Top Social

Showing posts with label Psikologi. Show all posts
Showing posts with label Psikologi. Show all posts

Kilas Buku: One Small Step Can Change Your Life (The Kaizen Way)

|

Tahun baru akan datang dalam hitungan hari. Sudah pasti suasana penyambutan akan sangat meriah. Tidak hanya pesta, tentunya akan ada resolusi yang diharapkan sebagai pemacu untuk hidup lebih baik di tahun berikutnya. Resolusi adalah daftar pencapaian yang dirasa perlu untuk dipenuhi. Salah satunya yang paling populer adalah menurunkan berat badan, atau memiliki karir dan prestasi yang bagus. Sayangnya, banyak orang yang gagal memenuhi resolusi mereka dengan baik. Bahkan daftar tersebut terus saja sama setiap tahun. Kalau kalian bagaimana? Apakah kalian selalu memenuhi resolusi tiap tahun? Jawab dengan jujur lho ya. :D

Lalu kenapa sih pemenuhan terhadap resolusi kita sering gagal? Jawaban utamanya adalah kita cenderung dengan perubahan secara instant dan sedikit berusaha. Padahal segala sesuatu yang instant cenderung tidak berhasil dengan baik. Itulah mengapa buku ini mengusung konsep The Kaizen Way. Apa sih itu?

Masih ingat filsuf Cina yang bernama Lao Tzu? Ada kutipan terkenal yang berasal darinya, yakni:
"A journey from a thousand miles must begin with the first step."

Iya itu sih udah tahu? Lalu apa sih intinya? Ya, intinya, jika kita ingin berubah, jangan lakukan dengan terburu-buru. Misal, kita ingin berat badan kita turun, lalu nge-gym. Hey, berat badan kita belum tentu turun lho, apalagi kalau nge-gym nya ndak rutin. Ndak usah nge-gym, cukup jalan-jalan aja lima menit sehari namun dilakukan dengan rutin. Hal itu tentu saja lebih efektif daripada olahraga dengan durasi lama namun jarang dilakukan.
Great change is made through small steps:
  • Ask small questions
  • Think small thoughts
  • Take small actions
  • Solve small problems
Semua tips yang ada dalam quote di atas harus dilakukan dengan rutin walaupun dengan durasi yang sangat singkat. Kalau kata buku tulis anak sekolahan: "Practices make perfect." :)
Kalian tinggal pilih saja apa perubahan yang kalian inginkan? Lakukan dengan tahap yang sama, yah tentunya dengan tema yang berbeda sesuai masalahnya. Misal, kalian ingin memiliki hubungan baik, tentu saja yang harus dilakukan adalah peerhatian-perhatian kecil dan positif  yang sering dilakukan. Tanpa disadari hal itu akan membentuk relasi yang kuat.

Pada awalnya saya agak bosan dengan buku ini. Namun saya berpikir kalau ndak dibaca ya sayang, karena suami saya membelinya dengan harga sangat mahal untuk buku saku begini. Kisaran 100-200ribu. Hmm. Biasalah yang namanya buku motivasi suka omdo aja.

Syukurlah Robert Maurer, Ph.D punya banyak pengalaman dengan klien yang memiliki beragam masalah. Maka ia membagi pengalamannya itu dan membuat saya mau tak mau menyetujui apa yang ditulisnya. Saya tidak bisa menuliskan pengalaman-pengalaman itu. Namun intinya tetap sama dengan apa yang saya bicarakan di atas.

Buku ini hanya untuk menganalisa dan menguatkan apa yang menjadi impian kita. Sebisa mungkin kita ingin berhasil daripada gagal kan? Ya toh?

So, sudah siap untuk menyongsong kesuksesan di tahun yang baru nanti? Yuk semangat!

Informasi buku

Judul: One Small Step Can Change Your Life (The Kaizen Way)
Penulis: Robert Maurer, Ph.D
Tebal: Paperback, 228 halaman
Penerbit: Workman Publishing Company, 22 April 2014 (pertama kali terbit 2004)

Kilas Buku: Big Little Lies

|


Pirriwee Public School mungkin sebenarnya adalah sekolah biasa saja. Anak-anak yang bersekolah di sana pun dari kalangan yang beragam. Namun seperti biasa, para ibu punya kubu sendiri untuk bersosialisasi. Seorang ibu muda bernama Jane Chapman, yang juga berperan sebagai orang tua tunggal, merupakan orang baru di kota kecil itu. Ia menyekolahkan anak sematawayangnya, Ziggy, di Pirriwee. Pada hari orientasi, ia sudah berteman dengan Madeline Mackenzie, seorang ibu yang selalu bersemangat, dan Celeste White, seorang ibu yang cantik dan kaya namun selalu gelisah.

