Top Social

Showing posts with label Elex Media Komputindo. Show all posts
Showing posts with label Elex Media Komputindo. Show all posts

[Blogtour & Giveaway] Kilas Buku: Berdamai Dengan Kanker

|


Judul Buku     : Berdamai Dengan Kanker
Penulis            : Rahmi Fitria
Penerbit         : PT Elex Media Komputindo
Cetakan I        : 2018
ISBN                : 978-602-04-5330-9
Tebal              : 205 hal

Kanker adalah momok menakutkan bagi banyak orang. Sebab ia adalah penyakit yang dapat menjalar dengan cepat dan mengambil alih organ tubuh hingga kehilangan fungsinya.

Rahmi Fitria, salah seorang penyintas kanker payudara, memutuskan untuk menulis buku atas pengalamannya sendiri, dan juga orang lain yang memiliki pengalaman sama dengannya. Ada 13 orang yang membagikan kisahnya termasuk Titiek Puspa, Shahnaz Haque, dan dr. Ratih Citra Sari.

Titiek Puspa terkena kanker serviks di usia yang tidak lagi muda. Menurut apa yang pernah saya baca, ada sekitar 20% wanita lansia yang beresiko menderita kanker serviks seperti Eyang Titiek Puspa ini. Meskipun Eyang nrimo (sebagian hal karena sudah sepuh), ia tidak sertamerta putus asa. Ia yakin bahwa dirinya masih diberi kesempatan untuk hidup, maka ia bertahan. Ajaib, hanya dalam waktu 13 hari ia sembuh dengan meditasi.

Sementara Shahnaz Haque, artis dan presenter yang terkenal ceria, pernah terkena kanker ovarium sewaktu belum menikah. Kondisinya ini membuat Shahnaz tidak terlalu memikirkan pernikahan karena ada resiko tidak bisa mendapatkan keturunan. Sungguh kuasa Tuhan, akhirnya ia menikah dengan musisi Gilang Ramadhan dan memiliki tiga orang anak! Lagi-lagi Tuhan membuat segalanya menjadi mudah bagi mereka yang percaya. Karakter Shahnaz yang riang gembira sangat membantu kesembuhannya. Bahkan dokternya sendiri bilang kalau ia tidak akan segera mati karena penyakitnya karena selalu tertawa.

Siapa sangka seorang dokter terkena penyakit mematikan ini? Kanker tidak pandang bulu. Ia dapat hinggap pada siapa saja. Ratih Citra Sari, seorang dokter yang juga pernah menjadi host dalam sebuah acara di salah satu kanal televisi, terkena kanker sumsum tulang ganas yang biasanya menyerang orang-orang dengan rentang usia di atas 50 tahun. Ratih yang saat terkena kanker sedang mengalami kondisi baik dalam pekerjaan dan pendidikan harus merelakan itu semua demi mengobati penyakitnya. Seperti Titiek Puspa, saat tubuhnya tengah lelah dengan kemoterapi, ia mencoba menenangkan diri dan melakukan yoga. Luar biasa, pikiran yang tenang dapat membuat tubuh ikut tenang dan pulih. Ia belum dinyatakan sembuh sehingga ia sadar penyakitnya dapat kambuh sewaktu-waktu. Maka yang ia lakukan adalah makan dengan pola dan menu yang benar, menjauhi stres, dan berlatih yoga iyengar.

Banyak faktor yang menyebabkan kanker, mulai dari gen, makanan, lingkungan, gaya hidup, juga stres dan perasaan tidak berdaya. Selain melampirkan kisah penyintas kanker, buku ini juga menyertakan berbagai artikel mengenai penelitian tentang hubungan pikiran yang tertekan dengan penyakit kanker. Pun, yang juga tak kalah bermanfaat adalah lampiran stimulasi fisik untuk ketenangan pikiran dan resep smoothie buah dan sayur.


