Top Social

Showing posts with label Dastan Books. Show all posts
Showing posts with label Dastan Books. Show all posts

Kilas Buku: One Foot in the Grave

|


Warning: Spoiler alert

Jika kemarin saya mengulas buku pertama, maka kini saya menulis lanjutannya. Cek di sini untuk buku pertama.
Cat kini bekerja dengan FBI bagian urusan tak kasat mata, semacam vampir. Yah karena dia memang blasteran vampir dan manusia. Sudah beberapa lama ini Cat kabur dari Bones. Ia tidak ingin Bones diburu oleh banyak musuh yang ingin menghabisinya baik dari pihak manusia maupun pihak vampir sendiri. Sayangnya Cat harus bertemu lagi dengan Bones. Hal ini membuat situasi semakin rumit buat Cat. Di satu sisi ia ingin meninggalkan Bones lagi, di sisi lain ia membutuhkan pertolongannya. Karena kini ada musuh yang benar-benar ingin membunuh Cat. Kita tidak tahu apakah Bones mau kembali membantu Cat.

Ah! Saya harus bertahan sepanjang cerita. Entah karena saya masih tidak suka dengan genre pararom ataukah yang lain. Yang jelas saya masih merasa 'cukup muak' setelah serial Twilight saya lahap. Tapi yah, saya akui ceritanya cukup jelas alurnya, dan menarik.

Heroine

Setidaknya, yah setidaknya, Cat tidak seperti Bella yang berperan sebagai damsel in distress. Cat adalah cewek tangguh yang tidak suka mengharapkan bantuan orang lain. Ia juga tidak baperan, kalau mau dibandingkan dengan Bella lagi. Cat cewek yang mandiri, bahkan cenderung egois karena sangat senang bekerja sendirian tanpa peduli nyawanya hampir hilang. She is really a heroine like Buffy.

Recommended

Sangat direkomendasikan untuk cewek-cewek yang suka dengan genre berbau paranormal romance. Bones benar-benar vampir tua yang menawan. Sementara Bella adalah cewek cantik yang jago berantem. :D

Informasi Buku:

Judul: One Foot in the Grave
Pengarang: Jeaniene Frost
Penerjemah: Endang Sulistyowati
Tebal: 498 halaman, paperback
Penerbit: Dastan Books, 2011 (pertama kali terbit Mei 2008)

Kilas Buku: Halfway to the Grave

|

Seorang gadis bernama Catherine Crawfield alias Cat, adalah makhluk campuran manusia dan vampire. Tidak heran mengapa ia begitu aneh sejak dalam kandungan. Ketika ia bertumbuh pun ia terasa semakin aneh akibat keluarga (khususnya ibu kandungnya sendiri) yang membencinya, juga teman-teman sepermainan yang ikut mengucilkannya. Hal inilah yang membuatnya dendam kepada makhluk vampir. Maka setiap malam ia pun berburu vampir di berbagai klub malam untuk merayu dan membunuh mereka.

Hingga suatu ketika, seorang vampir bernama Bones ditakdirkan bertemu dengannya. Cat tidak tahu jika Bones adalah seorang vampir dengan usia ratusan tahun dan pengalaman yang mumpuni. Sehingga ia tidak mudah menghabisi nyawa vampir tua itu. Alih-alih membunuhnya, Cat malah masuk perangkap Bones. Ia tinggal di gua beberapa lama hanya untuk menjadi lawan tandem Bones. Hal ini membuat Cat semakin membenci Bones dan kaumnya. Sayangnya semakin lama bersama, semakin dalam mereka mengetahui rahasia satu sama lainnya. Dan mereka pun menemukan kesamaan. Akankah mereka bekerjasama atas dasar kesamaan itu?

Setelah sudah lama sekali saya membaca novel yang namanya "Twilight" (well, kalian semua pasti sudah familiar dengan novel fenomenal itu kan), saya pun bertemu lagi dengan novel jenis pararom yang lain. Konten cerita, alur, serta twistnya cukup menarik. Sayangnya saya seperti sudah hapal dengan gaya penceritaan jenis pararom ini, sehingga bahkan sebelum halaman terakhir saya baca, saya pun sudah hampir mati akibat bosan.

Syukurlah saya mau berhenti beberapa lama untuk kembali membacanya. Mau tak mau saya akui bahwa banyak bagian yang menarik, walau yah banyak juga yang klise.

