thomas dibantu teman-temannya akhirnya memutuskan untuk kembali ke Maze lagi, tempat mulainya semua kejadian ini.

...

Buku ketiga ini merupakan penutup dari serial the Maze Runner. Secara umum, novel ini sedikit lebih baik dari seri kedua. Penulis sepertinya sudah mulai mendapatkan ceritanya kembali. WICKED mengungkapkan kepada Thomas bagaimana Thomas memiliki obat Flare di dalam dirinya. Selain itu, diungkap juga bagaimana rasa bersalah Thomas karena keputusannya di masa lalu yang terkait dengan salah satu temannya yang tidak immune.  Denver digambarkan sangat kacau dengan penderita Flare di mana-mana. Kisah Maze Runner ini ditutup dengan sebuah akhir yang bisa dibilang happy ending, meski menurut saya masih terasa kurang sempurna.

Ulasan ini diikutsertakan pada FYE; Fun Year Event with Children's Lit: Fun Month 3 oleh Bzee.

Kilas Buku: The Scorch Trial (The Maze Runner #2)

|
Judul: The Scorch Trial (The Maze Runner #2)
Pengarang: James Dashner
Alih Bahasa: Meidyana Arrisandi
Penerbit: Mizan Fantasi
Tahun: Januari 2012
Tebal: 511 halaman
Rating: 3/5
Usia Layak Baca: 15+


Setelah berhasil melarikan diri dari Maze, Thomas dan teman-temannya ternyata tidak langsung bebas. Mereka dikumpulkan ke sebuah barak untuk dipersiapkan di ujian selanjutnya. Teresa secara tiba-tiba menghilang dan digantikan oleh bocah lelaki bernama Aris yang juga memiliki kemampuan telepati. Ternyata, ada dua grup yang dimasukkan ke dalam Maze. Grup A (grup Thomas) berisikan laki-laki semuanya, sedangkan grup B berisikikan wanita semuanya. Pada grup A dikirimkan seorang wanita (Teresa), sedangkan pada grup B dikirimkan seorang laki-laki (Aris). Ada beberapa anggota grup B yang berhasil melarikan diri juga dari Maze.

Secara tiba-tiba, muncul sosok lelaki yang disebut Thomas sebagai Manusia Tikus. Si Manusia Tikus ini memerintahkan Thomas dan Glader lain yang tersisa untuk menuju ke suatu tempat di padang pasir. Tidak ada pilihan lain, Thomas ditemani Glader lainnya pun berangkat menuju tempat yang dimaksud. Ternyata ada banyak terror yang mengiringi perjalanan mereka. Mulai dari bola baja yang membunuh tanpa ampun dan padang pasir yang penuh dengan Crank yang buas dan haus darah. Akankah Thomas dan teman-temannya menyelesaikan ujian kali ini?

....

Novel ini merupakan seri kedua dari trilogi the Maze Runner. Seri kedua ini mulai menceritakan tentang wabah yang muncul sebagai akibat dari radiasi sinar matahari. Manusia yang terjangkit oleh penyakit ini disebut sebagai Crank yang menurut pendapat saya mirip dengan zombie. Dunia luar digambarkan panas dan tandus akibat sinar matahari. Selain itu, ada faksi-faksi yang menguasai daerah di luar. Penggambaran dunia luar ini sangat khas dengan genre distopia. Namun demikian, dari segi cerita, seri kedua ini tidak sekuat seri yang pertama. Beberapa adegan seolah-olah tidak jelas tujuannya dan seakan-akan kehilangan arah. Namun demikian, kisah Thomas ini masih menarik untuk disimak.


Ulasan ini diikutsertakan pada FYE; Fun Year Event with Children's Lit: Fun Month 3 oleh Bzee dan Read Big Mbak Dessy di Ngidam Buku.

