Top Social

Showing posts with label Horror. Show all posts
Showing posts with label Horror. Show all posts

Kilas Buku: The Creeping Shadow - Bayangan Mengendap (Lockwood & Co. #4)

|

Setelah apa yang terjadi pada buku tiga kemarin, akhirnya Lucy Carlyle memutuskan memulai petualangannya sendiri. Ia mulai menawarkan jasanya sebagai agen lepas dan bekerja untuk banyak agen, termasuk agen besar seperti Fittes dan Rowell. Sebenarnya Lucy tidak sendirian, ada rekan (yang sekaligus bukan rekan) tak kasat mata yang selalu menemani gadis itu dalam setiap aksinya. Siapa lagi kalau bukan Si Tengkorak. Seperti biasa komentar jahil tengkorak dapat menyegarkan suasana tegang.

Suatu ketika, Lucy sadar jika Si Tengkorak hilang. Toples tempat Tengkorak bersemayam (tentu saja) beserta dirinya dicuri dari apartemen kecil Lucy. Ia pun mulai menyelidiki kasus pencurian ini sendirian. Sayangnya hal ini malah membuat salah satu penjaga peleburan barang berhantu mati dan menghantuinya. Tidak cukup sampai di situ, Lucy sendiri pun dikejar-kejar beberapa lelaki bayaran yang sangat mengancam nyawanya. Pelarian gadis itu pun berakhir di depan rumah Anthony Lockwood, mantan rekannya. Sekarang bukan saatnya untuk gengsi, siapapun akan kau mintakan pertolongan jika itu menyangkut keselamatanmu.

Ternyata Lockwood cukup baik untuk membantu Lucy menyelidiki pencurian si Tengkorak. Lucy pun membantu Lockwood menangani kasus "Bayangan Mengendap" yang terjadi di sebuah desa pelosok yang tidak menarik sama sekali. Satu hal yang menjadi petunjuk, sepertinya hilangnya si Tengkorak secara tidak langsung ada hubungannya dengan kasus "Bayangan Mengendap". Lantas apa yang terjadi sesungguhnya?

Seperti biasa serial Lockwood tidak pernah membosankan. Ketegangan demi ketegangan gara-gara berburu hantu rasanya membuat takut pergi ke kamar mandi di malam hari. Belum lagi hal ngegemesin kayak hubungan antara Lucy dan Lockwood yang gak maju-maju. Hehe.

Ini, err, rasanya saya bingung mau nambah komentar apa. Yang jelas saya ga sabar untuk membaca lanjutannya (buku 5), tapi kayaknya mau nunggu terjemahannya saja. Hehe.

OK, 4 bintang dari saya. Recommended banget pokoknya!

Data buku

Judul: Bayangan Mengendap
Judul asli: The Creeping Shadow (Lockwood & Co. #4)
Pengarang: Jonathan Stroud
Paperback, 496 pages
Published September 4th 2017 by Gramedia Pustaka Utama

Kilas Buku: The Hollow Boy - Pemuda Berongga (Lockwood #3)

|



Setelah bertemu dengan tengkorak yang ia masukkan dalam sebuah toples, hidup Lucy tidak lagi pernah tenang. Diketahui bahwa si tengkorak adalah tipe hantu langka yang istimewa. Ia mampu berkomunikasi dengan Lucy, yang juga pemilik bakat istimewa. Maka Lucy dan si tengkorak berlomba-lomba untuk menanamkan pengaruhnya: si tengkorak dengan bujuk rayunya supaya Lucy mau membebaskannya dan Lucy dengan perintah-perintahnya yang tegas dan tidak mau dibantah.

Hubungan antar agen tim Lockwood & Co. semakin solid. Kini bahkan mereka lebih sering bekerja dengan suasana yang santai dan menyenangkan. Tidak terlalu juga bagi Lucy, karena ingat ia terbebankan dengan si tengkorak. Lepas liburan di kampung halaman, hal yang menyenangkan antar tim ini rupanya tidak berlangsung lama (yang sialnya lagi) bagi seorang Lucy. Anthony Lockwood mempekerjakan seorang asistn baru, seorang perempuan muda, bernama Holy Munro.

