Top Social

Showing posts with label Bentang Pustaka. Show all posts
Showing posts with label Bentang Pustaka. Show all posts

Kilas Buku: Aroma Karsa

|


Saya tidak tahu harus mulai menulis review dari mana.

OK, jadi .....

***
Puspa Karsa adalah sebuah bunga langka. Sangkin langkanya, bunga ini hanya menjadi hiasan dalam dongeng semata. Konon Puspa Karsa memiliki kecantikan yang tiada tara, dan yang utama adalah ranumnya yang membuat haru makhluk manapun yang membauinya. Jarang sekali ada orang yang mengetahui tentang dongeng Puspa Karsa, apalagi memercayainya sebagai vegetasi yang nyata di dunia.

Adalah seorang perempuan pintar dan ambisius bernama Raras Prayagung yang mengetahui  tentang keberadaan bunga itu. Janirah, neneknya, yang memberikan pengetahuan itu lewat dongeng-dongengnya. Suatu waktu ia meyakinkan cucunya itu untuk mendapatkan wujud sebenarnya Puspa Karsa.

Jati dan Suma dipertemukan demi mewujudkan cita-cita Raras dan Janirah. Suma sama sekali tidak menyukai Jati dan terus menerus menentangnya. Sementara Jati malah sebaliknya, meski menghindar ia membuat satu formula demi membuat Suma terkesan. Jati dan Suma, mereka tidak tahu apapun kecuali kesamaan indra penciuman yang tajam. Padahal, kesamaan mereka lebih dalam dari yang mereka tahu. Ada benang takdir yang harus mereka jalani seumur hidup.

Pada akhirnya pencarian Puspa Karsa di Gunung Lawu dibuka kembali. Ekspedisi itu kembali mengulang jalan dan cerita yang sama. Yang membuatnya berbeda di pencarian kali ini adalah adanya Jati dan Suma. Takdir dan kebersamaan mereka yang membuat Puspa Karsa melompat ingin terbebas dari penjaranya.

***
Ini kali kedua saya membaca buku Dee Lestari setelah "Perahu Kertas". Jujur, saya sengaja melewatkan beberapa novel Dee yang best sellers, meskipun banyak yang memberi rating baik. Saya memang mudah sekali terintimidasi dengan cerita yang katanya absurd dan berat. Dan syukurlah saya tidak terintimidasi dengan Aroma Karsa.

Menakjubkan. Bagus. Wajib baca sampai habis. Itu yang saya bilang kepada suami di saat membaca buku ini. Menakjubkan karena tidak sampai dua hari saya berhasil menamatkannya. Padahal, saya mengulik "Aroma Karsa" sambil momong dua anak bayi lho. Saya akui kalau yang satu ini memang sangat page-turning!

Novel ini merupakan perpaduan antara fantasi, sejarah, sains, misteri, dan sebutkan kategori lain yang kalian bisa pikirkan. Ingin saya tepuk tangan atas usaha Dee dengan risetnya. Meskipun ide awal cerita adalah fantasi, banyak penopang yang membuat alur dan karakternya sangat kuat. Saya tidak menemukan plot hole. Ya mungkin karena Mbak Dee sudah melakukan riset dengan sungguh-sungguh.

Tokoh. Saya paling suka dengan Sarip! Well, dialah pemecah tawa saat misteri dalam cerita ini sedang di puncak. Kepolosan sifatnya dan logat Betawinya yang pas membuat saya geleng-geleng. Bang Sarip, tetap semangat! Tetap sahabatan ya Bang sama Anung Linglung. Kalian kombinasi yang OK! Kalo kata Bang Sarip: "Jangan kasih kendor!" (hal. 346)

Oh ya, ada satu tokoh bernama Pak Ganjar yang sepertinya bertugas menjawa vila di Karanganyar. Nama Ganjar yang berasal dari Karanganyar sepertinya mengingatkan Saya pada seorang yang berpengaruh di Jawa Tengah. Hehe.

Soal Puspa Karsa. Entah benar atau tidak, saya percaya dengan keberadaan tanaman dan binatang langka di dunia ini. Mereka ada namun tersembunyi di tempat-tempat yang jarang atau bahkan belum ditembus manusia. Keberadaan mereka adalah bentuk keseimbangan alam, biarkan saja di tempat asalnya.

Soal asmara, saya setuju dengan ucapan Pak Anung: "Tan wenang kinawruhan ng katrsnan, wenang rinasan ri manah juga."  / "Asmara. Tidak bisa dipahami, cuma bisa dirasakan akibatnya." (Hal. 442)
Siapapun yang kasmaran, harus memahami dan siap menanggung kosekuensinya.

Akhirnya, Saya tidak bisa memberikan apapun lagi kecuali 5 bintang. Mbak Dee, Terima kasih telah menulis dongeng ini.

Profil buku:
Judul: Aroma Karsa
Pengarang: Dee Lestari
Penyunting: Dhewiberta
Tebal: 710 halaman
Penerbit: Bentang Pustaka, Maret 2018


Kilas Buku: Hoegeng

|

Halo rekan semua, apa kabar? Sebelum memulai resensi seperti biasa, kami sekeluarga selaku admin ingin mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri, semoga semakin baik dan berkah ibadah kita semua ke depannya. Amin.

