Top Social

Showing posts with label Detektif. Show all posts
Showing posts with label Detektif. Show all posts

Kilas Buku: Pembunuhan di Pondokan Mahasiswa

|


Hickory Dickory dock, The mouse ran up the clock, The clock struck one. The mouse ran down, Hickory Dickory dock...
Anak saya lagi keranjingan nursery rhymes berbahasa Inggris, salah satunya lagu "Hickory Dickory Dock". Dan kebetulan saya punya beberapa buku karangan Agatha Christie, salah satunya (dengan detektif Poirot) berjudul "Hickory Dickory Dock". Lantas saya langsung tertarik, padahal biasanya saya biasa saja dengan cerita-cerita Mbah AC. Bukan tidak suka, lebih tepatnya bukan penggemar berat. Berkat anak saya dan nursery rhymes yg sering dinyanyikannyalah saya kembali tertarik dengan kisah-kisah AC. Dan yang paling penting adalah saya kembali semangat membaca! Yay!

Jadi kasus kali ini ada hubungannya (meski tidak langsung) dengan adik dari Miss Lemon (sekertaris Hercule Poirot), yakni Mrs. Hubbard. Mrs. Hubbard yang sudah kembali dari Singapura dan menjanda, menerima pekerjaan sebagai seorang Ibu Kos di Pondokan Mahasiswa di Hickory Road nomor 26. Sebagai Ibu Kos yang baik ia cukup bisa mengayomi anak-anak kosnya, dan juga si pemilik kos sendiri, Mrs. Nicoletis. Sayangnya ketenangan hidup mereka di Hickory Road harus terusik karena ada kasus aneh. Barang-barang hilang secara misterius. Anehnya barang-barang yang hilang adalah barang remeh temeh kecuali cincin berlian.

Selang kasus pencurian mereda, ada lagi kasus pembunuhan yang menimpa salah satu penghuni kos, dan pemiliknya. Hercule Poirot curiga jika pembunuhan ini ada kaitannya dengan kasus pencurian sebelumnya. Atau malah ada kasus kejahatan yang lebih besar lagi?
***

Saya sangat menyukai cerita AC yang satu ini. Ah, baru kali ini saya menikmati penceritaan misteri dari AC. Apa iya karena kurang lebih ada sugesti dari anak saya, hehe. Tapi yang jelas, saya sangat menyukai serial AC yang satu ini. Dalam cerita kali ini AC menyajikan si pelaku pencurian sekaligus korban pembunuhan dengan pendekatan psikologis. Dia adalah orang biasa saja yang tidak disangka mampu merancang pendekatan cinta dengan kasus pura-pura yang dibuatnya sendiri. Justru hal inilah yang menjadikan Poirot curiga dan mencaritahu siapa dan ada berapa jumlah dalang yang sebenarnya.

AC juga sedikit banyak menyisipkan soal paham komunis yang ketika novel ini dibuat Uni Soviet dan paham komunisnya masih menjadi saingan Amerika Serikat. Namun ternyata kasus ini tidak ada hubungannya dengan paham tersebut.

4 bintang untuk buku ini.

Hickory dickory dock... :)

Data buku

Judul: Pembunuhan di Pondokan Mahasiswa
Judul asli: Hickory Dickory Dock
Pengarang: Agatha Christie
Penerjemah: Julanda Tantani
Tebal: 320 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama 2013 (pertama kali terbit 1955)

Murder on the Orient Express 2017 (Buku dan Film)

|
MotOE sampul film (GPU)

Baru-baru ini karya fiksi berjudul Murder on the Orient Express karangan Agatha Christie (AC) difilmkan. Sebenarnya sudah lama dan sudah banyak karya-karya AC yang dibuatkan filmnya. Hanya saja setiap kali bentuk filmnya muncul, mesti selalu dinanti oleh para penggemar AC yang tidak terhitung banyaknya. Karena karya-karya misteri/triler AC memang tidak pernah lekang oleh waktu.

Sementara saya sendiri bukan salah satu penggemar AC, meskipun menyukai karya-karyanya. Untuk Murder on the Orient Express (MotOE) sendiri saya malah menonton filmnya terlebih dahulu. Film yang mana? Tentu saja film keluaran terbaru (2017) hasil besutan Kenneth Branagh yang menjadi sutradara sekaligus pemeran utama. Lantas setelah nonton jadi malas baca, gitu? Yang terjadi pada saya justru sebaliknya. Saya malah bersemangat membaca ceritanya dan sedikit membandingkan cerita dalam buku dan film yang sekarang ini.
***
Alkisah seorang Hercule Poirot baru saja memulai perjalanannya kembali dari Aleppo, Syiria menuju Turki dengan Taurus Express. Di Turki, Poirot malah mendapat telegram yang memintanya untuk kembali pulang ke London dan memecahkan sebuah kasus. Akhirnya Poirot pun menumpang Simplon-Orient Express malam itu juga yang sayangnya sudah penuh sehingga detektif Belgia itu tidak bisa mendapatkan kamar kelas satu. Beruntung Monsieur Bouc, teman Poirot yang juga direktur the Wagon Lit Train Service, berhasil mendapatkan kamar untuknya.

Malam itu Orient Express memang penuh dengan penumpang dari beragam bangsa dan latar belakang. Hal ini menarik perhatian M. Bouc dan juga Poirot sendiri. Yang paling menarik perhatian adalah seorang Amerika bernama Rachett. Ia digambarkan sebagai lelaki kelas atas yang ramah dan punya pesona namun bengis hatinya.

Suatu malam menjelang pagi, Rachett tewas dengan luka tusukan belasan kali. Ketika itu kereta tengah berhenti karena badai salju. Dapat dipastikan si pembunuh tidak dapat kabur dari kereta karena badai. Lantas Poirot dibantu M. Bouc dan Dr. Constantine, seorang dokter Yunani harus memecahkan kasus itu dan menemukan pembunuhnya.
***

Setidaknya itulah ringkasan yang saya tangkap dari cerita aslinya (novel). Kemudian saya sedikit membandingkannya dengan filmnya (2017). Beberapa karakter tampak berbeda dari yang saya bayangkan. Hercule Poirot misalnya yang dalam film kali ini diperankan oleh Kenneth Branagh, tidak berambut hitam, melainkan abu-abu dengan kumis yang sangat besar dan lucu. Kemudian M. Bouc yang berkarakter sebagai laki-laki yang cenderung lebih muda dari imajinasi saya dan tampan. Begitu juga dengan sosok Rachett yang diperankan oleh Johnny Depp. Bayangan saya tentang Rachett adalah sosok lelaki tua (tidak terlalu tua sih) yang memiliki air muka sarat pengalaman dan licik. Rachett yang diperankan Depp memang berhasil memperlihatkan kelicikan bagai musang, namun ia belum terlalu tua untuk seorang Rachett.

