Top Social

Showing posts with label Mitologi. Show all posts
Showing posts with label Mitologi. Show all posts

Kilas Buku: Negeri yang Buas (Eagle and Jaguar #1)

|

Judul: Negeri yang Buas
Judul Asli: City of the Beast
Pengarang: Isabel Allende
Penerjemah: Fanny Yuanita
Copy-Editor: Rini Nurul Badariah
Genre: Fantasy, Young Adult, Adventure
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2011 (2002)
Tebal: 352 halaman

Memiliki nenek eksentrik dan pemberani membuat hidup Alexander Cold penuh kejutan. Namun, saat urusan keluarga membuatnya terpaksa tinggal dengan neneknya, semua berubah total.

Bersama sang nenek dan tim peneliti, Alex ikut ekspedisi International Geographic menuju kawasan liar Amazon untuk mendokumentasikan keberadaan yeti.

Ternyata banyak rahasia tersembunyi di hutan itu. Dengan dibantu kekuatan roh binatang, Alex dan kawan barunya Nadia digiring ke dalam petualangan menegangkan dan mistis, menuju penemuan yang luar biasa… (goodreads)

Kisah fantasi yang satu ini adalah tentang seorang anak laki-laki yang duduk di bangku SMA bernama Alex. Karena ada masalah dalam keluarganya, Alex dan kedua adiknya harus tinggal sementara bersama nenek mereka. Jika kedua adiknya tinggal bersama nenek dari pihak ibu yang lembut, Alex harus tinggal dengan nenek dari pihak ayah yang cuek dan terkesan tidak peduli dengannya. Namun, justru dengan Kate, neneknya yang nyentrik inilah Alex mendapatkan pengalaman baru yang luar biasa dan tidak pernah ia sangka sebelumnya.

Bersama Alex dan neneknya, para pembaca akan diajak memasuki dunia fantasi baru yang penuh dengan mitologi suku Indian. Alam hutan Amazon yang luar biasa cantik dengan segala misterinya mengiringi pembaca dengan nuansa hutan benua Amerika yang masih alami. Dengan POV orang ketiga, sang pengarang, Allende, terlalu banyak bercerita daripada memberi kesempatan kepada para tokoh untuk menggandeng pembaca mengikuti petualangan mereka. Tak heran, ada beberapa pembaca yang sudah bosan pada seperempat bagian buku dan urung melanjutkan.

Beruntung saya bukan termasuk pembaca yang kebosanan di awal (meski saya akui memang ada beberapa bagian cerita yang bikin bosan). Karena saya pikir memang itulah gaya Allende, selalu kuat pada penceritaan. Saya sendiri sih senang, karena kadang terasa seperti didongengi hingga ketiduran hehe. Sebetulnya yang lebih membuat saya menyukai buku ini adalah segala sesuatu tentang Indian yang menjadi latar belakang dari cerita ini. Saya akui, buku fantasi dengan latar belakang suku Indian adalah termasuk yang jarang ada. Rata-rata kisah fantasi dewasa ini kebanyakan mengenai dunia baru yang penuh sihir atau terkait dengan mitologi Yunani dan Romawi. Dari City of the Beast, ada beberapa hal yang membuat saya tertarik mengenai mitologi Indian seperti kota El Dorado yang hilang dan juga gaya hidup suku Indian yang nomaden dan sangat menghormati alam.

Terlepas dari pro dan kontra dari para pembaca baik yang suka ataupun tidak suka dengan buku fantasi ini, ada baiknya kita tetap memberi apresiasi kepada Isabel Allende yang dalam setiap karyanya selalu menyisipi hal-hal terkait sejarah atau mitos yang membuat para pembaca tertarik. Sekian review dari saya.

3/5 bintang untuk buku ini.