Buku ini bisa didapatkan di toko buku ataupun ebooknya di aplikasi Gramedia Digital. Hasil penjualan akan disumbangkan untuk YOAI Foundation (IG: @yoaifoundation). Tapi, blog ini memberikan satu secara gratis untuk yang berhasil terpilih. Berikut syarat dan caranya:

1. Follow blog Ini.

2. Follow akun Instagram Berdamai dengan Kanker (wajib) IG @berdamaikanker

3. Follow social mediaku Twitter : @kilasbuku , dan Instagram  : @buku.dibaca.in

4. Share link giveaway ini di akun sosial media kalian dengan mention twitterku  dan IG berdamaikanker

5. Pertanyaan : Mengapa kamu ingin membaca dan memiliki buku Ini?

6. Jawaban ditulis di kolom komentar postingan ini

       Nama :

       Akun IG :

       Email :

      Linkshare :

       Jawaban :

    7. Giveaway ini hanya berlaku bagi kalian yang memiliki alamat pengiriman di Indonesia

     8. Periode giveaway ini dari tanggal 4 – 10 November 2018

     9. Pengumuman pemenang akan dilakukan maksimal tiga (3) hari  setelah giveaway berakhir

    10. Ada 1 orang yang akan mendapatkan Buku Berdamai dengan Kanker dari penulisnya

Semoga beruntung.


  • UPDATE: PEMENANGNYA ADALAH SABBATH NATALIE 




Kilas Buku: Best of Jeju

|

Akhir-akhir ini saya memutuskan untuk menjadikan Korea Selatan sebagai salah satu negara keren yang harus dikunjungi. Padahal saya bukan orang yang hobi travelling (karena memang ga punya duit hehe). Mungkin ini pengaruh juga ya dari tayangan layar kaca produksi negeri ginseng itu. Meski saya bukan Korea freak, namun beberapa promosi tentang Korea (termasuk drakor dan reality show) berhasil membuat saya terpesona.

Buku ini merupakan panduan untuk daerah Korea untuk wilayah bagian selatan. Wilayah selatan memiliki pesona Korea yang sangat menarik untuk dinikmati. Jika wilayah utara punya kota-kota modern seperti Seoul, maka wilayah selatan memiliki Pulau Jeju untuk dijelajahi.

Wilayah selatan memiliki beberapa provinsi seperti Gyeongsang, Jeolla, dan Pulau Jeju. Gyeongsang adalah sebuah ibu kota pada masa dinasti Silla. Kini ia memiliki kota-kota utama seperti Busan dan Daegu. Jeolla meiliki tanah paling subur, tidak heran ia memiliki banyak makanan khas yang lezat. Sementara Pulau Jeju memiliki otonomi tersendiri. Banyak budaya yang menarik di pulau ini, salah satunya sistem keluarga yang matrilineal. Kebanyakan perempuan Jeju bertugas mencari nafkah. Mereka disebut dengan Hanyeo atau perempuan laut. Mereka bekerja dengan menyelam ke dasar laut untuk mengumpulkan kulit kerang dan produk laut lainnya. (hlm. 5-6)

Awalnya saya mengira buku ini akan penuh dengan pengalaman (dengan bahasa santai) para penulis ketika mereka berjalan-jalan di berbagai destinasi di wilayah selatan. Ternyata tidak begitu isinya. Ya memang berbagai pengalaman memang ditulis, namun dalam bentuk informasi, sejarah, dan rincian rencana yang pakem. Bahkan tata cara dan alur visa, keberangkatan di bandara, terminal, pelabuhan ditulis dengan sangat terperinci. Jadi saya rasa buku ini benar-benar cocok untuk mereka yang serius terbang ke Korea.

Bagi sebagian pembaca yang mengharapkan tulisan santai ala blogger mungkin akan sedikit merasa bosan dengan buku ini. Jadi sepertinya judulnya agak menipu ya, "Best of Jeju", yang padahal isinya ga cuma soal Jeju, tapi juga provinsi lain di wilayah selatan. Baiknya adalah, buku ini menyediakan segala informasi yang mungkin dibutuhkan untuk para traveler yang ingin melancong ke sana. So, siap ke Korea? Aku sih siap, tapi kalo ada yang mau menyokong hihi.

3 bintang untuk Best of Jeju.