Lucy pun tidak berusaha untuk menyukai gadis pecinta kerapihan dan kebersihan bernama Holy itu. Ia semakin tenggelam bersama pikirannya sendiri yang menjadi celah untuk si tengkorak memprovokasinya. Beruntung Lucy gadis yang teguh dan tidak mempan dengan godaan setan tengkorak.

Banyak kasus seram!

Terlepas dari urusan cewek antara Lucy dan Holy, di buku ketiga ini, Stroud menampilkan lebih banyak kasus yang bikin bulu kuduk berdiri. Pembaca diajak untuk menebak siapa setan jahat sebenarnya. Kita juga akan diajak untuk memeriksa lorong dan pojokan gelap mall tua yang angker. Ada siapa di pojokan gelap itu? Siapa bayangan gelap yang keluar merangkak dari sana?

Duh, jujur, saya merinding banget baca buku ini. Apalagi saya membacanya tepat tengah malam, saat kondisi ruangan setengah redup. Rasanya.. seperti ada yang memperhatikan dari pojokan gelap. Huaaaa...... :((

Indonesia

Beberapa kali nama Indonesia disebut dalam buku ini, tepatnya pada bagian awal. Indonesia disebut tempat dari barang-barang antik berhantu berasal. Saya berangan-angan Stroud mau membahas setan asal Indonesia suatu hari nanti hehe.

Rahasia Anthony Lockwood mulai terkuak?

Jika di buku kedua kemarin Anthony mulai berani membuka ruangan rahasia untuk Lucy dan George, kini cerita tentang kamar itu dimulai lagi. Lucy berani masuk ke kamar itu secara diam-diam. Kemudian ia tinggal di sana beberapa saat dan mencoba mencari tahu ada hantu siapa yang ada di sana. Lucy ingin menguak rahasia Anthony yang sebenarnya.

Akhirnya

Well, akhirnya saya memberi 4 bintang untuk salah satu serial favorit saya ini. Bagi kalian yang juga senang petualangan menegangkan dan horror bersama Lockwood, buku ini cocok untuk bulu kuduk kalian. :p

Informasi buku

Judul: Pemuda Berongga
Judul asli: The Hollow Boy
Pengarang: Jonathan Stroud
Alih bahasa: Poppy D. Chusfani
Tebal: Paperback, 440 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2016 (pertama kali terbit 2015)

Kilas Buku: The Whispering Skull - Tengkorak Berbisik (Lockwood & Co. #2)

|


Setelah pemecahan kasus hantu undakan menjerit beberapa waktu lalu, Lockwood & Co. mendapat banyak perhatian, dan tentunya pekerjaan. Sebagai agensi hantu dengan jumlah paling sedikit di London, hal ini sangat berarti. Anthony Lockwood sebagai pemimpin haus akan perhatian publik, sementara Lucy dan George butuh pekerjaan dan uang.

Suatu ketika mereka dihubungi oleh Mr. Paul Saunders, seorang Ekskavator Kota. Bersama rekannya, Mr. Albert Joplin, ia meminta bantuan tim Lockwood & Co. untuk menyelidiki makam tidak dikenal yang berbahaya di area Pemakaman Kensal Green. Makam yang kemudian diketahui sebagai makam atas nama Edmund Bickerstaff itu membuat para penjaga malam takut dan jatuh sakit.

Edmund Bickerstaff adalah seorang dokter di masa hidupnya. Ada desas-desus ia mempraktekan sesuatu hal yang berbahaya yang membuat orang-orang dapat mati karena bayangan gelap yang panjang. Dengan bakat istimewa lebih daripada yang lain, Lucy siap berinteraksi dengan hantu. Anthony siap dengan rapier nya, dan George siap dengan kemampuan mencari tahu sejarah yang terkait dengan kasusnya.