Kilas Buku: The Maze Runner (The Maze Runner #1)

|
Judul: Maze Runner #1: The Maze Runner
Pengarang: James Dashner
Alih Bahasa: Yunita Candra
Penerbit: Mizan Fantasi
Tahun: November 2011
Tebal: 532 halaman
Rating: 4/5
Usia Layak Baca: 15+


Seorang anak laki-laki tiba-tiba terbangun di dalam sebuah lift dengan hanya sebuah ingatan di pikirannya, Thomas. Itulah namanya. Ketika lift terbuka, dia disambut oleh sekelompok anak yang melihatnya dengan tatapan dan komentar yang aneh. Thomas akhirnya mendapati bahwa dia menjadi kelompok anak yang terjebak di dalam Maze. Mereka tinggal di dalam Glade, satu-satunya daerah aman di dalam Maze. Ketika malam menjelang, pintu Glade akan tertutup untuk mencegah makhluk buas aneh bernama Griever masuk. Beberapa anak yang memiliki kelebihan ditugaskan untuk menjadi Pelari. Mereka bertugas menyisir Maze pada siang hari untuk menemukan jalan keluar dari Maze dan harus sudah kembali ke Glade sebelum pintunya tertutup.

Anak-anak di dalam Maze dipimpin oleh Alby dan Newt dan bekerja sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing. Anehnya, meski mereka tinggal di dalam Maze, mereka dapat memenuhi kebutuhannya sendiri dan pada waktu tertentu lift akan mengirimi mereka dengan benda-benda yang mereka butuhkan. Keanehan mulai terjadi ketika tiba-tiba lift untuk pertama kalinya mengirimkan seorang anak perempuan. Thomas tiba-tiba merasa bahwa ia mengenal anak perempuan tersebut. Kedatangan anak perempuan, yang kemudian diketahui bernama Theresa itu, membawa peristiwa yang ditakuti oleh semua anak. Pintu Glade tiba-tiba tidak menutup lagi. Apakah yang harus mereka lakukan? Apa kaitan Theresa dengan Thomas? Apakah mereka berhasil menyelamatkan diri dari Maze? Apakah Maze itu sebenarnya?

...

Novel The Maze Runner ini merupakan seri pertama dari serial Maze Runner. Ketika membaca bagian awalnya, saya menjadi teringat akan sebuah film menegangkan berjudul SAW. Setting awal novel ini memang agak mirip dengan film tersebut, tokoh utama tiba-tiba terbangun dan berada pada ruangan misterius. Pada awalnya, saya sempat mengira bahwa cerita tentang Maze dapat berkembang sangat luas. Namun ternyata, penulis hanya membatasi setting tempat cerita ini hanya pada Glade dan bagian tertentu dari Maze saja. Tokoh Thomas dalam cerita ini terasa memiliki kemampuan yang lebih bila dibandingkan dengan tokoh-tokoh lainnya sehingga dirasa kurang seimbang dengan tokoh lainnya. Hal yang agak disayangkan adalah misteri tentang Maze dan jalan keluarnya ternyata sangat sederhana dan dapat ditebak. Namun hal ini cukup tertutupi dengan misteri baru yang mulai dibuka di akhir cerita untuk melanjutkan ke seri selanjutnya The Scorch Trial. Akhirnya jika teman-teman menyukai serial petualangan yang dibalut dengan misteri, novel ini cocok untuk anda.

Tambahan, saya rasa novel ini pun cocok untuk anak sekitar usia 15 tahun keatas. Meskipun sebenarnya agak sulit menentukan rentang usia untuk novel yang satu ini.

Ulasan ini diikutsertakan pada FYE; Fun Year Event with Children's Lit: Fun Month 3 oleh Bzee, Read Big Mbak Dessy di Ngidam Buku, dan New Authors RC 2013. Bagi yang ingin ikut serta silakan lihat syarat dan ketentuan disini, disini, dan disini.

Kilas Buku: Legend #1, Legend Los Angeles 2130

|
Legend #1, Legend Los Angeles 2130
Judul asli: Legend
Penulis: Marie Lu
Terbit: November 2012
Penerbit: Mizan Fantasi
Tebal: 382 halaman
Rating: 3/5
Usia kelayakan baca: 13 tahun


Sejak novel The Hunger Games muncul, genre distopia mulai menarik perhatian saya. Salah satu novel distopia yang muncul adalah novel berjudul Legend yang dikarang oleh Marie Lu. Novel ini berlatar belakang tahun 2130 di mana Amerika Serikat terbagi menjadi dua wilayah, yaitu Republik di Barat dan Koloni di Timur. Pada seri pertama ini, fokus cerita berada pada Republik dengan bentuk pemerintahan militer. Setiap anak muda harus menjalani "trial" untuk menentukan apakah mereka masuk ke militer dan bagaimana ranking mereka. Jika anak-anak tersebut tidak lolos trial, mereka akan dijadikan kelinci percobaan di dalam laboratorium milik Republik.

