Top Social

Showing posts with label Anak-anak. Show all posts
Showing posts with label Anak-anak. Show all posts

Kilas Buku: A Hole in the Head

|

Ini adalah buku Annisa Ihsani kedua yang saya baca setelah "Teka-Teki Terakhir". Temanya masih sama-sama remaja yang fokus kepada misteri dan sains. Kalau "Teka-Teki Terakhir" menyoal teori Fermat dalam bidang Matematika, "A Hole in the Head" lebih bermain misteri dengan teori-teori Fisika. Jadi gimana sih cerita tentang "A Hole in the Head" ini?

Ada seorang anak perempuan bernama Ann. Umurnya 13 tahun dan senang melakukan banyak aktivitas. Ibunya, Indira, seorang ilmuwan, dan ayahnya, Gertjan, adalah pengurus penginapan Monchblick di Swiss. Oh itu bukan penginapan milik ayahnya sendiri, melainkan milik istrinya, Nina Vogel. Yup, Indira dan Gertjan telah cukup lama bercerai. Lalu Gertjan dan Nina menikah dan memiliki satu anak bernama Emil.

Pada liburan kali ini Ann dijadwalkan akan berlibur bersama neneknya. Sayang sekali sang nenek harus mengurus cucunya (sepupu Ann) yang baru saja lahir dan merawat anaknya yang baru menjalani persalinan. Sementara Indira harus bepergian ke Asia Tenggara yang sudah pasti tidak bisa mengajak Ann ikut serta. Akhirnya Ann berlibur bersama Gertjan di penginapan Monchblik. Rasa senang tak terkira menggelayuti gadis yang senang berpetualang itu.

Liburan di Swiss tentu saja menyenangkan. Bagi Ann tidak ada yang lebih menyenangkan daripada tempat baru seperti Monchblick. Apalagi kali ini ia bisa bersama dengan ayahnya selama dua minggu penuh. Sayangnya liburan kali itu tidak sepenuhnya menyenangkan. Ada masalah di penginapan yang ditutupi oleh Gertjan dan Nina, yang pada akhirnya diketahui sendiri oleh Ann. Apa masalahnya?

Akhir-akhir ini penginapan Monchblick sepi pengunjung, dan lebih sering pindah ke penginapan saingan mereka, The Capra Cottage. Menurut gosip dan testimoni dari para tamu, mereka merasakan adanya hantu di kamar 303. Itu adalah hantu Mateo, yang semasa hidupnya merupakan seorang fisikawan namun frustasi hingga menggantung dirinya sendiri di pohon dekat penginapan itu. Demi membantu keluarga ayahnya, Ann dibantu oleh Jo, teman barunya, mencoba menyelidiki hal yang sebenarnya terjadi.
***

Saya senang dengan cerita yang dikarang Annisa. Gaya penulisan dan penceritaan yang disajikan selalu apik, mengingatkan pada cerita-cerita misteri anak yang sering saya baca di waktu kecil. Apalagi cerita misteri yang dikarang Annisa selalu ada kaitannya dengan ilmu pengetahuan, khususnya Matematika (di novel "Teka-Teki Terakhir") dan Fisika (dalam novel "A Hole in the Head"). Jujur, saya sedikit terobsesi dengan hal-hal yang berbau sains walaupun saya sendiri sama sekali tidak menyukai pelajaran tersebut. Mungkin karena otak saya tidak sanggup untuk menyerap sains khususnya pelajaran hitung-hitungan yah.

Namun saya selalu mengagumi mereka yang mencintai Matematika, dan juga Fisika. Guru-guru saya di sekolah termasuk dalam kategori ini. Salah satunya pak Ridho, guru Fisika saya ketika masih bersekolah di SMA Al-Masthuriyah, Cisaat, Sukabumi. Sebenarnya saya pernah mengulas tentang Pak Ridho di blog personal saya yang jadul, namun karena sudah lama sekali tidak update blog itu, lambat laun saya jadi lupa sendiri dengan password dan linknya.

Lanjut soal Pak Ridho. Seperti yang saya bilang tadi, saya tidak pernah mengerti dengan teori Matematika dan Fisika, walaupun saya punya fisikawan favorite, yakni Heissenberg (karena wajahnya ganteng sih, dan termasuk yang paling muda dalam konferensi Fisika-Kimia jadul yang entah tahun berapa hehe). Pak Ridho mengajar dua mata pelajaran di SMA saya; Matematika dan Fisika, walaupun keahlian beliau adalah pada bidang Fisika. Sayangnya saya tidak pernah mengerti apa yang beliau ajarkan. Otak saya memang mampet soal ini.

Pak Ridho adalah guru yang pintar dan baik hati. Jika menerangkan sesuatu di depan kelas, ia selalu berbicara dengan cepat. Mungkin ia jenis pembelajar yang visual kali ya jadi kalo ngomong cepeeeet banget kayak kereta. Yang paling saya ingat darinya adalah rambutnya yang berwarna putih (ini bukan karena ia meniru Einstein ya, bukan juga karena ia jago Fisika) persis Alm. Adnan Buyung Nasution (BTW, blogger zaman now tahu ndak ya siapa beliau ini), dan kacamatanya yang lensanya selalu copot sebelah. Selain mengajar, Pak Ridho juga senang bercerita tentang pengalaman pribadinya. Cerita-cerita beliau receh banget deh, mulai dari cara pendekatan kepada istrinya (dulu calon istri), dikira om-om kalau jalan bareng istrinya, hingga yang lain-lain. Cerita lengkap beliau yang pribadi itu ndak perlu saya jelaskan ya. Yang jelas saya sangat senang ketika Pak Ridho bercerita, alih-alih menerangkan pelajaran. Seringkali kami (saya dan teman sekelas) memancing beliau untuk bercerita. Karena sekali dipancing beliau suka lupa waktu dan malah bercerita hingga jam pelajaran Fisika selesai! Kami murid yang nakal yah.

Untuk Pak Ridho, dimanapun beliau berada. Jujur saya ndak tahu apakah beliau masih mengajar di SMA saya dulu atau bagaimana. Untuk Pak Ridho, semoga sukses selalu. Jangan pernah letih menjadi pengajar yang baik. Saya percaya, walaupun murid-murid sering nakal dan tidak mau belajar, namun dengan keikhlasan Bapak sebagai seorang guru, sedikit banyak akan memberikan keberkahan bagi mereka. Tetap semangat, Pak!

Untuk teman-teman pembaca, tetap semangat juga!

Untuk Annisa Ihsani, thanks ya sudah menulis cerita ini. Resep pisan teh bacana. :)

Data buku

Judul: A Hole in the Head
Pengarang: Annisa Ihsani
Tebal: 232 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 30 Oktober 2017

Kilas Buku: The Girl Who Drank the Moon

|

Satu lagi cerita fantasi middle grade yang memenangkan Newbery Medal tahun 2017. Ceritanya tentang seorang bayi perempuan yang dipisahkan dari ibu kandungnya untuk ditinggalkan di hutan berbahaya sebagai persembahan bagi penyihir. Bayi itu bukan satu-satunya anak yang menjadi persembahan, karena setiap tahun selalu ada satu anak yang harus dikorbankan di daerah Protektorat. Petinggi dan pimpinan biarawati di sana, di sana mewajibkan satu bayi untuk dikorbankan.

Sebenarnya, menurut petinggi (tetua) Proktetorat, tidak ada penyihir di hutan. Hal itu hanya untuk menakuti warga supaya patuh pada peraturan. Padahal, agak jauh di seberang hutan berbahaya, tinggal seorang penyihir baik hati bernama Xan, bersama satu monster dan seekor naganya. Setiap tahun Xan mengambil bayi yang dibuah dari Proktetorat dan diserahkan ke daerah Merdeka supaya dapat diadopsi oleh keluarga yang mampu. Bayi-bayi itu kemudian disebut anak-anak Bintang.