Sayang, ketika penyelidikan sedang berjalan, cermin misterius dicuri orang. Ada yang ingin mengambil artefak itu dan mempraktekkan ilmu hitam seperti yang Bickerstaff lakukan!

Bomb!

Seperti biasa, cerita tiga agen Lockwood & Co. bikin jantungan. Saya bingung menerka siapa hantu sebenarnya, dan apa yang ia inginkan, dan sebetulnya kejadian kelam apa yang sudah terjadi. Yang paling saya suka di sini adalah keahlian George mencari arsip terkait sejarah suatu kasus. Meski George tidak terlalu ahli menggunakan rapier atau tidak se-berbakat Lucy, peran George dan kemampuannya sangatlah penting. Dengan membaca sejarah, dapat menghasilkan solusi dan tindakan yang tepat untuk menumpas hantu dan pendarnya.

Saya beri bintang 4-5 untuk buku ini. Dan nantikan review kami tentang buku ketiga.

Informasi buku

Judul: Tengkorak Berbisik
Judul asli: The Whispering Skull
Pengarang: Jonathan Stroud
Alih bahasa: Poppy D. Chusfani
Tebal: paperback, 488 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, January 2015 (terbit pertama kali 16 September 2014)

Kilas Buku: Rahasia Bocah dari Masa Lalu

|
22887096

Judul: Rahasia Bocah dari Masa Lalu
Judul Asli: A Good and Happy Child
Pengarang: Justin Evans
Penerjemah: Gita Yulini K.
Genre: Misteri, Horror, Thriller
Tebal: 432 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Juni 2012 (pertama kali terbit 2007)

Sinopsis:
George Davies baru menjadi ayah, namun tak sanggup menyentuh putranya sendiri. Ketakutan itu membuatnya terpaksa berkonsultasi pada psikoanalis, demi menyelamatkan pernikahannya dan memperbaiki diri. Ada yang salah dengan dirinya, tapi apa?

George menggali kembali kenangan masa kecilnya. Berbagai peristiwa aneh muncul kembali ke permukaan, memaksanya mengingat bahwa ibunya berkencan hanya beberapa bulan setelah ayahnya meninggal. Bahwa ada bocah lusuh muncul di kamarnya pada malam hari, dan menceritakan rahasia yang tak seorang pun ketahui. Bahwa orang-orang di sekitarnya tak dapat melihat bocah itu dan tak percaya bahwa dialah biang keladi semua peristiwa mengerikan yang terjadi.

Nyatakah itu semua? Di tengah kebingungannya, kenangan George membawanya ke satu peristiwa yang telah lama terlupakan––peristiwa yang menentukan segalanya...

----

Kurang lebih sama seperti Monster Call dan Lisey's Story, buku ini bercerita tentang seorang yang tertekan. Dalam cerita ini yang dimaksud adalah George Davis. Sejak ayahnya meninggal ketika ia masih kanak-kanak, George melihat seorang anak yang sebaya dengannya. Si anak mirip dengan Huckleberry Finn, berbaju lusuh dan bersifat liar. "Hukleberry" akhirnya menjadi sahabat bayangan George dan kerap kali memberitahu banyak rahasia. Sayangnya rahasia itu salah dan kebanyakan darinya hanyalah dugaan buruk seorang anak yang memendam perasaan sedih tak terkira. Kesedihan dan kegilaan yang dialami George akhirnya membuat ia tanpa sadar menyakiti dan bahkan menghilangkan nyawa orang terdekatnya.

Saya tak pernah membayangkan betapa kepedihan dapat melumpuhkan jiwa dan bahkan akal sehat. Banyak kasus yang terjadi karena orang-orang yang terpuruk menjadi rapuh dan tak sanggup menanggung bebannya sendiri. Kalau sudah begini batas antara kenyataan dan khayalan tidak dapat dibedakan lagi.

