Top Social

Showing posts with label Survival. Show all posts
Showing posts with label Survival. Show all posts

Kilas Buku: The Hunger Games #3, Mockingjay

|
The Hunger Games #3, Mockingjay
Judul Asli: The Hunger Games #3, Mockingjay
Penulis: Suzanne Collins
Penerjemah: Hetih Rusli
Terbit: 12 Januari 2012
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Hunger Games terakhir berakhir kacau. Katniss diselamatkan oleh para pemberontak dan Peeta ditangkap oleh Capitol. Peperangan dan konflik antara Capitol dan para pemberontak kian memanas. Distrik 13 yang dikabarkan telah dihancurkan oleh Capitol ternyata masih ada dan menjadi sarang pemberontak. Katniss diungsikan ke sana untuk dijadikan Mockingjay, simbol perlawanan terhadap kesewenang-wenangan Capitol. Akibatnya, Distrik 12 dihancurkan dan distrik-distrik lainnya dijaga ketat oleh pasukan Capitol. Apakah Capitol akan berhasil ditaklukkan? Lalu bagaimana dengan Peeta?

...

Buku terakhir dari trilogi The Hunger Games ini sangat menarik dan berbeda dengan kedua buku sebelumnya. Pada buku ini, diperlihatkan perubahan sifat Katniss, dari yang sebelumnya pemberani dan pemberontak menjadi bimbang dan penuh kesedihan. Mungkin karena banyaknya tekanan, baik dari pihak Capitol maupun dari pihak pemberontak itu sendiri. Di buku ini juga mulai diperlihatkan rencana-rencana pemberontakan yang ternyata telah disusun di Distrik 13, di mana Katniss merupakan salah satu pion di dalamnya. Cerita diakhiri dengan pilihan berat yang harus dilakukan oleh Katniss. Mockingjay mungkin merupakan seri tersuram dari trilogi ini.

Kilas Buku: The Hunger Games #2, Tersulut

|
The Hunger Games #2, Tersulut
Judul Asli: The Hunger Games #2, Catching Fire
Penulis: Suzanne Collins
Penerjemah: Hetih Rusli
Terbit: Juli 2010
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 424 halaman

Kemenangan bersama Katniss dan Peeta yang berindikasi pemberontakan membuat sejarah baru dalam Hunger Games. Muncul isu-isu yang mengatakan bahwa kemenangan tersebut memicu pemberontakan terhadap Capitol di distrik-distrik lain. Presiden Snow, pemimpin Capitol, berusaha menyembunyikan isu tersebut dengan tur kemenangan Katniss dan Peeta ke semua distrik. Pada tur tersebut, mereka berdua harus menunjukkan bahwa mereka adalah pasangan yang benar-benar saling mencintai untuk menutupi isu pemberontakan pada kemenangan mereka. Jika tidak, keluarga dan teman-teman mereka di Distrik 12 akan menerima akibatnya. Lalu, bagaimanakah dengan Hunger Games berikutnya? Siapa yang akan menjadi pesertanya?

...

Novel Catching Fire merupakan novel kedua dari trilogi The Hunger Games. Seri ini memperlihatkan bagaimana fasilitas Capitol terhadap pemenang Hunger Games. Namun demikian, ancaman tetap datang untuk memastikan kekuasaan Capitol atas semua distrik. Konflik hubungan antara Peeta dan Katniss sempat terjadi karena kesalahpahaman pengertian tentang apa yang terjadi pada Hunger Games sebelumnya. Distrik-distrik lain juga mulai diperkenalkan dan diperlihatkan, termasuk distrik yang pernah dihancurkan Capitol karena pemberontakan. Klimaks dari seri ini diperlihatkan oleh sebuah kejutan yang terjadi mendekati akhir cerita, membuat kita penasaran untuk membaca seri terakhir dari trilogi ini.

Kilas Buku: The Hunger Games #1, The Hunger Games

|
The Hunger Games #1, The Hunger Games
Penulis: Suzanne Collins
Penerjemah: Hetih Rusli
Terbit: Oktober 2009
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 408 halaman

The Hunger Games adalah novel dengan genre yang cukup unik, karena ada unsur fiksi sains, distopia, dan survival di dalamnya. Novel dengan genre distopia (lawan dari utopia) baru kali ini saya temui dan ternyata sekarang mulai sering bermunculan. Novel ini merupakan sebuah trilogi yang ditulis oleh Suzanne Collins.

The Hunger Games berlatar belakang sebuah negara bernama Panem yang terletak di bekas wilayah negara-negara di Amerika Utara. Capitol sebagai ibukota Panem dikelilingi oleh 12 distrik yang memiliki spesialisasi hasil produksinya masing-masing. Penduduk yang tinggal di ke-12 distrik tersebut hidup menderita dan kelaparan akibat perlakuan Capitol yang semena-mena. Tak hanya itu, untuk mencegah pemberontakan yang pernah terjadi, setiap tahun, Capitol menyelenggarakan hajatan besar berupa sebuah reality show di TV bernama Hunger Games. Mereka memilih secara acak seorang laki-laki dan seorang perempuan berusia antara 12 hingga 18 tahun dari setiap distrik untuk berpartisipasi dalam acara tersebut. Kedua puluh empat peserta harus bertarung satu dengan yang lain hingga satu orang tersisa dan menjadi pemenang.

Custom Post Signature