Kali ini saya akan mengulas soal Hoegeng, mantan Kapolri periode 1968-1971. Pada awalnya saya tidak mengenal siapa beliau kalau bukan dari kutipan Alm. Gusdur yakni, "Hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia: patung polisi, polisi tidur, dan Hoegeng." Bayangkan, Hoegeng sampai disamakan dengan polisi yang benda mati. Ini bukan berarti hinaan, melainkan pujian yang bermakna Hoegeng sangatlah jujur dan tegas dalam menegakkan keadilan.

Hoegeng bernama asli Iman Santoso. Ia lahir di Pekalongan, 14 Oktober 1921. Ia merupakan keturunan priyayi. Ayahnya merupakan pegawai untuk pemerintahan Hindia Belanda, dan ia pun masih memiliki pertalian darah dengan RA Kartini. Sejak kecil ia memang bercita-cita menjadi polisi karena melihat sosok Ating Natadikusumah (kepala polisi zaman ia kecil). Ating merupakan penegak hukum yang jujur sehingga ia pantas menjadi sosok idola bagi Hoegeng.

Perjalanan Hoegeng menjadi seorang polisi tidaklah semudah yang ia bayangkan sewaktu kecil. Ia bahkan sempat ingin mundur dan mencari profesi di luar kepolisian. Namun takdir berkata lain, sesulit apapun jalan yang ditempuh. Ia diangkat sebagai Kapolri setelah berhasil menunaikan tugas sebagai kareskrim di Kota Medan, Sumatra Utara. Sejak itu ia dikenal sebagai polisi yang tidak kenal kompromi.

Sayangnya, tidak semua orang senang dengan komitmen Hoegeng. Hal ini menyebabkan Hoegeng "diberhentikan" dari jabatannya bahkan sebelum masa jabatannya selesai, yakni pada tahun 1971. Kira-kira kenapa ya? Hmm.

Sejak Hoegeng diperkenalkan kepada saya, saya langsung jatuh cinta kepada sosoknya. Perilakunya yang fair membuat masyarakat senang memiliki kapolri seperti beliau. Betapa tidak banyak kasus besar yang melibatkan anak pejabat, pejabat, dan bahkan penjahat kelas kakap diurus olehnya, seperti kasus Sum Kuning, kematian Rene Louis Conrad mahasiswa ITB yang tewas oleh anggota polri, kasus penyelundupan oleh Robby Cahyadi, dll. Hoegeng tidak pernah takut mati, walaupun pekerjaannya sangatlah beresiko tinggi.

Berbagai gebrakan baru juga dibuat oleh Hoegeng, seperti nama POLRI dan KAPOLRI, dan juga wajibnya pemakaian helm bagi pengendara motor. Gimana, baru tahu kan? Hehe.

Buku Hoegeng yang satu ini terdiri atas biografi beliau, dan juga beberapa testimoni dalam bentuk artikel yang ditulis oleh rekan-rekan beliau yang akrab dengannya semasa hidup, dan juga oleh pengagumnya.

Sudah banyak biografi tentang Hoegeng, salah satunya karangan Ramadhan K.H. selagi Hoegeng masih hidup. Buku ini, seperti buku tentang Hoegeng lainnya sangatlah bagus dibaca bagi para generasi muda Indonesia. Untuk mengingatkan bahwa masih ada sosok polisi yang betul-betul bekerja untuk keadilan Indonesia. Semoga Hoegeng juga memberi kita penyegaran baru bagi nama polisi yang seringkali dipandang sebelah mata oleh masyarakat.

Data buku

Judul: Hoegeng: Oase di Tengah Keringnya Penegakan Hukum di Indonesia
Penyusun: Aris Santoso, dkk.
Tebal: paperback, 337 halaman
Penerbit: Bentang, April 2009
ISBN: 139789791227650

Kilas Buku: Kick Andy - Kisah Inspiratif 3

|

Membuat orang berubah itu tidak gampang. Apalagi mengubah diri sendiri. Banyak yang gagal memenuhi resolusi karena tidak sanggup menjalani komitmen. Pada akhirnya banyak orang yang lelah dengan motivasi dan membenci para motivator. Namun ketika melihat orang lain berubah dan berevolusi menjadi lebih baik, tanpa kita sadari ada benih semangat yang tumbuh dalam hati. Itulah kenapa acara Kick Andy terus berjalan tanpa pernah membosankan.
Andy F. Noya sendiri berujar, "Sebagian besar inspirasi, justru datang dari 'orang-orang kecil' yang selama ini 'tidak terlihat'."
Saya jarang sekali menonton acara 'Kick Andy' di televisi karena memang tidak selalu sempat. Tapi bukan berarti saya tidak menyukainya. Menonton siaran tunda 'Kick Andy' atau membaca ulasan-ulasannya selalu mencerahkan hati saya. Salah satunya adalah buku Kisah Inspiratif jilid ketiga ini.

Pada jilid ketiga ini terkumpul beberapa kategori yakni 'music & art', 'life & share', 'creative', 'inspirative & education', dan 'inspirative journey'. Tentu saja saya punya beberapa cerita yang saya unggulkan. Salah satunya adalah artikel yang berjudul 'Tanah Air Beta'. Segmen ini menceritakan tentang lepasnya wilayah Timor Timur dari Indonesia dan kini berdiri sebagai negara sendiri bernama Timor Leste.