Saya berusaha bertahan membaca buku ini, yang anehnya tetap merasa asyik membaca walau saya benci dengan situasi yang dialami George. Saya tidak tahan dengan apa yang terjadi padanya, khususnya ketidakwarasan yang berakibat fatal bahkan hingga ia dewasa. Syukurlah, George memiliki buah hati yang menjadikannya tekad untuk sembuh dan bertahan. Terkadang memang ada hal ajaib di sekitar kita yang menjadi obat mujarab. Dalam kasus George, anak, menjadi satu-satunya jalan untuk sembuh, walau tak dapat dipungkiri niat dan tekad adalah nomor wahid yang harus dimiliki.

3 bintang.

Kilas Buku: Lisey's Story

|

Judul: Kisah Lisey
Judul asli: Lisey's Story
Pengarang: Stephen King
Genre: Misteri, Horror, Fantasi
Tebal: 704 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2011 (pertama kali terbit 2006)

Sinopsis:
Lisey Debusher Landon kehilangan suaminya, Scott, dua tahun yang lalu, setelah dua puluh lima tahun menikah. Scott adalah pengarang terkenal yang berkepribadian sangat rumit. Setelah beberapa lama mengenal Scott, Lisey baru mengerti bahwa Scott mempunyai kemampuan untuk masuk ke dunia lain––sebuah tempat yang menakutkan, namun sekaligus menyembuhkan dan memberinya ide-ide yang dia butuhkan untuk bisa bertahan dari kegilaan yang menggerogotinya. Sekarang, setelah Scott tiada, giliran Lisey yang harus menghadapi hantu-hantu masa lalu suaminya

----

*menghela napas dulu*
Entah saya mau mulai dari mana. Ini adalah pertama kalinya saya membaca buku karangan Stephen King, meski saya sudah 'menimbun' beberapa bukunya. Yah, entah takdir atau bukan, pada akhirnya takdir memutuskan saya membaca buku ini.

Dari awal, dari sinopsis pada sampul belakang tepatnya, Kisah Lisey sudah membuat saya masuk ke dalam kegelapan yang aneh. Buku ini bergenre horror, tapi saya rasa tidak horror-horror amat. Malah cenderung aneh. Sama seperti Neil Gaiman dan Terry Pratchett dengan dark fantasy mereka yang aneh, terkadang tidak dapat dimengerti, namun begitu indah dibaca.

Setelah suaminya meninggal Lisey menghadapi banyak masalah, baik dari masa sekarang maupun masa lalu suaminya. Banyak para penggemar Scott Landon yang menuntut kepada Lisey agar mencari naskah Scott yang belum sempat terbit agar diterbitkan. Yah, begitulah resiko penulis terkenal yang memiliki fanbase yang besar. Lisey sebenarnya tidak terlalu peduli dengan permintaan penggemar Scott yang ia sebut Inchunk. Ia malah sibuk dengan kakak pertamanya yang menderita penyakit kejiwaan dan harus menjalani terapi.

Ketika seorang inchunk meneror dan menyerangnya, Lisey malah terlempar ke masa lalu suaminya secara sadar dan tidak. Ia mendapati dirinya berkomunikasi dengan Scott yang sudah mati, dan bahkan mampu menghilang menuju dimensi lain! Namun melalui dimensi lain itulah ia mampu menenangkan suaminya, menyelamatkan kakaknya, dan mengalahkan si inchunk menyebalkan.

Saya cuma bisa memberi 2,5 bintang, bukan karena tidak merasa takjub dengan ceritanya. Namun, yah, cerita ini memang kurang cocok dengan saya. Entah dengan cerita King yang lain.