Kilas Buku: Si Cerdas Athena (Goddes Girls #1)

|
Judul: Si Cerdas Athena
Judul Asli: Athena the Brain
Genre: Fantasy, Mythology, Children
Pengarang: Joan Hollub, Suzane Williams
Penerjemah: Jia Effendi
Penerbit: Atria, Januari 2013 (terbit pertama kali April 2010)
Tebal: 170 halaman

Athena selalu di atas rata-rata. Dia tidak pernah berbaur di SMP Triton.
Tetapi siapa yang mengira kalau dia adalah seorang dewi?
Tepatnya, putri Kepala Sekolah Zeus dan ketika dia dipanggil ke Akademi Gunung Olimpus, Athena berpikir kalau untuk pertama kalinya, barangkali dia akan berbaur dengan yang lain.

Namun ternyata, sekolah di Olimpus sungguh berbeda dengan di Bumi. Dia bertemu dengan dewa-dewi yang jauh lebih pintar darinya dan Athena juga harus berurusan dengan gadis paling jahat dalam sejarah—Medusa!

Lalu, bagaimana caranya membuat ayahnya bangga, jika Athena selalu membuat kesalahan?! (goodreads)
***
Buku ini menarik. Saya sempat membaca versi Inggrisnya yang menurut saya sudah menarik minat untuk tertawa ketika membaca kalimat-kalimatnya. Namun ketika saya membaca versi terjemahannya, saya heran tidak merasakan hal lucu yang sama? Tapi tetap lumayan kok.

Ide-ide didalamnya oke. Rasanya dewa-dewi itu serasa benar-benar punya selera humor yang tinggi. Saya agak tertawa ketika membaca adegan Athena yang tanpa sengaja membuat Medusa memiliki rambut ularnya. Itupun sebenarnya karena Medusa yang mencuri hasil penemuan Athena dan bukan karena dikutuk olehnya. Bukannya sedihi memiliki rambt ular, Medusa malah bangga dan berkeliling mencari mangsa agar orang-orang takut pada dirinya.

Tapi sayangnya saya tidak merasa cerita ini punya kesan yang mendalam, khususnya untuk saya pribadi. Cerita ini oke, lucu, bagus, dan.. fine. that's all. Tidak seperti serial heroes of olympus yang selalu membuat saya ketagihan membacanya. Well, after all, ini cerita ringan dan cocok dibaca oleh anak-anak usia ABG kok. ;)
Ulasan ini diikutsertakan pada FYE; Fun Year Event with Children's Lit: Fun Month 5 oleh Bzee 

Kilas Buku: The Golem and The Jinni

|

The Golem and The Jinni
By Helene Wecker
Fantasy; Mythology
Ebook, 449 pages
Published on April 23rd, 2013 by Harper (First published January 1st, 2013)

Chava is a golem, a creature made of clay, brought to life by a strange man who dabbles in dark Kabbalistic magic. When her master dies at sea on the voyage from Poland, she is unmoored and adrift as the ship arrives in New York Harbor. Ahmad is a jinni, a being of fire, born in the ancient Syrian Desert. Trapped in an old copper flask by a Bedouin wizard centuries ago, he is released accidentally by a tinsmith in a Lower Manhattan shop.
Meeting by chance, the two creatures become unlikely friends whose tenuous attachment challenges their opposing natures, until the night a terrifying incident drives them back into their separate worlds. But a powerful menace will soon bring the Golem and the Jinni together again, threatening their existence and forcing them to make a fateful choice. (goodreads)
***

Reading this book tempts you to explore about golem and jinni. I think some of you've already known about jinni, since it's part of invisible kinds that's so familiar, especially for muslim. But some of you might not know anything about golem. Golem is a creature out of clay which is brought to life by rabbis. It needs magic to bring it to life and often to serve its creator. It is not familiar for me because golem is part of ancient jewish myth. Its name has mentioned in bible once, and unfortunately I have no further information about this. So it's possible for you to ask Mister Google to search information related this case.

And what? You still have no idea about golem's looking? Alright, I show you then.
This is a golem. (ice-nut.ru)
This is also a golem. (nytimes.com)
So? Now you've pictured what does it look right, haven't you?