Kilas Buku: NSJ 2122 #2, The Independent

|
NSJ 2122 #2, The Independent
Serial: NSJ 2122
Penulis: Efi F. Arifin
Terbit: Desember 2004
Penerbit: DAR! Mizan
Tebal: 253 halaman

Pada Mumi Legenda, telah diceritakan terdapat chip memori yang berasal dari Mumi berusia ratusan tahun yang dibekukan oleh NSJ. Dalam chip tsb terdapat kilasan kejadian mengerikan sebelum terbentuknya dunia baru NSJ. Dan hal inilah yang menjadi kunci bobroknya NSJ. Berbagai organisasi penentang NSJ bersatu dan merencanakan 'kericuhan' pada hari jadi NSJ. Mereka pun memutarkan film masa lalu NSJ pada layar-layar di seluruh kota di dunia. Film tsb tak lain tak bukan berasal dari chip memori mumi yang bernama Miriam itu.

Sementara apa hubungan Rekha dengan mumi dan memori tsb? Rekha pada awalnya pun mumi dan menyatu dalam badan mumi Miriam. Ya, Rekha merupakan janin yang dikandung dalam tubuh Miriam dan ikut dibekukan selama ratusan tahun. Namun pada sebuah kondisi, ada seorang ilmuwan terkemuka NSJ yang diam-diam memindahkan janin Miriam pada tubuhnya dan melahirkan Rekha sebagai anaknya sendiri. Pada masa-masa kemudian, ketika Rekha menyadari hal ini, ia pun ikut ambil bagian yang mengungkapkan kebrutalan NSJ di masa lalu.

Novel kedua dari serial NSJ 2122 ini pun tak kalah menariknya dengan yang pertama. Alur yang masuk akal dengan genre sains dan distopianya membuat pembaca tak lelah menelusuri kalimat demi kalimat hingga habis. Ditambah dialog-dialog (banyak) yang lucu dan garing khas film barat. Ya bisa ditebak si Penulis ketika membuat novel ini harus bertapa selama mungkin demi fokus nonton film yang berkaitan dengan fiksi sains. Silakan dibaca, semoga saja masih ada yang menjual cetakannya. Tapi saya ndak yakin hehe.

Kilas Buku: NSJ 2122 #1, Mumi Legenda

|
Judul: Mumi Legenda (NSJ 2122)
Serial: NSJ 2122 #1
Penulis: Efi F. Arifin
Terbit: 2004
Penerbit: DAR! Mizan
Tebal: 227 halaman

Yay! Novel ini adalah salah satu novel sci-fi Indonesia yang saya suka selain novel AREA X. Menurut saya, novel Mumi Legenda karya Mbak Evi ini adalah termasuk genre sci-fi generasi pertama, lagi-lagi selain AREA X tentunya. [Haay kapan-kapan akan saya ulas tentang novel yang saya suka itu di blog ini nanti. :D] Karena novel ber-genre sci-fi benar-benar belum begitu banyak di tahun 1999 dan awal 2000an, jadi saya berani menyebut novel Area X dan Mumi Legenda ini termasuk dalam generasi awal mula sebab sci-fi dan distopia di Indonesia semakin berkembang. Kalau ada pendapat lain dengan alasan yang masuk akal saya terima kok. :D

Oke, balik ke Mumi Legenda, ulasannya begini, diceritakan dalam novel bahwa di tahun 2122, semua negara di dunia ini telah bersatu, sehingga tidak ada lagi negara dengan pemimpin dan pasukan tentara yang berbeda. Tidak ada lagi bendera dan lagu kebangsaan. Semua negara diatur dibawah satu kepemimpinan, Nations Society for Justice (NSJ). Kondisi pada tahun tersebut semua serba canggih, tidak ada negara miskin atau terbelakang dan berkembang lagi, semua telah menjadi wilayah yang maju dan sangat sadar teknologi.