Kilas Buku: The Screaming Staircase - Undakan Menjerit (Lockwood & Co. #1)

|

Judul: Undakan Menjerit
Judul Asli: The Screaming Staircase (Lockwood & Co. #1)
Pengarang: Jonathan Stroud
Penerjemah: Poppy D. Chusfani
Penerbit: GPU, 2014 (pertama kali terbit 2013)
Paperback, 424 halaman

Perkenalkan tiga personel Lockwood & Co.:
1. Anthony Lockwood, seorang pemuda yang merupakan kepala agensi Lockwood & Co., agensi pemburu hantu independent yang paling sedikit anggotanya dengan masa depan paling suram. Lockwood memiliki sifat yang agak sembrono dan seringkali tidak berpikir panjang pada saat mengambil keputusan. Sayangnya Lockwood adalah tipe agen pemburu hantu sekaligus detektif ulung yang tidak bisa diremehkan baik oleh hantu maupun manusia.
2. Lucy Carlyle adalah agen Lockwood & Co. yang termuda dan baru saja diterima kerja di agen tersebut setelah kabur dari kampung halamannya. Lockwood & Co. bukanlah agensi impian Carlyle. Gadis muda ini memimpikan dirinya bekerja di agensi yang mapan dan top dan beruntunglah agensi Lockwood karena gadis ini tidak diterima di agensi top manapun sehingga akhirnya ia bergabung dengan agensi hantu independent yang paling kecil di London. Carlye merupakan agen dengan bakat yang istimewa yakni tipe pendengar dan perasa.
3. George Cubbins, sosok agen gendut yang kurang suka beramah tamah kepada orang lain. Ia adalah agen yang lebih senang menghabiskan waktunya dengan arsip. Dengan kesenangannya ini ia terbukti lebih berhati-hati sebelum melakukan operasi penangkapan hantu. Kehati-hatiannya terdiri atas penelitian dan persiapan yang matang sebelum melakukan tugas. Sayangnya keahlian Cubbins seringkali diabaikan Lockwood yang senang bertindak ceroboh, padahal apa yang dilakukan sosok gendut berkacamata ini bisa menentuan keberhasilan misi mereka.

Pikirkan apa yang mereka lakukan
Dari gambaran diatas mengenai para tokoh, sudah dapat ditebak bahwa yang mereka kerjakan adalah berburu hantu (dan tentu saja membasminya). Yah, pikirkan saja sendiri apakah yang mereka lakukan termasuk tindakan yang berani atau bunuh diri? Namun bagaimana jika apa yang kalian sebut dengan tindakan konyol bunuh diri adalah pekerjaan yang populer dan menghasilkan banyak recehan?

Kilas Buku: The Lodger

|
Judul: The Lodger
Pengarang: Marie Belloc Lowndes
Penerjemah: Nadia Andryani
Genre: Thriller, Mystery, Horror, Classic
Penerbit: Tangga Pustaka, 2013 (Pertama kali terbit 1913)
Tebal: 414 halaman

London terusik oleh rentetan teror dan pembunuhan. Ada empat pembunuhan brutal terjadi dalam waktu berdekatan. Pada pembunuhan ketiga dan keempat di pakaian korban disematkan secarik kertas berbentuk segitiga bertuliskan 'Si Penuntut Balas' menggunakan tinta merah. Keempat korbannya adalah perempuan yang gemar mabuk dan sutra berkeliaran pada malam hari. Lalu, terjadi pembunuhan kelima. Pesan yang ditinggalkan pun tetap sama: 'Si Penuntut Balas'.

Scotland Yard (Markas Kepolisian London) akhirnya menurunkan seluruh personil untuk mengusutnya. Namun, tetap saja, 'Si Penuntut Balas' belum juga tertangkap. Media dan masyarakat pun makin ramai membicarakan "Si Penuntut Balas". Scotland Yard geram, dan menyebarkan 5.000 personilnya untuk menjaga malam Kota London. Namun, hasilnya, dua pembunuhan terjadi lagi dalam selang waktu berbeda menit. Dan, seperti pembunuhan sebelumnya, si pelaku hanya meninggalkan jejak sebuah nama: 'Si Penuntut Balas'.