Jane, Madeline, dan Celeste kemudian membentuk kelompok sendiri (sebenarnya Madeline yang memutuskan jika mereka harus membentuk kelompok baru), terutama sejak konflik antara Jane dan Renata, seorang wanita karir yang juga ibu-ibu penunggu TK. Konflik itu disebabkan oleh tertuduhnya Ziggy sebagai pelaku bullying terhadap Amabell (puteri Renata). Hal ini tidak terungkap dengan jelas, Ziggy tetap tidak mengaku kalau dirinya salah, dan Amabell tetap saja menuduh Ziggy sebagai pelakunya. Sehingga mudah ditebak jika konflik ini berkepanjangan dan berpengaruh kepada hal lain yang tidak ada hubungannya dengan sekolah. Ditambah (yah kau tahu sendiri bagaimana sikap ibu-ibu penunggu TK) gosip yang mudah menyebar dengan cepat dan belum tentu benar adanya.

Sementara itu Jane dan Celeste punya rahasia mereka sendiri. Tidak ada yang tahu bagaimana mereka mampu menyimpan rahasia dengan rapi, sementara sebenarnya mereka sendiri sudah sangat gatal untuk mengatakan yang sebenarnya. Suatu ketika ada pesta kecil untuk seluruh orang tua murid Pirriwee Public School. Hampir semua orang tua memenuhi undangan termasuk Jane, Celeste, dan Madeline. Namun ketika ada sisi bahagia yang muncul, ada juga hal yang mengejutkan sampai-sampai menyebabkan pertengkaran dan kematian seseorang. Anehnya tidak ada seorangpun yang mengaku tahu perihal kematian itu.

BOSAN atau ....

Awalnya saya bersemangat membaca cerita ini (karena kau tahulah, sinopsis dan reviewnya menarik). Sayangnya hal itu tidak diamini oleh bab pertama novel ini. Saya sempat ketiduran karena merasa bosan. Untunglah saya paksakan sampai ke bab berikutnya dan menemukan cerita semakin menunjukkan kekuatannya.

Misteri, Thriller, atau, ....

Liane Moriarty, si pengarang, sangat pintar meramu cerita sehingga membuat novelnya ini terasa seperti cerita thriller-misteri ala detektif. Padahal sesungguhnya cerita ini hanyalah seputar masalah keluarga (KDRT, broken home, etc) dan persahabatan. Saya pikir rahasianya ada pada alurnya yang maju mundur dan cerdiknya pengarang mengemukakan gosip dan komentar saksi mata di awal dan di sela-sela cerita. Hingga bab akhir, para pembaca tidak akan mengetahui siapa yang menjadi korban, siapa yang menjadi pelaku, atau apa sebenarnya yang terjadi di TKP. Yang pembaca ketahui adalah awal dan asal muasal cerita, juga gosip dari ibu-ibu penunggu TK, dan tentunya kapasitas mereka (yang lemah) sebagai saksi mata.

 4 bintang!

Entah kenapa dari mulai bosan pada awalnya, kemudian berakhir puas. Mungkin ini karena gaya bercerita dari Liane Moriarty yang cukup unik bagi saya dan tentu saja penuh kejutan. Tidak heran jika review di Goodreads mencapai 4.2 dari maksimal 5 bintang, dengan pembaca hampir 385 ribu orang.

So, saya rasa saya bisa dengan yakin untuk merekomendasikan novel ini kepada mereka yang menyukai kisah drama keluarga dan misteri/thriller sekaligus.

Data buku

Judul: Dusta-Dusta Kecil
Judul asli: Big Little Lies
Pengarang: Liane Moriarty
Tebal: 512 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 28 November 2016 (Terbit pertama kali 25 Desember 2014)

Kilas Buku: The Breakdown

|

I just read the first BA Paris' novel, Behind Closed Doors, a couple days ago. Afterward, I was looking forward to reading her latest book. And I found myself put my face in front of it as long as I can stay. Then here is the story about:
A woman named Cassie Anderson was in a rush getting home from a friend's party. That night was dark and full of rain with thunderstorm. She promised to Mathew, her husband, to not go through a shortcut rural road. In other hand, Cassie got through it because she needed to get home ASAP.