Kilas Buku: Uglies #3, Specials

|
Judul: Specials
Serial: Uglies #1
Penulis: Scott Westerfeld
Penerjemah: Yunita Candra S
Terbit: Juli 2011
Penerbit: Matahati
Tebal: 389 halaman

Kini Tally berubah menjadi kaum Specials, dengan otot dan tulang sekuat baja, kuku dan gigi runcing setajam silet. Pikiran pun jernih tanpa cela dan sangat peka untuk merasakan apa yang ada di sekitarnya. Bahkan penciumannya pun mampu mengendus bau seseorang hingga 1 km jauhnya. Namun perasaannya bengis dan tak kenal ampun. Ya, itulah Tally yang sekarang. Apalagi ia telah masuk menjadi anggota dari kelompok Cutter, kelompok specials dari kaum Specials.

Tally bersama Shay (kini menjadi Boss dari Cutter) dan yang lain membantu Specials Circumtances memburu Smoke Baru, kaum yang menentang operasi plastik dan berusaha memulihkan para kaum yang otaknya diubah melalui operasi. Akhir-akhir ini kaum Smoke berhasil menyelundupkan sekitar 200,000 pil penyembuh dan itulah yang menyebabkan adanya perubahan pada prilaku orang-orang rupawan baru di kota. Tally merasa marah sekali dan merasa harus memburu mereka yang dianggapnya pernah menculik dirinya dari kota. Namun Tally mulai berubah pikiran ketika pacarnya Zane yang masih sekarat, memilih untuk tidak mengikuti jejaknya sebagai kaum Specials.

Kilas Buku: Uglies #2, Pretties

|
Judul: Pretties
Serial: Uglies #2
Penulis: Scott Westerfeld
Penerjemah: Yunita Candra S.
Terbit: Oktober 2010
Penerbit: Matahati
Tebal: 384 halaman

Akhirnya Tally mendapatkan apa yang pernah diimpikannya, wajah rupawan, otot dan tulang yang lebih kuat, juga kehidupan gemerlap yang memang biasa dilakukan para kaum rupawan baru. Sesaat Tally merasa senang karena tidak harus bekerja, yang mereka kerjakan hanyalah berpesta sepanjang waktu. Namun di satu sisi, Tally lelah dengan rutinitas pesta. Suatu ketika dalam sebuah pesta, ia merasa diikuti oleh seorang Special Circumtances, aparat rahasia kota. Ia agak takut namun akhirnya ia memberanikan diri mencari si aparat yang secara rahasia menguntitnya. Ternyata itu hanyalah penyamaran, dan orang yang menyamar sebagai aparat tadi segera memberikan sebuah pesan di masa lalu kepadanya. Pesan itu adalah pesan yang ditulis Tally untuk dirinya sendiri. Saat itu ia sedikit demi sedikit mulai tahu kalau ia menjadi rupawan bukan karena memang ingin menikmatinya, namun karena memang sukarela menjadi percobaan dr. Maddy, yang tengah berusaha menyembuhkan kerusakan otak para kaum rupawan. Ya, kaum rupawan bukan hanya sekedar dioperasi fisiknya hingga cantik, namun juga dirusak otaknya agar menjadi patuh dan 'berotak kosong'.

Menyadari hal itu Tally mencoba menjalani misinya dan diam-diam melakukan pemberontakan bersama beberapa temannya. Hingga akhirnya Tally berhasil kabur dari kota menuju Smoke (dunia orang-orang yang tidak mau dioperasi) untuk kedua kalinya. Namun kali ini akhirnya usahanya gagal lagi. Dr. Cable yang bengis lagi-lagi menjemputnya dan kini ia harus menerima dioperasi paksa.

Kilas Buku: Uglies #1, Uglies

|
Judul:  Uglies
Serial: Uglies #1
Penulis: Scott Westerfeld
Penerjemah: Yunita Candra
Terbit: 29 April 2010
Penerbit: Matahati
Tebal: 432 halaman

Ada sebuah dunia dimana sebagian besar rakyatnya bermimpi agar fisiknya diubah menjadi rupawan ketika usia mereka 16 tahun. Menjadi rupawan bukan hanya menjadi cantik / tampan selamanya, namun juga menjadi kuat, bahkan hingga saatnya tak bernyawa nanti. Tally Youngblood termasuk salah satu dari mereka yang memimpikan itu. Menjadi kaum buruk rupa (sebutan bagi mereka yang belum dioperasi plastik) hingga usia ke-16 merupakan hal yang tidak terlalu membosankan namun juga tidak sabar untuk menjadi rupawan dan pindah ke kota bersama orang-orang yang sudah menjadi rupawan lebih dulu.