Ada rekaman Kick Andy mengunjungi Tuapukan, salah satu kamp pengungsian yang besar dan padat untuk penduduk yang pro-integrasi pada 1999. Dari sana juga banyak cerita yang digulirkan tentang kenangan menyedihkan itu. Salah satunya adalah Ibu Ida. Ia bercerita ketika bentrokan dahsyat terjadi di kota Dili, ia harus mengungsi bersama ketiga anaknya. Sementara sang suami masih berada di tambang karena ia bekerja sebagai buruh tambang emas Fahrol. Meski tanpa suami, Ida berjuang untuk mengungsi keluar kota Dili. Ia terseok-seok mendidik ketiga anaknya dalam pengungsian, bahkan sampai saat ini setelah kerusuhan mereda. Suami Ida yang kala itu berjanji akan bertemu di Kupang, tidak kunjung datang dan bahkan hilang kabar bagai ditelan bumi. Namun hidup terus berlanjut. Impian Ida hanyalah menyekolahkan anak-anaknya tinggi-tinggi agar dapat menjadi orang yang sukses di kemudian hari.

Ada juga beberapa cerita tentang anak muda yang kreatif dan inovatif. Ada dokter gigi yang menciptakan bor gigi bermusik supaya pasien tidak takut dengan suara bor, terutama pasien anak-anak. Ada juga mahasiswa ITS yang menemukan listrik dari limbah kulit pisang. Dan bahkan ada juga anak madrasah yang menciptakan Ecobot.
Ecobot diciptakan berdasarkan hipotesis bahwa keseimbangan ekosistem, baik di darat, air, maupun udara, perlu dijaga kelestariannya demi keberlangsungan makhluk hidup di dalamnya. (hal. 168)
Begitulah kira-kira isi kumpulan kisah inspiratif jilid ketiga ini. Kisah inspiratif adalah salah satu bentuk motivasi tanpa harus menggurui.

Judul : Kick Andy : Kisah Inspiratif 3
No. ISBN : 9786028811934
Penulis : Tim Kick Andy & Arif Koes H
Tebal: 232 halaman
Penerbit : Bentang Pustaka
Tanggal terbit : Oktober - 2012.

Kilas Buku: Pendekar Bunga Matahari (Jaka Wulung #3)

|

Pedang itu terayun ke atas, berputar sangat kencang. Suaranya berdesing mengalahkan tiupan angin dari selatan. Putaran pedang itu makin kencang, membentuk payung yang bersinar menyilaukan dan sulit ditembus, tak terkecuali oleh serangan dua jagoan sakti yang menjaga sungai ini.

Ketika pedang diturunkan, muncullah seraut wajah jelita. Namun, meremehkannya adalah sebuah kesalahan besar. Di balik kecantikan dan perangainya yang lemah lembut, tersimpan tenaga luar biasa, yang mampu melumpuhkan lawan-lawannya dalam sekali jurus.

Ciang Hui Liang, murid pendekar tersohor Naga Laut dari Ci Liwung memulai petualangannya dengan sederet pertarungan hidup dan mati. Ketika petualangannya bersilang jalan dengan Jaka Wulung, akankah keduanya menjadi kawan? Ataukah justru lawan? (goodreads)

Kesan

2 bintang dari saya. Atau malah 1 bintang. :(

Tiba-tiba saja Jaka Wulung berpaling dari cinta pertamanya. Dia jatuh cinta pada pendekar negeri lain. Petualangan Jaka Wulung memang berlanjut ke pelabuhan Kalapa (mungkin maksudnya pelabuhan Sunda Kelapa). Seperti yang biasa pendekar lakukan, ia juga bertemu orang asing, lalu bertarung dan memtuskan apakah ia akan menjadi lawan atau kawan. Tapi yah itu tadi saya tidak menemukan alur cerita yang greget.

Akhirnya saya berhasil juga menyelesaikan buku terakhir dari serial Jaka Wulung ini. Tapi, kok Buku pamungkasnya malah makin jelek ya. No offense. Tapi menurut saya, cerita Jaka Wulung ini masih mentah. Ceritanya kurang berkembang, terlalu terburu2, dan terlalu banyak penjelasan (deskripsi) yg berulang yg tidak perlu. Misal: ada deskripsi tentang pendekar anu di awal, eh selang 2-3 paragraf terjadi pengulangan deskripsi tentang pendekar yg sama. Capek lho bacanya. rasanya saya sebagai pembaca pengen bilang: oke-oke gue ngerti si pendekar anu julukannya ini kan? Jurusnya itu kan? Dari padepokan silat yang itu kan? Iya ngerti!

Pada akhirnya, cuma mau bilang, Serial Jaka Wulung 1-2-3 ini seperti bacaan ringkasan saja alias abridged kalau dalam bahasa Inggris. Padahal konsepnya udah bagus lho. Sayang banget ya kalau eksekusinya ndak rapih begini. :(

Informasi buku

Judul: Pendekar Bunga Matahari (Jaka Wulung #3)
Pengarang: Hermawan Aksan
Editor: Dhewiberta
Tebal: paperback, 222 halaman
Penerbit: Bentang Pustaka, September 2013

Kilas Buku: Jurus Tanpa Nama (Jaka Wulung #2)

|

Tiga lingkaran, tiga pertempuran. Semua peserta mengerahkan kemampuan terhebatnya demi membuktikan siapa petarung paling tangguh. Namun, kecurangan toh tetap terjadi.