Namun bayi yang satu ini berbeda. Bayi perempuan ini malah tak sengaja mereguk sinar bulan banyak-banyak yang sebenarnya juga tak sengaja disuapi oleh Xan. Menyadari hal itu, akhirnya Xan sendirilah yang mengadopsi bayi yang kemudian diberi nama Luna. Seperti Xan dulu, Luna kecil memiliki kekuatan sihir terlalu banyak akibat asupan sinar bulan yang berlebihan. Penyihir tua itu pun mencaritahu bagaimana Luna dapat mengendalikan kekuatannya hingga saat yang tepat tiba. Dan ternyata hal itu tidaklah mudah. Bahu membahu bersama si monster dan si naga, Xan berusaha mengajarkan sekaligus melindungi Luna dari sihirnya sendiri.

Sementara itu ibu kandung Luna sudah berhenti bersedih. Anehnya, hal ini membuat pimpinan biarawati tidak senang. Satu hal lagi, sang keponakan laki-laki tetua yang tadinya juga calon tetua Proktetorat akan segera memiliki seorang bayi. Bayinya itu akan segera dikorbankan tahun ini. Mencegah hal itu si keponakan tetua membuat rencana matang untuk membunuh penyihir yang akan mengambil bayinya. Istrinya tidak tahu menahu soal rencana itu, namun seperti ibu kandung Luna, ia merasa curiga dengan para tetua dan pimpinan biarawati yang tidak senang para penduduknya move on. Pertanyaannya sekarang: apakah ada pergerakan yang akan dimulai dari sana? Dan apa pengaruhnya terhadap Luna dan anak-anak Bintang di daerah Merdeka?

Awal membaca buku ini kesan yang terbentuk adalah cerita fantasi yang fun layaknya cerita anak-anak biasa. Sayangnya saya salah. Kelly Barnhill telah membentuk cerita fantasi anak yang sedikit dark dan absurd walau masih bisa dibaca oleh remaja usia SMP. Barnhill seolah ingin memberitahu kepada pembaca bahwa sihir ada dalam tubuh dan darah manusia. Cinta dan kasih sayang dapat menjelma menjadi sihir yang baik, sementara iri hati dan kedengkian hanya akan membuahkan sihir jahat yang haus akan penderitaan orang lain.

Saya suka buku ini. Bintang 4.

Data buku

Judul: The Girl Who Drank the Moon
Pengarang: Kelly Barnhill
Penerjemah: Marcalais Fransisca
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer (BIP), 11 September 2017 (terbit pertama kali 2016)
Tebal: 420 halaman

Kilas Buku: Medium yang Tidak Bahagia (Suddenly Supernatural #3)

|



Temui Kat, gadis yang dapat melihat dan berkomunikasi dengan hantu. Well, sebenarnya tidak hanya hantu, ia juga dapat merasakan entitas gelap yang negatif (jika kau tidak mau menyebutnya dengan iblis). Dan temui juga Jac, sahabat Kat yang jago bermain cello. Jac sangat antusias dengan segala hal yang berbau hantu. Ia dan Kat sangat kompak menghadapi masalah-masalah yang seperti ini.

Suatu saat Kat menemani Jac dan ibunya menginap di Whispering Pines Mountain House, sebuah hotel yang sudah berdiri sejak zaman Victoria. Jac harus mengikuti Konferensi Musisi Timur Laut Muda atas saran ibunya. Sementara bagi Kat, ini adalah kesempatan besar untuk berlibur di hotel mewah dengan pemandangan yang menakjubkan.

Sayangnya hotel yang telah dibangun dengan waktu yang cukup lama itu sudah pasti berhantu. Sebelum Kat masuk ke dalam hotel ia sudah bertemu dengan hantu medium. Hantu yang tidak sadar kalau ia sudah mati itu tinggal di kamar tempatnya menginap. Tidak masalah sih kalau cuma satu hantu, apalagi hantu medium yang bernama Madame Serena itu cukup menyenangkan. Ada hantu yang lebih dari sekedar hantu, entitas negatif yang berada di seberang kamar Kat.

Kalau awalnya Jac masih berniat menemani Kat menghadapi hantu dan entitas negatif, mungkin Kat tidak akan terlalu ketakutan. Sayangnya Jac lebih peduli dengan cowok ganteng yang kayaknya naksir dia. Apakah Kat akan berhasil melawan awan gelap itu? Apakah Jac akan berhasil jadian dengan si cowok ganteng? Dan yang paling penting adalah apakah Kat dan Jac masih tetap akan bersahabat?

Rasanya seneng banget ya baca cerita fantasy khas anak-anak  yang menyenangkan ini. Soalnya sudah lama saya tidak membaca genre yang sama. Ceritanya ringan, khas middle grade, meskipun tema yang diangkat horor dan sedikit menegangkan.

Saya merekomendasikan buku ini untuk para anak yang menyukai cerita fantasy seperti saya. :)

4 bintang.


Data buku

Judul: Medium yang Tidak Bahagia
Judul asli: Unhappy Medium
Pengarang: Elizabeth Cody Kimmel
Penerjemah: Barokah Ruziaty
Tebal: paperback, 217 halaman
Penerbit: Atria, Desember 2011 (pertama kali terbit 2009)

Kilas Buku: Untunglah, Susunya (Fortunately, the Milk)

|

Siapa yang tidak kenal Neil Gaiman? Penggemar genre fantasi pasti sudah familiar dengan penulis yang satu ini. Neil Gaiman terkenal dengan karya-karyanya yang imajinatif bahkan cenderung "gelap" dan absurd, saya biasa menyebutnya dengan dark fantasy. Meski begitu Gaiman juga menulis beberapa karya fantasy yang lebih ringan daripada yang biasa ia tulis. Salah satunya adalah buku yang sedang saya ulas kali ini, "Untunglah, Susunya."

Dua orang kakak beradik yang kini diurus ayahnya (karena ibunya harus pergi selama beberapa hari ke sebuah konferensi) sedang bingung soal sarapan pagi mereka. Di dalam kulkas tersedia beberapa macam sereal. Sayangnya mereka kehabisan sebotol susu. Tetesan susu terakhir sudah mereka tandaskan semalam. Dan mereka tidak bisa memakan sereal dengan kuah jus jeruk. Tidak bisa karena memang tidak biasa.

Sang ayah yang sedang membaca koran pagi menerima protes kedua anaknya dengan sedikit gundah. Ia ingin anak-anaknya memakan sosis saja sehingga tidak perlu ada tambahan susu. Namun ia berpikir tentang susu untuk campuran tehnya. Maka ia pun setuju untuk pergi membeli susu saat itu juga.

Anak-anak menunggu ayah di rumah. Namun susu mereka tidak segera datang. Rasanya seperti berabad-abad. Tiba-tiba terdengar suara berisik dari luar rumah dan pintu pun terbuka dengan ayah yang tergopoh-gopoh masuk membawa susu. Si kakak beradik baru saja mau protes tapi si ayah sudah siap dengan alasan fantasinya kenapa ia terlambat. Seperti apa ya alasan si ayah sampai melibatkan alien dan dinosaurus dalam ceritanya?

Buku ini tipis, hanya 128 halaman, penuh dengan cerita dari Gaiman dan ilustrasi oleh Skottie Young. Menakjubkan bahwa cerita yang pendek itu mampu membuatmu menarik napas panjang setelah membacanya. Sepertinya kamu sudah berpetualang mengelilingi luar angkasa dan melintasi ruang dan waktu tanpa henti. Saya tersenyum-senyum sendiri ketika mengetahui si ayah berusaha menyelipkan pesan bahwa makan sereal dengan jus jeruk juga enak dan asyik. Well, ini hanyalah usaha dari seorang ayah yang sempat malas membeli sebotol susu jika tidak terpikir soal secangkir teh tanpa susu yang akan diminumnya.

Tentang judul bahasa Indonesia, "Untunglah, Susunya", pada awalnya saya sempat tidak mengerti kenapa ia diterjemahkan plek seperti itu. Untuk sebagian orang kata "susunya" bermakna kurang baik yakni tertuju kepada buah dada perempuan. Tetapi setelah membaca ulang buku ini, saya tidak mempermasalahkannya lagi. Karena memang judul terjemahan sudah pas betul jika dilihat dari konteks cerita. Lagipula alih bahasa untuk buku ini spesial, pak Djokolelono! Ah, untunglah,...