Data buku

Judul: Best of Jeju
Penyusun: D. Rosalina, et al
Tebal: paperback, 292 halaman
Penerbit: Elex Media Komputindo, 19 Juni 2013
ISBN 13: 9786020214054

Kilas Buku: The Heat is On

|

Isabella Manchelli (Bella) adalah seorang perempuan yang bebas dan senang berpetualang. Ia memiliki gaya bohemian, yang tidak suka menetap di suatu tempat. Paham ini juga berpengaruh pada kehidupan cintanya. Ia senang dengan kencan satu malam dan tidak tertarik dengan ide cinta selamanya. Itu hanya karena ia belum menemukan orang yang tepat.

Jacob Madden (Jacob) adalah seorang detektif. Ia adalah lelaki yang teratur dan selalu waspada. Ia menjadi salah satu kencan semalam Bella. Namun sepertinya Bella dan Jacob menyadari kalau hubungan mereka akan berlanjut menjadi kencan setiap malam. Apakah ini akan terjadi selamanya? Apakah akhirnya Bella menemukan pasangan dan kota yang tepat untuk tinggal?

Bella vs Jacob

Awalnya saya curiga kalau cerita ini adalah fanfic untuk twilight. Again? Ow, cukup Fifty Shades of Grey aja yang jadi fanfic twilight. Yah, karena nama tokohnya Bella dan Jacob sih, jadi saya sudah berprasangka buruk saja. Tokoh Jacob (ah, mungkin Jill Shalvis ini beneran suka ya sama Jacob di Twilight) digambarkan begitu maskulin dengan kulit yang gelap. Sementara Bella digambarkan sebagai perempuan yang sangat mandiri (beda dengan di cerita sebelah kan).

Tapi Jill Shalvis adalah pengarang yang handal. Ia berhasil membuat roman yang seksi betulan seksi. Saya suka idenya tentang cerita asmara yang disandingkan dengan pembunuhan. Kasus dibuka dengan pembunuhan salah satu kencan semalam Bella, bernama Seth. Ia tersungkur di dapur pastry tempat Bella bekerja. Selanjutnya penembakan juga terjadi pada hari berikutnya. Hal ini membuat polisi curiga jika semua ini ada hubungannya dengan Bella.

Para pembaca pasti bertanya-tanya apakah detektif Jacob dapat bersikap netral? Karena bisa jadi Bella, si perempuan cantik itu, adalah pelaku penembakan yang sebenarnya.

Kesan

Karena ini adalah novel dewasa, tentunya akan banyak adegan panas antara Jacob dan Bella. Sebagian menarik, namun sebagian terasa membosankan karena terlalu banyak. Jadi ya sebenarnya saya selalu skip bagian itu :D

Ini pertama kalinya saya baca karangan Jill Shalvis. Yang saya bikin takjub, baru kali ini saya membaca buku roman tanpa menghitung jumlah halaman dan tanpa bertanya-tanya kapan cerita akan berakhir. Tiba-tiba saja saya sudah menyelesaikan buku tanpa terasa. Berarti bener-bener page-turner ya :D

OK, karena saya punya kesan yang bagus, maka saya kasih 4 bintang untuk buku ini.

Data Buku

Judul: The Heat is On
Pengarang: Jill Shalvis
Penerjemah: Olyvia Sundari Poerwaka
Tebal: 273 halaman
Penerbit: Elex Media Komputindo, 6 Maret 2017

Kilas Buku: The Marriage Season

|


Bex Stuart adalah perempuan berumur 30 tahun yang sukses. Ia seorang atlit yang membuka usaha di bidang klub kebugaran. Sayangnya, ia belum menikah, seperti kedua sahabatnya, Melody & Hadleigh. Bex pernah punya kekasih, William. Cowok tentara itu adalah kakak dari Hadleigh. Menyedihkan ketika ia harus meninggal dalam perang di Afghanistan dan meninggalkan keluarga dan juga Bex untuk selamanya.

Hadleigh dan Melody berpendapat Bex tidak harus selamanya melajang. Maka, mereka menjodohkan cewek atletis itu dengan Tate Calder, Duda keren beranak dua. Baik Bex maupun Tate tidak menolak atau setuju dengan perjodohan itu. Mereka menjalaninya dengan santai. Yang menjadi masalah adalah apakah mereka siap untuk move on, karena ternyata Tate juga takut menghadapi komitmen untuk hubungan baru. Ia pernah mengalami kekecewaan yang dalam terhadap mendiang istrinya dulu pada pernikahannya.

