Top Social

Showing posts with label Matahati. Show all posts
Showing posts with label Matahati. Show all posts

Kilas Buku: The Help

|

Judul: The Help
Pengarang: Kathryn Stocket
Penerjemah: Barokah Ruziati
Genres: Historical Fiction, Realistic Fiction, Drama
Paperback, 544 halaman
Matahati, 2010 (pertama kali terbit 2009)

Kota Jackson, Mississippi, tahun 1962. Tiga wanita berbeda warna kulit bergabung dalam sebuah proyek rahasia yang luar biasa. Skeeter Phelan, wanita kulit putih, 22 tahun. Skeeter memiliki kenangan dan pertanyaan tak terjawab tentang Constantine Bates, pembantu yang mengasuhnya sejak kecil, namun menghilang ketika Skeeter berkuliah di luar kota.

Aibeleen Clark, pembantu keluarga Leefoot yang bijaksana. Mengasuh gadis kecil yang diabaikan oleh ibunya sendiri. Aibileen sendiri telah kehilangan putranya dalam suatu kecelakaan tragis. Minny Jackson, sahabat karib Aibeleen, pendek gemuk dan besar mulut, bersuamikan pemabuk berat yang gemar memukulinya. Bekerja pada wanita kulit putih paling tidak populer di kota itu…

Ketiga wanita ini bergabung untuk menulis kisah kehidupan pembantu wanita kulit hitam yang bekerja pada keluarga kulit putih. Sanggupkah mereka menghadapi risiko kehilangan teman, cinta, bahkan nyawa? (goodreads)
***
Buku ini memukau. Menyilaukan. Jika ia diibaratkan dengan kata silau, maka sinarnya membuat para kulit putih (yang masih berpikiran rasis) tertohok dan merasa buta sekejap kemudian ke toilet untuk muntah. Betapa cerita yang digambarkan penuh sindiran kepada kebijakan yang salah soal kulit pucat dan kulit berwarna.

Berlatar belakang tahun enampuluhan, saya mencatat ada dua nuansa yang berbeda yang mencoba ditampilkan oleh penulis. Pertama nuansa nyaman ala orang kulit putih dimana para keluarga sudah pasti memiliki setidaknya seorang pembantu berkulit hitam. Para nyonya kulit putih hanya melakukan pekerjaan sederhana yang mereka gemari karena semua pekerjaan rumah dibebankan kepada si pembantu, termasuk pekerjaan mengurus anak. Di sela-sela kegiatannya, para nyonya akan melakukan pertemuan sebulan sekali untuk bermain bridge bersama atau membahas kegiatan liga di kota mereka. Mereka mencoba membuat saran dan masukan yang seringkali menyudutkan kulit berwarna. Salah satunya adalah kebijakan pemisahan kamar mandi bagi kulit putih dan kulit hitam dengan alasan yang diada-ada.

Kilas Buku: Love Aubrey

|

Judul: Love, Aubrey
Pengarang: Suzanne LaFleur
Penerjemah: Ary Nilandari
Genres: Children, Middle Grade, Realistic Fiction
Paperback, 256 halaman
Matahati, 2010 (terbit pertama kali 2009)

Aubrey baru saja kehilangan ayah dan adiknya dalam keadaan tragis yang membuat seluruh hidupnya jungkir-balik. Bersama ibunya, gadis itu berusaha menata hidupnya kembali. Namun, pada suatu hari, sang ibu pergi meninggalkannya, entah ke mana, tanpa pesan, tak ingat pada dirinya.

Gadis berusia sebelas tahun itu terpaksa mengurus diri dan menjalani hari-harinya sendirian, menunggu ibunya kembali. Satu-satunya hal yang bisa dilakukannya adalah menulis surat untuk mengungkapkan perasaan, bahkan di saat tak ada seorang pun yang dapat membacanya.

Ini adalah kisah mengharukan tentang keluarga, persahabatan, kenangan, cinta, serta kekuatan untuk memaafkan. Pada akhirnya, semua pengalaman itu memaksa Aubrey membuat salah satu keputusan terbesar dalam hidupnya. (goodreads)
***
Awalnya saya pikir buku ini merupakan bundel dari surat-surat Aubrey. Ya, mungkin karena judulnya Love, Aubrey. Saya berasumsi begitu karena saya teringat akan buku Dear Enemy yang ceritanya merupakan sudut pandang dari isi banyak surat si tokoh utama (si penulis surat). Ternyata saya salah, dan Love, Aubrey merupakan satu hal yang berbeda. Surat-suratnya ditulis pada akhir setiap bab, dan tidak melulu ke satu orang (Jilly).