Bintang maksimal untuk buku ini. Neil Gaiman memang mampu memberi kejutan yang berbeda-beda pada tiap bukunya. Kadang pembaca dibuat bingung, takut, gembira, sedih, atau bahkan tidak sanggup menyelesaikan bacaan.

Data buku

Judul: Untunglah, susunya
Judul asli: Fortunately, the Milk
Pengarang: Neil Gaiman
Alih bahasa: Djokolelono
Ilustrasi: Skottie Young
Tebal: 128 halaman, 20 cm
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2015
ISBN: 9786020312255

Kilas Buku: Kumpulan Dongeng Terlezat Sedunia

|


Pernah membaca dongeng tentang makanan? Tentunya tidak sesering dongeng yang berlatarbelakang kerajaan Eropa yang selalu diisi dengan peran raja, ratu, kesatria, dan rakyat biasa ya. Nah, kini ada dongeng yang dikarang oleh pengarang asli Indonesia dengan inspirasi dari berbagai makanan lezat di seluruh dunia.

Ada 15 dongeng dalam novel setebal 254 halaman ini. Semuanya asyik, indah, dan juga lezat tentunya hihi. Ada beberapa cerita yang saya sukai yakni: Istana Onde-Onde, dan Selusin Mangkuk Roti Asam.

Kena batunya

Istana Onde-Onde bercerita tentang seorang penyihir yang bernama Tinuk. Ia ingin sekali memanen pohon singkong dan memakannya. Sayang, pohon-pohon singkong hasil sihir sangatlah galak. Pohon singkong hanya mau dipanen oleh anak-anak manusia. Maka penyihir Tinuk meniru penyihir Eropa yang memancing anak-anak kecil dengan rumah kue jahe. Ia pun menyihir gubuk jeleknya menjadi istana onde-onde. Dua anak bernama Ulung dan Gendis pun datang ke istana Onde-onde dan menyantapnya dengan senang hati. Penyihir Tinuk pun sudah tak sabar ingin memperbudak anak-anak itu supaya mematuhi perintahnya.

Tak dinyana, Ulung dan Gendis tidak menyukai onde-onde instant hasil sihir. Rasanya hambar dan masih mentah. Tak percaya, penyihir Tinuk pun memakan semua onde-onde sihirnya. Dan yang terjadi adalah.... :D

Kreatif

Selusin Mangkuk Roti Asam, bercerita tentang Bitte yang selalu kelelahan karena mencuci peralatan masak yang selalu menumpuk. Suatu ketika paman dan keluarganya akan datang bertandang dan makan malam bersama mereka. Bitte sebal karena akan mencuci piring lebih banyak dari biasanya (yang juga selalu banyak), Nah, ketika membantu adiknya membuat roti, ia pun mendapat ide untuk membentuk adonan roti menjadi bulat alih-alih lonjong. Nah selanjutnya, apa ide itu akan berhasil?

Variatif

Dongeng yang satu ini dapat menjadi pilihan para orang tua dan anak. Apalagi dibuat oleh pengarang asli Indonesia lho. Tentunya gak kalah menarik kan dengan dongeng karangan pengarang luar negeri. :)

4-5 bintang dari saya untuk buku ini.

Informasi buku

Judul: Kumpulan Dongen Terlezat Sedunia
Pengarang: Ernita Dietjaria
Ilustrasi: Arine Natasha, Clay Studio, Melani Putri, Winda Yunnal
Tebal: paperback, 254 halaman
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer, 2015

Kilas Buku: Witch Catcher

|


Seorang anak perempuan bernama Jen merasa sangat bersemangat ketika ayahnya mendapatkan sebuah kastel di suatu daerah terpencil di West Virginia. Kastel itu merupakan warisan dari paman Thadeus, seorang paman dari keluarga jauh ayah. Karena ayah Jen adalah satu-satunya kerabat yang masih hidup, maka ia berhak dengan atas kastel itu sebagai warisannya.

Bagi Jen, memiliki kastel adalah impian yang jadi nyata. Sejak dulu ia ingin sekali merasakan tinggal di sebuah kastel seperti putri dan pangeran di negeri dongeng. Pada kenyataannya kastel paman Thadeus tidak hanya besar, tapi juga suram. Jen tidak mempermasalahkan hal itu karena ia masih dapat berkhayal seolah-olah ia adalah sang putri yang terkucilkan dan menunggu sang pangeran datang. Apalagi ada menara kastel yang letaknya terpisah dari bangunan utama. Ia akan main ke sana dan mendapatkan jiwa petualangan. Hanya saja, di menara itu ada bola-bola kaca yang berwarna-warni.

Jen pikir satu-satunya masalah besar yang ia miliki saat itu adalah Moura. Moura adalah kekasih ayahnya. Perempuan itu memiliki sifat yang tidak disukai Jen. Dan ia tidak ingin Moura menjadi ibu tirinya. Masalah besar lain yang muncul adalah Moura tidak hanya ingin memiliki ayahnya, tapi juga kastel dan bola-bola kaca di menara.

Jen bersama kucingnya merasa harus berjuang untuk itu. Ia juga dibantu oleh peri kecil dari bola kaca. Yah sebenarnya peri inilah yang mendorong Jen untuk memperjuangkan keinginannya. Atau sebenarnya Jen hanya dimanfaatkan oleh peri itu? Jen tidak tahu. Yang ia sadari adalah ia tengah terlibat dalam masalah yang tidak biasa: masalah dunia lain.

Well, awalnya aku sangat bersemangat membaca buku ini. Remaja putri, kastel, dan peri adalah kunci untuk cerita yang menyenangkan. Sayangnya hal tersebut bukan jaminan. Cerita peri tidak selalu berjalan menyenangkan. Banyak juga cerita tentang peri yang menyedihkan. Yah saya tidak bilang kalau buku ini menyedihkan, hanya saja kurang nuansa senang-senang nya.

Buku ini lumayan juga untuk dibaca anak-anak. Supaya mereka tahu kalau yang namanya kastel pada dasarnya tidak seperti yang ada pada cerita putri Sofia the First. :D

Informasi Buku
Judul Buku: Witch Catcher
Pengarang: Mary Downing Hahn
Tebal: 300 halaman, paperback
Penerbit: Atria, Juli 2012

Kilas Buku: Misteri Kastel Es (Sherlock, Lupin, dan Aku #5)

|

Judul: Misteri Kastel Es (Sherlock, Lupin, dan Aku #5)
Judul asli: Sherlock, Lupin, & Io: Castello Ghiaccio
Pengarang: Irene Adler
Tebal: 258 halaman
Penerbit: BIP, 2015 (pertama kali terbit 2013)

Ini adalah kisah tentang tiga orang remaja detektif yang bernama Sherlock Holmes, Arsene Lupin, dan Irene Adler. Mereka bertiga bersahabat walaupun tinggal di tempat yang berbeda. Tokoh utama dalam serial ini adalah Irene Adler yang dalam nomor ini sudah mengetahui siapa ibu kandungnya. Ketika ia bertemu wanita yang melahirkannya itu untuk pertama kalinya, ia terpaksa harus berpisah lagi dengannya. Namun ia tidak kesepian karena ada Holmes dan Lupin, kedua sahabatnya yang sengaja berkunjung. Kedatangan Holmes dan Lupin juga suatu kebetulan karena ada kasus aneh yang mereka temukan di sekitar hotel tempat Irene menginap. Mereka bertiga menyebutnya dengan misteri kastel es.

Tokoh-tokoh detektif terkenal selalu memiliki kisah lain yang tidak dikarang sendiri oleh pengarang aslinya. Salah satunya adalah buku anak-anak yang sudah saya baca ini. Dan jujur, baru kali ini saya menemukan tokoh Sherlock, Lupin, dan Irene disandingkan, sebagai sahabat kental pula. Tapi syukurlah, ceritanya ringan dan mudah dicerna, khas anak-anak.