Tate, meskipun juga sukses dan banyak uang, bukanlah tipe lelaki pecandu kerja. Ia adalah tipe family man yang senang di rumah untuk mengurus anak-anaknya.
Yang Tate inginkan hanyalah tinggal di sepetak tanah yang tenang dengan pemandangan pengunungan Teton yang luar biasa dan membesarkan kuda-kuda serta anak-anaknya. (h. 90)
Lalu bagaimanakan hubungan Tate dan Bex berlanjut?

Datar-Membosankan

Pada awalnya, cerita mengalir lancar dengan premis-premis yang menarik. Ada Bex yang hampir jadi perawan tua, lalu Tate dengan status duda-nya. Masalah ditambahkan dengan masalah perceraian kakak Bex dengan kakak iparnya yang pelik. Lalu Tate dengan ayahnya yang senang ikut campur urusan bisnisnya.

Lama-lama, tidak ada lagi persoalan yang menantang antara si lajang dan si duda. Tate dan Bex cenderung anteng. Hubungan mereka bahkan sangat aman dan mendapat persetujuan seisi kota. Ah, intinya, cerita jadi datar dan cenderung membosankan. :(

Tapi yah, cerita yang lumayan lah. Tidak ada bahasa yang vulgar dalam menggambarkan kegiatan hubungan intim. Cara penyampaian cerita secara keseluruhan pun apik dan tertata.

Informasi buku

Judul: The Marriage Season
Pengarang: Linda Lael Miller
Alih bahasa: Ine Milasari Hidajat
Tebal: paperback, 410 halaman
Penerbit: Elex Media Komputindo, 2017 (pertama kali terbit 2015)


Kilas Buku: The Duchess Diaries (The Bridal Pleasure #3)

|


Tentang serial ini

difoto dari terbitan Elex Media Komputindo

Ini adalah serial kedua dari The Bridal Pleasures. Banyak yang mengaitkan kalau ini adalah buku keduabelas dari serial Boscastle. Yah, memang ceritanya masih ada kaitannya dengan keluarga Boscastle, namun buku ini jelas secara resmi merupakan seri yang terpisah.

Sinopsis

Miss Charlotte Boscastle, tidak seperti anggota keluarga Boscastle lainnya yang terkenal penuh skandal, adalah perempuan yang kaku dan sangat bertata-krama. Ia menjabat sebagai kepala akademi sekolah tata krama khusus gadis bangsawan. Namun siapa sangka ia gemar menulis buku harian yang sangat menggelora.

Gideon, Duke of Wynfield, adalah seorang duda tampan yang masih muda. Ia kehilangan istrinya saat anak perempuannya masih sangat kecil. Karena hal itu ia menjadi jauh dengan anaknya dan pergi bersenang-senang untuk menghibur diri. Suatu ketika di pesta dansa, ia ditantang oleh Devon, salah satu sepupu Charlotte, untuk mendekati si kepala sekolah yang kaku itu. Gideon menyanggupi. Namun siapa sangka hal itu akan menjadi rumit.

Kejadian tidak menyenangkan datang lagi: buku harian Charlotte hilang. Ia sangat cemas hingga hampir tidak bisa tidur. Sebab isi dari buku harian itu akan menggemparkan seisi London dan membuat malu keluarga Boscastle. Keinginan Charlotte untuk menjauhi skandal tidak terpenuhi. Apalagi ia tertangkap basah sedang berada di kamar Gideon malam-malam. Gosip pun menyebar.

Dan apa yang akan terjadi selanjutnya antara Gideon dan Charlotte? Segala sesuatu benar-benar telah menjadi rumit.

Kesan

Dari dua buku sebelumnya, buku inilah yang paling saya sukai. Mengejutkan? Yap. Mungkin karena saya tertarik dengan karakter Charlotte Boscastle yang kaku, namun ternyata memiliki sisi manusiawi yang membuatnya setara dengan orang lain. Ia sama-sama lemah, sama-sama rentan dan juga mudah berbuat salah.