Ada juga karakter yang sepertinya tidak ada dalam film, cmiiw. Sepertinya Dr. Constantine tidak dimunculkan sama sekali. Jadi memang Poirot di film lebih banyak bekerja sendiri baik ketika mewawancara para saksi dan menganalisa kasus. Saya tidak memiliki kecenderungan pro dan kontra yang mana, yang jelas peran Poirot dalam cerita aslinya ataupun film sama-sama dominan layaknya sosok detektif yang seharusnya.

Ada lagi tokoh yang berganti karakter dan nama. Seperti tokoh Pilar Estravados yang diperankan oleh Penelope Cruz. Awalnya saya bertanya-tanya siapa Pilar Estravados ini. Setelah mengulik kembali novelnya, saya sampai pada satu kesimpulan bahwa Greta Ohlsson, perempuan Swedia dalam novel telah digantikan oleh Pilar Extravados (barangkali diambil dari karakter lain dari novel AC lainnya). Begitu juga tokoh Antonio Foscarelli yang berganti nama menjadi Biniamio Marquez dalam film.

Saya pribadi tidak masalah dengan sedikit perubahan pada film. Toh itu tidak mengurangi alur cerita secara keseluruhan. Malah jadi tambah seru dibandingkan cerita aslinya (novel). Bagi yang belum membaca ataupun menonton film MotOE sama sekali, jangan bingung memilih. Membaca novelnya dulu ataupun menonton filmnya dulu sama saja. Keduanya sama-sama asyik. Saran saya cuma satu, jadilah pembaca dan penonton yang open-minded, tidak saklek dengan asumsi pribadi. Yah mungkin banyak juga pengalaman mengecewakan karena menonton film berbasis novel. Tapi tetap tidak ada salahnya menonton film yang satu ini. :)

Data buku

Judul: Murder on the Orient Express
Pengarang: Agatha Christie
Jumlah Halaman: 252
Tanggal Terbit: Oct 2, 2017
ISBN: 9789792229806
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Kilas Buku: Holy Mother

|


Honami adalah seorang perempuan yang rapuh namun juga kuat. Bertahun-tahun lamanya ia mengharapkan seorang anak, dan selama itu pula ia menderita demi mendapatkan seorang anak. Segala cara medis ia tempuh. Segala perasaan nyeri dan perih ia alami, bahkan hampir kehilangan nyawa sendiri. Hasilnya juga tidak terlalu baik. Beberapa kali ia mengalami keguguran, dan bahkan kehilangan bayinya yang sudah siap dilahirkan.

Dan akhirnya, seorang anak lahir dari rahimnya sendiri, setelah bertahun-tahun menderita lahir dan batin. Anak itu ia anggap kumpulan nyawa dari beberapa janin yang gagal berkembang sebelumnya. Dan ia bertekad untuk memberinya perlindungan sebaik mungkin, apapun caranya.

Suatu ketika, seorang anak laki-laki tewas mengenaskan. Ia tidak sekedar tewas karena dibunuh. Ia juga dimutilasi. Salah satu organ pentingnya ada yang hilang. Hal ini membuat Honami tidak senang. Ia benci orang-orang jahat ada di dunia ini yang mungkin saja dapat mengancam nyawa anaknya. Maka, ketika polisi sepertinya tidak dapat diandalkan, ia sudah tahu harus melakukan apa.

Good twist

Akiyoshi Rikako adalah salah satu penulis yang jago memelintir cerita dengan apik. Jika biasanya saya mampu menebak-nebak riddle yang ditawarkan dari dua novel Rikako sebelumnya, tapi tidak pada yang ini. Solusi ceritanya bikin saya terkejut. Wow rasanya. Namun memang, ada beberapa hal yang tidak ia bocorkan supaya pembaca bisa berpikir sendiri.

Saran dari saya, supaya di akhir cerita tidak bingung-bingung amat, adalah membaca kesuluruhan cerita dengan seksama. Perhatikan karakter dan kegiatan dan juga JADWAL setiap tokohnya. Lalu ada beberapa kunci yang tersisip samar pada halaman 100. Coba baca dan cermati baik-baik yah pada halaman itu. ;)

Buku ini cocok dibaca penggemar thriller dan misteri. Riddlenya mengecoh dan mencemooh. :D

Informasi buku

Judul: Holy Mother
Pengarang: Akiyoshi Rikako
Penerjemah: Andry Setiawan
Tebal: Paperback, 284 halaman
Penerbit: Haru, 20 Oktober 2016

Kilas Buku: Affair Next Door

|


Amelia Butterworth adalah seorang perempuan lajang dari kalangan atas. Dengan pendidikan tinggi dan sifat ingin tahu yang dimilikinya, ia menceburkan dirinya ke dalam kasus yang menimpa tetangga sebelah rumahnya. Keingintahuannya berawal pada malam hari, ketika itu ia melihat sepasang muda mudi memasuki rumah tetangganya yang tengah kosong karena ditinggal bepergian oleh penghuninya. Si lelaki keluar dengan terburu-buru tanpa si perempuan. Bahkan hingga keesokan harinya si perempuan pun belum keluar dari rumah yang terkunci itu. Hal ini menimbulkan perasaan curiga dari Ms. Butterworth. Dengan tekad kuatnya, ia menjadi detektif 'dadakan' dan bahkan membawanya ke Ebenezer Gryce, seorang detektif kepolisian New York yang terkenal.

Ternyata benar, ada sosok perempuan mati di rumah tetangganya itu. Kondisinya yang tertimpa kabinet membuat si mayat tidak dapat dikenali pada awalnya, kecuali pada bagian tangan, kaki, dan juga pakaiannya. Berdasarkan itu, akhirnya diketahuilah bahwa korban adalah Louise Van Burnam, istri dari Howard Van Burnam. Hal ini membuat beberapa anggota keluarga Van Burnam, keluarga pemilik rumah, tertuduh sebagai tersangka.

Howard Van Burnam, suami dari Louise Van Burnam, adalah tersangka utama. Ia dengan sadar mengantar ke dan meninggalkan Louise di dalam rumahnya. Ia juga terlihat mondar mandir di luar rumah pada rentang waktu yang diduga pembunuhan sedang terjadi dalam keadaan cemas dan gelisah.

Franklin Van Burnam, kakak dari Howard Van Burnam, adalah salah satu dari sekian banyak saksi yang terlibat dalam kasus ini (termasuk juga Amelia Butterworth). Di kemudian hari, ia akan tertuduh menjadi tersangka karena hubungan istimewanya dengan Louise Van Burnam.