Sherlock Holmes digambarkan sebagai remaja yang jenius dan agak serius. Ia merupakan sosok yang senang menganalisa dan berpikir panjang. Sementara Lupin yang juga anak jenius agak berbeda. Ia cenderung lebih humoris dan santai. Dan Irene, si tokoh utama kita, digambarkan seperti cewek remaja biasanya, sedikit rapuh namun tangguh.

Saya senang dengan buku ini. Cocok untuk dibaca anak-anak yang beranjak remaja, meski tak dipungkiri juga cocok dibaca oleh orang dewasa yang senang dengan bacaan ringan dan menghibur.

4 bintang untuk buku ini.

Kilas Buku: Titipan Kilat Penyihir

|

Judul: Titipan Kilat Penyihir
Judul asli: Kiki's Delivery Service (魔女の宅急便)
Pengarang: Eiko Kadono
Genre: Child Literature, Fantasy
Tebal: 232 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2006 (pertama kali terbit 1985)

Sinopsis:
Karena dia penyihir, pada usia tiga belas tahun Kiki harus pindah ke kota lain. Dia harus meninggalkan Ibu, Ayah, serta kota kelahirannya. Kiki hanya akan ditemani Jiji si kucing hitam. 

Ibu sudah melarangnya tinggal di kota besar, tapi Kiki kepalang suka pada kota Koriko, karena menara jamnya sangat tinggi dan letaknya dekat laut. Tapi astaga... warga kota Koriko tidak menyambut Kiki dengan hangat. Apakah Kiki bakal bisa bertahan di kota ini, padahal dia cuma bisa satu sihir: terbang dengan sapu? (goodreads)

-----

Satu lagi kisah anak-anak yang menarik: Kiki dan Jiji! Seperti sinopsis yang saya lampirkan di atas, novel ini menceritakan tentang penyihir cilik yang bernama Kiki. Ia mengikuti kata hatinya untuk menetap di kota Koriko yang ramai. Sementara Jiji, si kucing hitam, mengingatkan Kiki akan pesan ibunya untuk mencari desa sebagai tempat tinggal.

Pada awalnya, Kiki memang tidak bisa diterima oleh warga Koriko. Bukan karena kemampuan Kiki yang sangat terbatas, namun karena warga Koriko sudah tidak percaya lagi pada keberadaan penyihir. Setelah menimbang potensi yang ada di kota Koriko, akhirnya Kiki memutuskan untuk membuka jasa pengiriman kilat dengan menggunakan ruangan yang disewakan oleh ibu pemilik toko roti.

Apakah usaha Kiki akan berjalan lancar?

Cerita Kiki dan Jiji yang berjuang di kota asing tanpa ayah dan ibunya sangatlah menarik. Pilihan kata yang disajikan sungguh sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak. Apalagi Kiki digambarkan sebagai penyihir yang sangat manis dan baik hati, tidak seperti stereotip penyihir dengan hidung bengkok dan gigi ompong. Melalui Kiki, anak-anak dapat mengambil pelajaran bahwa setiap usaha butuh perjuangan, dan anak-anak yang suka membantu orang lain akan disenangi banyak orang dan mendapat banyak kebaikan.

3,5 bintang! :)

Kilas Buku: Taqy's Busy Book

|

Ransel Busy Book. Busy Book nya ada di dalam☺

Hallo semua... Sudah lama sekali ya sepertinya saya tidak mengulas apapun di blog ini. Adapun ulasan saya yang biasa terbit sebulan sekali, adalah hasil dari auto-scheduled dari beberapa postingan yang sudah saya tulis 6 bulan yang lalu.

Nah, sekarang ini saya ingin mengulas busy book yang baru saja saya beli dari Ilokids untuk anak kami, Taqy. Busy book adalah buku yang merangsang kreativitas dan imajinasi balita. Maka buku ini tentu saja cocok untuk anak berusia 2 - 4 tahun. Tapi Taqy kan baru berusia 5 bulan... hehe memang dasar emaknya aja yang kepingin buku ini. Ngidam mungkin ya hehe. Ya setidaknya bisa saya simpan sampai Taqy berusia 2 tahunan hehe. *kecup Taqy.


Lalu apa saja sih isi busy book ini? Oke.. Untuk sampul, terdapat gambar yang menarik dengan tulisan 'Busy Book' dan 'Ilokids'. Dan yang paling spesial adalah nama Taqy juga tertera pada sampul frpan.. yay! 😎

Pada halaman pertama terdapat abjad latin lengkap dari A-Z. 🔠


Pada halaman kedua, terdapat pola bundar warna warni yang juga berfungsi sebagai perekat bagi kancing-kancing warna warni yang ada di sebelahnya. Intinya, kancing-kancing itu bisa lepas tempel. 😁

Pada halaman ketiga juga terdapat kain dan kancing yang dapat lepas-tempel. Pada halaman ini yang dijodohkan adalah lawan (opposite) dari dua kelompok yang berbeda. 💘


Pada halaman keempat terdapat gambar dua dua sepatu, yang salah satunya memiliki tali. Fungsinya agar anak dapat belajar mengikat tali sepatu. 😘

Sementara pada halaman kelima terdapat telepon yang gagangnya dapat diangkat. Tidak lupa juga tombol nomornya. 📠


Pada halaman keenam dan ketujuh, terdapat kotak angka 1-10 dengan amplop kecil yang berisi wortel dengan angka_angka juga. 🐰


Pada halaman kedelapan, terdapat matahari, awan, dan pesawat terbang yang menempel pada tali. Gambar-gambar itu dapat digeser dua arah, baik ke kanan ataupun ke kiri. ✈🌞☁

Pada halaman kesembilan terdapat perahu layar yang masing-masing pola pembentuknya dapat di lepas-tempel. ⛵


Pada halaman kesepuluh, terdapat gambar wajah monyet yang pada bagian mulutnya dikunci dengan resleting. Ketika mulutnya dibuka, ada beberapa pisang yang tersemat di dalamnya. Dengan begini, anak-anak dapat belajar memberi makan pisang kepada monyet. Tentu menyenangkan. 🍌🐒

Halaman selanjutnya terdapat pola warna warni yang juga lepas-tempel. 🔺◼🔶🔴


Pada halaman kesebelas terdapat awan-awan yang tengah menurunkan air hujan. Hujannya terbuat dari tasbih-tasbih yang dapat dihitung. Anak-anak dapat belajar bermain sambil belajar menghitung tasbih. 🌁🌈


Nah, halaman selanjutnya nih, terdapat peta atau denah dengan gambar rumah, rel kereta api, pantai, gedung-gedung, dsb. Tidak lupa juga terdapat beberapa kertas ikon yang dapat dilipat dan dimainkan. 🚂🚃


Sampul terakhir! Pada bagian ini terdapat nama Taqy dan juga kutipan dari ilmuwan terkenal, Albert Einstein. ☃

So, itulah ulasan saya tentang busy book yang dibuat oleh Olokids. Sebetulnya bisa kok kalau mau buat busy book swndiri. Jika kalian memang punya waktu luang dan imajinasi yang bagis, buat busy book sendiri untuk anak-anak, kenapa enggak. 😍

Oh iya, Ilokids bisa dihubungi melalui instagramnya dengan akun @ilokids 💻


Kilas Buku: Little Witch Co. Vol. 3 (Gaun Bintang Kejora)

|
18961274
Judul: Little Witch Co. Vol. 3: Gaun Bintang Kejora
Pengarang: Ambiru Yasuko
Penerjemah: Yunita Dwi Susanti
Penerbit: Bentang Belia, November 2013

Musim dingin hampir tiba. Namun nuansa dingin mulai melingkupi daerah tempat Nana tinggal. Maka, dengan membawa mantelnya, ia mengunjungi rumah kecil tempat perusahaan sihir bagian daur ulang berada. Meskipun sudah terbiasa dengan Nana, Silk dan Cotton tetap kaget melihat kehadiran anak manusia itu. Seharusnya tidak seorang pun manusia mampu menemukan Little Witch Co. kecuali ia berkepentingan. Tetapi Nana selalu tidak berkepentingan setiap kali ia menemukan rumah mungil itu. Kenapa ya?
Sementara itu Silk dan Cotton menerima pengumuman dari seorang Ratu Salju bernama Christa. Pengumuman itu berisi tentang kapan salju pertama akan turun. Nana yang belum tahu mengenai dengan Ratu Salju Christa, akhirnya berkenalan dengan sosok ratu yang terkenal dingin itu.