Once Cassie was in the road, she passed a car with a woman inside, the woman who got killed later and apparently she's new acquaintance of Cassie. Unfortunately the woman murder had so much affection to Cassie. She became guilty for not stopping and giving her help. Later on she become worse than that, it's kind of paralyses. She started forget many things and had many silent calls from anonymous. When Cassie decided to see doctor, she thought she had been safe. But she knew she weren't safe, not yet. It really something outside that want to break her down.

The book still aims the same thing like the previous one: readers' mind. At 80 per cent first, Paris throws me to Cassie's mind. It's all about her guilty feeling to the killed woman. Frankly, I almost fall asleep. I have no that patience to read the chronological thing. So that I skim the most part of the story. I think I get enough of Cassie's case and am eager to figure out root of the problem.

Yay, then the story becomes fast-pace at 20 per cent last. Finally Cassie found a cue to find out what really happened to her. Back to her guilt, would she be able to eliminate it as well? Read it out by
yourself then.

I give 3 out of 5 stars. Well, IMHO, it's little bit boring in the middle but you'll be thrilled in the end. :)

Book information

Title: The Breakdown
Author: B.A Paris
Kindle Edition, 336 pages
Published July 18th 2017 by St. Martin's Press

Kilas Buku: Behind Closed Doors

|

What do you say if you meet a perfect couple and flawless, with a handsome-successful lawyer as the husband, and a beautiful-smart-multitasking woman as the wife? Would you be awed like Diane? Or be suspicious like Esther? I might do like Diane does because I am such a fan of romantic and perfect relationship.

Let's go to the point. Jack and Grace Angel are undoubtedly a perfect couple in public sight. Started with a dinner party, the story sets this couple having good time with Diane and Adam (Jack's old friends) together with Esther and Rufus (the couple's new neighbor). Grace is little bit nervous since this is kind of their first open-house event. She and Jack prepares the dinner perfectly so that make their guests comfortable. The result is (as they expect) the guests feel really amazed, except Esther.

In the next chapter we'll find some answers that Esther and some readers might wonder. Bit by bit Jack's real personality is peeled. It turns out Jack is Jackass who keeps his wife locked in a room for days even without food. That's the answer of why: Grace always has good appetite and eat much but her body stays slim; Grace produces her own clothes; Grace doesn't even bother having a mobile phone and email; and so many other inconceivable things.

Jack admits he is a psychopath. He feels happy to have someone jailed under his watching, in this case is Grace and sooner Milly, Grace's sister with down syndrome. The more afraid of the captive, the happier Jack is.

Grace is powerless. She doesn't have choices except play the game Jack made for her and Millie. Some of you might think Grace is real a damsel in distress, but she's not. She's trying for help, hope, and chances whenever and wherever she can get them. Finally her only hope is Jack's death. If Jack is really dead whatever the cause is (Grace might want to murder him slowly), what will she say to the police then? Murdering a monster is not that easy. You need to find smooth way to do it.

This is a thriller story that hard to stop reading it in the middle. Meaning, it is kind of page-turner. Written in so many "Present" and "Past" chapters make me eager to keep the story up. Thus I found my self scared of the terror Jack made. I feel Grace anyway. I can feel how silence can be so creepy in this story. Jack is a real devil-angel with sweet face and dreadful heart. I even almost cry "HELP" loudly while reading it.

Well, thanks B.A. Paris! Your story make me almost turn into jelly. And I will recommend it to everyone who loves such a thriller story. Guys, you will enjoy it though.

Book Information

Title: Behind Closed Doors
Author: B.A. Paris
Kindle Edition, 336 pages
Published August 9th 2016 by St. Martin's Press (first published February 11th 2016)

Kilas Buku: Lullaby

|

Judul: Lullaby
Pengarang: Rina Suryakusuma
Genres: Romance, Family, Chicklit
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Desember 2011
Mass-Market-Paperback, 240 halaman

Audy dan Rosalind memang dua gadis kembar, tapi Audy selalu merasa semua orang dalam keluarganya terlalu mengistimewakan dirinya dan mengasingkan Rosalind. Audy yakin ini semua karena kelainan jantung yang dideritanya. Bahkan hingga mereka dewasa, dan Audy menemukan pria impiannya, Rosalind tetap harus puas dengan sisa kasih yang terbelah, dan perasaan disisihkan sepanjang hidupnya.