What about jinni, then? In my mind, it seems tall, big and dark man with a bald hair. It can change form with as many as creatures it wants to. But here, in this novel, Wecker made it trapped in human form. Actually based on the novel the wizard made it, not Wecker, she just wrote the story. :D

The Golem (in this novel, the creator made it as a woman) comes from jewish world, and the jinni (in this novel, the jinni trapped in human form) comes from middle eastern world. Then they ran into each other in one night. Along the way, their curiosity rose. By that they made routine activity every weekend; to meet and to talk about themselves. Until that day came, a person who was related to both of them. An immoral and genius old man came to New York 'to claim' these two different creatures. This was his last chance to live in this world to be immortal. Yes, this man wanted to look for an eternal life; for himself.

So, how could the golem and the jinni seem related to each other? Well, you have to read this book. I won't spoil you with the whole story, though.

Issues about morality, history, and God existence appear in the story. Through Rabbi Meyer, Wecker talked about moralism. He such a man that believe in God and praise high morality to live. From Anna, Baker-man employee, Wecker talked about hedonism; a fun needed to live in this world. From Joseph Schall, it's obviously Wecker talked about immorality and his bad ambition.

Through the Jinni, Wecker talked about God existence. In this novel, the Jinni said that 'God is a human invention. My kind have no such belief.'  Hmm, actually this statement against my belief. Because in moslem knowledge, the spirit kind like jinni do more believe in God than human itself. CMIIW.

Last but not least, Wecker talked about obedience through the Golem. As a golem, it doesn't have chance to choose its life. It does whatever its master says. And if it is masterless, it will do everyone's wish. Actually obedience is good, but it's not right if you do whatever people want. The Jinni tried to straight the golem's mind about this.

After all, this is good story to read and analyze. And by the way, I've tried to look for the suitable man and woman to be the jinni and the golem if this book will be remade into the movie. Would you like to see who they are? Check them out then.
Omar Al-Gala. source: google.com
I think Omar will be suitable character for the Jinni. Hey this is my opinion. If you have yours, please share. :) For Omar, I am sorry for using your picture and thank you afterward.

Czech Woman. source: wall321.com
I don't know her name. But this Czech woman such a right woman for the golem. Wecker described the golem as a tall woman with a long brown hair. For the Czech woman in the picture, I am sorry for imagining you as a golem and thank you then.

This novel is recommended for those who like genre of  fantasy, middle-eastern and mythology. Okay, see you in next review.

This review is made to fulfill BBI read-a-long event in October (Debut Novel), English Book RC by Bunda Peni and New Author RC by Ren.

Kilas Buku: The Secrets of The Immortal Nicholas Flamel #5, The Warlock

|
The Secrets of The Immortal Nicholas Flamel #5, The Warlock
Penulis: Michael Scott
Alih bahasa: Mohammad Baihaqqi
Terbit: 25 Januari 2012
Penerbit: Penerbit Matahati
Tebal: 478 halaman

Novel The Warlock melanjutkan kisah yang terjadi pada seri sebelumnya, The Necromancer. Sophie berusaha mendapatkan kembali saudaranya Josh, yang berhasil dicuci-otak oleh Dr. Dee. Namun, kali ini ia tidak bisa mengharapkan bantuan dari Nicholas Flamel yang semakin melemah karena pertempurannya dengan Dr. Dee, Virginia Dare, dan Coatlicue. Sophie diantarkan oleh Niten untuk bertemu dengan Tsagaglalal, She Who Watch, yang ternyata adalah bibinya Sophie, yaitu bibi Agnes.

Di ruang bawah tanah Paris, Mars Ultor yang terpenjara mendapatkan kunjungan dari Penyihir dari Endor beserta Osiris dan Isis. Setelah Osiris dan Isis bertanya tentang keberadaan Dr. Dee, Penyihir dari Endor kemudian membebaskan Mars Ultor.

Sementara itu di Danu Talis, Scathach, Saint Germain, William Shakespeare, Palamedes, dan Joan of Arc tertangkap dan dipenjara. Marethyu ditangkap dan dibawa ke pemimpin Danu Talis, yaitu Aten. Aten dikhianati oleh saudaranya Anubis dan ibunya Bastet, yang ingin menguasai Danu Talis. Akhirnya Marethyu diloloskan oleh Aten yang menyerahkan diri kepada Anubis.