Sementara Gideon, adalah karakter yang biasa ditemui pada setiap cowok urakan di novel picisan. Tapi, yah, dia cocoklah dengan Charlotte. Perpaduan yang aneh. :))

Apalagi yang menarik? Enggak ada sih. Hehe. Buat saya, Charlotte dan buku hariannya lah yang membuat menarik. Lain itu, biasa aja. :D

Buku ini cocok dibaca oleh pembaca dewasa. Adek-adek yang masih merasa imut dan polos, tahan dulu ya. :P

Informasi buku

Judul: The Duchess Diaries
Serial: The Bridal Pleasure
Pengarang: Jillian Hunter
Tebal: paperback, 416 halaman
Penerbit: 6 Februari 2017, Elex Media Komputindo

Kilas Buku: A Bride Unveiled (The Bridal Pleasures #2)

|


Tentang serial ini

difoto dari terjemahan Elex Media Komputindo

Ini adalah serial kedua dari The Bridal Pleasures. Banyak yang mengaitkan kalau ini adalah buku kesebelas dari serial Boscastle. Yah, memang ceritanya masih ada kaitannya dengan keluarga Boscastle, namun buku ini jelas secara resmi merupakan seri yang terpisah.

Sinopsis

Seorang anak perempuan bernama Violet Knowlton tinggal di sebuah kota kecil bernama Monk's Huntley bersama Bibi dan Pamannya, Baron dan Lady Ashfield. Ia tinggal di sebuah rumah besar dan jarang keluar rumah. Teman main Violet hanyalah seorang pengasuh bernama Miss Higgins yang memanipulasi usianya agar dapat bekerja di rumah keluarga Ashfield.

Suatu ketika Violet melihat seorang anak laki-laki dari jendela rumahnya. Si anak laki-laki terlihat sangat terampil memainkan pedang. Violet terpesona. Keinginannya untuk bermain dengan anak laki-laki itu pun terpenuhi. Bersama dua sahabatnya yakni Eldbert dan Ambrose, ia bermain petualangan dengan Kit si anak laki-laki itu, di sekitar kuburan batu. Sayangnya masa-masa petualangan mereka ada akhirnya. Mereka berempat berpisah untuk menempuh jalan masing-masing menuju kedewasaan. Namun siapa sangka, Violet dan Kit bertemu kembali di masa depan. Sayangnya ketika itu Violet sudah memiliki peminang dari kalangan terhormat.

Kesan

Saya suka dengan kerangka ceritanya, dua orang young lover yang bertemu kembali ketika mereka dewasa. Yang mana keduanya harus memperjuangkan cinta mereka dan menerjang berbagai halangan dan rintangan. Sayangnya, menurut saya "printilan" cerita ini agak cheesy. Rasanya gimana yah gitu bacanya. Mungkin karena saya membaca versi terjemahan jadi kurang sreg aja. Lebih baik baca versi Inggrisnya deh, lebih mantap rasanya.

Oh ya, buat kalian yang masih remaja, jangan baca buku ini ya. Kalau mau baca tentang percintaan, lebih baik baca teenlit ala anak SMA yang sesuai umur saja. OK sip ya. :)

Informasi buku

Judul: A Bride Unveiled
Serial: The Bridal Pleasure #2
Pengarang: Jillian Hunter
Tebal: Paperback, 400 halaman
Penerbit: Elex Media Komputindo, 14 Desember 2016

Kilas Buku: The Colour of Magic

|

Judul: The Colour of Magic
Pengarang: Terry Pratchett
Genre: Fantasy
Penerbit: Elex Media Computindo, 2010 (pertama kali terbit 1983)
Tebal: 320 halaman

Sebuah novel fantasi yang penuh humor dan imajinatif. Di sebuah dunia yang disangga di atas batok seekor kura-kura raksasa (jenis kelamin tidak diketahui) sebuah ekspedisi yang gembira, eksplosif, dan eksentrik dimulai. Ada seorang penyihir ceroboh dan seorang turis naif yang bagasinya punya ratusan kaki kecil, naga yang hanya eksis kalau kau percaya kebedaaan naga, dan tentu saja TEPIAN dari suatu planet. (goodreads)

Entah saya mau menulis apa kali ini. *mulai bingung sambil ketawa sendiri*
Well, buku fantasi yang pertama kali terbit pada 1983 ini benar-benar cerita yang sangat imajinatif, penuh humor dan kritik. Sangkin imajinatifnya, saya pribadi tidak bisa berpikir pada jalur yang sama dengan apa yang ditulis Pratchett.