Namun ketika ia bertemu dengan Shay, pada beberapa bulan sebelum ulang tahunnya, pikirannya mulai bimbang. Dari Shay ia mulai tahu dunia luar yang lebih luas dari dunianya. Dan ketika Shay memutuskan untuk pergi meninggalkan kehidupannya yang sekarang, Tally kian bimbang. Ia mulai mengetahui bahwa menjadi rupawan tidak secantik yang ia lihat, akan ada banyak yang harus ia relakan, bukan hanya tubuh aslinya yang diganti, tapi juga pikirannya, jati dirinya.

***

Novel ini aku beli diskonan di bazaar, hehe. Dan ternyata memang lumayan seru, salah satu jenis novel fiksi yang berkategori urban dan science. Entah, dalam novel ini saya hampir tak melihat celah untuk dikritik. Pesan yang disampaikan juga mampu digambarkan dengan lugas dan baik. Bahwa menjadi rupawan bukanlah segala-galanya. Apalagi jika hanya demi menjadi rupawan keaslian diri kita harus diambil dan diganti dengan bahan non-buatan-Tuhan. Yaa, sebenarnya novel ini agak rumit juga, banyak hal dalam dunia Tally yang harus kita pahami, khususnya yang bersinggungan dengan daya imajinasi soal teknologi. Tapi syukurlah sang penulis (juga sang penerjemah ke bahasa Indonesia) berhasil menceritakannya dengan baik. Sehingga novel ini mudah dan enak dibaca. :)

Kilas Buku: Divergent #1, Divergent

|
Divergent #1, Divergent
Penulis: Veronica Roth
Penerjemah: Anggun Prameswari
Terbit: Mei 2012
Penerbit: Mizan Fantasy
Tebal: 543 halaman


Sejak The Hunger Games, novel-novel lain bergenre distopia mulai bermunculan. Salah satunya adalah novel Divergent karya Veronica Roth. Saya agak takjub begitu mengetahui bahwa Roth masih berusia 23 tahun (saat tulisan ini ditulis). Baiklah mari kita mulai dengan latar belakang novel ini terlebih dahulu.

Cerita berlatar belakang di Chicago setelah berakhirnya perang nuklir yang meluluhlantakkan dunia. Untuk mencegah peperangan datang kembali, dibuat sebuah sistem yang mengelompokkan manusia berdasarkan sifat dominan mereka. Pada usia 16 tahun, setiap orang harus memilih satu dari lima faksi dan hidup dengan cara faksi tersebut. Faksi-faksi tersebut adalah Abnegation, faksi untuk orang-orang yang mengutamakan orang lain tanpa pamrih, Candor, faksi yang mengutamakan kejujuran, Dauntless, faksi untuk orang-orang pemberani, Amity, faksi yang cinta damai, dan Erudite, faksi untuk orang-orang yang haus akan ilmu pengetahuan. Sebelum seseorang dinyatakan diterima masuk ke satu di antara kelima faksi tersebut, mereka harus mengikuti proses inisiasi, semacam ujian masuk ke faksi yang bersangkutan. Jika gagal, maka orang tersebut akan menjadi factionless, tidak memiliki faksi, menggelandang, dan ditinggalkan dari kehidupan bermasyarakat. Pemerintahan dijalankan oleh faksi Abnegation karena sifat mengutamakan orang lain, sedangkan Dauntless dipercaya sebagai pasukan penjaga keamanan dan perbatasan.

Kilas Buku: The Hunger Games #3, Mockingjay

|
The Hunger Games #3, Mockingjay
Judul Asli: The Hunger Games #3, Mockingjay
Penulis: Suzanne Collins
Penerjemah: Hetih Rusli
Terbit: 12 Januari 2012
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Hunger Games terakhir berakhir kacau. Katniss diselamatkan oleh para pemberontak dan Peeta ditangkap oleh Capitol. Peperangan dan konflik antara Capitol dan para pemberontak kian memanas. Distrik 13 yang dikabarkan telah dihancurkan oleh Capitol ternyata masih ada dan menjadi sarang pemberontak. Katniss diungsikan ke sana untuk dijadikan Mockingjay, simbol perlawanan terhadap kesewenang-wenangan Capitol. Akibatnya, Distrik 12 dihancurkan dan distrik-distrik lainnya dijaga ketat oleh pasukan Capitol. Apakah Capitol akan berhasil ditaklukkan? Lalu bagaimana dengan Peeta?