Meskipun tahu ada peraturan yang melarang keras untuk mencampuri adu jurus tersebut, Jaka Wulung tak peduli. Nyawa gadis di dalam lingkaran itu dalam bahaya. Gadis itu tak sadar siapa lawan yang dihadapinya. Sakti, culas dan hanya mengejar kemenangan.

Jaka Wulung melompat turun, menarik segenap perhatian penonton, termasuk seorang pendekar tangguh yang mulai naik pitam. Sekali lagi Jaka Wulung harus membuktikan kehebatannya. (goodreads)


Kesan

2.5 bintang.
Hmm.. Sejak baca Buku pertamanya saya Sudah bilang kalau konsep cerita silat Jaka Wulung ini bagus. tapi... banyak bolongnya. Pembaca terus menerus diyakinkan kalau Jaka Wulung ini orang yg special. bukan sembarang bocah. Tapi pembaca sendiri gak ngerti kenapa bisa si Wulung menjadi special. Jaka Wulung itu terlalu jago untuk ukuran anak yang masih hijau. Dia seperti ga punya hambatan ngelawan musuhnya, dan selalu menang. Ya meski pembaca sudah diberi keyakinan kalau wulung ini special, tetap saja logisnya ga terasa nyampe kalo anak kecil bisa langsung sebegitu sakti dalam waktu singkat. Walau katanya keturunan orang sakti tetep dong ya pake istilah "practice makes perfect". Menurutku novel ini draft yang belum selesai, bukannya novel yg sudah matang dan siap dibaca.

Kemudian, hal yg juga mengganggu sejak Buku pertama adalah.. kemunculan Jaka Wulung yang from nowhere. Memang sih, Penulis menyampaikan dalam cerita kalau gak ada yg tau siapa si Jaka. bahkan Jaka sendiri pun ga tau siapa dia. Nah yg jadi pertanyaan, masa sih Penulis gak cerita gimana si Jaka Wulung ini bisa tumbuh sehat, berpakaian, dan cukup makan sampai usia 15 tahun. Apa dia dirawat sama penduduk? Petani? Pendekar gila? atau apalah.. Masa jaka wulung sendiri ga tau masa kecilnya dia gimana. Walaupun memang bikin kesan misterius gini, At least dibangun dulu konsep tentang masa lalu  sebelum dia ketemu&berguru dengan Ki Karta. Jangan ujug-ujug muncul dari atas pohon gitu sambil ngintipin orang latihan. Kalau latar belakangnya sudah agak jelas, baru deh bisa dikembangkan kepada tahap pencarian siapa sebenarnya Jaka Wulung. :3

Kira-kira aku bakalan lanjut baca buku ketiganya ga ya?? Semoga bisa deh. *Menyemangati diri sendiri*

Informasi buku

Judul: Jurus Tanpa Nama (Jaka Wulung #2)
Pengarang: Hermawan Aksan
Editor: Dhewiberta
Tebal: 226 halaman
Penerbit: Bentang Pustaka, 2013

Kilas Buku: Pertarungan di Bukit Sagara (Jaka Wulung #1)

|




Seorang bocah tengil muncul untuk meramaikan dunia persilatan. Di tangannya tergenggam Kudi Hyang, senjata mematikan di seluruh Jawa Dwipa. Para petarung bingung dan bertanya-tanya. Siapa sebenarnya bocah itu.

Bocah itu bernama Jaka Wulung. Dinamakan Wulung karena kulitnya gelap seperti bambu wulung. Ia merupakan bocah Sebatang kara yang mendapatkan pelatihan intensif bela diri dari seorang guru yang sebenarnya sedang menyamar dan menjauh dari dunia luar.

Jaka Wulung pun tumbuh sebagai pemuda yang tampan, baik, dan pastinya jago silat.

Serba instant!

Pada awalnya saya berharap serial Jaka Wulung ini seperti novel silat legendaris Wiro Sableng. Yah atau setidaknya membangkitkan semangat dunia persilatan dalam literatur Indonesia. Sayangnya banyak hal yang serba instant dari cerita ini:

  1. Jaka Wulung memiliki kesaktian setara dengan pendekar silat lainnya walau hanya dilatih dalam jangka waktu tahunan yang terhitung singkat. Meskipun sudah punya bakat sakti, menurut saya latihan keras tetap menjadi poin penting seseorang untuk menjadi ahli.
  2. Gerakan jurus dan problema pertarungan tidak dijabarkan dengan detil. Tiba-tiba pertarungan selesai dalam satu atau dua tendangan saja misalnya. Wah, saya kurang puas.

Bangkit!