Detektif terkenal Gryce sudah dengan nyatanya menahan kedua Van Burnam bersaudara. Sementara Amelia Butterworth, dengan perasaan perempuannya, kurang merasa yakin mereka berdua bersalah. Namun seluruh mata masyarakat New York kala itu sudah tertuju kepada kedua putra Van Burnam, disebabkan bukti-bukti kuat yang memang mengarah kepada mereka. Nona Butterworth merasa harus mencari bukti lain secara mandiri untuk melawan keputusan detektif Gryce.

Dan siapa yang sebenarnya berbuat jahat? Tidak ada yang tahu. Tidak pula Amelia maupun Gryce. Hingga seorang gadis mau mengungkapkan fakta yang sebenarnya.

Ah, cerita detektif yang satu ini berhasil membuat saya gemas bukan kepalang. Bersama Amelia dan Gryce saya berusaha mengira-ngira siapa sebenarnya yang jahat. Beberapa nama sempat mampir ke kepala saya, dan yah salah satu nama memang benar, namun saya tidak mengerti bagaimana jalan pembunuhannya.

Ada beberapa hal yang membuat saya terkejut, salah satunya adalah tokoh Amelia Butterwoth yang lajang, feminin, kuat, dan berpendirian. Di masa cerita ini dibuat, sosok perempuan yang tidak menikah adalah sesuatu yang kurang baik. Sementara Ms. Green, pengarang buku ini, bertekad untuk menjadikan Butterworth menjadi tokoh utamanya. Dan ia pun berhasil. Saya adalah salah satu pembaca yang kagum dengan sosok Butterworth. Oh ya, satu hal lagi, Butterworth merupakan inspirasi Agatha Cristie untuk memunculkan Ms. Marple dalam serial detektifnya.

Bagi para pembaca yang menyukai serial detektif, silakan baca buku karangan Ms. Green. Tak dinanya, akan terkesima dengan cara ia melemparkan masalah dan mengolah alur cerita menjadi hal yang asik dan menarik dibaca.

Informasi Buku
Judul: Affair Next Door
Pengarang: Anna Katharine Green
Penerjemah: Diana A. Santoso
Penyunting: Fitria Pratiwi
Penerbit: Visimedia, Cetakan Pertama, 408 halaman, Juni 2013

Kilas Buku: Touché: Alchemist (Touché #2)

|

Judul: Touché: Alchemist (Touché #2)
Pengarang: Windhy Puspitadewi
Genre: Remaja, Fantasi, Misteri
Tebal: 224 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2014

Sinopsis:
Hiro Morrison, anak genius keturunan Jepang-Amerika, tak sengaja berkenalan dengan Detektif Samuel Hudson dari Kepolisian New York dan putrinya, Karen, saat terjadi suatu kasus pembunuhan. Hiro yang memiliki kemampuan membaca identitas kimia dari benda apa pun yang disentuhnya akhirnya dikontrak untuk menjadi konsultan bagi Kepolisian New York.

Suatu ketika pengeboman berantai terjadi dan kemampuan Hiro dibutuhkan lebih dari sebelumnya. Pada saat yang sama, muncul seseorang yang tampaknya mengetahui kemampuannya. Kasus pengeboman dan perkenalannya dengan orang itu mengubah semuanya, hingga kehidupan Hiro menjadi tidak sama lagi. (goodreads)

-----

Ternyata ada buku lanjutan Touché #1! Wow, menarik juga. Buku kedua ini mendapatkan rating yang tidak kalah bagus dengan buku yang pertama. Hmm, mungkin karena Windhy, sang penulis, memiliki topik yang tidak biasa dari buku lainnya. Selain itu kandungan romansa di dalamnya tidak menyek-menyek yang dapat mengaburkan tujuan utama dari alur cerita.

Baik, langsung mulai saja. Awalnya saya pikir buku ini merupakan lanjutan dari petualangan Indra, Dani, dan Riska yang di mana pada buku pertama mereka menemukan teman-teman yang juga memiliki kemampuan istimewa sama seperti mereka. Namun ternyata saya salah, dalam buku kedua ini justru orang lain dan di tempat lain pula yang menjadi fokus utama alur cerita. Bagus juga sih, berarti penulis memang tidak mau terbatas pada tokoh dan cerita yang sudah ada yang bisa jadi membuatnya menjadi monoton. Artinya, pengembangan cerita yang bervariatif akan menjadi lebih seru. Satu-satunya yang menjadi penghubung antara buku pertama dan kedua adalah: Yunus King.

Tokoh remaja yang memiliki kemampuan istimewa dalam buku kedua ini hanya ada satu, yakni Hiro Morrison. Sedikit berbeda dengan buku yang pertama, kasus dalam buku kedua ini ada lebih dari satu, well yah cukup variatif. Karena menurut sinopsis, si tokoh utama menjadi konsultan untuk kepolisian New York, maka saya merasa seperti membaca cerita-cerita detektif ala SMA (baca: ala Conan) atau seperti yang ada di serial TV Amerika. Bahkan saya melihat hubungan antara Hiro dan Karen (temannya) seperti antara detektif Monk dan asistennya.

Sekali lagi, tersangka kasus dalam buku ini cukup mudah ditebak, jika memang para pembaca sedikit mencermati. Well, terlepas dari itu, buku kedua ini juga termasuk fast-paced, dapat dibaca dengan sekali duduk saja. Buku ini juga ringan dan memang cocok untuk bacaan remaja.

4 bintang.


Kilas Buku: Misteri Kastel Es (Sherlock, Lupin, dan Aku #5)

|

Judul: Misteri Kastel Es (Sherlock, Lupin, dan Aku #5)
Judul asli: Sherlock, Lupin, & Io: Castello Ghiaccio
Pengarang: Irene Adler
Tebal: 258 halaman
Penerbit: BIP, 2015 (pertama kali terbit 2013)

Ini adalah kisah tentang tiga orang remaja detektif yang bernama Sherlock Holmes, Arsene Lupin, dan Irene Adler. Mereka bertiga bersahabat walaupun tinggal di tempat yang berbeda. Tokoh utama dalam serial ini adalah Irene Adler yang dalam nomor ini sudah mengetahui siapa ibu kandungnya. Ketika ia bertemu wanita yang melahirkannya itu untuk pertama kalinya, ia terpaksa harus berpisah lagi dengannya. Namun ia tidak kesepian karena ada Holmes dan Lupin, kedua sahabatnya yang sengaja berkunjung. Kedatangan Holmes dan Lupin juga suatu kebetulan karena ada kasus aneh yang mereka temukan di sekitar hotel tempat Irene menginap. Mereka bertiga menyebutnya dengan misteri kastel es.