Jika kalian adalah pembaca yang mellow, dan senang dengan cerita-cerita sedih, Love, Aubrey cocok untuk dijadikan bacaan kalian. Bagusnya, buku ini bukan cuma sekedar menceritakan kesedihan saja yang bisa jadi akan membuatnya menjadi bacaan yang menyedihkan. Buku ini juga merupakan sebuah buku tentang motivasi untuk move on, bergerak terus. Bangkit dari keterpurukan. Sebagai pembaca, kita akan diajak untuk melihat sisi dari orang yang terkena musibah, orang-orang sekitar yang berusaha menolong, dan orang-orang lain yang hanya bisa ingin tahu tanpa punya keinginan untuk menolong.

Kilas Buku: Thirtheen Reasons Why

|

   
Thirteen Reasons Why
Oleh Jay Asher
Penerjemah Mery Riansyah
Paperback, 287 halaman
Matahati, Oktober 2011

Bagaimana rasanya ketika dirimu menjadi seorang pemuda  yang cintanya tak akan pernah kesampaian? Bukan karena gadis yang kau cintai pergi dengan laki-laki lain, namun karena ia memutuskan untuk tidak memulai segalanya. Si gadis lebih senang mengakhiri kehidupannya sendiri di dunia ini. Ia memutuskan harapannya sendiri, juga harapanmu sebagai pemuda yang mencintainya.

Jadi, bagaimana rasanya? Bagaimana pula rasanya ketika dirimu tahu semua alasan mengapa ia harus mengakhiri ini semua? Sakit? Menyesal? Sedih? Marah? Saya yakin pasti akan campur aduk rasanya, seperti gado-gado basi.

Novel populer ini bercerita tentang Hannah Baker, seorang gadis SMA yang cantik dan pintar menulis puisi. Sebenarnya ia punya masa depan cerah jika ia mau. Hanya saja reputasinya anjlok karena beberapa teman di sekitarnya kurang bisa bertanggung jawab dan tidak peka dengan perasaannya. Tidak ada yang peka, tidak ada yang mau menolong. Mereka semua malah memperburuk dengan memanfaatkan situasi demi kesenangan sendiri.

Kilas Buku: Ghost Hunter (Chronicles of Ancient Darkness #6)

|
Judul: Ghost Hunter (Serial Chronicles of Ancient Darkness #6)
Pengarang: Michelle Paver
Alihbahasa: M. Nugraha
Penerbit: Matahati
Cetakan: I,Februari 2011
Tebal: 350 halaman
Harga: Pinjam dari mbak AS. Dewi
Rating: 4/5
Usia kelayakan membaca: > 13 tahun


Ini serial terakhir dari pertualangan Torak. Ada satu pemangsa arwah yang tersisa dan paling kuat. Seperti para pemangsa arwah yang lain, pemangsa arwah yang satu ini menebar teror ke seluruh hutan, laut dan pegunungan. Ia membuat dunia menjadi mencekam dan memakan rasa takut para klan. Yang lebih mengerikan, ia benar-benar memangsa arwah untuk menjadikannya lebih kuat.

Torak mempertaruhkan nyawa untuk memburu pemangsa arwah terakhir. Ia tak tahu apakah dirinya memiliki keberuntungan kali ini. Pemangsa arwah terakhir tidak bisa mati, dan tidak terkalahkan termasuk oleh Torak. Namun diam-diam ada satu orang yang mampu menyaingi kekuatannya. Pemangsa arwah pertama yang tewas,  apakah ia benar-benar tewas? Dalam buku ini kita bisa menemukan jawabannya.

Kilas Buku: Oath Breaker (Chronicles of Ancient Darkness #5)

|
Judul: Oath Breaker (Serial Chronicles of Ancient Darkness #5)
Pengarang: Michelle Paver
Alihbahasa: M. Nugraha
Penerbit: Matahati
Cetakan: I, 2010
Tebal: 355 halaman
Harga: Pinjam dari mbak AS. Dewi
Rating: 4/5
Usia kelayakan membaca: > 13 tahun

Urusan Torak dengan Para Pemangsa Arwah belum selesai. Masih ada 2 pemangsa arwah yang berburu 1 batu baiduri api yang tersisa. Salah satu dari mereka membunuh kerabat Torak yang tinggal di pulau Anjing Laut. Merasa bersalah, Torak pun memburu sang pembunuh dengan penuh kemarahan dan dendam.