Lalu apa yang saya tangkap dari novel diatas? Pertanyaan bagus. Saya sendiri hanya mengambil inti ceritanya meski sebenarnya terlalu umum untuk mewakili isi dari novel. Yah, intinya sih tentang ada dunia yang berbentuk lempengan seperti CD. Dunia ini direbahkan diatas punggung 4 gajah yang berdiri diatas punggung kura-kura raksasa. Di dunia tersebut banyak hal yang aneh, mulai dari dewa-dewanya hingga para manusianya. Kisah difokuskan kepada seorang penyihir yang DO dari kampus dan seorang turis yang percaya naga dan memiliki koper dengan ratusan kaki kecil.

Kisahnya berputar-putar pada petualangan si penyihir dan turis tsb, juga pada dewa-dewa yang bermain catur untuk mengatur kehidupan. Dan yang lucu adalah aksi kejar-kejaran antara si penyihir culun dengan Dewa Kematian. Si penyihir yang diburu oleh Dewa Kematian selalu saja bisa mengelak dari takdirnya untuk mati dan membuat sang dewa kesal sehingga harus mencabut nyawa orang lain untuk memuaskan nafsu berburunya.

Well, bagaimana, sudah cukup pusing? Hehe. Membaca cerita ini harus dengan pikiran yang bebas. Sebab jika pikiranmu sebagai pembaca sudah memiliki konsep sendiri soal kehidupan, kalian akan sulit memahami pemikiran Pratchett. Contohnya saya. *nunjuk diri sendiri.

Baru kali ini saya memberi 1 bintang pada karya Pratchett. Padahal saya selalu memberi at least 3 bintang. Mungkinkah ini karena saya membaca terjemahannya daripada novel aslinya? Ah tapi saya mah mikir klo emang pemikirannya gak bisa sejajar buat paham konsep ceritanya ya sama aja saya gak enjoy ceritanya, walau membaca edisi aslinya sekaligus. Hehe.

Kilas Buku: Ruby Red - Cinta Sepanjang Masa (Time Travel Trilogy #1)

|

Judul: Ruby Red: Cinta Sepanjang Masa
Judul Asli: Rubinrot (Edelstein Trilogie #1)
Pengarang: Kerstin Gier
Penerjemah: Fransisca Paula Imelda
Genre: Young Adult; Fantasy; Science Fiction
Tebal: 320 halaman, paperback
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Juni 2013 (terbit pertama kali 2009)

Gwendolyn Shepherd yang malang, sepupunya Charlotte yang cantik menawan telah dipersiapkan seluruh hidupnya untuk menjelajahi waktu. Dan tanpa diduga-duga, Gwendolyn, di tengah jam pelajarannya tiba-tiba melompat ke zaman yang berbeda! 

Gwendolyn kini harus mengungkap misteri dari kebohongan ibunya tentang tanggal lahir dan kemampuannya, menggali kisahnya, dan bekerja sama dengan Gideon, penjelajah waktu seperti dirinya yang berada di garis keturunan laki-laki, dan kehadirannya, saat ini, sangat menyebalkan tapi juga sangat penting. Bersama, Gwendolyn dan Gideon melakukan perjalanan waktu untuk mengungkap, siapa di abad ke-18, di London saat itu, yang bisa mereka percaya. (goodreads)
***
Woww!!! Saya tidak pernah menyangka jika ceritanya lumayan bagus! Bahkan menurut saya cerita ini lebih bagus daripada Bliss Bakery #1. Ah, benar-benar lumayan keren. Yaa memang sih ide ceritanya sudah agak biasa, dengan tema time traveler yang bisa bolak balik ke masa lampau. Kemudian bumbu romansanya juga udah basi juga sebenarnya, dengan tokoh cowok angkuh yang pada akhirnya luluh pada cewek yang awalnya dianggap terlalu biasa.