Tokoh-tokoh detektif terkenal selalu memiliki kisah lain yang tidak dikarang sendiri oleh pengarang aslinya. Salah satunya adalah buku anak-anak yang sudah saya baca ini. Dan jujur, baru kali ini saya menemukan tokoh Sherlock, Lupin, dan Irene disandingkan, sebagai sahabat kental pula. Tapi syukurlah, ceritanya ringan dan mudah dicerna, khas anak-anak.

Sherlock Holmes digambarkan sebagai remaja yang jenius dan agak serius. Ia merupakan sosok yang senang menganalisa dan berpikir panjang. Sementara Lupin yang juga anak jenius agak berbeda. Ia cenderung lebih humoris dan santai. Dan Irene, si tokoh utama kita, digambarkan seperti cewek remaja biasanya, sedikit rapuh namun tangguh.

Saya senang dengan buku ini. Cocok untuk dibaca anak-anak yang beranjak remaja, meski tak dipungkiri juga cocok dibaca oleh orang dewasa yang senang dengan bacaan ringan dan menghibur.

4 bintang untuk buku ini.

Kilas Buku: XO (Kathryn Dance #3)

|

Title: XO
Serial: Kathryn Dance, #3
Author: Jeffery Deaver
Paperback, 400 pages
Published June 12th 2012 by Simon & Schuster (first published June 2012)

Synopsis:
Kayleigh Towne is gorgeous with a voice that is taking her to the heights of the country pop charts. Her hit single “Your Shadow” puts her happily in the spotlight, until an innocent exchange with one of her fans leads Kayleigh into a dark and terrifying realm. The fan warns, “I’m coming for you,” and soon accidents happen and people close to Kayleigh die. Special Agent Kathryn Dance must use her considerable skills at investigation and body language analysis to stop the stalker—but before long she learns that, like many celebrities, Kayleigh has more than just one fan with a mission. 

----

Well, this story just like other stories Deaver had written. In 400 pages, you will find not only one amusing plot, but more than it. As crime novelist, Deaver likes to play with his readers, of course through the plots. He often makes some clues and escort his reader to an explicit conclusion like he wants to. But again, that's a false alarm that you hate as the reader.

As usual, in Kayleigh Towne's story, Deaver provides many motives, suspects, and ending so that the readers can choose what motives and who suspects they think match for the singer's story. As the reader, of course, I like it too. But also as his reader, I already learned to not believe the motives he provides explicitly. There must be another motif, another twist hidden among the lines in the story. And Dang! What I say, Deaver really twists the story. He brings us here and there and finally stop at here again.

Frankly, I'm tired with the twisted story he tries to make. He makes it too well and carefully. Sometimes I think he might not want the reader get the story easily. Yeah, I understand that part, but hey, Deaver, did you know that some of your readers were tired with this? I hope you can write one simple story someday. And sure, I will read it once it's thrown to the public.

3 stars for this book. Yeah, I admit I like this book no matter.

Kilas Buku: Rencana Besar

|

Judul: Rencana Besar
Pengarang: Tsugaeda
Penerbit: Bentang Pustaka, Agustus 2013
Jumlah halaman: 384 halaman

Makarim Ghanim, seorang konsultan ahli di bidang sumber daya manusia diberi tawaran yang cukup menantang dari teman kuliahnya dulu. Agung, Wakil Direktur dari UBI (Universal Bank of Indonesia), meminta bantuan Makarim untuk menyelidiki kasus penggelapan uang sebesar 17 Miliar. Makarim diminta untuk menyelidiki tiga tersangka yang memiliki karakteristik yang berbeda: Amanda Suseno, pegawai teladan yang kariernya cepat menanjak, Reza Ramaditya, pegawai dengan posisi tinggi yang kehilangan motivasi bekerja, dan Rifad Akbar, pemimpin serikat pekerja yang idealis dan karismatik.

Untuk menangani kasus tersebut, Makarim meminta ijin cuti kepada rekan-rekan pemimpin perusahaannya untuk pergi ke Surabaya, tempat ketiga tersangka tersebut ditempatkan. Ternyata, ada sebuah rencana besar yang sedang disusun. Ada bahaya yang mengancam dan Makarim ada di tengah-tengahnya. Apakah yang sebenarnya terjadi?

...

Penokohan
Karakter tokoh-tokoh dalam novel Rencana Besar ini memiliki ciri khasnya tersendiri. Makarim digambarkan sebagai seorang yang penuh dengan pertimbangan dan teliti. Agung digambarkan sebagai orang yang suka memamerkan kesuksesannya. Amanda digambarkan sebagai wanita yang dapat meluluhkan hati klien tanpa harus terkesan erotis. Reza digambarkan sebagai pendiam yang penuh perhitungan. Rifad terkesan seorang penggalang massa yang cerdik. Semua tokoh utama memiliki peran sesuai dengan wataknya masing-masing.

Plot dan Twist
Alur penuturan cerita novel ini runtut dan enak untuk diikuti. Dimulai dari pengenalan tokoh yang tidak monoton dan digabungkan dengan kegiatan Makarim dalam melakukan penyelidikan.  Pada satu titik kita ditunjukkan bahwa masalah sudah hampir selesai, tiba-tiba kita dibawa ke fakta baru yang merubah alur penyelidikan. Kemudian sebelum klimaks dimulai, kita dibawa ke masa lalu untuk mengetahui kejadian awal untuk memberikan latar belakang masalah yang terjadi. Namun demikian, kita tidak langsung ditunjukkan jawaban akhirnya. Ending ditutup dengan kejadian bak film-film aksi.

Kekurangan
Menurut pendapat saya, tidak banyak kekurangan dalam novel ini. Ada beberapa kejadian yang kurang bisa diterima. Misalnya peristiwa kecelakaan dalam kejar-kejaran digambarkan mobil tokoh utamanya tidak rusak meski sudah terbalik atau ketika ada orang yang jatuh dari lantai gedung yang tinggi namun hanya menderita lumpuh. Selain itu, everything is fine.

Kesimpulan
Novel ini istimewa. Pertama, karena ditulis oleh orang Indonesia namun memiliki rasa luar negeri. Kedua, karena genre misteri konspirasi novel ini masih sangat jarang di ranah fiksi Indonesia akhir-akhir ini. Akhirnya, novel ini saya beri 4 dari 5 bintang.