Walaupun hanya memberi 2 bintang pada buku ini, saya mengharapkan literatur yang membahas tentang dunia bela diri asli Indonesia bangkit kembali. Siapa sih yang tidak rindu dan bangga dengan Wiro Sableng yang populer itu? Atau siapa sih yang tidak mengkeret dengan 7 Manusia Harimau? Mungkin untuk menghasilkan novel-novel sebagus itu butuh bacaan dan daya imajinasi yang bagus juga ya. :)

Informasi buku

Judul; Petarungan di Bukit Sagara (Jaka Wulung #1)
Pengarang: Hermawan Aksan
Penyunting: Dhewiberta
Tebal: 222 halaman
Penerbit: Bentang Pustaka, 2013

Kilas Buku: Dalai Lama Keempat Belas

|

Judul: Dalai Lama Keempat Belas
Pengarang: Tetsu Saiwai
Penerjemah: Rini Nurul Badariah
Paperback, 224 halaman
Bentang Pustaka, 2013

Tepat di usianya yang ke 15, Dalai Lama kehilangan kebebasannya. Ia terpaksa menjauh dari Tibet, tanah kelahirannya, negeri yang mengajarkan keselarasan hidup dan cinta kasih. Perjalanannya mencari tempat berlindung sangat tak mudah. Ia terus mencari sekutu dan berdialog dengan pemerintah China yang menganggapnya musuh.

Secara perlahan, Dalai Lama menyaksikan sendiri bagaimana Tibet kehilangan identitas dan tradisi spiritualnya. Meskipun demikian, ia tetap saja menolak perlawanan dengan senjata. Dalai Lama percaya bahwa amarah dan nafsu berkuasa, datangnya dari hati.

BioGraphic Novel: Dalai Lama ke 14 ini merupakan komik adaptasi dari perjuangan Dalai Lama dalam menjaga dan mengembalikan lagi kebudayaan Tibet, yang kini kian terkikis.

Lewat komik adaptasi ini saya baru tahu banyak hal. Hal yang paling membuat saya surprise adalah, bahwa sistem pemilihan Dalai Lama dilakukan melalui mimpi. Mimpi penting ini dialami oleh pendeta dari kalangan istana Tibet. Dan biasanya, Dalai Lama yang terpilih masihlah sangat belia, bahkan boleh dibilang masih balita. Sungguh tidak dapat terbayangkan oleh saya, seseorang yang masih sangat kecil sudah mengemban tugas yang begitu besar yang mana semua orang bergantung kepadanya.

Hal berikutnya yang baru saya ketahui adalah, bahwa Tibet sama sekali tidak terkait dengan China, pada awalnya. Tibet adalah Tibet; sebuah negara yang berdiri sendiri. Mungkin seperti Vatican di Eropa ya. Dan perjuangan negara Tibet untuk melepaskan diri dari China sangatlah tidak mudah. Digambarkan betapa menderitanya rakyat Tibet karena ekspansi pemerintah China. Akibatnya, Dalai Lama pun keluar dari Tibet dan memerintah dari luar negaranya sendiri.

Meski banyak kekerasan yang diterima oleh rakyat Tibet, Dalai Lama tetap memegang teguh pendiriannya untuk tidak melawan musuhnya dengan kekerasan. Ia tetap mengkampanyekan perdamaian. Dengan hal ini ia sempat diganjar nobel perdamaian.


Kilas Buku: Travellous Lost in Europe, Found a Love

|

Judul: Travellous: Lost in Europe, Found a Love
Pengarang: Andrei Budiman
Penerbit: Bentang Pustaka, Maret 2012
Paperback, 213 halaman

Sinopsis:
Mimpi jika selalu dijaga dan diusahakan, pasti akan terwujud! Demikian pula mimpi penulis, seorang anak muda yang tak punya, asal Banjarmasin. Dari kecil, ia ingin menjejakkan kaki di Eropa. Semua teman sekolah dan keluarga mentertawakan impiannya itu. Dianggap terlalu muluk dan tidak akan terwujud.

Mimpi itu selalu ia simpan. Sampai saat kuliah, ada jalan mewujudkannya, melalui beasiswa belajar film. Namun, kendala datang. Beasiswa itu hanya meliputi biaya tinggal dan kuliah. Pulang-pergi tidak!

Anak muda tak punya itu bingung, memutar otak, dan akhirnya nekat.

Perjuangannya penuh hambatan, kemujuran, kesedihan, dan kadang kebahagiaan. Sampai akhirnya Eropa ada di tangannya. Pun kisah-kisah cinta berhasil ia torehkan.

Seru, menyenangkan, penuh pengetahuan, dan racun semangat, membuat buku ini harus dibaca semua anak-muda yang ingin mewujudkan mimpi. Travellous!

***

Buku ini bercerita tentang seorang anak muda yang bernama Andrei. Ya, memang ini pengalaman asli penulisnya sih. Aslinya ini buku berawal dari blog yang kunjungannya tinggi.

Baca buku ini kayak percaya nggak percaya. Soalnya ajib banget si Andrei, dengan modal mimpi aja, ia mampu mendapatkan apa yang ia impikan. Memang mimpinya tersebut tidak langsung terwujud begitu saja. Ia pernah mengalami kegagalan sekali namun tetap melanjutkan mimpi serta usahanya. Beruntungnya ia, atas kehendak Tuhan, ia dapat beasiswa belajar di salah satu negara di Eropa. Perjalanan menuju Eropa pun tidak semudah membalikkan tangan. Ia harus melanglangbuana dulu ke Malaysia dan Singapura tanpa memiliki uang saku yang cukup. Ia pun diganjar atas kegigihannya dengan bertemu orang kaya yang baik hati dan agen perjalanan yang mampu mencarikan tiket pesawat dengan harga miring.