Bersama Mardinanto Nolan, lelaki yang teramat mencintainya, Audy mengenal kebahagiaan yang tak pernah terpikir akan bisa dirasakannya. Namun Audy tak ingin Rosalind menderita karena dirinya. Ia ingin Rosalind juga merasakan kebahagiaan seperti dirinya. Dan ketika Audy diharuskan memilih antara pria impiannya atau saudari kembarnya, rahasia kelam yang mengungkung hidup Audy akhirnya terkuak. (goodreads)

Ini pertama kalinya saya membaca novel karangan Rina Suryakusuma. Hasilnya mengejutkan, saya tidak pernah menduga kalau ceritanya mampu membuat saya terkesima. Topiknya sendiri sederhana. Yakni hanya mengenai keterikatan sepasang saudara kembar. Tebal halamannya pun juga standar. Namun justru dari sinilah cerita yang menarik itu lahir. Saya mencoba mencari tahu apa kira-kira yang menjadi kekuatan Rina untuk menyihir para pembacanya? Mungkinkah diksi yang tepat sangat berpengaruh?

Ya, diksi. Diksi tidak bisa diremehkan dalam pembuatan sebuah cerita. Diksi membuat novel menjadi enak dibaca. Diksi juga (tanpa disadari) membuat para pembaca menganggap novel yang dibacanya adalah sesuatu yang nyata, pernah terjadi, dan eksis. Dan Rina mempunyai kekuatan pada diksi.
Kemudian kematangan cerita. Cerita yang matang adalah cerita yang mencengangkan. Hal ini akan berpengaruh kepada menarik tidaknya twist yang ada pada sebuah novel. Cerita yang belum matang akan membuat pembaca mengerutkan kening dari awal hingga akhir. Atau malah mungkin mereka memilih untuk tidak menyelesaikannya. Dan Rina memiliki konsep yang matang untuk novel ini meski topik ceritanya sendiri sederhana.

Novel ini bukan sekedar romance, namun lebih kepada family affairs dan persahabatan. Endingnya tidak bisa ditebak. Dan jujur, novel ini sebenarnya agak-agak horror buat saya, padahal sebenarnya novel ini tidak dimaksudkan untuk tema tersebut. :D Jadi kenapa horror? Silakan baca sendiri, apakah untuk kalian novel ini juga terasa horror atau hanya saya yang merasakannya?

Ulasan ini untuk:
TBBR Mbak Maria
IRRC 2014 Sulis
Lucky No. 14 Mbak Astrid
New Author RC Ren

Kilas Buku: Insiden Anjing di Tengah Malam yang Bikin Penasaran

|
Judul: Insiden Anjing di Tengah Malam yang Bikin Penasaran
Judul Asli: The Curious Incident of The Dog in the Night-Time
Pengarang: Mark Haddon
Penerjemah: Hendarto Setiadi
Genres: Mystery, Young Adult, Psychology
Penerbit: KPG, 2004 (pertama kali terbit, 2003)
Paperback, 320 halaman
Award: Man Booker Prize Nominee for Longlist (2003), James Tait Black Memorial Prize Nominee for Fiction (2003), Whitbread Award for Novel and Book of the Year (2003), McKitterick Prize (2004), Los Angeles Times Book Prize (2003) Exclusive Books Boeke Prize (2004), بهترین کتاب داستانی سال وایت برد، جایزه گاردین Ùˆ ساوت بانک شو, ALA Alex Award (2004), Zilveren Zoen (2004), Abraham Lincoln Award Nominee (2006), Commonwealth Writers’ Prize for Best First Book Overall (2004)

Christopher John Francis Boone adalah seorang anak laki-laki berumur 15 tahun. Untuk ukuran anak-anak seusianya ia termasuk yang paling cerdas dan mampu mengingat apapun yang ia lihat. Suatu ketika ia menemukan anjing tetangganya mati terkapar dengan garpu kebun menusuk tubuhnya. Anak lain mungkin akan lari ketakutan dan tidak akan peduli setelahnya. Namun tidak dengan Chrsitopher. Ia peduli dan ia akan tetap peduli karena ia berbeda. Orang seperti dirinya tentu saja akan mencari tahu siapa pelaku kejahatan, meskipun yang menjadi korban cuma anjing.

Tindakannya ini akhirnya membawa Christopher kepada beragam masalah, bukan sekedar kepada pembunuhan anjing. Anjing itu mati ya pasti tetap mati. Namun yang ditemukan anak muda penderita asperger ini lebih besar dari itu. Sesuatu yang menjadi rahasia ayahnya selama ini.