Kilas Buku: Tokyo Zodiac Murder

|

Judul: Tokyo Zodiac Murder
Judul asli: Senseijutsu satsujin jiken
Pengarang: Soji Shimada
Genre: Thriller
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2012 (pertama kali terbit 1981)
Paperback, 360 halaman
Award: Edogawa Rampo Award Nominee

Pada suatu malam bersalju tahun 1936, seorang seniman dipukuli hingga tewas di balik pintu studionya yang terkunci di Tokyo. Polisi menemukan surat wasiat aneh yang memaparkan rencananya untuk menciptakan Azoth—sang wanita sempurna—dari potongan-potongan tubuh para wanita muda kerabatnya. Tak lama sesudah itu, putri tertuanya dibunuh. Lalu putri-putrinya yang lain serta keponakan-keponakan perempuannya tiba-tiba menghilang. Satu per satu mayat mereka yang termutilasi ditemukan, semua dikubur sesuai dengan prinsip astrologis yang diuraikan sang seniman.

Pembantaian misterius itu mengguncang Jepang, menyibukkan pihak berwenang dan para detektif amatir, namun tirai misteri tetap tak terpecahkan selama lebih dari 40 tahun. Lalu pada suatu hari di tahun 1979, sebuah dokumen diserahkan kepada Kiyoshi Mitarai—astrolog, peramal nasib, dan detektif eksentrik. Dengan didampingi Dr. Watson versinya sendiri—ilustrator dan penggemar kisah detektif, Kazumi Ishioka—dia mulai melacak jejak pelaku Pembunuhan Zodiak Tokyo serta pencipta Azoth yang bagaikan lenyap ditelan bumi. (goodreads)

Pertama kali melihat buku ini, ada perasaan kurang nyaman yang timbul. Kurang nyaman karena ada keyakinan jika novel ini menyajikan konsep thriller yang membuat saya ngeri. Yah jujur saja saya kurang tahan membaca novel yang mengandung cerita mencekam. :D

Namun rasa ngeri saya tidak pernah muncul sejak halaman pertama dibuka. Konsep mutilasi sebenarnya menakutkan, tapi hal itu terasa hilang dengan konsep penceritaan yang dibuat penulis dengan menampilkan dua tokoh utama, sang detektif nyentrik dan rekannya yang terobsesi dengan Sherlock Holmes. Bagi sebagian pembaca hal ini mungkin akan membosankan, karena sebagian besar penceritaan disajikan melalui percakapan dua arah antara Detektif Mitarai dan rekannya, Ishioka. Wajar jika beberapa pembaca terpaksa tidak melanjutkan buku ini hingga selesai.

Bagi saya gaya penceritaan ini cukup menyenangkan. Perasaan itu membuat saya penasaran membaca buku ini hingga selesai.

Tokyo Zodiac Murder adalah jenis cerita yang membiarkan para pembaca ikut menganalisa dan menerka siapa otak dan pelaku dibalik pembunuhan mengerikan ini. Masalahnya, berbagai informasi dalam buku ini disajikan penulis dengan sangat detil. Sangkin detilnya, hal ini membuat saya takjub hingga pusing. Tak heran bagi para pembaca yang memang tidak suka spoiler dan senang mencari tahu teka teki bak detektif, akan menyenangi buku ini. Apalagi penulisnya sendiri, Soji Shimada, justru mengajak penonton dengan tangan terbuka untuk ikut serta memecahkan kasus ini.

Pada akhirnya saya memberikan tiga bintang untuk kasus dan penyelesaiannya ala Detektif Kiyoshi Mitarai. :)


Kilas buku ini saya ikutsertakan dalam Posbar BBI Sastra Asia.

Kilas Buku: Insiden Anjing di Tengah Malam yang Bikin Penasaran

|
Judul: Insiden Anjing di Tengah Malam yang Bikin Penasaran
Judul Asli: The Curious Incident of The Dog in the Night-Time
Pengarang: Mark Haddon
Penerjemah: Hendarto Setiadi
Genres: Mystery, Young Adult, Psychology
Penerbit: KPG, 2004 (pertama kali terbit, 2003)
Paperback, 320 halaman
Award: Man Booker Prize Nominee for Longlist (2003), James Tait Black Memorial Prize Nominee for Fiction (2003), Whitbread Award for Novel and Book of the Year (2003), McKitterick Prize (2004), Los Angeles Times Book Prize (2003) Exclusive Books Boeke Prize (2004), بهترین کتاب داستانی سال وایت برد، جایزه گاردین Ùˆ ساوت بانک شو, ALA Alex Award (2004), Zilveren Zoen (2004), Abraham Lincoln Award Nominee (2006), Commonwealth Writers’ Prize for Best First Book Overall (2004)

Christopher John Francis Boone adalah seorang anak laki-laki berumur 15 tahun. Untuk ukuran anak-anak seusianya ia termasuk yang paling cerdas dan mampu mengingat apapun yang ia lihat. Suatu ketika ia menemukan anjing tetangganya mati terkapar dengan garpu kebun menusuk tubuhnya. Anak lain mungkin akan lari ketakutan dan tidak akan peduli setelahnya. Namun tidak dengan Chrsitopher. Ia peduli dan ia akan tetap peduli karena ia berbeda. Orang seperti dirinya tentu saja akan mencari tahu siapa pelaku kejahatan, meskipun yang menjadi korban cuma anjing.

Tindakannya ini akhirnya membawa Christopher kepada beragam masalah, bukan sekedar kepada pembunuhan anjing. Anjing itu mati ya pasti tetap mati. Namun yang ditemukan anak muda penderita asperger ini lebih besar dari itu. Sesuatu yang menjadi rahasia ayahnya selama ini.

Membaca buku ini membuat saya seperti menjadi Christopher. Saya bisa melihat melalui matanya. Saya bisa merasakan apa yang ia rasakan. Dan oh ternyata begini menjadi dirinya. Namun ternyata saya kurang sabar menjadi sosok Christopher. Terbukti ketika ia mencoba bercerita tentang soal matematika dan saya akan melewati soal-soal itu sambil lalu tanpa membacanya. Terkadang saya juga keluar dari diri Christopher dan kesal kepada dirinya yang membuat urusan menjadi bertele-tele. Ah, menjadi ia memang tidak mudah. :(

Well, tapi begitulah uniknya buku ini. Brilliant. Mark Haddon, sang penulisnya membuat cerita ini seolah-olah dirinya lah Christopher. Cerita demi cerita yang ia tulis terasa sungguh nyata. Dan satu hal yang ingin saya beritahu. Dalam buku ini ada sedikit catatan penerjemah yakni Hendarto Setiadi tentang isi cerita dari Christopher. Saya sarankan agar para pembaca membaca catatan Pak Hendarto terlebih dahulu agar kalian mendapatkan informasi dasar tentang cerita ini. Kalau menurut saya pribadi sih, catatan pengarang ini lebih bermanfaat jika dibaca lebih dulu sebelum mulai membaca cerita. Kalian akan tahu bagaimana sulitnya menerjemahkan buku ini dan apa yang sebenarnya benang merah dari cerita ini.