Well, buku ini bukan buku untuk anak berumur di bawah 18 tahun ya, soalnya banyak adegan cerita yang sebaiknya dibaca oleh kalangan dewasa. Dan buat kalian penggemar pararom, bisa jadi salah satu bacaan menarik nih, apalagi kalian akan dipertemukan dengan Bones, si vampir ganteng yang menurut saya lebih macho daripada Edward Cullen.

Informasi Buku:
Judul: Halfway to Grave
Pengarang: Jeaniene Frost
Tebal: 498 halaman, paperback
Penerbit: Dastan Books, Mei 2011 (pertama kali terbit November 2007)

Kilas Buku: Mr. Monk Goes to the Firehouse (Mr. Monk #1)

|

2868832

Judul: Mr. Monk Goes to the Firehouse
Pengarang: Lee Goldberg
Tebal: 424 halaman
Penerbit: Dastan Books, 2007 (pertama kali terbit 2006)

Dialah Adrian Monk; detektif genius yang selalu bisa mencium kejanggalan sekecil apa pun, di mana pun, kapan pun. Tak terduga dan jenaka; dengan kelainan obsesif-kompulsifnya, Monk justru menjadi detektif terbaik seantero San Francisco.

***

Kali ini Monk harus menghadapi kasus kematian seekor anjing pemadam kebakaran yang berujung pada serentetan pembunuhan. Sparky, nama anjing tersebut, ditemukan tergeletak tak bernyawa di malam yang sama ketika terjadi kebakaran di sebuah rumah yang menewaskan sang penghuni. Kejadian ini menyeret Monk ke dalam misteri mematikan yang menelan korban lainnya. Satu kematian disusul oleh kematian lain...

Monk harus menggali fakta-fakta tersembunyi yang tak terdeteksi oleh polisi. Diduga kasus ini melibatkan orang yang berpengaruh, plus rahasia harta terpendam San Francisco. Monk berpacu dengan waktu. Terlambat sedikit saja, pihak-pihak yang bertanggung jawab akan melenggang bebas...

----

Mr. Monk, atau yang lebih kita kenal sebagai Detektif Monk, pada awalnya adalah serial televisi  yang populer yang kemudian diadaptasi dalam bentul novel berseri. Buku dengan judul Mr. Monk Goes to the Firehouse ini adalah serial pertamanya.

Tidak ada Sharona Fleming? Ya, dalam buku ini memang tidak diceritakan tentang Sharona yang sudah pindah pekerjaan. Jadi pembaca akan langsung bertemu dengan Natalie Teeger, asisten Monk setelah Sharona. Alur yang diceritakan dari sudut pandang Natalie juga tidak buruk kok, yah memang ada ciri khas masing-masing antara Sharona dan Natalie.

Mulanya Monk harus pindah dari apartemennya sementara karena akan ada perbaikan. Sebagai orang yang ribet karena penyakitnya ini, ia harus mengecek seluruh kamar hotel yang akan menjadi tempat tinggalnya sementara. Sayang sekali Monk merasa tidak ada satupun kamar yang cocok untuknya. Selalu saja ada sesuatu hal yang kurang sempurna dari kamar-kamar mewah itu. Akhirnya dengan terpaksa Natalie menampung bosnya itu selama beberapa saat.

Kasus terjadi dekat dengan lingkungan rumah Natalie. Ada rumah yang terbakar secara misterius. Korban kebakaran pun diduga meninggal dengan cara tidak wajar. Sementara itu anjing pemadam kebakaran tewas secara misterius, disusul terbunuhnya gelandangan yang suka menggerutu.

Monk harus menyusun kasus-kasus ini dengan urutan yang tepat karena ia yakin pelakunya hanyalah satu orang. Sementara itu ada kasus lain yang tidak sengaja terungkap oleh Monk.

Membaca buku ini benar-benar bikin saya terlonjak-lonjak karena gemas. Yah, gemas dengan gaya Monk yang ribet. Namun syukurlah, dari semua karakternya yang menyebalkan itu, ia memiliki kecerdasan untuk memecahkan kasus-kasus yang rumit, yah kecuali kasus yang menyangkut kematian istrinya.