Ketika itu kantor sihir menjadi sangat dingin. Perapian pun mati. Tidak ada kehangatan yang tertinggal. Dan tiba-tiba saja seorang gadis sebaya dengan Silk dan Nana muncul di depan pintu kantor sihir urusan daur ulang. Itulah Ratu Salju Christa yang dingin.
Ratu Christa mendatangi Silk karena memiliki keperluan yakni mendaur ulang gaunnya untuk kontes Pemilihan Ratunya Ratu Salju tahun ini. Ia selalu dikalahkan oleh Ratu Salju Snowla dalam kompetisi itu. Dan apa yang akan dilakukan Silk, Nana dan Cotton untuk membantu Ratu Christa memenangkan kompetisi ini?

Karakter
Selain Silk, Nana, dan Cotton, pada edisi kali ini kalian akan bertemu dengan Ratu Salju Christa dan rubah berbulu putih penyendiri.

Pesan Moral
Pesan yang dapat kita ambil dari serial Little Witch Co. ini sebenarnya berseragam dari buku pertama hingga ketiga ini:
1. Bertemanlah dengan siapapun. Walau dengan orang yang berkarakter sangat berbeda sekalipun, ia pasti tetap akan dapat menjadi teman yang baik.
2. Bantulah siapapun yang membutuhkan.
3. Seseroang yang berhati dingin dan kesepian dapat diluluhkan dengan persahabatan dan kasih sayang.

Tips Menjahit
Setidaknya ada 1 tips menjahit sederhana dalam serial ini yang dapat dipraktekan adik adik kecil di rumah. Tentunya kalian bisa melakukannya dengan bantuan kakak atau ibu ya. :)

Bintang
Sekali lagi saya memberi 3 dari 5 bintang untuk buku lucu ini. Melanglang buana di dunia fantasi anak-anak memang sangat menyenangkan. :)

Note: Review ini merupakan repost dari review Kilas Buku di Kompasiana. Silakan klik disini.

Kilas Buku: Little Witch Co. 2 (Perjalanan Sihir)

|
cover Little Witch Co 2 s
Judul: Little Witch Co. 2
Penulis : Ambiru Yasuko
Penerjemah : Yunita Dwi Susanti
Penyunting: Aan Wulandari
Penerbit : Bentang Belia
ISBN : 978-602-7975-42-2

Bagaimana rasanya kalau diajak liburan oleh penyihir? Tentu saja akan merasa senang dan penasaran kan? Nah begitu juga perasaan Nana. Suatu ketika ia diajak melakukan perjalanan sihir oleh Silk dan Cotton. Masih ingat Silk dan Cotton kan? Itu lho teman kita si penyihir Jahit yang jago daur ulang pakaian dan juga kucing pelayannya.
Perjalanan sihir dalam rangka liburan musim panas ini menggunakan karpet sihir yang sangat mengejutkan Nana. Ia pikir penyihir akan selalu terbang menggunakan sapu lidi tetapi nyatanya Silk lebih memilih untuk bepergian dengan karpet terbang yang memiliki banyak simbol (tergantung tujuannya) di tengahnya.
Tiba-tiba saja di tengah perjalanan karpet mereka rusak dan terdampar di Perusahaan Sihir Bagian Perjalanan (fyuh untung saja). Awalnya mereka mengira liburan mereka gagal. Namun ternyata tidak. Di kantor tsb mereka bertemu dengan grup vokal kesukaan Silk, Chorus Stars. Tantangan baru untuk mereka kali ini adalah mendaur ulang busana untuk keempat anggota Chorus Stars yang seragam namun berbeda.
Bagaimana Silk, Nana, dan Cotton menghadapi hal ini?

Karakter
Selain bertemu dengan Silk, Nana, dan Cotton. Para pembaca juga akan bertemu dengan Rune, penyihir bagian perjalanan dan pelayannya yang juga seekor kucing, beserta anggota Chorus Stars yang terdiri atas rubah, babi, serigala, dan tikus pendengkur.

Pesan Moral
Satu hal yang dapat dipelajari dari buku fantasi anak-anak yang menyenangkan ini adalah:
1. Setiap orang memiliki karakter dan kesukaan yang berbeda
2. Namun hal yang berbeda itu justru menjadikan persahabatan lebih indah
3. Hal yang sama dari karakter yang berbeda ini adalah rasa kasih sayang
Buku ini cocok sekali dijadikan bacaan (dan bahkan koleksi) untuk adik-adik kecil berusia 5 - 12 tahun. Bahkan orang-orang dewasa pun sepertinya tak ada salahnya membaca buku ini. Yah sekedar mengenang masa kecil.

Bintang:
3 dari 5 bintang

Note: Review ini saya re-post dari akun kompasiana milik Kilas Buku. Untuk melihat link, silakan klik disini.

Kilas Buku: Little Witch Co. Vol 1 (Daur Ulang Pakaian)

|
cover Little Witch Co 1
Judul: Little Witch Co.: Bagian Daur Ulang Pakaian
Penulis: Ambiru Yasuko
Penerjemah: Yunita Dwi Susanti
Penyunting: Aan Wulandari
Penerbit: Bentang Belia, 2013
Tebal: 106 halaman
Cerita:
Bayangkan jika kamu adalah seorang anak kecil seperti Nana yang kesepian. Pastinya kamu akan merasa bosan dan sedih. Namun beruntungnya Nana, di tengah kesepiannya, ia menemukan sebuah rumah di tengah hutan yang kemudian diketahuinya sebagai Little Witch co. (Perusahaan Sihir bagian Daur Ulang). Dengan lugunya, Nana masuk ke rumah tersebut. Ia terkagum-kagum dengan berbagai benda yang ada di dalamnya.
Ketika itulah, Silk, si penyihir jahit datang. Disusul dengan Cotton, kucing pelayan yang sangat ramah. Nana terkesan dengan bisnis mereka yang hanya bekerja khusus untuk membetulkan pakaian yang sudah rusak. Nana berpikir Silk bekerja dengan kekuatan sihir penuh, padahal bagi Silk dan dunia sihir sendiri, barang-barang yang dibuat dengan sihir justru adalah barang murahan.
Disini pembaca anak dapat mengambil pelajaran bahwa mendapatkan segala sesuatu dengan cara instan akan mendapatkan hasil yang kurang berharga nilainya. Sihir disini adalah perwakilan dari sesuatu yang instan.
Suatu ketika datanglah tiga ekor induk tikus yang memohon agar gaun kecil milik salah seorang dari mereka didaur ulang menjadi gaun ukuran besar untuk Nona Beruang. Jelas Silk tidak mampu melakukannya kareana bahan daur ulang yang tersedia tidak cukup. Pun Silk juga jelas-jelas menolak menggunakan sihir. Lalu apakah para induk tikus berhasil membuatkan sebuah gaun daur ulang cantik yang akan dikenakan Nona Beruang pada Festival Dandelion?
Pesan Moral:
Banyak pesan moral yang bisa para pembaca dapatkan dari buku mungil ini, khususnya untuk anak-anak:
  1. Bertemanlah dengan siapa saja. Dalam hal ini terlihat pertemanan antara Nana Sang Manusia dan Silk si Penyihir Jahit dan juga Cotton yang merupakan binatang. Juga persahabatan antara tikus-tikus dan Nona beruang.

  2. Membantu siapa saja merupakan hal yang terpuji walaupun hal tersebut dilakukan untuk seekor beruang sekalipun. Bisa dilihat pada bagian Nana dan Silk membuatkan baju daur ulang untuk Nona Beruang.

  3. Hasil yang paling baik adalah hasil yang dilakukan dengan usaha yang sungguh-sungguh dan tidak instan. Bisa dilihat pada bagian Silk yang bersikeras menggunakan kemampuannya menjahit ketimbang sihir dalam membuat busana.
Fantasious!Buku ini mengingatkan saya pada masa kecil. Bahkan hingga sekarang pun saya masih senang membaca dan mengagumi gambar-gambarnya yang ceria khas anak-anak. Sungguh fantasious!