Di Eropa, beberapa waktu sebelum jadwal kuliahnya berlangsung, Andrei mampir dulu ke Belanda, bertemu keluarga jauhnya. Di sana ia sempat merasakan dunia kerja negeri Belanda yang ternyata sangat kompetitif dan menuntut serba tepat waktu dan cekatan. Oke, singkat cerita masa tinggalnya di Belanda hampir habis dan ia harus segera menuju Perancis (kalo gak salah Perancis kan ya?) tempat ia mendapat beasiswa.

Okay, sampai di Perancis, saya sudah ndak terlalu merhatiin ceritanya lagi. Sepertinya saya sudah kebosanan. Nggak tau juga sih kenapa bosan. Padahal banyak pembaca yang memberi 4 dan bahkan 5 bintang untuk buku ini. Hmm, duh, saya nggak bisa memberi alasan jelas :D

Yah, kesimpulannya, buku ini sebenarnya menarik, seperti kebanyakan buku perjalanan yang biasa kita temui. Sayangnya saya tidak berhasil menemukan hal yang memikat sehingga saya terpaksa harus memberikan 2 bintang saja.

Kilas Buku: Rencana Besar

|

Judul: Rencana Besar
Pengarang: Tsugaeda
Penerbit: Bentang Pustaka, Agustus 2013
Jumlah halaman: 384 halaman

Makarim Ghanim, seorang konsultan ahli di bidang sumber daya manusia diberi tawaran yang cukup menantang dari teman kuliahnya dulu. Agung, Wakil Direktur dari UBI (Universal Bank of Indonesia), meminta bantuan Makarim untuk menyelidiki kasus penggelapan uang sebesar 17 Miliar. Makarim diminta untuk menyelidiki tiga tersangka yang memiliki karakteristik yang berbeda: Amanda Suseno, pegawai teladan yang kariernya cepat menanjak, Reza Ramaditya, pegawai dengan posisi tinggi yang kehilangan motivasi bekerja, dan Rifad Akbar, pemimpin serikat pekerja yang idealis dan karismatik.

Untuk menangani kasus tersebut, Makarim meminta ijin cuti kepada rekan-rekan pemimpin perusahaannya untuk pergi ke Surabaya, tempat ketiga tersangka tersebut ditempatkan. Ternyata, ada sebuah rencana besar yang sedang disusun. Ada bahaya yang mengancam dan Makarim ada di tengah-tengahnya. Apakah yang sebenarnya terjadi?

...

Penokohan
Karakter tokoh-tokoh dalam novel Rencana Besar ini memiliki ciri khasnya tersendiri. Makarim digambarkan sebagai seorang yang penuh dengan pertimbangan dan teliti. Agung digambarkan sebagai orang yang suka memamerkan kesuksesannya. Amanda digambarkan sebagai wanita yang dapat meluluhkan hati klien tanpa harus terkesan erotis. Reza digambarkan sebagai pendiam yang penuh perhitungan. Rifad terkesan seorang penggalang massa yang cerdik. Semua tokoh utama memiliki peran sesuai dengan wataknya masing-masing.

Plot dan Twist
Alur penuturan cerita novel ini runtut dan enak untuk diikuti. Dimulai dari pengenalan tokoh yang tidak monoton dan digabungkan dengan kegiatan Makarim dalam melakukan penyelidikan.  Pada satu titik kita ditunjukkan bahwa masalah sudah hampir selesai, tiba-tiba kita dibawa ke fakta baru yang merubah alur penyelidikan. Kemudian sebelum klimaks dimulai, kita dibawa ke masa lalu untuk mengetahui kejadian awal untuk memberikan latar belakang masalah yang terjadi. Namun demikian, kita tidak langsung ditunjukkan jawaban akhirnya. Ending ditutup dengan kejadian bak film-film aksi.

Kekurangan
Menurut pendapat saya, tidak banyak kekurangan dalam novel ini. Ada beberapa kejadian yang kurang bisa diterima. Misalnya peristiwa kecelakaan dalam kejar-kejaran digambarkan mobil tokoh utamanya tidak rusak meski sudah terbalik atau ketika ada orang yang jatuh dari lantai gedung yang tinggi namun hanya menderita lumpuh. Selain itu, everything is fine.

Kesimpulan
Novel ini istimewa. Pertama, karena ditulis oleh orang Indonesia namun memiliki rasa luar negeri. Kedua, karena genre misteri konspirasi novel ini masih sangat jarang di ranah fiksi Indonesia akhir-akhir ini. Akhirnya, novel ini saya beri 4 dari 5 bintang.