Sepertinya saya semakin larut dengan serial Torak, hehe. Disini Torak digambarkan semakin dewasa, begitu juga dengan Serigala yang memasuki masa kawin dan memiliki bayi-bayi Serigala kecil pada akhirnya.

Banyak kutipan yang bisa jadi merupakan hikmah yang bisa kita ambil dari novel ini:

"Pembalasan dendam itu membakarmu, Torak. Membakar hatimu. Membuat lukamu semakin dalam. Jangan biarkan hal itu terjadi." (h. 91)

"Itukah usahamu?" Kata Torak. "Hanya berdoa?" (h. 164)

'Fin-Kedinn memberitahunya bahwa harta paling berharga yang dimiliki oleh seroang pemburu bukanlah batu api atau senjatanya, melainkan pengetahuan yang dibawa-bawa di kepalanya.' (h. 303)

Oke sementara kalian merenungi maksud baik kutipan-kutipan diatas, saya akan mencoba berkomentar soal wajah sampul dan isi. Untuk sampul, cukup menarik dan sebagai pembaca saya tidak terlalu masalah dengan itu. Namun untuk layout isi, lagi-lagi ada kekurangan. Jika pada dua buku (ketiga dan keempat) kemarin ada halaman yang dobel, kini ada sebagian paragraf yang jaraknya sangat jauh dengan paragraf yang diatasnya (malah ada di baliknya seperti bab baru), sepertinya terpencet breakup atau apa ketika sedang mengedit. Saya lupa hal ini ada di halaman berapa, pun saya lupa mencatatnya. Hal ini merupakan hal sepele, tentu. Namun yang pasti dapat menganggu konsentrasi pembaca.

Buku ini cocok dibaca oleh remaja yang kira-kira berusia 13/14 tahun. :)
Ulasan ini diikutsertakan pada FYE; Fun Year Event with Children's Lit: Fun Month 3 oleh Bzee. Bagi yang ingin ikut serta silakan lihat syarat dan ketentuan disini.

Kilas Buku: Outcast (Serial Chronicles of Ancient Darkness #4)

|

Judul: Outcast (Serial Chronicles of Ancient Darkness #4)
Pengarang: Michelle Paver
Alihbahasa: Raychana
Penerbit: Matahati
Cetakan: I, 2008
Tebal: 372 halaman
Harga: Pinjam dari mbak AS. Dewi
Rating: 4/5
Usia kelayakan membaca: > 13 tahun

Sembilan bulan lau, setelah tragedi terkuburnya Baiduri Api dengan Dukun Kelelawar sebagai tumbalnya, kini Torak kembali mendapat masalah. Tato pemangsa arwah yang digoreskan oleh Dukun Ular terlihat jelas oleh anak dari pemimpin Klan Babi Hutan.Torak diadili. Torak menjadi buangan.

Ketika menjadi buangan, Torak sendirian tanpa teman. Dan itulah yang membuat salah satu pemangsa arwah leluasa untuk menguasainya, menguasai bakat klanaroh Torak. Namun lagi-lagi Ren pergi mencari Torak dan berusaha membantunya, meski itu adalah hal terlarang.

Semakin lanjut membaca serial Chronicles of Ancient Darkness ini saya semakin turut merasakan petualangan yang dilakukan Torak, Serigala dan Ren. Paver berhasil membuat cerita imajinasi tentang masa setelah zaman es begitu menarik. Padahal banyak orang yang akan merasa bosan jika disuruh belajar sejarah mengenai kehidupan purbakala atau suku-suku terasing. Jadi saya sudah senang dengan ide dan gaya bercerita Paver.

Namun ada beberapa catatan disini untuk serial terjemahan ini yang dipegang oleh penerbit Matahati. Pertama soal perubahan terjemahan (dalam buku ketiga). Kemudian halaman yang dobel (pada buku ketiga dan buku keempat yang sedang saya ulas ini). Bukan hal yang fatal memang, namun cukup menganggu pembaca. Jika saja si pembaca terlalu tenggelam dalam cerita ini, dan tanpa mengetahui bahwa halaman berikutnya adalah halaman yang dobel, maka ia akan mengerutkan dahi dan bertanya-tanya mengapa cerita selanjutnya sama dengan halaman sebelumnya.

Namun syukurlah hal tersebut tidak mengurangi rasa suka saya pada Torak dan kawan-kawan. Buku ini cocok dibaca anak-anak remaja usia > 13 tahun.

Ulasan ini diikutsertakan pada FYE; Fun Year Event with Children's Lit: Fun Month 3 oleh Bzee. Bagi yang ingin ikut serta silakan lihat syarat dan ketentuan disini.