Ngomong-ngomong soal Pak Hendarto Setiadi, apakah ia ada hubungannya dengan Agus Setiadi yang sering menerjemahkan buku-buku Astrid Lindgren dan Enid Blyton? Hmm.. #justwondering :D

Ulasan ini untuk:
TBBR Mbak Maria
Lucky No. 14 Mbak Astrid
New Author RC Ren

Kilas Buku: Pembunuhan di Malam Natal

|

Judul: Pembunuhan di Malam Natal
Judul Asli: Hercule Poirot's Christmas
Pengarang: Agatha Christie
Penerjemah: Mareta
Genre: Crime, Detektif
Paperback, 303 halaman
Gramedia Pustaka Utama Februari, 2013 (terbit pertama kali 1984)

Seri ini merupakan seri kedua puluh dari si detektif Belgia berkumis tebal Hercule Poirot. Cerita dimulai ketika si tua Simeon Lee yang kaya raya mengundang seluruh anaknya untuk merayakan Natal bersama. Semua anaknya yang memiliki sejarah berbeda-beda dengan si ayah datang ke undangan Simeon. Cucu yang terlahir di luar negeri serta anak teman lama Simeon juga turut hadir meramaikan suasana.

Simeon hendak mempermainkan anak-anaknya dengan menyinggung semua anaknya dan akan merubah surat wasiatnya. Namun, permainan Simeon ternyata tidak berlanjut karena ia ditemukan tewas dengan "terlalu banyak darah". Hercule Poirot yang kebetulan sedang berkunjung ke tempat Kolonel Johnson diminta bantuan untuk memecahkan kasus tersebut. Bersama Inspektur Hudgens, Poirot berusaha memecahkan kasus tersebut dengan mempelajari sifat dasar si korban. Apakah Poirot berhasil memecahkan kasus ini? Siapakah pelaku pembunuhan itu?
...

Kisah pembunuhan di malam Natal merupakan salah satu kasus yang menarik karena banyaknya kemungkinan pelakunya. Selain itu, Agatha Christie dengan cerdik menutupi teka-teki dalam lapisan-lapisan sehingga kita akan mengalami kesulitan menebak siapa pelaku sebenarnya. Petunjuk satu-satunya yang diberikan adalah tentang sifat dasar pelaku dan jangan mudah mempercayai seseorang. Kisah ditutup dengan kesimpulan yang mencengangkan mengenai rahasia kehidupan seorang Simeon Lee.

Ulasan ini untuk:
TBBR Mbak Maria
Lucky No. 14 Mbak Astrid
New Author RC Ren

Kilas Buku: Rasmus Diculik (Kalle Blomkvist #3)

|
Judul: Rasmus Diculik
Judul Asli: Kalle Blomkvist Och Rasmus
Pengarang: Astrid Lindgren
Penerjemah: Agus Setiadi
Genres: Misteri, Detektif, Petualangan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 1993 (pertama kali terbit 1951)
Tebal: 252 halaman

Rasmus, anak Profesor Rasmusson, diculik oleh sekelompok bandit dan dibawa ke sebuah pulau terpencil. Untung Eva-Lotta sempat menyelundup masuk ke mobil si penculik. Akibatnya ia juga ikut dikurung bersama Rasmus. Kalle, si detektif ulung, harus putar otak untuk membebaskan temannya, sekaligus menyelamatkan dokumen rahasia Profesor Rasmusson yang diincar penculik. Kali ini petualangannya benar-benar berbahaya dan menegangkan. Tapi Kalle tak perna kehabisan akal... (sinopsis dari backcover buku).
***
Ini pertama kalinya saya mengenal kelompok Ksatria Mawar Putih yang terdiri atas Kalle Blomkvist, Eva-Lotta dan Anders. Bagi yang pernah membaca serial detektif ulung Blomkvist, apakah ada yang masih ingat? Does it ring a bell with your childhood? Apakah anak-anak itu tampak menggemaskan sekaligus mencemaskan dengan aksi-aksinya yang khas anak-anak? Well, saya sendiri langsung jatuh cinta!

Ksatria Mawar Putih. ki-ka: Kalle Blomkvist, Anders, dan Eva-Lotta. (cinema.de)

Kilas Buku: Death Cloud (Young Sherlock Holmes #1)

|
Judul: Death Cloud (Young Sherlock Holmes #1)
Pengarang: Andy Lane
Penerjemah: Slamet Handi Hartadi
Genre: Misteri; Young Adult
Paperback, 308 halaman
Elex Media Komputindo, 2012 (Pertama kali terbit 2010)

YOUNG SHERLOCK HOLMES
Kaupikir kau mengenalnya? Pikir lagi " DUA MAYAT SATU PAHLAWAN YANG DIKENANG SEPANJANG MASA AWAL SEORANG LEGENDA Saat Sherlock Holmes yang berusia empat belas tahun menemukan mayat yang dipenuhi bisul, peristiwa itu menjadi awal dari sebuah kehidupan baru. 

Benak Sherlock yang tidak mengenal rasa takut dan haus akan petualangan membawanya dalam petualangan yang mencengangkan-dari pedesaan yang hening ke galangan kapal bawah tanah London, melewati kebakaran, penculikan, dan espionase, hingga berujung pada rencana menakutkan yang membahayakan masa depan Kerajaan Inggris. 

Sherlock Holmes Muda akan membutuhkan segenap keberanian, determinasi, dan kekuatan untuk mengalahkan musuh yang berniat keji. (goodreads)

***

Saya belum pernah membaca satu karya Sir Arthur Conan Doyle, hanya tahu kisahnya segelintiran saja. Dan kini saya membaca kisah Sherlock Holmes di masa mudanya yang tentu saja ditulis oleh penulis lain. Ada banyak cerita mengenai Sherlock Holmes yang ditulis oleh penulis selain Doyle. Dan sepengetahuan saya ada dua macam novel mengenai Sherlock Holmes muda yang tanpa sengaja kami miliki keduanya; pertama salah satu serial Boy Sherlock Holmes yang dibeli oleh Arif dan kedua Young Sherlock Holmes yang saya beli kemarin dan kini saya tengah review hasilnya.