Perenelle, Nicholas, Prometheus, serta Odin, Black Hawk, Hel, dan Mars Ultor juga ikut bertemu Tsagaglalal untuk mendapatkan petunjuk. Tsagaglalal kemudian menyerahkan tablet untuk masing-masing orang dari Abraham The Mage, yang tak lain adalah suami dari Tsagaglalal. Tablet ini berisi petunjuk dari rencana besar Abraham The Mage. Sophie pun kemudian diajari sihir Bumi oleh Tsagaglalal.

Sementara itu di Alcatraz, Billy the Kid dan Machiavelli memutuskan untuk kembali ke jalan yang benar. Dr. Dee, beserta Josh dan Virginia Dare kemudian membebaskan para makhluk buas yang ada di Alcatraz untuk menyerang San Francisco.

Apakah isi tablet dari Abraham? Apakah monster-monster tersebut berhasil menghancurkan San Francisco? Bagaimanakah nasib Danu Talis? Apakah Josh benar-benar sudah menjadi jahat?

Seri kelima dari serial Nicholas Flamel ini terasa kurang gregetnya. Tidak ada pertempuran yang benar-benar seru. Namun, ada sedikit kejutan dari Billy the Kid dan Machiavelli yang memutuskan untuk berkhianat dari perintah Dark Eldernya. Beberapa informasi kejutan juga sudah mulai dibuka, di antaranya siapa sebenarnya orang tua dari Josh dan Sophie Newman, lalu siapa orang misterius bertangan kait, dan apa yang sebenarnya  direncanakan oleh Abraham the Mage. Keterkaitan antara peristiwa masa lalu di Danu Talis dengan peristiwa saat ini sepertinya baru akan dibuka pada seri terakhir. Mari kita tunggu buku terakhir dari serial ini.

Kilas Buku: The Secrets of The Immortal Nicholas Flamel #4, The Necromancer

|
The Secrets of The Immortal Nicholas Flamel #4, The Necromancer
Pengarang: Michael Scott
Penerjemah: Q Baihaqi
Terbit: 2011
Penerbit: Penerbit Matahati
Tebal: 492 halaman

Akhirnya, Nick Flamel, Perenelle, Josh, dan Sophie berhasil kembali ke San Fransisco. Di sini mereka berpisah, Nick dan Perenelle pergi untuk mengecek toko buku yang mereka tinggalkan dulu, sedangkan Josh dan Sophie menuju ke rumah tante Agnes. Ternyata ada yang sudah menunggu Josh dan Sophie di tempat tante Agnes. Ada sosok mirip Scathach yang secara tiba-tiba menculik Sophie. Josh berusaha meminta bantuan kepada Nick dan Perenelle untuk menyelamatkan Sophie, yang ternyata diculik oleh Aoife, saudara kembar dari Scathach dan Niten (atau mungkin lebih kita kenal dengan nama Musashi).

Sementara itu, kegagalan Dr. Dee dalam mendapatkan potongan Codex membuatnya dinyatakan sebagai "utlaga" atau buronan oleh para Dark Elder. Untuk menyelamatkan dirinya, ia meminta bantuan pada teman lamanya, Virginia Dare, untuk membangkitkan Mother of The Gods atau Coatlicue dari kalangan Archon.

Machiavelli dan Billy the Kid, yang dijebak oleh Perenelle, akhirnya berhasil menyelamatkan diri dari Alcatraz setelah mendapat pertolongan dari Black Hawk. Mereka berdua masih diberi kesempatan terakhir oleh para Dark Elder untuk membuktikan kesetiaan mereka, yaitu dengan tugas membunuh Perenelle dan melepaskan para monster Alcatraz di San Fransisco.