Kilas Buku: Dear Prudence

|

Judul: Dear Prudence
Pengarang: @danniefaizal
Genre: Young Adult
Penerbit: Bentang Belia, Mei 2014
Tebal: 252 halaman
Ringkasan cerita:
Astaga, rambut gue pitak! Senior gue memangkas jambul kebanggaan gue dengan asal. Demi Tuhan, di sini ada ratusan mahasiswi bening yang salah satunya mungkin bisa gue 'prospek' ke depannya. Dengan rambut pitak begini, paling cuma perawan tua penjaga kantin yang bisa gue pacarin. “Lo kaya Klingon.” Coba lo bayangin, itu tadi komentar salah satu mahasiswi cantik di kampus gue, Prue. Harga diri gue langsung terjun bebas ke jurang. Klingon, karakter absurd di film Startrek yang berjidat lebar dan jelek banget. Tapi sejak saat itu gue jatuh cinta sama cewek yang ngatain gue dengan kejam itu. Setiap hari, selama hampir dua tahun gue terus mengejarnya. Teman-teman bilang gue bodoh karena rela nunggu terlalu lama. Nyokap gue malah bilang; bahwa arus hidup kadang membawa kita ke tikungan lain, dan menyarankan agar coba melihat cewek lain. Tapi gue kekeuh, gue nggak mau ikut tikungan lain itu. Dalam hal cita-cita pun begitu. Gue pengin jadi Motion Graphic Designer besar, pokoknya menghasilkan suatu karya besar yang bikin nama gue diingat orang banyak, nggak ada cita-cita lain. Tapi gue nggak pernah tahu, gue ataukah nyokap gue yang benar…
Novel ini saya kebetulan saya dapatkan dari penulisnya. Ketika pertama kali melihat covernya, jadi teringat dengan album Abbey Road-nya The Beatles. Saya memang familiar dengan beberapa lagu The Beatles, tapi saya baru tahu dari novel ini bahwa "Dear Prudence" juga merupakan salah satu judul lagu milik grup band Inggris ini. Oke, selanjutnya bagian dalam. Novel ini dipenuhi dengan berbagai gambar ilustrasi yang bagus. Ada beberapa komik ringan nan lucu untuk memberikan sedikit jeda rehat saat membaca. Setelah dicek, ternyata ilustrasi di dalam dikerjakan oleh penulisnya sendiri. Setelah sedikit melakukan investigasi, ternyata penulis memiliki background desain komunikasi visual, pantaslah. Novel ini juga tidak terlalu tebal, sehingga hanya dibutuhkan beberapa jam untuk menyelesaikannya.

Alur cerita

Jalan cerita novel ini sebenarnya cukup menarik. Alkisah Irvine yang memendam cinta kepada Prue semenjak kejadian tidak sengaja yang dialami keduanya. Cerita pun berlanjut ke kehidupan perkuliahan dan magang Irvine "diselingi" dengan beberapa kejadian dengan Prue. Kenapa saya bilang diselingi? Karena cerita dengan Prue seolah hanya tempelan yang tidak masuk ke beberapa peristiwa penting Irvine. Misalnya ketika NewsTV terancam dituntut karena kesalahan Irvine, tidak ada peran Prue di dalamnya. Namun demikian, beberapa kejadian yang menimpa Irvine memiliki nilai yang bagus untuk pembaca.

Tebak-tebakan

Hal lain yang menarik, di awal diceritakan bahwa si Irvine sudah memiliki pacar, namun penulis hanya memberikan petunjuk tentang sifat si pacar tanpa menyebutkan identitasnya. Penulis seolah ingin mengajak pembaca untuk menebak siapa sebenarnya si pacar berdasarkan cerita flashback selanjutnya. Namun, mungkin karena pilihan tebakannya hanya sedikit, beberapa bab menjelang akhir saya sudah berani menebak siapa si pacar tersebut. Dan tebakan saya ternyata benar.

Gaya penulisan & Kelucuan

Dear Prudence memiliki gaya penulisan yang khas buku harian. Para pembaca akan merasa mendengar cerita langsung dari Irvine. Baik tentang kehebohannya ataupu yang lain-lainnya. Ataukah sebenarnya ini adalah kisah asli Dannie si penulis dan sebenarnya Irvine adalah Dannie? Kelucuan pastinya didapat langsung dari gaya Irvine bercerita. Salah satu contohnya ketika Irvine tengah beberes ruangan sementara teman-temannya makan. Ia menolak diajak makan sate kambing bersama-sama.
"Kenapa nggak mau?"
"Gue nggak bisa makan kambing."
"Kenapa emang? Darah tinggi?"
"Engga... Soalnya kambing nggak makan kambing."
@#$%!
Satu hal yang saya kurang sreg, yakni penggunaan kata 'gue'. Ya mungkin karena saya pribadi bukan orang Jakarta dan tidak terbiasa dengan gaya berbicara orang-orang kota hehe.

Ilustrasi isi yang jempolan

Yang paling saya suka adalah ilustrasi isi yang ciamik yang ternyata dibuat sendiri oleh penulisnya, Mas Dannie. Ya pantas aja sih soalnya mas Dannie lulusan DKV sama kayak Irvine. :D

Kesimpulan
Secara keseluruhan, novel ini ringan dan asyik untuk dibaca di waktu senggang. Tidak butuh waktu lama untuk membacanya karena memang tulisanya lumayan enak dibaca. Enak? Makanan kali dikunyah hehe.