Awalnya saya menikmati dan memang cukup keren kisahnya untuk dinikmati secara serius. Diceritakan bagaimana Holmes muda yang meski pintar tapi ternyata masih hijau. Seolah Andy Lane, sang penulis berpikiran bahwa kemampuan Sherlock Holmes sebagai detektif handal tidaklah instan. Banyak latar belakang dan orang-orang yang membuat Sherlock tumbuh menjadi sosok jenius. Dan yang saya tangkap dari cerita yang sudah saya baca baru saja ini, tidak hanya satu orang yang turut andil 'mencerdaskan' Sherlock. Ada Mycroft Holmes, kakak kandungnya yang juga tak kalah cerdas, Matty gelandangan yang kemudian menjadi sahabat Sherlock, Amyus Crowe guru privatnya dan Virginia Crowe, anak perempuan satu-satunya. Dari orang-orang itu dan pengalaman ia menerjunkan diri ke dalam petualangan membuatnya menjadi banyak tahu.
"Pikiran itu seperti roda yang terus berputar, berputar tanpa henti dan tanpa tujuan... Informasi adalah dasar untuk semua pikiran rasional. Carilah informasi itu. Kumpulkan dengan dengan penuh ketekunan. Isi gudang pikiranmu dengan fakta sebanyak yang bisa kamu masukkan ke dalamnya. Jangan tergoda untuk membedakan yang mana fakta penting dan yang mana sepele: semuanya bisa jadi sama pentingnya nanti." (hal. 51)
Kisah Holmes muda ini cocok sebagai bacaan anak-anak remaja. Mungkin saja ini bisa dijadikan bacaan mula untuk 'menjerumuskan' anak-anak kepada kesenangan membaca serial detektif dan misteri.

Review ini saya ikutsertakan pada Fun Year Event with Children's Lit: Fun Month 4, dan New Author by Ren.

Kilas Buku: What The Dead Know

|
What The Dead Know
Penulis: Laura Lippman
Alih Bahasa: Isma B. Soekoto
Tebal: 528 halaman
Terbit: 2009
Penerbit: Edelweiss
Rating: 3/5

Di kota kecil Baltimore tahun 70-an kakak beradik perempuan Bethany berjalan-jalan di Mal pada akhir pekan. Sang ayah yang mengizinkan mereka berdua pergi percaya mereka akan kembali pada sore hari. Namun ternyata kedua putri mereka menghilang dan tidak pernah kembali. Hingga 30 tahun setelah kejadian itu berlalu, seorang wanita cantik yang merupakan pelaku tabrak lari mengaku sebagai salah satu dari putri Bethany yang hilang.

Polisi tidak langsung percaya dengan pernyataan wanita tsb. Mungkin saja ia berkata begitu agar tidak dikenakan hukuman penjara akibat tabrak lari. Namun ternyata apa yang dikatakannya malah menuntun polisi kepada kasus-kasus yang tidak diungkap beberapa tahun belakangan ini. Siapa sebenarnya wanita itu? Mengapa ia begitu tega mencuri identitas orang hilang sebagai kedok? Well, sebenarnya jawabannya sudah ada pada sinopsis yang ada di belakang novel ini. Tapi, sumpah demi novel ini, alur cerita dan proses kemisteriusannya bagus. Lippman berhasil menuliskannya dengan briliant, tak heran jika novel ini diganjar berbagai penghargaan. Happy reading! :)

Kilas Buku: Detektif Monk Ngocol Di Hawaii

|
Detektif Monk Ngocol di Hawaii
Judul Asli: Mr. Monk Goes to Hawaii
Tebal: 412 halaman
Terbit: 2008
Penerbit: Dastan Books

Satu lagi cerita Monk yang enggak pernah kehabisan bahan bikin orang ketawa. Hehe. Jadi sebenarnya ini cerita detektif atau lawakan sih? Cerita Misteri kok ya ga ada seriusnya. Eh siapa bilang Monk ga serius? Monk itu detektif yang sangat serius dan sungguh-sungguh dalam menyelesaikan kasus lho. Hanya saja perilakunya yang kelewat serius dan benar-benar strick itu yang bikin dia aneh bin ajaib.

Cerita kali ini mengenai Monk yang ikut Natalie untuk ikut liburan ke Hawaii. Asistennya itu awalnya mengajukan cuti untuk menjadi pendamping pernikahan sahabatnya di Hawaii, tapi tanpa diduga Monk ikut serta dengannya. Hal ini membuat Natalie agak ngeri sebab ia mempunyai firasat Monk akan melakukan hal-hal aneh. Tapi dokter memberi Monk obat yang membuatnya berani pergi menuju Hawaii. Ketika obatnya habis, Monk kembali menjadi aneh namun punya daya insting khas detektif yang luar biasa. Dan sisanya sudah diduga, selain menyebabkan pernikahan Sahabat Natalie gagal, ia juga menjadikan liburannya penuh dengan jadwal padat menyelesaikan kasus pembunuhan seorang janda kaya yang tertimpa buah kelapa. Monk berbeda pendapat dengan polisi yang menyimpulkan kematian wanita itu adalah kematian murni yang tertimpa buah kelapa. Walhasil lagi-lagi, dengan sifatnya yang keras kepala, ia berusaha melakukan penyelidikan secara serius. Namun ternyata bukan kasus janda yang mati karena buah kelapa itu saja yang ia urusi, ada kasus-kasus lain seperti pembunuhan manajer hotel, pembobolan hingga cenayang yang selalu menggerecokinya.

Happy reading, guys. :)

Kilas Buku: Super Monk VS Alien Berbelalai Panjang

|
Super Monk VS Alien Berbelalai Panjang
Judul Asli: Mr. Monk in Outer Space
Penulis: Lee Goldberg (Berdasarkan Serial TV Karya Andy Breckman)
Alih Bahasa: Sylfentri
Penerbit: Dastan Books
Terbit: 2010
Tebal: 396 halaman

Nah pasti deh yang nge-fans sama serial TV Detektif Monk ini udah khatam dengan novel yang ditulis Lee Goldberg ini. Atau jangan-jangan malah lebih senang dengan cerita di serial TVnya? Edisi novelnya ini juga ga kalah gokil kok. Alih Bahasanya, Sylfentri, berhasil menerjemahkan cerita-cerita kocak yang disampaikan Goldberg dengan cukup baik. Sehingga para pembaca dapat mengerti bagian-bagian cerita yang memang kocak.