Bintang
5 dari 5 bintang!

Note: Review ini merupakan re-post dari akun kompasiana Kilas Buku milik kami. Link bisa dilihat disini.

Kilas Buku: Cerita Rakyat dari Kalimantan Barat

|

Judul: Cerita Rakyat dari Kalimantan Barat
Pengarang: Syahzaman
Genre: Legenda, Cerita Rakyat
Penerbit: Grasindo, 1994
Tebal: 40 halaman

Buku ini (dan buku serial cerita rakyat terbitan Grasindo) adalah buku favorit saya sewaktu kecil. Setiap kali pergi ke TB Gramedia, saya selalu mencari buku terbaru dari serial ini. Dan bisa dibilang saya mengoleksinya. Namun sayangnya buku-buku tsb tercecer dimana-mana karena saya tidak bisa menyimpannya dengan baik (meski sebagian kecil ada yang saya sumbangkan untuk beberapa taman bacaan).

Cerita Rakyat dari Kalimantan Barat I ini berisi 7 cerita + kesimpulan pada akhir masing-masing cerita. Kesimpulan pada akhir cerita berisi penjelasan jenis cerita, dan pesan moral yang dapat diambil. Cerita-cerita tersebut adalah:

  1. Asal-Usul Nama Pontianak
  2. Pulau Belumbak
  3. Sungai Kawat
  4. Bujang Beji dan Tumenggung Murubai
  5. Liang Mengurang
  6. Membeli Akal
  7. Asal Mulanya Burung Roak

1. Asal-Usul Nama Pontianak
Ternyata eh ternyata, Pontianak itu berasal dari kata 'Ponti' yang berarti 'Sarang' dan 'Anak' yang bermaksud 'Sematianak' atau biasa disebut 'Kuntilanak'. Jadi, dulunya itu di daerah Kalimantan, banyak wanita yang mati saat melahirkan. Sehingga terjadilah pertumbuhan bangsa kuntilanak yang cukup pesat hingga mencapai daerah Kalimantan Barat. Syukurlah ada salah satu keturunan habib dari Hedralmaut bernama Syarif Abdurrahman yang mendirikan kota di salah satu sarang kuntilanak ini. Beliau mendirikan masjid Jami' Sultan Pontianak yang masih dapat dilihat hingga kini. Dan sejak itulah kota tersebut berkembang pesat hingga menjadi ibukota Kalimantan Barat.

Awalnya saya berharap akan mendapatkan cerita seram dari kisah pertama ini. Ternyata (dan syukurlah) tidak ada sama sekali bumbu-bumbu horror sedikitpun. Yah, mungkin karena segmennya untuk anak-anak, jadi hal-hal yang berbau cerita seram memang sengaja ditiadakan.

2. Pulau Belumbak
Ceritanya sendiri sih hampir mirip dengan cerita Malinkundang. Pulau Belumbak ini berisi kisah tentang dua saudara yang merantau hingga menjadi kaya. Namun ketika kembali, mereka durhaka kepada ibunya sehingga sang ibu pun berdoa agar perahu-perahu yang ditumpangi mereka mendapat kecelakaan. Akhirnya terkabullah doa sang ibu dan kedua perahu tersebut berubah menjadi pulau yang dinamakan pulau Belumbak.

3. Sungai Kawat
Hikmah ceritanya mirip-mirip dengan cerita rakyat biasanya sih. Yaa supaya jangan tamak, loba, dll. Nah, kalau yang ini mengenai seorang nelayan yang menemukan kawat emas di sungai Kapuas. Karena ia tamak dan ingin mengambil semua emas yang ada di sungat tersebut, maka ia pun tenggelam ke dalam sungai dan tidak pernah kembali lagi.

Menurut saya, hikmah lainnya adalah tentang kelestarian alam sekitar. Sebagai manusia, kita memang boleh mengambil apa yang ada di sekitar kita, namun barengi juga dengan menjaganya dengan baik.

Cerita keempat, kelima, keenam, dan ketujuh silakan baca sendiri deh hehe. Yang jelas, buku ini memang sangat layak dibaca. Saya pun sangat berharap supaya buku ini dicetak ulang lagi dan lagi supaya para adik kecil kita tahu tentang cerita rakyatnya sendiri. Jangan sampai nanti cerita rakyat malah dipelintir seperti contoh Roro Jonggrang yang membangun Tangkuban Perahu dalam waktu semalam. :p

Posbar ini saya ikut sertakan dalam posbar BBI bulan Agustus.


Kilas Buku: Pippi si Kaus Panjang

|

Judul: Pippi si Kaus Panjang
Judul Asli: Pippi Långstrump
Pengarang: Astrid Lindgren
Penerjemah: Agus Setiadi
Genres: Classic, Children
Penerbit: Gramedia, 2005 (pertama kali terbit 1945)
Paperback, 168 halaman

Pippi adalah seorang anak kecil berusia sembilan tahun. Ibu kandungnya meninggal dunia setelah melahirkan dirinya. Sementara itu ayahnya yang bekerja sebagai kapten kapal meninggal ditelan ombak lautan. Tinggalah Pippi seorang diri terombang-ambing di kapal laut bersama para kelasi kapal yang juga anak buah ayahnya. Suatu hari Pippi kembali ke Swedia dan tinggal di rumah kecil peninggalan ayahnya. Ia tinggal bersama monyet kecil dan kuda peliharaannya.

Setiap anak kecil di kota tempat Pippi tinggal sangat mengagumi gadis cilik berambut merah itu. Sementara setiap orang dewasa dibuat kesal bukan main. Mereka menganggap apa yang Pippi lakukan sangatlah tidak sopan dan berbahaya khususnya bagi seorang anak kecil seperti dirinya.

Buku ini penuh imajinasi khas anak-anak. Astrid berhasil menerjemahkan apa yang diinginkan anak-anak tanpa kehadiran orang dewasa di sekitar mereka. Karena inilah, Pippi diciptakan dan dijadikan teman baru bagi anak-anak.

Sementara bagi orang dewasa, buku ini termasuk buku yang absurd. Orang dewasa yang sudah berpikir logis akan bertanya-tanya, bagaimana mungkin seorang anak seperti Pippi ada di kehidupan nyata. Tidak mungkin seorang anak kecil bisa mengurus dirinya sendiri dengan mudah tanpa bantuan orang dewasa. Hey ingat, ini hanya buku. Dan bagi seorang anak kecil, menjadi seperti Pippi adalah impian mereka!

Saya teringat akan diri saya sendiri ketika kecil. Waktu itu hal yang paling saya inginkan adalah tinggal di dalam rumah pohon seorang diri. Saya akan memasak sendiri, mengurus rumah pohon saya sendiri dan bermain-main sendiri. Saya tidak perlu bekerja karena pekerjaan harian saya adalah bermain. Lalu saya akan tidur dimanapun dan kapanpun sesuka hati saya, tanpa ada yang mengatur jadwal tidur. Yah, begitulah impian saya semasa kecil. Dan saya merasa Pippi menjadi bagian dari hidup saya, bagian dari imajinasi setiap anak!

Ulasan ini untuk:
TBBR Mbak Maria
Lucky No. 14 Mbak Astrid
CLRP Bzee

Kilas Buku: Love Aubrey

|

Judul: Love, Aubrey
Pengarang: Suzanne LaFleur
Penerjemah: Ary Nilandari
Genres: Children, Middle Grade, Realistic Fiction
Paperback, 256 halaman
Matahati, 2010 (terbit pertama kali 2009)

Aubrey baru saja kehilangan ayah dan adiknya dalam keadaan tragis yang membuat seluruh hidupnya jungkir-balik. Bersama ibunya, gadis itu berusaha menata hidupnya kembali. Namun, pada suatu hari, sang ibu pergi meninggalkannya, entah ke mana, tanpa pesan, tak ingat pada dirinya.