Kilas Buku: Coraline

|

Coraline
Oleh Neil Gaiman
Gramedia Pustaka Utama, 2004
232 halaman

Sinopsis:

Coraline menyesalkan kehidupannya yang biasa-biasa saja. Ia menyesalkan ayah dan ibunya yang selalu sibuk dan sering menolak untuk bermain bersama dengannya. Ia menyesal tidak punya teman. Ia menyesal harus makan makanan beku terus menerus karena makanan buatan orang tuanya tidak terlalu enak. Ia menyesal bla-bla-bla. Ia menyesal bli-bli-bli.

Dan ia ingin kehidupannya berubah menjadi nyaman, memiliki orang tua yang selalu mengerti dan mau bermain bersama dengannya, memakan makanan non beku yang lezat dan punya banyak teman. Dan ia ingin bla-bla-bla. Ia juga ingin bli-bli-bli.

Suatu saat ia menemukan pintu menuju flat yang persis dengan apa yang dimiliki orang tuanya. Disana ia bertemu dengan orang tua yang persis dengan orang tua dirinya. Yang membedakan adalah mata mereka yang terbuat dari kancing. Ia mulai merasakan berbagai keinginannya terkabul jika ia bersama orang tua lainnya itu. Sempat terbersit ia ingin tinggal disana selamanya dan tak ingin pulang. Namun niat itu harus ditariknya kembali ketika kejanggalan demi kejanggalan muncul. Coraline harus melakukan sesuatu!

Review:

Ini kisah yang paling bikin saya penasaran dari semua karya-karya Gaiman. Beberapa jam sebelum saya mulai membaca novel Coraline, saya menamatkan filmnya terlebih dahulu. Beberapa pujian untuk si film: unik, kreatif, indah, artistik dan brilian. Lalu bagaimana dengan bukunya, mari ikuti ulasan saya yang seperti biasa sangat pendek-pendek dan suka spoiler dan ga nyambung. Idih ini apa sih? Bahasa Indonesianya gak ciamik banget deh.

Kesan pertama yang saya dapat, film dan bukunya berbeda. Dan bersyukur perbedaan yang dibuat di filmnya masih bisa membuat si film enak ditonton. Saya senang menonton filmnya sama dengan ketika saya membaca novelnya. Seperti biasa, Neil Gaiman senang membuat cerita yang (mungkin saja tanpa ia sadari) absurd dan cerdas. Buat saya, tidak masalah gaya menulis cerita itu, mau absurd atau mainstream, yang penting jangan plagiat dan punya pesan yang dibawa ke pembaca. Jika cerita asal absurd saja tapi tidak ada isinya, tidak ada yang bisa diambil pembaca. Maka cerita akan menjadi mubazir.

Lewat Coraline, Neil Gaiman menitipkan beberapa pesan untuk para pembaca kecilnya. Yakni:

1) Mari bersyukur!
Yang menjadi sebab Coraline diburu oleh makhluk aneh yang mengaku menjadi orang tua yang satunya adalah karena ia menganggap orang tuanya aslinya sangat tidak menyenangkan. Sebenarnya ini bukanlah kesalahan Coraline pribadi, namun adalah kesalahan kolektif si kedua orang tuanya yang selalu menganggap pekerjaan lebih penting daripada bermain dengan anak.

So, pesan untuk orang tua juga, kehadiran anak adalah sebuah anugrah. Ya memang kita bekerja untuk anak, namun anak tidak hanya butuh materi semata namun juga kasih sayang. Sedikit perhatian saja akan membuat mereka sangat bahagia.