Kilas Buku: Soul Eater (Chronicles of Ancient Darkness #3)

|
Judul: Soul Eater (Serial Chronicles of Ancient Darkness #3)
Pengarang: Michelle Paver
Alihbahasa: Moh
Penerbit: Matahati
Cetakan: I, 2007
Tebal: 352 halaman
Harga: Pinjam dari mbak AS. Dewi
Rating: 3/5
Usia kelayakan membaca: > 13 tahun

Serigala diculik! Torak dan Ren segera memutuskan untuk mencarinya tanpa pulan terlebih untuk meminta bantuan. Di tengah perjalanan mereka baru tahu jika para pemakan arwah-lah yang telah membawa serigala untuk dijadikan korban.

Para pemakan arwah ingin menguasai setan agar mereka bisa menguasai kawasan hutan. Setelah mendapatkan serigala kembali akankah Torak pergi begitu saja atau tetap melawan para pemakan arwah?

Buku ketiga dari Chronicles of Ancient Darkness masih seru sama seperti dua buku sebelumnya. Torak masih bertahan sebagai orang yang senang menyendiri. Namun karena dalam buku ini ia masih berusia sekitar 12 / 13 tahun, Torak masih berpikir seperti anak-anak. Belum banyak pengalaman yang ia miliki sehingga dengan mudah ia melakukan tindakan tanpa berpikir dengan matang terlebih dahulu alias sembrono. Berikut komentar dari Finn Kedin tentang bagaimana seekor serigala yang sembrono dapat tumbuh menjadi dewasa dengan bijaksana;

"Serigala muda dapat bersikap sembrono. Dia mungkin berpikir dapat membanting rusa besar sendirian, tapi dia lupa kalau hanya dengan satu tendangan dia bisa terbunuh. Tapi, jika dia mempunyai pikiran untuk menungu, dia akan hidup untuk menjatuhkan banyak rusa besar." [h. 341]
Dan saya rasa komentar ini ditujukan secara khusus kepada Torak. Dan secara tersirat ia memberitahu Torak bagaimana ia seharusnya bertindak.

Penampilan (desain cover dan tampilan fisik) keseluruhan buku ini tidak ada masalah. Hanya saja saya cukup terganggu dengan pilihan kata yang berubah, seperti contoh, dalam kedua buku sebelumnya kata 'Soul Eater' diartikan dengan 'Pemakan Arwah', namun pada buku ketiga ini diartikan menjadi 'Pemangsa Arwah'. Sebenarnya dari arti tidak ada masalah, dan kedua pilihan kata tersebut sama saja menurut saya, sama-sama buas jika ada yang menilai kata 'Pemangsa Arwah' terkesan lebih garang. Atau mungkin perbedaan terjemahan ini terjadi karena para penerjemah yang berbeda? Menurut saya, siapapun yang menerjemahkan (khususnya untuk genre serial), seharusnya disamakan istilahnya sejak serial pertama hingga akhir. Masalahnya hal-hel sepele begini kadang mengganggu konsentrasi pembaca.

Buku ini cocok dibaca anak-anak remaja usia > 13 tahun.

Ulasan ini diikutsertakan pada FYE; Fun Year Event with Children's Lit: Fun Month 3 oleh Bzee. Bagi yang ingin ikut serta silakan lihat syarat dan ketentuan disini.

Kilas Buku: Spirit Walker (Chronicles of Ancient Darkness #2)

|
Judul: Spirit Walker (Serial Chronicles of Ancient Darkness #2)
Pengarang: Michelle Paver
Alihbahasa: Dhany Setiawan
Penerbit: Matahati
Cetakan: I, September 2006
Tebal: 376 halaman
Harga: Pinjam dari mbak AS. Dewi
Rating: 3/5
Usia kelayakan membaca: > 13 tahun

Setelah beruang setan berhasil dimusnahkan, Torak masih belum dapat hidup dengan tenang. Ia tahu kelompok Pemakan Arwah masih berkeliaran di luar sana. Pada sekuel kedua dari Chronicles of Ancient Darkness ini, masalah yang harus Torak hadapi adalah penyakit misterius yang menimpa klan-klan di daratan. Mereka berjuang untuk mencaritahu penyebab penyakit yang sukar disembuhkan itu. Dan Torak berusaha untuk mencari obatnya karena ia tahu hanya ia yang mampu melakukan itu.