Gadis berusia sebelas tahun itu terpaksa mengurus diri dan menjalani hari-harinya sendirian, menunggu ibunya kembali. Satu-satunya hal yang bisa dilakukannya adalah menulis surat untuk mengungkapkan perasaan, bahkan di saat tak ada seorang pun yang dapat membacanya.

Ini adalah kisah mengharukan tentang keluarga, persahabatan, kenangan, cinta, serta kekuatan untuk memaafkan. Pada akhirnya, semua pengalaman itu memaksa Aubrey membuat salah satu keputusan terbesar dalam hidupnya. (goodreads)
***
Awalnya saya pikir buku ini merupakan bundel dari surat-surat Aubrey. Ya, mungkin karena judulnya Love, Aubrey. Saya berasumsi begitu karena saya teringat akan buku Dear Enemy yang ceritanya merupakan sudut pandang dari isi banyak surat si tokoh utama (si penulis surat). Ternyata saya salah, dan Love, Aubrey merupakan satu hal yang berbeda. Surat-suratnya ditulis pada akhir setiap bab, dan tidak melulu ke satu orang (Jilly).

Jika kalian adalah pembaca yang mellow, dan senang dengan cerita-cerita sedih, Love, Aubrey cocok untuk dijadikan bacaan kalian. Bagusnya, buku ini bukan cuma sekedar menceritakan kesedihan saja yang bisa jadi akan membuatnya menjadi bacaan yang menyedihkan. Buku ini juga merupakan sebuah buku tentang motivasi untuk move on, bergerak terus. Bangkit dari keterpurukan. Sebagai pembaca, kita akan diajak untuk melihat sisi dari orang yang terkena musibah, orang-orang sekitar yang berusaha menolong, dan orang-orang lain yang hanya bisa ingin tahu tanpa punya keinginan untuk menolong.

Kilas Buku: Penyihir Mencari Istri

|

Judul: Penyihir Mencari Istri
Judul Asli: Which Witch
Pengarang: Eva Ibbotson
Penerjemah: Listiana Srisanti
Genres: Fantasy
Paperback, 256 halaman
Gramedia Pustaka Utama, 2002 (pertama kali terbit 1979)

"Aku menikah! Apa kau gila? Dengan siapa aku akan menikah?" Arriman bergumam merana. Tetapi tentu saja dia tahu. Semua tahu. Hanya ada satu jenis perempuan yang bisa dinikahi penyihir, yaitu penyihir perempuan.

Arriman si Angker, Penyihir Utara, perlu istri. Tetapi penyihir perempuan yang mana yang akan dipilih Arriman? Bermacam-macam penyihir perempuan---dari yang keriput berkumis, gemuk dan mendengus seperti babi, kejam, tukang bertengkar, sampai yang kakinya bersisik---ikut dalam kompetisi sihir yang diadakannya. Mabel Wrack, yang setengah-duyung, mengkhususkan diri pada sihir yang ada hubungannya dengan air dan ikan. Mother Bloodwort yang sudah tua menguasai semua mantra di buku (kecuali mantra mengubah-diri-jadi-muda-lagi), dan si kembar Shouter rela saling bunuh asal bisa menang!

Kasihan Belladonna, dia tak punya kesempatan. Betapapun kerasnya dia berusaha melakukan sihir hitam, mantranya hanya menghasilkan begonia merah jambu atau keping-keping salju indah, tak pernah ular berbisa ataupun kodok.

Namun Belladonna bertekad melakukan sesuatu yang mengerikan dalam kontes, dan dengan bantuan seorang anak yatim-piatu misterius dan seekor cacing bernama Rover, dia mungkin bisa menang.

Itu kalau Madame Olympia, enchantress yang memakai kalung untaian gigi manusia, tidak lebih dulu berhasil mendapatkan Arriman. (goodreads)
***

Kilas Buku: Double Act

|
Judul Double Act
Pengarang: Jacqueline Wilson
Penerjemah: Poppy D. Chusfani
Genre: Family; Realistic Fiction
Penerbit: Gramedia, 2009 (pertama kali terbit 1995)
Tebal: 204 halaman
Award: Nestlé Smarties Book Prize for 9 – 11 Years (1995)

Ruby dan Garnet adalah kembar identik berusia sepuluh tahun. Mereka melakukan apa-apa bersama-sama--pakaian sama, mengganggu guru dan teman bersama, kabur ke London untuk ikut audisi bersama--apalagi setelah ibu mereka meninggal tiga tahun yang lalu. Tapi bisakah mereka bersama terus, ketika kehidupan berkembang dan berubah?

Semua yang mereka lakukan dan rasakan, mereka tulis dalam buku ini. Bergantian mereka menulisnya. Ada tulisan Ruby, yang bandel, nekat, dan percaya diri. Ada tulisan kembarannya, Garnet, yang lembut, pengalah, penolong, tapi tidak percaya diri. (goodreads)
***
Ini termasuk buku paling lama yang saya baca. Susah? Bukan? Bosan? Emm.. bisa jadi. Dan sebenarnya lebih kepada kurang motivasi untuk membaca buku ini. Entah ya berkali-kali saya baca buku ini mulai dari awal. Mungkin ya kurang minat.

Namun ternyata ceritanya tidak terlalu buruk juga. Hehe. Saya lebih senang kepada Garnet yang lebih kalem daripada Ruby. Ruby yang agak kasar dan selalu mencari perhatian. Garnet memang agak menyebalkan juga, namun dia lebih lembut dan sedikit bijak. Sementara ibu tirinya, yah syukurlah, ia mau menjadi ibu yang cukup baik. Dan syukurnya lagi ia bukan jenis ibu baru yang berusaha mencari perhatian anak-anak dari suami barunya dengan lebay.

Cerita yang paling saya suka dari si kembar adalah ketika mereka ikut serta tes untuk memdapatkan beasiswa dari sekolah berasrama yang top. Ruby terlalu meremehkan, sementara Garnet terlalu tidak percaya diri. Karena tes ini tidak seperti tes pencarian bakat yang mengandalkan kelihaian komunikasi, maka Garnet pun unggul. Ya, walau Garnet tampak lebih gugup dan gagap, namun ia lebih pintar untuk urusan akademik tertulis. Gaya menulisnya bagus yang membuatnya mendapat poin lebih untuk essainya daripada miliki Ruby. Akhirnya Garnetlah yang mendapatkan beasiswa itu, bukan Ruby. Ruby yang selama ini selalu superior pun langsung kecewa hingga tidak ingin bicara pada Garnet. Hmm... anak-anak! :D

Cerita ini -saya rasa- cocok untuk anak-anak middle grade.
Ulasan ini diikutsertakan pada FYE; Fun Year Event with Children's Lit: Fun Month 5 oleh Bzee dan Read-a-long with Jacqueline Wilson oleh Hobby Buku.

Kilas Buku: Rebecca of Sunnybrook Farm

|
Judul: Rebecca of Sunnybrook Farm
Pengarang: Kate Douglas Wiggin
Penerjemah: Hani Iskadarwati
Genres: Classic, Realistic Fiction, Children, Middle-Grade
Penerbit: Orange Books, 2011 (pertama kali terbit 1903)
Tebal: 310 halaman

Keadaan memaksa Rebecca meninggalkan Sunnybrook Farm, tempatnya dibesarkan bersama keenam putra-putri keluarga Randall yang lain. Ia mengerahkan keberanian untuk tinggal dengan keluarga Sawyer, bukan saja karena yang diminta pergi ke Riverboro adalah Hannah, sang kakak, tetapi juga ketidaksukaan keluarga Sawyer kepada almarhum ayahnya.

Rebecca harus beradaptasi dengan cara didik kedua bibinya yang keras, sekaligus harus membuat seluruh keluarga bangga akan prestasi dan perilakunya sehari-hari. Bagaimana Rebecca mengatasi rindu rumah? Apakah ia dapat bertahan di Riverboro dan menerapkan cara didik kedua bibinya? Dan siapakah Mr. Aladdin yang telah "mencuri" hati Rebecca?

