Top Social

Showing posts with label Kumpulan Artikel. Show all posts
Showing posts with label Kumpulan Artikel. Show all posts

Kilas Buku: Allah swt, Pulsa dan Komik Jepang: Menelusuri Jejak Tauhid

|
Judul Buku: Allah swt, Pulsa dan Komik Jepang: Menelusuri Jejak Tauhid
Penulis: Tauhid Nur Azhar
Penerbit: Cicero Publishing
Terbit: Juni 2008
Tebal: 201

Menelusuri Jejak Tauhid pun merupakan judul yang oke dan bermakna ganda yang keren menurut saya. kenapa? Ya, karena pertama, menelusuri jejak tauhid bisa diartikan menelusuri keberadaan Tuhan dan keesaan-Nya seperti yang telah saya kemukakan diatas. dan yang kedua, menelusuri jejak tauhid bisa diartikan menelusuri jejak atau cerita hidupnya si-Tauhid, sang pengarang buku ini. Nyambung kan? Menarik kan? Hebat yang bikin judul. Entah sengaja atau tidak mau buat sub judul seperti ini, tapi semuanya bermuara pada hal yang saling terkait yakni tentang cerita si-Tauhid dalam rangka mengenal Ketauhidan Tuhan.

Saya hanya butuh seharian membaca buku ini. Di tempat tidur kosan, di kantor tempat magang, di bus way dan di angkot yang alhamdulillah lampunya cukup terang menerangi saya membaca pada senja yang gelap. Sambil menahan guncangan jalan raya yang rusak (nakal betul Dila ini, udah tau minus dan silindernya gede betul, tapi masih aja suka baca di angkot. Kata guru fisika SMP itu justru bikin mata makin rusak), saya berusaha menahan air mata dan tawa saya ketika membaca kisahnya pak Tauhid. Mengharukan dan benar-benar membuat iri (aduh ngapain iri sih, manusia kan ditakdirkan memiliki rezeki masing-masing). Semua kisahnya saya suka. Namun ada satu artikel yang saya kurang mengerti, yakni yang mengenai ikan salmon. Atau saya yang bebel yah, hehe. Dan yang paling membuat saya terharu ialah tiga kisah terakhir yang tercatat di daftar isi. So sweet!

Kilas Buku: Genius Fisika Paling Cool Sedunia

|
Judul Buku: Feynman: Genius Fisika Paling Cool Sedunia
Penulis: Richard P. Fenyman
Penerbit: Mizan
Terbit: 2006
Tebal: 292
Siapa fisikawan masa kini yang kalian kenal? Atau cuma Albert Einstein saja? Ya, Einstein memang populer. Namun beliau termasuk fisikawan abad ke sekian di masa lalu. Bagaimana dengan Richard Feynman, fisikawan yang pernah tergabung dalam komisi penyelidikan meledaknya pesawat ulang alik Chalenger tahun 1986 dan juga peraih nobel fisika tahun 1965.
Buku yang berjudul asli 'What Do You Care What Other People Think?' ini bercerita tentang catatan-catatan Feynman mengenai hal-hal yang terjadi dalam hidupnya. Dibagi dalam beberapa bab, buku ini bercerita mengenai masa kecilnya dengan ayahnya yang sangat menarik. Dimana ayahnya membentuk ia menjadi seorang ilmuwan dengan cara-cara yang unik, dengan mengajaknya jalan-jalan dan menjelaskan fenomena-fenomena alam yang terjadi dengan lugas dan mudah dimengerti. Sesekali ayahnya juga mengajaknya membaca koran dan mencoba menjelaskan dengan sederhana kata-kata yang sulit bagi seorang anak seperti Feynman kecil kala itu. Akhirnya Feynman tumbuh menjadi anak yang serba ingin tahu dan sangat menghargai penjelasan-penjelasan yang logis dan ilmiah.

Kilas Buku: Folklore Madura

|
Judul Buku: Folklore Madura
Penulis: Emha Ainun Nadjib
Penerbit: Progress
Cetakan Ketiga: Februari 2007

Apa yang terkenal dari Madura? Sate Madura? Logatnya yang khas? Atau Carok? hehe. Ups, mohon artikel ini tidak dibaca dari kacamata SARA ya. Sebab justru ulasan buku ini adalah pengulasan mengenai keistimewaan orang-orang Madura. Bukan berarti suku lain tidak istimewa, sebab keistimewaan masing-masing suku adalah berbeda-beda dan memiliki ciri khas sendiri.
Cak Nun (panggilan akrab Emha Ainun Nadjib) menyebut orang-orang Madura sebagai The Most Favorable People (Baca The Most Favorable People di hal. 133). Sekali lagi, bukan berarti suku lain tidak favorable. Hanya saja yang dibahas oleh Cak Nun kali ini adalah orang-orang Madura, takiye. ;) Buku ini bukan buku ilmiah tentang asal usul orang-orang Madura. Namun buku ini berisi kumpulan anekdot yang dikarang dengan gaya khas Emha. Ya, seperti buku-buku Cak Nun yang biasanya, berisikan artikel-artikel yang merupakan anekdot (bisa juga disebut parodi) yang ditulis berdasarkan lalu lalang kehidupan yang ada di sekitar kita.

Salah satu keistimewaan orang-orang Madura adalah kesederhanaannya, kesadarannya akan realitas dan kemampuannya mengungkapkan kerumitan dalam hal yang sederhana dan polos. Nah lho, bingung kan dengan apa yang saya tulis? :mrgreen: Itu tandanya saya mewakili kaum modernitas yang selalu kering mencari kata dalam mengungkapkan suatu hal. Sama halnya dengan kaum akademisi dan ilmuwan, tidak sedikit dari mereka yang menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menjelaskan sesuatu. Hasilnya adalah; yang mendengarkan semakin tidak paham, sementara si ilmuwan sendiri mendadak menjumpai dirinya setelah berdiri jauh dari tempat kebenaran dan kenyataan yang coba ia terangkan. (Baca Sinar Pragmatis dan Laser Ngeh di hal. 86)

Kilas Buku: Gelandangan di Kampung Sendiri

|

Buku ini termasuk buku lama, sebab sudah sejak saya umur 8 tahun diterbitkan. Dan ketika umur yang sama pula alias kelas 4 SD, saya sudah mulai tertarik dengannya. Saya mencoba membacanya halaman demi halaman. Ya, hasilnya tidak mudeng sangat memang. Namun entah, saya tetap tertarik pada buku itu dan bersabar untuk menanti usia saya dewasa untuk dapat membaca buku tsb dengan pemikiran yang terang dan jelas.
Gelandangan Di Kampung Sendiri terdiri atas kumpulan tulisan-tulisan Emha atas dasar respon hal-hal sosial, politik dan kemanusiaan. Kebanyakan tulisan ini merupakan tanggapan Emha kepada surat-surat banyak orang yang datang kepadanya, atau juga tentang kisah-kisah manusia yang bertandang langsung ke rumahnya. Secara subyektif saya senang dengan buku tersebut. Bagi saya sangat manusia. Sangat merakyat.

Custom Post Signature