Kilas Buku: Wolf Brother (Chronicles of Ancient Darkness #1)

|
Judul: Wolf Brother (Serial Chronicles of Ancient Darkness #1)
Pengarang: Michelle Paver
Alihbahasa: Utti Susilawati
Penerbit: Matahati
Cetakan: I, 2006
Tebal: 325 halaman
Harga: Pinjam dari mbak AS. Dewi
Rating: 3/5
Usia kelayakan membaca: > 13 tahun

Pada malam yang mencekam itu Torak harus menghadapi kematian ayahnya yang dibunuh oleh beruang besar yang sedang kerasukan setan jahat. Tiba-tiba ia merasa sendirian dan ketakutan. Ia sudah kehilangan ayahnya dan harus pergi meninggalkan mayatnya tercabik-cabik ditengah hutan. Torak enggan pergi namun ayahnya, sebelum ia mati, telah memaksanya berjanji untuk pergi berlari dari si beruang jahat.

Torak bingung. Ia tidak tahu apa yang telah dan sedang terjadi. Sementara ia harus menuntaskan sumpahnya pada ayahnya untuk menyelesaikan tugas untuk mencari gunung roh dunia yang sebenarnya ia belum mengerti betul kenapa harus sampai repot-repot begitu dan bagaimana caranya. Pada saat kebingungan itulah ia menemukan anak serigala yang kemungkinan besar sebagai pemandu dirinya menuju gunung roh dunia.

Kilas Buku: The Secrets of The Immortal Nicholas Flamel #5, The Warlock

|
The Secrets of The Immortal Nicholas Flamel #5, The Warlock
Penulis: Michael Scott
Alih bahasa: Mohammad Baihaqqi
Terbit: 25 Januari 2012
Penerbit: Penerbit Matahati
Tebal: 478 halaman

Novel The Warlock melanjutkan kisah yang terjadi pada seri sebelumnya, The Necromancer. Sophie berusaha mendapatkan kembali saudaranya Josh, yang berhasil dicuci-otak oleh Dr. Dee. Namun, kali ini ia tidak bisa mengharapkan bantuan dari Nicholas Flamel yang semakin melemah karena pertempurannya dengan Dr. Dee, Virginia Dare, dan Coatlicue. Sophie diantarkan oleh Niten untuk bertemu dengan Tsagaglalal, She Who Watch, yang ternyata adalah bibinya Sophie, yaitu bibi Agnes.

Di ruang bawah tanah Paris, Mars Ultor yang terpenjara mendapatkan kunjungan dari Penyihir dari Endor beserta Osiris dan Isis. Setelah Osiris dan Isis bertanya tentang keberadaan Dr. Dee, Penyihir dari Endor kemudian membebaskan Mars Ultor.

Sementara itu di Danu Talis, Scathach, Saint Germain, William Shakespeare, Palamedes, dan Joan of Arc tertangkap dan dipenjara. Marethyu ditangkap dan dibawa ke pemimpin Danu Talis, yaitu Aten. Aten dikhianati oleh saudaranya Anubis dan ibunya Bastet, yang ingin menguasai Danu Talis. Akhirnya Marethyu diloloskan oleh Aten yang menyerahkan diri kepada Anubis.

Perenelle, Nicholas, Prometheus, serta Odin, Black Hawk, Hel, dan Mars Ultor juga ikut bertemu Tsagaglalal untuk mendapatkan petunjuk. Tsagaglalal kemudian menyerahkan tablet untuk masing-masing orang dari Abraham The Mage, yang tak lain adalah suami dari Tsagaglalal. Tablet ini berisi petunjuk dari rencana besar Abraham The Mage. Sophie pun kemudian diajari sihir Bumi oleh Tsagaglalal.

Sementara itu di Alcatraz, Billy the Kid dan Machiavelli memutuskan untuk kembali ke jalan yang benar. Dr. Dee, beserta Josh dan Virginia Dare kemudian membebaskan para makhluk buas yang ada di Alcatraz untuk menyerang San Francisco.

Apakah isi tablet dari Abraham? Apakah monster-monster tersebut berhasil menghancurkan San Francisco? Bagaimanakah nasib Danu Talis? Apakah Josh benar-benar sudah menjadi jahat?

Seri kelima dari serial Nicholas Flamel ini terasa kurang gregetnya. Tidak ada pertempuran yang benar-benar seru. Namun, ada sedikit kejutan dari Billy the Kid dan Machiavelli yang memutuskan untuk berkhianat dari perintah Dark Eldernya. Beberapa informasi kejutan juga sudah mulai dibuka, di antaranya siapa sebenarnya orang tua dari Josh dan Sophie Newman, lalu siapa orang misterius bertangan kait, dan apa yang sebenarnya  direncanakan oleh Abraham the Mage. Keterkaitan antara peristiwa masa lalu di Danu Talis dengan peristiwa saat ini sepertinya baru akan dibuka pada seri terakhir. Mari kita tunggu buku terakhir dari serial ini.