Kilas Buku: Death Cloud (Young Sherlock Holmes #1)

|
Judul: Death Cloud (Young Sherlock Holmes #1)
Pengarang: Andy Lane
Penerjemah: Slamet Handi Hartadi
Genre: Misteri; Young Adult
Paperback, 308 halaman
Elex Media Komputindo, 2012 (Pertama kali terbit 2010)

YOUNG SHERLOCK HOLMES
Kaupikir kau mengenalnya? Pikir lagi " DUA MAYAT SATU PAHLAWAN YANG DIKENANG SEPANJANG MASA AWAL SEORANG LEGENDA Saat Sherlock Holmes yang berusia empat belas tahun menemukan mayat yang dipenuhi bisul, peristiwa itu menjadi awal dari sebuah kehidupan baru. 

Benak Sherlock yang tidak mengenal rasa takut dan haus akan petualangan membawanya dalam petualangan yang mencengangkan-dari pedesaan yang hening ke galangan kapal bawah tanah London, melewati kebakaran, penculikan, dan espionase, hingga berujung pada rencana menakutkan yang membahayakan masa depan Kerajaan Inggris. 

Sherlock Holmes Muda akan membutuhkan segenap keberanian, determinasi, dan kekuatan untuk mengalahkan musuh yang berniat keji. (goodreads)

***

Saya belum pernah membaca satu karya Sir Arthur Conan Doyle, hanya tahu kisahnya segelintiran saja. Dan kini saya membaca kisah Sherlock Holmes di masa mudanya yang tentu saja ditulis oleh penulis lain. Ada banyak cerita mengenai Sherlock Holmes yang ditulis oleh penulis selain Doyle. Dan sepengetahuan saya ada dua macam novel mengenai Sherlock Holmes muda yang tanpa sengaja kami miliki keduanya; pertama salah satu serial Boy Sherlock Holmes yang dibeli oleh Arif dan kedua Young Sherlock Holmes yang saya beli kemarin dan kini saya tengah review hasilnya.

Awalnya saya menikmati dan memang cukup keren kisahnya untuk dinikmati secara serius. Diceritakan bagaimana Holmes muda yang meski pintar tapi ternyata masih hijau. Seolah Andy Lane, sang penulis berpikiran bahwa kemampuan Sherlock Holmes sebagai detektif handal tidaklah instan. Banyak latar belakang dan orang-orang yang membuat Sherlock tumbuh menjadi sosok jenius. Dan yang saya tangkap dari cerita yang sudah saya baca baru saja ini, tidak hanya satu orang yang turut andil 'mencerdaskan' Sherlock. Ada Mycroft Holmes, kakak kandungnya yang juga tak kalah cerdas, Matty gelandangan yang kemudian menjadi sahabat Sherlock, Amyus Crowe guru privatnya dan Virginia Crowe, anak perempuan satu-satunya. Dari orang-orang itu dan pengalaman ia menerjunkan diri ke dalam petualangan membuatnya menjadi banyak tahu.
"Pikiran itu seperti roda yang terus berputar, berputar tanpa henti dan tanpa tujuan... Informasi adalah dasar untuk semua pikiran rasional. Carilah informasi itu. Kumpulkan dengan dengan penuh ketekunan. Isi gudang pikiranmu dengan fakta sebanyak yang bisa kamu masukkan ke dalamnya. Jangan tergoda untuk membedakan yang mana fakta penting dan yang mana sepele: semuanya bisa jadi sama pentingnya nanti." (hal. 51)
Kisah Holmes muda ini cocok sebagai bacaan anak-anak remaja. Mungkin saja ini bisa dijadikan bacaan mula untuk 'menjerumuskan' anak-anak kepada kesenangan membaca serial detektif dan misteri.

Review ini saya ikutsertakan pada Fun Year Event with Children's Lit: Fun Month 4, dan New Author by Ren.

Custom Post Signature