Dalam seri Super Monk VS Alien Berbelalai Panjang ini dikisahkan terjadi pembunuhan terhadap seorang kreator serial televisi berjudul 'Beyond Earth'. Yang mengagetkan adalah si pembunuh yang berkostum mirip salah satu tokoh dalam serial tsb yakni Mr. Snork, alien yang berkuping lancip dan berbelalai seperti gajah. Dengan pembunuh yang berpenampilan seperti itu, sekilas mudahlah ditebak jika sang pembunuh adalah fans dari Beyond Earth sendiri. Kebetulan sekali ada isu bahwa Beyond Earth akan ditayangkan ulang dengan ide cerita yang agak berbeda, maka analisis awal adalah sang penggemar sangat tidak setuju dengan ide penayangan ulang tsb dan membunuh si penciptanya, Conrad Stipe. Tapi ternyata analisa awal ini tidaklah seperti yang mereka duga, alias salah hehe.

Kilas Buku: The Interpretation of Murder

|
The Interpretation of Murder: Sigmund Freud dan Shakespeare dibalik Pembunuhan Misterius
Judul Asli: The Interpretation of Murder
Pengarang: Jed Rubenfeld
Penerjemah: Isma B. Soekoto
Tebal: 616 halaman
Tahun: 2007
Penerbit: Ufuk Press

Novel yang satu ini gabungan dari berbagai genre ya, mulai dari historikal, misteri, sastra, dan yang paling penting adalah psikoanalisa. Maka itulah sebabnya nama Sigmund Freud dan Shakespeare dibawa-bawa dalam terjemahan judul novel ini ke dalam bahasa Indonesia. Jadi kisah fiksi ini didasarkan pada kisah nyata kedatangan Sigmund Freud ke Amerika Serikat bersama teman-teman seperjuangannya yang membawa Psikoanalisa sebagai ilmu baru yang patut diperhitungkan dalam dunia Psikologi. Namun pada saat yang sama terjadi pembunuhan terhadap seorang wanita cantik di suatu tempat.

Beberapa hari kemudian, terjadi penyiksaan terhadap seorang gadis bangsawan yang ditinggalkan dengan tubuh yang penuh sayatan. Kepolisian heboh begitu juga dengan walikota. Sementara si korban tidak sanggup mengatakan apapun karena jiwanya yang labil, bahkan ia sempat tidak dapat berbicara. Disinilah si tokoh utama muncul. Ia yang merupakan dokter namun juga penganut Psikoanalisa bertindak mengatasi disorder yang sedang terjadi pada gadis muda tersebut. Namun sayang, pemulihan yang diharapkan dapat sekaligus menjadi titik terang bagi kelanjutan kasus ini, tidak dapat berjalan lancar.

Kilas Buku: Anggota Juri Terakhir

|
Anggota Juri Terakhir
Judul Asli: The Last Juror
Pengarang: John Grisham
Terbit: Januari 2007
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 536 halaman

Joyner William Traynor, seorang mahasiswa yang tidak lulus dari Syracuse datang ke sebuah kota kecil di Mississippi untuk bekerja menjadi wartawan di sebuah koran kecil bernama The Ford County Times. Awalnya ia mendapati suasana kota yang agak membosankan dengan kondisi koran yang sangat mengenaskan. Si pemiliknya yang sudah berusia lanjut hanya senang menulis berita kematian dimana-mana dan sangat sedikit iklan. Hingga suatu ketika pengumuman pailit datang dan ia kaget dan mengurung diri di rumahnya terus menerus. Kejadian ini tanpa disengaja menguntungkan Willie yang akhirnya membeli kepemilikan koran tsb dan menjadi redakturnya. Di tangannya lah The Ford County Times mulai bergerak maju hingga ada satu kasus pembunuhan dimana Willie menemukan celah untuk meningkatkan penjualan korannya.

Seorang ibu muda telah diperkosa dan dibunuh secara sadis oleh salah satu anggota keluarga Padgitt yang terkenal kaya. Danny Padgitt, diadili dan ruang sidang penuh sesak oleh banyaknya penonton. Di akhir sidang, Danny dengan dramatis dan mengejutkan mengancam para juri akan membalas dendam jika mereka menjatuhkan hukuman kepadanya. Namun akhirnya, ia tetap mendapat hukuman penjara seumur hidup. Tetapi hukuman 'seumur hidup' tidaklah benar-benar seumur hidup, apalagi jika yang mendapatkannya adalah orang yang memiliki kekuasaan seperti keluarga Padgitt. 9 tahun kemudian Danny bebas dan pembalasan dendam dimulai.

Kilas Buku: Si Perapal, The Vanished Man

|
Si Perapal, The Vanished Man
Judul Asli: The Vanished Man (Lincoln Rhyme #5)

Pengarang: Jeffery Deaver
Terbit: Juli 2010
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 560 halaman



Lincoln Rhyme kembali lagi menangani kasus misterius. Kali ini kasus diawali dari tewasnya seorang musisi muda di sebuah sekolah. Modus pembunuhannya cukup unik, yaitu meniru sebuah atraksi sulap yang disebut dengan Lazy Hangman. Ketika polisi memergoki pelaku, ia berhasil masuk ke ruangan tertutup. Sesaat setelah polisi mengepung tempat itu, terdengar suara tembakan dan si pelaku berhasil menghilang.

Kilas Buku: Kartu Kedua Belas, The Twelfth Card

|
Kartu Kedua Belas, The Twelfth Card
Judul Asli: The Twelfth Card (Lincoln Rhyme #6)
Penulis: Jeffery Deaver
Penerjemah: B. Sendra Tanuwijaya
Terbit: 2009
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 680 halaman


Sebelum memulai review, saya akan memperkenalkan dulu tentang tokoh utama novel ini, yaitu Lincoln Rhyme. Lincoln Rhyme adalah seorang kriminalis yang terpaksa pensiun karena mengalami kecelakaan pada saat olah TKP. Akibat kecelakaan tersebut, Rhyme mengalami lumpuh dan hanya bisa menggerakkan kepala, bahu, dan satu jari manis sebelah kiri. Sempat mengalami depresi berat dan ingin bunuh diri, Rhyme terselamatkan oleh sebuah kasus yang datang kepadanya. Menangani kasus tersebut membuat Rhyme kembali bersemangat untuk tetap hidup. Dalam kasus ini ia bertemu dengan Amelia Sachs, seorang polisi, yang kemudian menjadi tangan kanan Rhyme dalam mengerjakan olah TKP.

Lincoln Rhyme merupakan satu dari beberapa tokoh detektif karangan Jeffery Deaver. Mungkin jika dibandingkan dengan serial detektif lain, Lincoln Rhyme ini seperti Sherlock Holmes-nya Sir Arthur Conan Doyle atau Hercule Poirot-nya Agatha Christie. Namun demikian, serial detektif ini berlatar belakang masa sekarang di Amerika Serikat.

Custom Post Signature