3 dari 5 bintang

~Arif N~

Kilas Buku: The Adventures of Tom Sawyer

|

The Adventures of Tom Sawyer
Oleh Mark Twain
Paperback, 356 halaman
Bentang, 25 April 2011

Siapa yang tak kenal Tom Sawyer? Si anak bengal yang dibenci sekaligus dicintai para penduduk Desa St. Petersburg. Berbagai petualangan dicoba oleh Tom seolah ia tahu bahwa masa kecil adalah masa emas yang tidak boleh dilewatkan hanya dengan mengurung diri saja di rumah.

Ini adalah pertama kalinya saya membaca kisah petualangan Tom Sawyer yang fenomenal itu. Kenakalan dan keceriaan khas anak-anak mewarnai kisah ini. Saya rasa hal ini akan membuat para pembaca dewasa iri hati kepada Tom Sawyer dan berharap akan mengulang kembali masa kecil mereka yang tentu saja tidak akan mungkin terjadi.

Apa yang bisa didapat dari buku ini? Selain petualangan, kisah Tom Sawyer menggabungkan kritikan sosial dan pesan moral. Apa saja?

Kilas Buku: Oliver Twist

|

Judul: Oliver Twist
Pengarang: Charles Dickens
Penerjemah: Reni Indardini
Penerbit: Bentang
Cetakan: II, Agustus 2011
Tebal: 578 halaman

Oliver Twist lahir dari seorang ibu yang saat itu dalam kondisi payah. Tidak banyak yang menolong kecuali wanita tua dan ahli bedah yang tidak terlalu tulus. Penderitaan tidak berhenti sampai disini. Oliver tumbuh besar dalam rumah sosial yang tidak ada kasih sayang didalamnya. Para pejabat desa yang bertanggungjawab pun hanyalah orang-orang yang memikirkan perut masing-masing. Akibatnya tidak ada orang yang benar-benar tulus, bahkan rakyat miskin sekalipun. Bagi mereka harta adalah kunci untuk hidup senang dan juga popularitas.

Ini adalah pertama kalinya saya membaca karya Dickens, khususnya Oliver Twist yang populer ini. Satu kata: Bertele-tele. Seperti kebanyakan para sastrawan klasik, jika saya perhatikan, cerita brilian tentang Oliver yang dibuat oleh Dickens ini banyak sekali memaparkan hal-hal detail, sangkin banyaknya sebagian besar pembaca akan menganggap hal ini adalah hal yang bertele-tele. Atau mungkin saja pembaca bisa menjadi bosan karena tidak sabar menunggu bagian cerita berikutnya.

Namun yang saya sukai dari Dickens adalah gaya menulisnya yang indah. Saya berterimakasih juga kepada penerjemah Oliver Twist untuk edisi penerbit Bentang ini, hasil terjemahannya cukup baik dan enak dibaca. :) Dickens dengan indahnya menyindir para pembuat kebijakan yang culas dan memberi contoh kebaikan manusia lewat Oliver dan para penolongnya yang tulus hati. Tidak ada rasa dendam dan benci dalam diri Oliver kecuali ketika seseorang mencemooh ibunya yang bahkan belum pernah dilihat oleh anak kecil tampan tersebut.

Buku ini karya terpuji dan penuh hikmah yang patut dikenang sepanjang masa. Bisa dibaca oleh para pembaca dari berbagai usia.

***
Picture and text about the author are taken from Goodreads.com
Charles Dickens is a prolific 19th Century author of short stories, plays, novellas, novels, fiction and non-fiction; during his lifetime Dickens became known the world over for his remarkable characters, his mastery of prose in the telling of their lives, and his depictions of the social classes, morals and values of his times. Some considered him the spokesman for the poor, for he definitely brought much awareness to their plight, the downtrodden and the have-nots. He had his share of critics, like Virginia Woolf and Henry James, but also many admirers, even into the 21st Century.

Ulasan ini diikutsertakan posting bareng BBI untuk Sastra Eropa, FYE; Fun Year Event with Children's Lit: Fun Month 3 oleh Bzee, Read Big Mbak Dessy di Ngidam Buku , What's in a Name dan New Authors RC oleh Ren.

Kilas Buku: Perahu Kertas

|
Perahu Kertas
Penulis: Dewi Lestari
Tebal: 456 halaman
Penerbit: Bentang Pustaka & Trudee
Terbit: 2009
Rating: 4/5

Kugy, sosok mungil yang ceria dan tidak bisa diam. Ia sosok yang dalam otaknya dipenuhi khayalan-khayalan yang ajaib dan menyenangkan. Ia menganggap dirinya sebagai agen Neptunus karena lahir dengan zodiak Aquarius. Dan setiap kali ada kesempatan ia selalu melapor kepada Kapten Neptunus dengan menuliskan surat kepadanya dan melipat suratnya itu menjadi sebuah perahu kertas yang dialirkan pada jalur-jalur air yang mengalir.

Sementara Keenan adalah sosok yang pendiam dan cerdas. Meski pendiam, ia memiliki sifat imajinatif yang tidak berbatas. Jiwa seninya membuncah dan meledak-ledak dan ditumpahkan pada lukisan. Tangannya seperti tongkat ajaib yang membuat segala pikiran menjelma menjadi gambar yang hidup dan artistik.

Kugy dan Keenan ditakdirkan bertemu dan juga berpisah untuk bertemu kembali. Dan disinilah mereka harus menghadapi segala rintangan yang menghalangi mereka untuk bersatu lagi.

Custom Post Signature