Di dunia lain, Joan of Arc dan Scathach akhirnya bertemu dengan William Shakespeare, Saint Germain, dan Palamedes. Tiba-tiba ada sosok berjubah dan bertangan kait yang mengatakan kepada mereka bahwa mereka memiliki misi yang telah ditakdirkan jauh sebelumnya. Sosok tersebut membawa mereka semua jauh ke masa lampau di mana Danu Talis masih ada dan perang akan segera terjadi.

Lalu bagaimanakah kelanjutannya? Dapatkah Nick, Perenelle, dan Josh menyelamatkan Sophie? Berhasilkah Dr. Dee membangkitkan Coatlicue? Apakah Machiavelli dan Billy the Kid berhasil melepaskan para monster? Siapa sebenarnya sosok berkait?

...

Bagian keempat dari seri Nicholas Flamel ini semakin menarik. Tidak hanya karena ada empat bagian cerita yang berjalan secara bergantian, tapi ada juga peristiwa lintas waktu yang membuat semuanya jadi terlihat semakin kompleks. Tokoh-tokoh legenda baru juga mulai diperkenalkan, seperti Virginia Dare, Niten, dan Black Hawk. Sampai bagian ini, titik pertemuan di antara bagian-bagian cerita belum terlihat secara jelas. Namun demikian, setiap bagian cerita memiliki kekuatan dan misterinya masing-masing. Akhir dari bagian keempat ini dibiarkan menggantung sebagai pengantar untuk bagian kelima, The Warlock.

Kilas Buku: Heroes of Olympus #3, The Mark of Athena

|

The Mark of Athena (edisi bahasa Indonesia)
Penulis: Rick Riordan
Tebal: 616 halaman
Terbit: 2012
Penerbit: Nourabooks

Sebelumnya saya mau bertakjub ria dulu ah. Suprise! Novel ini sudah diterjemahkan dan diterbitkan dan dipublikasikan secara massive oleh Mizan lho (Eh tapi kok yang nerbitin Nourabooks ya, padahal di Indonesia Book Fair 2012 tadi saya lihatnya di stand Mizan lho. ternyata Nourabooks itu brand baru Mizan). Padahal versi aslinya (bahasa Inggrisnya) baru terbit Oktober 2012 ini. Wow, cepet (ngebut) juga yah Mizan nerbitin serial Heroes of Olympus ini. Padahal tadinya saya agak skeptis hehe. Tapi bersyukurlah saya termasuk salah satu pembaca awal The Mark of Athena ketika ia dilempar ke pasaran Musim Gugur ini. Jadi Fresh from the oven laah. Dan kita tunggu serial keempatnya The House of Hades, apakah Mizan akan langsung menerbitkan versi bahasa Indonesianya juga sebulan setelah versi aslinya terbit? Kita lihat :)

Akhirnya setelah cukup lama berpisah, Percy dan Annabeth bertemu kembali, bukan di Camp Half Blood, namun di Camp Jupiter. Annabeth tiba di kawasan Camp Jupiter dengan menumpangi Argo II, kapal perang yang bisa terbang, bersama Jason (Demigod Roman / anak dari Jupiter yang sempat hilang ingatan dan didamparkan di Camp Half Blood), Piper (Demigod Greek / anak dari Aphrodite), Coach Hedge (Satyr yang menyamar sebagai pelatih olahraga) dan Leo (Demigod Greek / Anak dari Hephaestus yang juga pembuat dan kapten dari Argo II). Pertemuan dan reuni yang cukup singkat membuat 2 suasana yang berbeda sekaligus: gembira dan tegang. Gembira karena kembalinya Jason ke Camp Jupiter dan pertemuan Percy dengan Annabeth. Tegang karena Leo (yang ketika itu tubuhnya sempat dikuasai oleh Eidolons) menembakkan api ke arah Camp Jupiter yang kemudian menyulut kemarahan para demigods Romawi.