2) Don't Judge the Book by the Cover
Jangan memandang manusia hanya dari sisi luarnya saja. Seperti Coraline dan orang tuanya yang menganggap tetangga mereka, Miss Spink, Miss Forcible, dan Mr. Bobo adalah orang-orang di luar normal yang tidak sama dengan mereka. Miss Spink dan Miss Forcible selalu berbicara tentang performance mereka dan seolah-olah hidup di kejayaan masa lalu dan susah move on. Sementara Mr. Bobo tampak seperti orang sinting yang senang berbicara dengan tikus-tikus dan melatihnya agar mampu bermain musik. Padahal tidak semua keburukan yang terlihat nyata di depan adalah benar-benar buruk. Bisa jadi ia baik dan berguna.

Sementara Ibu yang satunya, yang terlihat cantik dan baik hati, pada kenyataannya bukanlah orang yang pantas diberi hati. Dibalik itu ia adalah makhluk keji yang menggunakan kebaikan sebagai umpan untuk berbuat jahat.

Coraline juga menganggap si kucing adalah makhluk paling arogan yang ia temui. Namun setelah ia mengenalnya lebih jauh, si kucing menjadi teman seperjuangannya menghancurkan si ibu yang satunya.

3) Berani dan Taklukkan Dunia!
Coraline hanyalah anak kecil, dan pasti ada sehempas rasa takut dalam benak seorang anak kecil. Bahkan dalam diri orang dewasa pun rasa takut bisa saja bercokol menjadi akut yang menyebakan paranoid. Dan disini, Coraline mengingat betapa luar biasa ayah aslinya ketika ia mengalahkan rasa ngeri dan takut kepada pasukan tawon hanya untuk menyelamatkan Coraline. Dan gadis kecil itu merasa harus meniru ayahnya, menimbulkan rasa berani dalam hatinya untuk menaklukkan dunia.
"Kalau kau merasa takut, tapi tetap nekat maju terus, itu namanya berani." ~Gaiman, Coraline: 85.

4) Dapatkan semua yang kamu mau dengan BERJUANG!
Coraline memang banyak maunya. Seperti anak kecil biasanya yang jika meminta sesuatu tanpa memperhatikan kondisi orang tuanya. Begitu juga Coraline. Namun disaat genting, ia sadar diri jika segala sesuatu yang ia inginkan bisa terpenuhi dengan mudah, maka rasanya akan menjadi kurang menyenangkan.
"Aku tidak ingin memperoleh semua yang kuhendaki. Tidak ada orang yang mau begitu. Tidak ada. Apa enaknya kalau aku memperoleh segala sesuatu yang kuingikan? Dengan begitu saja, dan semuanya jadi tidak berarti." ~Gaiman, Coraline: 170-171.

5) Cinta
Satu yang membedakan kedua sosok petarung yang hak dan bathil. Mereka berdua sama-sama memiliki kemampuan dan senjata yang mungkin saja si petarung dari pihak bathil memiliki amunisi yang lebih canggih dari pihak hak. Dan memang cuma satu saja yang membedakan mereka berdua; CINTA. Pihak bathil tidak punya cinta. Ia melakukan sederet tugas berdasarkan nafsu. Sementara, pihak hak punya cinta yang selalu mengingatkannya dan memotivasinya. Seperti Coraline. Karena Cinta, ia memiliki kekuatan besar untuk mengalahkan penyihir ibu satunya.
"Jangan konyol," kata Coraline. "Aku hendak menyelamatkan mereka karena mereka orangtuaku. Kalau aku hilang, mereka pasti akan melakukan hal yang sama untukku..." ~Gaiman, Coraline: 85-86.
Kata-kata Coraline diatas adalah bukti bawah sadarnya bahwa ia masih memiliki cinta dan kasih sayang untuk kedua orang tuanya. Jika seseorang mencintai orang lain dengan sepenuh hati, maka sudah menjadi keniscayaan jika ia akan melakukan apapun untuk orang yang dicintainya meski harus tanpa pamrih.

Buku ini memang untuk anak-anak usia menjelang remaja atau ABG. Lucu, seru dan menegangkan. :)

Artikel ini diikutsertakan pada FYE #4 dan What's in a Name.

Custom Post Signature