...

Buku terakhir dari trilogi The Hunger Games ini sangat menarik dan berbeda dengan kedua buku sebelumnya. Pada buku ini, diperlihatkan perubahan sifat Katniss, dari yang sebelumnya pemberani dan pemberontak menjadi bimbang dan penuh kesedihan. Mungkin karena banyaknya tekanan, baik dari pihak Capitol maupun dari pihak pemberontak itu sendiri. Di buku ini juga mulai diperlihatkan rencana-rencana pemberontakan yang ternyata telah disusun di Distrik 13, di mana Katniss merupakan salah satu pion di dalamnya. Cerita diakhiri dengan pilihan berat yang harus dilakukan oleh Katniss. Mockingjay mungkin merupakan seri tersuram dari trilogi ini.

Kilas Buku: The Hunger Games #2, Tersulut

|
The Hunger Games #2, Tersulut
Judul Asli: The Hunger Games #2, Catching Fire
Penulis: Suzanne Collins
Penerjemah: Hetih Rusli
Terbit: Juli 2010
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 424 halaman

Kemenangan bersama Katniss dan Peeta yang berindikasi pemberontakan membuat sejarah baru dalam Hunger Games. Muncul isu-isu yang mengatakan bahwa kemenangan tersebut memicu pemberontakan terhadap Capitol di distrik-distrik lain. Presiden Snow, pemimpin Capitol, berusaha menyembunyikan isu tersebut dengan tur kemenangan Katniss dan Peeta ke semua distrik. Pada tur tersebut, mereka berdua harus menunjukkan bahwa mereka adalah pasangan yang benar-benar saling mencintai untuk menutupi isu pemberontakan pada kemenangan mereka. Jika tidak, keluarga dan teman-teman mereka di Distrik 12 akan menerima akibatnya. Lalu, bagaimanakah dengan Hunger Games berikutnya? Siapa yang akan menjadi pesertanya?

...

Novel Catching Fire merupakan novel kedua dari trilogi The Hunger Games. Seri ini memperlihatkan bagaimana fasilitas Capitol terhadap pemenang Hunger Games. Namun demikian, ancaman tetap datang untuk memastikan kekuasaan Capitol atas semua distrik. Konflik hubungan antara Peeta dan Katniss sempat terjadi karena kesalahpahaman pengertian tentang apa yang terjadi pada Hunger Games sebelumnya. Distrik-distrik lain juga mulai diperkenalkan dan diperlihatkan, termasuk distrik yang pernah dihancurkan Capitol karena pemberontakan. Klimaks dari seri ini diperlihatkan oleh sebuah kejutan yang terjadi mendekati akhir cerita, membuat kita penasaran untuk membaca seri terakhir dari trilogi ini.

Kilas Buku: The Hunger Games #1, The Hunger Games

|
The Hunger Games #1, The Hunger Games
Penulis: Suzanne Collins
Penerjemah: Hetih Rusli
Terbit: Oktober 2009
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 408 halaman

The Hunger Games adalah novel dengan genre yang cukup unik, karena ada unsur fiksi sains, distopia, dan survival di dalamnya. Novel dengan genre distopia (lawan dari utopia) baru kali ini saya temui dan ternyata sekarang mulai sering bermunculan. Novel ini merupakan sebuah trilogi yang ditulis oleh Suzanne Collins.

The Hunger Games berlatar belakang sebuah negara bernama Panem yang terletak di bekas wilayah negara-negara di Amerika Utara. Capitol sebagai ibukota Panem dikelilingi oleh 12 distrik yang memiliki spesialisasi hasil produksinya masing-masing. Penduduk yang tinggal di ke-12 distrik tersebut hidup menderita dan kelaparan akibat perlakuan Capitol yang semena-mena. Tak hanya itu, untuk mencegah pemberontakan yang pernah terjadi, setiap tahun, Capitol menyelenggarakan hajatan besar berupa sebuah reality show di TV bernama Hunger Games. Mereka memilih secara acak seorang laki-laki dan seorang perempuan berusia antara 12 hingga 18 tahun dari setiap distrik untuk berpartisipasi dalam acara tersebut. Kedua puluh empat peserta harus bertarung satu dengan yang lain hingga satu orang tersisa dan menjadi pemenang.

Custom Post Signature