Kilas Buku: The Secrets of The Immortal Nicholas Flamel #4, The Necromancer

|
The Secrets of The Immortal Nicholas Flamel #4, The Necromancer
Pengarang: Michael Scott
Penerjemah: Q Baihaqi
Terbit: 2011
Penerbit: Penerbit Matahati
Tebal: 492 halaman

Akhirnya, Nick Flamel, Perenelle, Josh, dan Sophie berhasil kembali ke San Fransisco. Di sini mereka berpisah, Nick dan Perenelle pergi untuk mengecek toko buku yang mereka tinggalkan dulu, sedangkan Josh dan Sophie menuju ke rumah tante Agnes. Ternyata ada yang sudah menunggu Josh dan Sophie di tempat tante Agnes. Ada sosok mirip Scathach yang secara tiba-tiba menculik Sophie. Josh berusaha meminta bantuan kepada Nick dan Perenelle untuk menyelamatkan Sophie, yang ternyata diculik oleh Aoife, saudara kembar dari Scathach dan Niten (atau mungkin lebih kita kenal dengan nama Musashi).

Sementara itu, kegagalan Dr. Dee dalam mendapatkan potongan Codex membuatnya dinyatakan sebagai "utlaga" atau buronan oleh para Dark Elder. Untuk menyelamatkan dirinya, ia meminta bantuan pada teman lamanya, Virginia Dare, untuk membangkitkan Mother of The Gods atau Coatlicue dari kalangan Archon.

Machiavelli dan Billy the Kid, yang dijebak oleh Perenelle, akhirnya berhasil menyelamatkan diri dari Alcatraz setelah mendapat pertolongan dari Black Hawk. Mereka berdua masih diberi kesempatan terakhir oleh para Dark Elder untuk membuktikan kesetiaan mereka, yaitu dengan tugas membunuh Perenelle dan melepaskan para monster Alcatraz di San Fransisco.

Di dunia lain, Joan of Arc dan Scathach akhirnya bertemu dengan William Shakespeare, Saint Germain, dan Palamedes. Tiba-tiba ada sosok berjubah dan bertangan kait yang mengatakan kepada mereka bahwa mereka memiliki misi yang telah ditakdirkan jauh sebelumnya. Sosok tersebut membawa mereka semua jauh ke masa lampau di mana Danu Talis masih ada dan perang akan segera terjadi.

Lalu bagaimanakah kelanjutannya? Dapatkah Nick, Perenelle, dan Josh menyelamatkan Sophie? Berhasilkah Dr. Dee membangkitkan Coatlicue? Apakah Machiavelli dan Billy the Kid berhasil melepaskan para monster? Siapa sebenarnya sosok berkait?

...

Bagian keempat dari seri Nicholas Flamel ini semakin menarik. Tidak hanya karena ada empat bagian cerita yang berjalan secara bergantian, tapi ada juga peristiwa lintas waktu yang membuat semuanya jadi terlihat semakin kompleks. Tokoh-tokoh legenda baru juga mulai diperkenalkan, seperti Virginia Dare, Niten, dan Black Hawk. Sampai bagian ini, titik pertemuan di antara bagian-bagian cerita belum terlihat secara jelas. Namun demikian, setiap bagian cerita memiliki kekuatan dan misterinya masing-masing. Akhir dari bagian keempat ini dibiarkan menggantung sebagai pengantar untuk bagian kelima, The Warlock.

Kilas Buku: Uglies #3, Specials

|
Judul: Specials
Serial: Uglies #1
Penulis: Scott Westerfeld
Penerjemah: Yunita Candra S
Terbit: Juli 2011
Penerbit: Matahati
Tebal: 389 halaman

Kini Tally berubah menjadi kaum Specials, dengan otot dan tulang sekuat baja, kuku dan gigi runcing setajam silet. Pikiran pun jernih tanpa cela dan sangat peka untuk merasakan apa yang ada di sekitarnya. Bahkan penciumannya pun mampu mengendus bau seseorang hingga 1 km jauhnya. Namun perasaannya bengis dan tak kenal ampun. Ya, itulah Tally yang sekarang. Apalagi ia telah masuk menjadi anggota dari kelompok Cutter, kelompok specials dari kaum Specials.