Kilas Buku: Artemis Fowl #1

|
Artemis Fowl
Pengarang: Eoin Colfer
Penerjemah: 
Terbit: Agustus 2004
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 335 halaman


 Keluarga Fowl merupakan keluarga yang ternama. Bukan karena mereka memiliki kastil yang luar biasa megah di Irlandia, tetapi karena mereka adalah otak kriminal paling jenius di dunia. Kehilangan ayah secara misterius membuat Artemis Fowl mencari cara untuk mengembalikan kejayaan keluarga dengan cara cepat. Bagaiman caranya? Mengambil emas para peri. Artemis mengatur strategi dengan menculik salah satu perwira LEPrecon (Lower Element Police reconnaisance), Kapten Holly Short, dan meminta tebusan emas 24 karat dari para peri. Namun, para peri juga tidak tinggal diam. Mereka juga mengatur strategi untuk mengalahkan Artemis. Strategi siapakah yang akan menang?

...

Novel Artemis Fowl penuh dengan fantasi dan ditujukan untuk kalangan pembaca anak-anak dan remaja. Colfer berhasil secara apik menggabungkan antara dua buah dunia yang berbeda, yaitu dunia manusia dan dunia peri. Dunia peri yang penuh dengan mitos dan aturan-aturan dibongkar secara modern dan brilian. Novel serial ini sangat enak dibaca dan membuat kita menantikan petualangan Artemis selanjutnya.



Kilas Buku: The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel #3, The Sorceress

|
The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel #3, The Sorceress
Pengarang: Michael Scott
Penerjemah: Mohammad Baihaqi
Terbit: 2010
Penerbit: Penerbit Matahati
Tebal: 620 halaman


Petualangan Josh dan Sophie Newman berlanjut di seri ketiga ini. Setelah sebelumnya berhasil melarikan diri dari kejaran Dr. Dee di Paris, kali ini Josh, Sophie, dan Nick Flamel tiba di London. Flamel ingin meminta tolong pada Gilgamesh untuk mengajari si kembar sihir air. Permasalahannya adalah Gilgamesh itu agak sedikit terganggu mentalnya dan memiliki ingatan yang sangat pendek. Mereka harus meyakinkan Gilgamesh dan secepatnya meninggalkan London, karena London adalah kota kekuasaan Dr. Dee.

Kilas Buku: The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel #1, The Alchemyst

|
The Secrests of the Immortal Nicholas Flamel #1, The Alchemyst
Pengarang: Michael Scott
Penerjemah: Berliani M Nugrahani
Terbit: 2008
Penerbit: Penerbit Matahati
Tebal: 504 halaman


Oke, di mana saya harus mulai. Biasanya saya memulai dengan menceritakan sedikit sinopsis tentang kejadian di dalam novel. Namun kali ini sepertinya saya harus memulai dari latar belakang sejarah terlebih dahulu. Di Perancis jaman dahulu kala ada seseorang yang dilegendakan memiliki kemampuan di bidang alchemist bernama Nicholas Flamel. Konon, si alchemist ini dapat membuat ramuan untuk hidup abadi. Rumor ini dikuatkan dengan legenda bahwa kuburan sang alchemist kosong ketika dibongkar. Cerita pembuka ini cukup menarik untuk penggemar cerita legenda dan sejarah seperti saya. Mari kita lanjutkan ke sinopsis sekarang.

Josh Newman dan saudari kembarnya, Sophie sedang bekerja sambilan sembari mengisi liburan musim panas mereka. Josh bekerja di sebuah toko buku kecil milik Nick Fleming, sedangkan Sophie di sebuah kios kopi yang berdekatan lokasinya. Tiba-tiba toko buku Nick tersebut diserang dengan sihir oleh seseorang yang mencari sebuah buku yang dimiliki Nick. Selanjutnya diketahui bahwa penyerang toko buku itu adalah Dr. John Dee yang mencari buku legendaris Abraham sang Penyihir, atau biasa disebut Codex. Di dalam Codex tersebut dikisahkan terdapat pengetahuan untuk membuat ramuan hidup abadi. Codex tersebut ternyata dijaga oleh Nick, yang tak lain dan tak bukan adalah (ya tepat sekali) Nicholas Flamel. Codex tersebut berhasil direbut oleh Dr. Dee, namun dua halaman yang vital untuk pembuatan ramuan berhasil dirobek dan disimpan oleh Josh.

Custom Post Signature