The Interpretation of Murder: Sigmund Freud dan Shakespeare dibalik Pembunuhan Misterius
Judul Asli: The Interpretation of Murder
Pengarang: Jed Rubenfeld
Penerjemah: Isma B. Soekoto
Tebal: 616 halaman
Tahun: 2007
Penerbit: Ufuk Press
Novel yang satu ini gabungan dari berbagai genre ya, mulai dari historikal, misteri, sastra, dan yang paling penting adalah psikoanalisa. Maka itulah sebabnya nama Sigmund Freud dan Shakespeare dibawa-bawa dalam terjemahan judul novel ini ke dalam bahasa Indonesia. Jadi kisah fiksi ini didasarkan pada kisah nyata kedatangan Sigmund Freud ke Amerika Serikat bersama teman-teman seperjuangannya yang membawa Psikoanalisa sebagai ilmu baru yang patut diperhitungkan dalam dunia Psikologi. Namun pada saat yang sama terjadi pembunuhan terhadap seorang wanita cantik di suatu tempat.
Beberapa hari kemudian, terjadi penyiksaan terhadap seorang gadis bangsawan yang ditinggalkan dengan tubuh yang penuh sayatan. Kepolisian heboh begitu juga dengan walikota. Sementara si korban tidak sanggup mengatakan apapun karena jiwanya yang labil, bahkan ia sempat tidak dapat berbicara. Disinilah si tokoh utama muncul. Ia yang merupakan dokter namun juga penganut Psikoanalisa bertindak mengatasi disorder yang sedang terjadi pada gadis muda tersebut. Namun sayang, pemulihan yang diharapkan dapat sekaligus menjadi titik terang bagi kelanjutan kasus ini, tidak dapat berjalan lancar.
Judul Asli: The Interpretation of Murder
Pengarang: Jed Rubenfeld
Penerjemah: Isma B. Soekoto
Tebal: 616 halaman
Tahun: 2007
Penerbit: Ufuk Press
Novel yang satu ini gabungan dari berbagai genre ya, mulai dari historikal, misteri, sastra, dan yang paling penting adalah psikoanalisa. Maka itulah sebabnya nama Sigmund Freud dan Shakespeare dibawa-bawa dalam terjemahan judul novel ini ke dalam bahasa Indonesia. Jadi kisah fiksi ini didasarkan pada kisah nyata kedatangan Sigmund Freud ke Amerika Serikat bersama teman-teman seperjuangannya yang membawa Psikoanalisa sebagai ilmu baru yang patut diperhitungkan dalam dunia Psikologi. Namun pada saat yang sama terjadi pembunuhan terhadap seorang wanita cantik di suatu tempat.
Beberapa hari kemudian, terjadi penyiksaan terhadap seorang gadis bangsawan yang ditinggalkan dengan tubuh yang penuh sayatan. Kepolisian heboh begitu juga dengan walikota. Sementara si korban tidak sanggup mengatakan apapun karena jiwanya yang labil, bahkan ia sempat tidak dapat berbicara. Disinilah si tokoh utama muncul. Ia yang merupakan dokter namun juga penganut Psikoanalisa bertindak mengatasi disorder yang sedang terjadi pada gadis muda tersebut. Namun sayang, pemulihan yang diharapkan dapat sekaligus menjadi titik terang bagi kelanjutan kasus ini, tidak dapat berjalan lancar.