Membaca buku ini membuat saya seperti menjadi Christopher. Saya bisa melihat melalui matanya. Saya bisa merasakan apa yang ia rasakan. Dan oh ternyata begini menjadi dirinya. Namun ternyata saya kurang sabar menjadi sosok Christopher. Terbukti ketika ia mencoba bercerita tentang soal matematika dan saya akan melewati soal-soal itu sambil lalu tanpa membacanya. Terkadang saya juga keluar dari diri Christopher dan kesal kepada dirinya yang membuat urusan menjadi bertele-tele. Ah, menjadi ia memang tidak mudah. :(

Well, tapi begitulah uniknya buku ini. Brilliant. Mark Haddon, sang penulisnya membuat cerita ini seolah-olah dirinya lah Christopher. Cerita demi cerita yang ia tulis terasa sungguh nyata. Dan satu hal yang ingin saya beritahu. Dalam buku ini ada sedikit catatan penerjemah yakni Hendarto Setiadi tentang isi cerita dari Christopher. Saya sarankan agar para pembaca membaca catatan Pak Hendarto terlebih dahulu agar kalian mendapatkan informasi dasar tentang cerita ini. Kalau menurut saya pribadi sih, catatan pengarang ini lebih bermanfaat jika dibaca lebih dulu sebelum mulai membaca cerita. Kalian akan tahu bagaimana sulitnya menerjemahkan buku ini dan apa yang sebenarnya benang merah dari cerita ini.

Ngomong-ngomong soal Pak Hendarto Setiadi, apakah ia ada hubungannya dengan Agus Setiadi yang sering menerjemahkan buku-buku Astrid Lindgren dan Enid Blyton? Hmm.. #justwondering :D

Ulasan ini untuk:
TBBR Mbak Maria
Lucky No. 14 Mbak Astrid
New Author RC Ren

Kilas Buku: The Interpretation of Murder

|
The Interpretation of Murder: Sigmund Freud dan Shakespeare dibalik Pembunuhan Misterius
Judul Asli: The Interpretation of Murder
Pengarang: Jed Rubenfeld
Penerjemah: Isma B. Soekoto
Tebal: 616 halaman
Tahun: 2007
Penerbit: Ufuk Press

Novel yang satu ini gabungan dari berbagai genre ya, mulai dari historikal, misteri, sastra, dan yang paling penting adalah psikoanalisa. Maka itulah sebabnya nama Sigmund Freud dan Shakespeare dibawa-bawa dalam terjemahan judul novel ini ke dalam bahasa Indonesia. Jadi kisah fiksi ini didasarkan pada kisah nyata kedatangan Sigmund Freud ke Amerika Serikat bersama teman-teman seperjuangannya yang membawa Psikoanalisa sebagai ilmu baru yang patut diperhitungkan dalam dunia Psikologi. Namun pada saat yang sama terjadi pembunuhan terhadap seorang wanita cantik di suatu tempat.

Beberapa hari kemudian, terjadi penyiksaan terhadap seorang gadis bangsawan yang ditinggalkan dengan tubuh yang penuh sayatan. Kepolisian heboh begitu juga dengan walikota. Sementara si korban tidak sanggup mengatakan apapun karena jiwanya yang labil, bahkan ia sempat tidak dapat berbicara. Disinilah si tokoh utama muncul. Ia yang merupakan dokter namun juga penganut Psikoanalisa bertindak mengatasi disorder yang sedang terjadi pada gadis muda tersebut. Namun sayang, pemulihan yang diharapkan dapat sekaligus menjadi titik terang bagi kelanjutan kasus ini, tidak dapat berjalan lancar.

Kilas Buku: Kartu Kedua Belas, The Twelfth Card

|
Kartu Kedua Belas, The Twelfth Card
Judul Asli: The Twelfth Card (Lincoln Rhyme #6)
Penulis: Jeffery Deaver
Penerjemah: B. Sendra Tanuwijaya
Terbit: 2009
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 680 halaman


Sebelum memulai review, saya akan memperkenalkan dulu tentang tokoh utama novel ini, yaitu Lincoln Rhyme. Lincoln Rhyme adalah seorang kriminalis yang terpaksa pensiun karena mengalami kecelakaan pada saat olah TKP. Akibat kecelakaan tersebut, Rhyme mengalami lumpuh dan hanya bisa menggerakkan kepala, bahu, dan satu jari manis sebelah kiri. Sempat mengalami depresi berat dan ingin bunuh diri, Rhyme terselamatkan oleh sebuah kasus yang datang kepadanya. Menangani kasus tersebut membuat Rhyme kembali bersemangat untuk tetap hidup. Dalam kasus ini ia bertemu dengan Amelia Sachs, seorang polisi, yang kemudian menjadi tangan kanan Rhyme dalam mengerjakan olah TKP.