Tally bersama Shay (kini menjadi Boss dari Cutter) dan yang lain membantu Specials Circumtances memburu Smoke Baru, kaum yang menentang operasi plastik dan berusaha memulihkan para kaum yang otaknya diubah melalui operasi. Akhir-akhir ini kaum Smoke berhasil menyelundupkan sekitar 200,000 pil penyembuh dan itulah yang menyebabkan adanya perubahan pada prilaku orang-orang rupawan baru di kota. Tally merasa marah sekali dan merasa harus memburu mereka yang dianggapnya pernah menculik dirinya dari kota. Namun Tally mulai berubah pikiran ketika pacarnya Zane yang masih sekarat, memilih untuk tidak mengikuti jejaknya sebagai kaum Specials.

Kilas Buku: Uglies #2, Pretties

|
Judul: Pretties
Serial: Uglies #2
Penulis: Scott Westerfeld
Penerjemah: Yunita Candra S.
Terbit: Oktober 2010
Penerbit: Matahati
Tebal: 384 halaman

Akhirnya Tally mendapatkan apa yang pernah diimpikannya, wajah rupawan, otot dan tulang yang lebih kuat, juga kehidupan gemerlap yang memang biasa dilakukan para kaum rupawan baru. Sesaat Tally merasa senang karena tidak harus bekerja, yang mereka kerjakan hanyalah berpesta sepanjang waktu. Namun di satu sisi, Tally lelah dengan rutinitas pesta. Suatu ketika dalam sebuah pesta, ia merasa diikuti oleh seorang Special Circumtances, aparat rahasia kota. Ia agak takut namun akhirnya ia memberanikan diri mencari si aparat yang secara rahasia menguntitnya. Ternyata itu hanyalah penyamaran, dan orang yang menyamar sebagai aparat tadi segera memberikan sebuah pesan di masa lalu kepadanya. Pesan itu adalah pesan yang ditulis Tally untuk dirinya sendiri. Saat itu ia sedikit demi sedikit mulai tahu kalau ia menjadi rupawan bukan karena memang ingin menikmatinya, namun karena memang sukarela menjadi percobaan dr. Maddy, yang tengah berusaha menyembuhkan kerusakan otak para kaum rupawan. Ya, kaum rupawan bukan hanya sekedar dioperasi fisiknya hingga cantik, namun juga dirusak otaknya agar menjadi patuh dan 'berotak kosong'.

Menyadari hal itu Tally mencoba menjalani misinya dan diam-diam melakukan pemberontakan bersama beberapa temannya. Hingga akhirnya Tally berhasil kabur dari kota menuju Smoke (dunia orang-orang yang tidak mau dioperasi) untuk kedua kalinya. Namun kali ini akhirnya usahanya gagal lagi. Dr. Cable yang bengis lagi-lagi menjemputnya dan kini ia harus menerima dioperasi paksa.

Kilas Buku: Uglies #1, Uglies

|
Judul:  Uglies
Serial: Uglies #1
Penulis: Scott Westerfeld
Penerjemah: Yunita Candra
Terbit: 29 April 2010
Penerbit: Matahati
Tebal: 432 halaman

Ada sebuah dunia dimana sebagian besar rakyatnya bermimpi agar fisiknya diubah menjadi rupawan ketika usia mereka 16 tahun. Menjadi rupawan bukan hanya menjadi cantik / tampan selamanya, namun juga menjadi kuat, bahkan hingga saatnya tak bernyawa nanti. Tally Youngblood termasuk salah satu dari mereka yang memimpikan itu. Menjadi kaum buruk rupa (sebutan bagi mereka yang belum dioperasi plastik) hingga usia ke-16 merupakan hal yang tidak terlalu membosankan namun juga tidak sabar untuk menjadi rupawan dan pindah ke kota bersama orang-orang yang sudah menjadi rupawan lebih dulu.

Namun ketika ia bertemu dengan Shay, pada beberapa bulan sebelum ulang tahunnya, pikirannya mulai bimbang. Dari Shay ia mulai tahu dunia luar yang lebih luas dari dunianya. Dan ketika Shay memutuskan untuk pergi meninggalkan kehidupannya yang sekarang, Tally kian bimbang. Ia mulai mengetahui bahwa menjadi rupawan tidak secantik yang ia lihat, akan ada banyak yang harus ia relakan, bukan hanya tubuh aslinya yang diganti, tapi juga pikirannya, jati dirinya.