Kisah perjuangan seorang gadis cilik dalam terpaan persoalan hidup yang mengundang kontemplasi, rasa haru, dan tawa riang. Mengingatkan kita pada kisah Anne of Green Gables, A Little Princess, atau Pollyanna, meski sebenarnya Rebecca of Sunnybrook Farm terbit lebih dulu dari ketiga novel tersebut (goodreads).
***
Benar-benar mirip Anne! Kalau dengan Pollyanna bagaimana? Hmm, saya tidak tahu karena saya belum membaca bukunya, ditimbuuun terus yaa hahaha. Saya senang dengan karakter Rebecca, jauh lebih senang kepadanya daripada si rambut merah, Anne. Rebecca yang berambut hitam, bermata gelap dan berkulit agak gelap rasanya khas sekali dengan sifatnya yang senang bergaul dan cerdas. Well, saya sebenarnya penasaran apakah Rebecca menjadi salah satu inspirasi bagi lahirnya Anne dan Pollyanna? Tapi penasaran tinggal penasaran yah. Maaf pembaca saya lagi malas mencari tahu jawaban saya sendiri, jadi jika kalian memang penasaran dengan pertanyaan yang saya ajukan, please help yourself. :D

Rebecca yang tampak nakal, ternyata jauh lebih dewasa dan pengertian daripada saudarinya yang selalu dibanggakan. Ia tampak berpikiran maju sehingga seorang laki-laki dermawan yang jauh lebih tua darinya merasa cocok dan menyukainya. Yeah, mungkin itu karena sifat Rebecca tadi.

Saya mungkin menyenangi karakter Rebecca. Saya juga mungkin menyenangi karakter Tuan Aladin. Namun saya tidak suka dengan gaya penulisan dan pendeskripsian novel-novel klasik yang bertele-tele. Ah! Ini saja saya membaca versi abridged-nya lho dan saya sudah agak bosam sehingga merasa harus membaca cepat beberapa hal yang menurut saya membosankan. Apalagi jika saya membaca versi unabridged-nya ya. 0-o!

Ulasan ini diikutsertakan pada FYE; Fun Year Event with Children's Lit: Fun Month 5 oleh Bzee dan New Author dan What's in a Name RC oleh Ren.

Kilas Buku: Shiloh, Persahabatan Sejati (Shiloh #1)

|
Judul: Shiloh
Pengarang: Phylis Reynolds Naylor
Genres:  Realistic Fiction, Animal. Children, Middle Grade
Penerbit: Kaifa, 2003 (pertama kali terbit 1991)
Tebal: 176 halaman
Awards: Newbery Medal (1992), Texas Bluebonnet Award (1994), Rebecca Caudill Young Reader's Book Award (1994), Grand Canyon Reader Award for Intermediate Book (1994), Nene Award (1994) Massachusetts Children's Book Award (1994), Flicker Tale Children's Book Award (1994), Sequoyah Book Award (1994), Dorothy Canfield Fisher Children's Book Award (1993), Pacific Northwest Library Association Young Reader's Choice Award for Youth (1994), Charlie May Simon Children's Book Award (1993), Children's Choice Book Award (1994), New Mexico Land of Enchantment Award (1994), American Bookseller Pick of the Lists, IRA-CBC Young Adult Choice, IRA-CBC Teacher's Choice, American Library Association (ALA) Notable Book for Children's Book

"Malam ini ia akan kubiarkan, tapi jika ia keluyuran lagi, aku akan memukulinya habis-habisan. Kujamin itu!"

Bagaimana perasaanmu mendengar seseorang berkata demikian mengenai sesuatu yang kamu cintai? Marty nyaris tak kuasa menahan tangis saat Judd Travers mengucapkan kata-kata jahat tersebut mengenai anjing kecil yang dia temui siang itu. Anjing manis dan lucu yang mengikutinya sesiangan, yang berlari menghampiri saat Marty bersiul, yang benar-benar telah merebut hati Marty. Anjing yang telah ia beri nama Shiloh, yang ternyata kepunyaan Judd Travers, tetangga yang tak segan-segan menyiksa binatang demi kegemaran berburu. Anjing yang ingin ia miliki, tapi tak mungkin karena keadaan keluarganya yang pas-pasan.

Suatu hari, Shiloh hilang! Setelah itu, berbagai peristiwa bergulir secara tak terduga. Kemana Shiloh? Bagaimana nasib anjing itu? Bisakah Marty menyelamatkan sahabat barunya? (goodreads)
***
Saya selalu takjub dengan cerita yang berhubungan dengan binantang. Ketika membacanya, perasaan saya seolah tersentuh dengan kata yang tak bisa digapai nalar. Ada aliran listrik yang mengirimkan sinyal kepada hati untuk mengsekresi perasaan kasih sayang yang saya miliki dalam bentuk ekspresi yang melembut dan bahkan air mata.

Shiloh adalah salah anjing yang sensitif dan sedikit berbeda dengan anjing kebanyakan. Karena itulah ia merasa harus memilih majikan yang berhati lembut pula; Marty. Adegan yang paling saya sukai adalah ketika Marty dengan susah payah merawat Shiloh yang dilakukannya dengan sembunyi-sembunyi. Disini terlihat begitu menyentuh. Di sisi lain, saya juga tidak menyukai Marty ketika ia harus berbohong berkali-kali hanya untuk Shiloh. Hmm, memang bagai memakan buah simalakama.

Buku ini memberi pesan kepada kita agar saling berbuat baik kepada sesama makhluk ciptaan Tuhan. Manusia, hewan dan tumbuhan memiliki perasaan dan semangat untuk hidup. Ingatlah, hidup dengan menebar kebaikan dan kasih sayang akan membuahkan kebaikan pula dalam diri kita. Kebaikan yang bahkan nilainya lebih besar lagi.

Ulasan ini diikutsertakan pada FYE; Fun Year Event with Children's Lit: Fun Month 5.

Kilas Buku: Sapphire Battersea (Hetty Feather #2)

|

Sapphire Battersea (Hetty Feather #2)
Pengarang: Jacqueline Wilson
Paperback, 461 halaman
Gramedia Pustaka Utama, 2012

Sinopsis (dari goodreads):
Nama baru, kehidupan baru Hetty Feather.

Buka dan temukan keajaiban kisah-kisahnya.

Kisah tentang keluarga, persahabatan, cinta pertama, dan semangat juang...

Bersiaplah terpesona!

Sapphire Battersea : Pelayan serabutan (dulu dikenal sebagai Hetty Feather)
Ida : Sang ibu tersayang
Jem : sang pujaan hati masa kecil
Mrs. Briskett : Koki berhati besar
Bertie : Pelayan tukang daging
Madame Berenice : Cenayang misterius
Freda Fantastis : Si perempuan raksasa
Emerald : Si putri duyung menakjubkan
Review:

Kini Hetty Feather mengganti namanya diam-diam dengan Sapphire Battersea, nama yang diberikan ibu kandungnya. Semakin besar ia semakin memberontak. Ia juga semakin meyakinkan dirinya bahwa ia tidak akan pernah ditakdirkan sebagai pelayan bagi siapapun. ya, BAGI SIAPAPUN.

Saya suka dengan pemikiran-pemikiran Jacqueline Wilson dalam buku ini. Melalui Hetty alias Sapphire ia bersuara bahwa mengapa ada sekelompok anak yang diharuskan menjadi pelayan seumur hidupnya. Mengapa orang-orang kaya bisa bertindak semaunya seperti membenarkan dirinya sendiri mencuri karya orang lain, misalnya. Untuk kasus ini terjadi pada Hetty ketika majikannya yang penulis mencuri idenya untuk menulis buku terbaru. Manusia mana yang tidak sakit hati karyanya diplagiat? Meski ia hanya seorang anak kecil yang menulis buku harian biasa-biasa saja.

Hetty kecil adalah salah satu penggerak emansipasi wanita dalam novel ini. Cukup mencerahkan. Dan menurut saya buku ini pantas dibaca oleh segala umur khususnya anak-anak usia remaja dan mereka yang mengaku para pemerhati anak.

Artikel ini diikutsertakan pada FYE #5 yang diadakan oleh Bzee, Read-A-Long Jacqueline Wilson oleh mbak Maria dan Whats in a Name oleh Ren. :)

Custom Post Signature