Lincoln Rhyme merupakan satu dari beberapa tokoh detektif karangan Jeffery Deaver. Mungkin jika dibandingkan dengan serial detektif lain, Lincoln Rhyme ini seperti Sherlock Holmes-nya Sir Arthur Conan Doyle atau Hercule Poirot-nya Agatha Christie. Namun demikian, serial detektif ini berlatar belakang masa sekarang di Amerika Serikat.

KilasBuku: My Journey Through Postpartum Depression, Kisah Nyata Sang Bintang Melawan Depresi Pasca-Melahirkan

|
My Journey Through Postpartum Depression, Kisah Nyata Sang Bintang Melawan Depresi Pasca-Melahirkan
Penulis: Brooke Shields

Penerjemah: Berliani M. Nugrahani
Terbit: Februari 2007
Penerbit: Qanita
Tebal: 290 halaman


Perempuan memang spesial, hal-hal yang diturunkan kepadanya juga hal-hal spesial. Ketika ia mengalami siklus bulanan, ia harus menanggung rasa nyeri yang tidak hanya terasa secara fisik, namun juga batin, hal ini lebih dikenal dengan PMS (Pre-Menstrual Syndrom). Dan begitu juga yang dialaminya saat melahirkan, baik secara normal ataupun melalui operasi. Sang ibu harus berjuang melahirkan bayinya, rasa sakit lahir batin pun dirasakannya. Sakit lahir batin ini meliputi sebelum, ketika dan setelah melahirkan lho. Ya begitulah perjuangan ibu.

Buku ini bercerita tentang pengalaman Brooke Shields, bintang Hollywood yang populer dengan serial televisi 'Suddenly Susan' ketika mengalami Postpartum syndrom. Yang ia alami bukan sekedar Baby blues yang pastinya akan selalu dialami ibu pasca melahirkan, tapi lebih dari itu. Depresi pasca melahirkan sangatlah langka, dan melanda satu dari sepuluh ibu di seluruh dunia atau 10 - 20% menurut National Mental Health Association di Amerika. Depresi ini berbahaya bagi ibu dan bayinya. Para wanita penderita bisa mengalami paranoid, delusi, halusinasi hingga yang paling parah menyakiti dirinya dan anak-anaknya.

Lalu bagaimana dengan Brooke Shields, dapatkah ia menangani depresi yang ia derita? Yang terpenting dalam penyembuhan mood disorder ini adalah kemauan yang kuat dari si penderita serta dukungan penuh dari keluarga khususnya suami si penderita.

Kilas Buku: The Hunger Games #3, Mockingjay

|
The Hunger Games #3, Mockingjay
Judul Asli: The Hunger Games #3, Mockingjay
Penulis: Suzanne Collins
Penerjemah: Hetih Rusli
Terbit: 12 Januari 2012
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Hunger Games terakhir berakhir kacau. Katniss diselamatkan oleh para pemberontak dan Peeta ditangkap oleh Capitol. Peperangan dan konflik antara Capitol dan para pemberontak kian memanas. Distrik 13 yang dikabarkan telah dihancurkan oleh Capitol ternyata masih ada dan menjadi sarang pemberontak. Katniss diungsikan ke sana untuk dijadikan Mockingjay, simbol perlawanan terhadap kesewenang-wenangan Capitol. Akibatnya, Distrik 12 dihancurkan dan distrik-distrik lainnya dijaga ketat oleh pasukan Capitol. Apakah Capitol akan berhasil ditaklukkan? Lalu bagaimana dengan Peeta?

...

Buku terakhir dari trilogi The Hunger Games ini sangat menarik dan berbeda dengan kedua buku sebelumnya. Pada buku ini, diperlihatkan perubahan sifat Katniss, dari yang sebelumnya pemberani dan pemberontak menjadi bimbang dan penuh kesedihan. Mungkin karena banyaknya tekanan, baik dari pihak Capitol maupun dari pihak pemberontak itu sendiri. Di buku ini juga mulai diperlihatkan rencana-rencana pemberontakan yang ternyata telah disusun di Distrik 13, di mana Katniss merupakan salah satu pion di dalamnya. Cerita diakhiri dengan pilihan berat yang harus dilakukan oleh Katniss. Mockingjay mungkin merupakan seri tersuram dari trilogi ini.

Custom Post Signature