***

Novel ini aku beli diskonan di bazaar, hehe. Dan ternyata memang lumayan seru, salah satu jenis novel fiksi yang berkategori urban dan science. Entah, dalam novel ini saya hampir tak melihat celah untuk dikritik. Pesan yang disampaikan juga mampu digambarkan dengan lugas dan baik. Bahwa menjadi rupawan bukanlah segala-galanya. Apalagi jika hanya demi menjadi rupawan keaslian diri kita harus diambil dan diganti dengan bahan non-buatan-Tuhan. Yaa, sebenarnya novel ini agak rumit juga, banyak hal dalam dunia Tally yang harus kita pahami, khususnya yang bersinggungan dengan daya imajinasi soal teknologi. Tapi syukurlah sang penulis (juga sang penerjemah ke bahasa Indonesia) berhasil menceritakannya dengan baik. Sehingga novel ini mudah dan enak dibaca. :)

Kilas Buku: The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel #3, The Sorceress

|
The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel #3, The Sorceress
Pengarang: Michael Scott
Penerjemah: Mohammad Baihaqi
Terbit: 2010
Penerbit: Penerbit Matahati
Tebal: 620 halaman


Petualangan Josh dan Sophie Newman berlanjut di seri ketiga ini. Setelah sebelumnya berhasil melarikan diri dari kejaran Dr. Dee di Paris, kali ini Josh, Sophie, dan Nick Flamel tiba di London. Flamel ingin meminta tolong pada Gilgamesh untuk mengajari si kembar sihir air. Permasalahannya adalah Gilgamesh itu agak sedikit terganggu mentalnya dan memiliki ingatan yang sangat pendek. Mereka harus meyakinkan Gilgamesh dan secepatnya meninggalkan London, karena London adalah kota kekuasaan Dr. Dee.

Kilas Buku: The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel #2, The Magician

|
The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel #2, The Magician
Pengarang: Michael Scott
Penerjemah: Nophia Stephani
Terbit: 28 Februari 2009
Penerbit: Penerbit Matahati
Tebal: 580 halaman

Petualangan Josh dan Sophie Newman berlanjut. Bersama Scatty dan Nick Flamel mereka pergi melarikan diri ke Paris, kampung halaman Flamel. Mereka mencari teman yang bertempat tinggal di kota ini, yaitu Saint Germain dan istrinya Joan of Arc. Saint Germain diminta oleh Nick untuk mengajari Sophie sihir elemen api, sedangkan Joan of Arc yang memiliki aura silver yang serupa dengan Sophie mengajarkan bagaimana pengendalian aura tersebut. Josh diberi oleh Nick sebuah pedang berelemen api bernama Clarent, yang merupakan pasangan dari Excalibur yang sekarang dibawa oleh John Dee.

Kilas Buku: The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel #1, The Alchemyst

|
The Secrests of the Immortal Nicholas Flamel #1, The Alchemyst
Pengarang: Michael Scott
Penerjemah: Berliani M Nugrahani
Terbit: 2008
Penerbit: Penerbit Matahati
Tebal: 504 halaman


Oke, di mana saya harus mulai. Biasanya saya memulai dengan menceritakan sedikit sinopsis tentang kejadian di dalam novel. Namun kali ini sepertinya saya harus memulai dari latar belakang sejarah terlebih dahulu. Di Perancis jaman dahulu kala ada seseorang yang dilegendakan memiliki kemampuan di bidang alchemist bernama Nicholas Flamel. Konon, si alchemist ini dapat membuat ramuan untuk hidup abadi. Rumor ini dikuatkan dengan legenda bahwa kuburan sang alchemist kosong ketika dibongkar. Cerita pembuka ini cukup menarik untuk penggemar cerita legenda dan sejarah seperti saya. Mari kita lanjutkan ke sinopsis sekarang.

Josh Newman dan saudari kembarnya, Sophie sedang bekerja sambilan sembari mengisi liburan musim panas mereka. Josh bekerja di sebuah toko buku kecil milik Nick Fleming, sedangkan Sophie di sebuah kios kopi yang berdekatan lokasinya. Tiba-tiba toko buku Nick tersebut diserang dengan sihir oleh seseorang yang mencari sebuah buku yang dimiliki Nick. Selanjutnya diketahui bahwa penyerang toko buku itu adalah Dr. John Dee yang mencari buku legendaris Abraham sang Penyihir, atau biasa disebut Codex. Di dalam Codex tersebut dikisahkan terdapat pengetahuan untuk membuat ramuan hidup abadi. Codex tersebut ternyata dijaga oleh Nick, yang tak lain dan tak bukan adalah (ya tepat sekali) Nicholas Flamel. Codex tersebut berhasil direbut oleh Dr. Dee, namun dua halaman yang vital untuk pembuatan ramuan berhasil dirobek dan disimpan oleh Josh.

Custom Post Signature