Novel ini saya rekomendasikan untuk para pecinta genre misteri ala detektif. Yah, kalian tidak akan menemukan kejeniusan dan kegigihan Lyncoln Ryhme di sini. Yang akan kalian temukan adalah detektif ribet yang harus serba diurusi. Tapi justru itu yang menjadi keunikannya bukan?

4 bintang untuk buku ini.


Kilas Buku: Detektif Monk Ngocol Di Hawaii

|
Detektif Monk Ngocol di Hawaii
Judul Asli: Mr. Monk Goes to Hawaii
Tebal: 412 halaman
Terbit: 2008
Penerbit: Dastan Books

Satu lagi cerita Monk yang enggak pernah kehabisan bahan bikin orang ketawa. Hehe. Jadi sebenarnya ini cerita detektif atau lawakan sih? Cerita Misteri kok ya ga ada seriusnya. Eh siapa bilang Monk ga serius? Monk itu detektif yang sangat serius dan sungguh-sungguh dalam menyelesaikan kasus lho. Hanya saja perilakunya yang kelewat serius dan benar-benar strick itu yang bikin dia aneh bin ajaib.

Cerita kali ini mengenai Monk yang ikut Natalie untuk ikut liburan ke Hawaii. Asistennya itu awalnya mengajukan cuti untuk menjadi pendamping pernikahan sahabatnya di Hawaii, tapi tanpa diduga Monk ikut serta dengannya. Hal ini membuat Natalie agak ngeri sebab ia mempunyai firasat Monk akan melakukan hal-hal aneh. Tapi dokter memberi Monk obat yang membuatnya berani pergi menuju Hawaii. Ketika obatnya habis, Monk kembali menjadi aneh namun punya daya insting khas detektif yang luar biasa. Dan sisanya sudah diduga, selain menyebabkan pernikahan Sahabat Natalie gagal, ia juga menjadikan liburannya penuh dengan jadwal padat menyelesaikan kasus pembunuhan seorang janda kaya yang tertimpa buah kelapa. Monk berbeda pendapat dengan polisi yang menyimpulkan kematian wanita itu adalah kematian murni yang tertimpa buah kelapa. Walhasil lagi-lagi, dengan sifatnya yang keras kepala, ia berusaha melakukan penyelidikan secara serius. Namun ternyata bukan kasus janda yang mati karena buah kelapa itu saja yang ia urusi, ada kasus-kasus lain seperti pembunuhan manajer hotel, pembobolan hingga cenayang yang selalu menggerecokinya.

Happy reading, guys. :)

Kilas Buku: Super Monk VS Alien Berbelalai Panjang

|
Super Monk VS Alien Berbelalai Panjang
Judul Asli: Mr. Monk in Outer Space
Penulis: Lee Goldberg (Berdasarkan Serial TV Karya Andy Breckman)
Alih Bahasa: Sylfentri
Penerbit: Dastan Books
Terbit: 2010
Tebal: 396 halaman

Nah pasti deh yang nge-fans sama serial TV Detektif Monk ini udah khatam dengan novel yang ditulis Lee Goldberg ini. Atau jangan-jangan malah lebih senang dengan cerita di serial TVnya? Edisi novelnya ini juga ga kalah gokil kok. Alih Bahasanya, Sylfentri, berhasil menerjemahkan cerita-cerita kocak yang disampaikan Goldberg dengan cukup baik. Sehingga para pembaca dapat mengerti bagian-bagian cerita yang memang kocak.

Dalam seri Super Monk VS Alien Berbelalai Panjang ini dikisahkan terjadi pembunuhan terhadap seorang kreator serial televisi berjudul 'Beyond Earth'. Yang mengagetkan adalah si pembunuh yang berkostum mirip salah satu tokoh dalam serial tsb yakni Mr. Snork, alien yang berkuping lancip dan berbelalai seperti gajah. Dengan pembunuh yang berpenampilan seperti itu, sekilas mudahlah ditebak jika sang pembunuh adalah fans dari Beyond Earth sendiri. Kebetulan sekali ada isu bahwa Beyond Earth akan ditayangkan ulang dengan ide cerita yang agak berbeda, maka analisis awal adalah sang penggemar sangat tidak setuju dengan ide penayangan ulang tsb dan membunuh si penciptanya, Conrad Stipe. Tapi ternyata analisa awal ini tidaklah seperti yang mereka duga, alias salah hehe.

Custom Post Signature