Top Social

Showing posts with label Chicklit. Show all posts
Showing posts with label Chicklit. Show all posts

Kilas Buku: Rich People Problems (Crazy Rich Asian #3)

|

Finally this story comes to the end at least to recently problems that the elite Young-Shang family have. Of course should there be a big storm before the calm situation comes. It began when Shang Su Yi felt so much sick so that she should stay on her bed. Reading this situation, her family were gathered around her, including Nicky. Unlike his cousin Eddie who only cared about heritage, Nicky wanted to see Su Yi since he never met her five years ago, and of course to ask last apology before her death.

My favorite character, Astrid, had unpleasant situation since her divorce. Her relationship with old lover, Charlie Wu also get so many obstacles. Her ex, Michael and Charlie's ex, Isabel became partner in crime to ruin the relationship. Get frustrated, she become a self isolating person and stay away from everyone especially Charlie Wu. Would our Romeo and Juliet can be happy forever ever after?

We also can see the problems Kitty Pong (now is Bing) and Collete Bing have, fight between Young family members on their fantasies to get the biggest portion of the family heritage, and also Su Yi's old secret love story. But actually the most thing I wonder is "Does Su Yi really own the Shang empire and its treasure? Since Su Yi is a woman that cannot afford the family treasure." How if Su Yi not that rich? Will her children still become snob people?

This is the final book of Crazy Rich Asian series. I, sometimes, feel sad to some the unfortunate characters and sometimes burst into laughter due to some character craziness. And Eddie is the best comedian in this story! Actually it's kind of "soap opera" book. There are too many dazzled things like the rich people and their money and fancy things that I don't have. I don't even imagine if there is a rich family like this, since I feel happy enough with what I have now.

As usual, I skip some boring stories, and jump to the most essential part. Well, I think some of you won't follow silly chit-chat among Windi Meggaharto Widjawa and her friends, will you? Hey, talking about Windi, the Chindo woman. Don't you think it's funny enough when the author pick "Mega-Harto" and "Widjawa" name for her? Does her name come from the second President and the fifth President of Indonesia? And "Widjawa", I rarely heard that name in Indonesia. Or should it become "Widjaja", the common name for the Chindo?

The lesson you can take from the story is your money is not a damn thing you can have forever. Meaning, you cannot proud of it. Money doesn't bring any happiness, your family does.

OK, 3 stars!

Book data

Title: Rich People Problems (Crazy Rich Asian #3)
Author: Kevin Kwan
Paperback, 384 pages
Published May 23rd 2017 by Doubleday Books

Kilas Buku: China Rich Girlfriend (Crazy Rich Asian #2)

|

Hey, it might be a little bit spoiler for you. But don't you have to worry, I won't spit the whole thing. I just sum the story up for my review here.

Previously in the CRA book, Rachel Chu and Nicholas Young had problems with Nick's family view about Rachel. It ended with Rachel's secret discovered to public. It's Eleanor Young, mother of Nick, who's behind the revelation. Shocking to what's happening, Rachel and Nick were back to USA and continues their lives there. They live in peace then, well, at least until their wedding day was coming two years later.

Something also happened to Astrid Leong Teo, the closest cousin of Nick. Astrid and his husband, Michael, had serious problem. Michael who came from the middle class family, felt overlooked and unappreciated in the Leongs. Whatever he did to support his wife and son, he never got even such good attention. On the other hand, he always only be an IT support technician in that tycoon family, not as 'the Goddess' husband. One day a big company bought Michael's start-up business overpricely. It resulted in a new Michael, not only as a new rich businessman, but also as a new father and husband. Soon he lost his old persona as the lovely husband.

Some new characters are put in the story now. You'll meet the Baos (Rachel's family in China), the Bings (the third richest family in China), Corinna Ko-Tung (a well-known social consultant), and of course we'll take a closer view on Kitty Pong (she is now Mrs.Bernard Tai), and Charlie Wu (Astrid's ex fiance).

Still, Astrid is my most favorite character. I love the way she takes care of her family. She tries hard to calm both Michael and the Leongs. And the most important is she doesn't like to brag about everything she knows and has. Next, Corinna Ko-Tung will be added on the list. She is good at fixing people and relationship. She is the right person you need to have when you want to be exist in a social group.

CRG is still engaging as the CRA. I spent only two days to read it. Yeah, sometimes I did skimming due to boring story of the rich. I couldn't stand with the estates, fancy couture and bags, and of course treasures exhibition they have. Partly it's because I'm not a rich and so envy with them. Partly it's because I even cannot imagine how rich these people. Do they really exist? Oh they do. I just don't know and (hopefully) don't care with what they have.

Well, I gave 3 stars for this book as the result. It's interesting book for those who are interested in Asian (especially Singaporean) social and culture story. It's really nice to know all about the rich you know hehe.

Book

Title: China Rich Girlfriend (Crazy Rich Asian #2)
Author: Kevin Kwan
Hardcover, 378 pages
Published June 16th 2015 by Knopf Doubleday

Kilas Buku: Big Little Lies

|


Pirriwee Public School mungkin sebenarnya adalah sekolah biasa saja. Anak-anak yang bersekolah di sana pun dari kalangan yang beragam. Namun seperti biasa, para ibu punya kubu sendiri untuk bersosialisasi. Seorang ibu muda bernama Jane Chapman, yang juga berperan sebagai orang tua tunggal, merupakan orang baru di kota kecil itu. Ia menyekolahkan anak sematawayangnya, Ziggy, di Pirriwee. Pada hari orientasi, ia sudah berteman dengan Madeline Mackenzie, seorang ibu yang selalu bersemangat, dan Celeste White, seorang ibu yang cantik dan kaya namun selalu gelisah.

Jane, Madeline, dan Celeste kemudian membentuk kelompok sendiri (sebenarnya Madeline yang memutuskan jika mereka harus membentuk kelompok baru), terutama sejak konflik antara Jane dan Renata, seorang wanita karir yang juga ibu-ibu penunggu TK. Konflik itu disebabkan oleh tertuduhnya Ziggy sebagai pelaku bullying terhadap Amabell (puteri Renata). Hal ini tidak terungkap dengan jelas, Ziggy tetap tidak mengaku kalau dirinya salah, dan Amabell tetap saja menuduh Ziggy sebagai pelakunya. Sehingga mudah ditebak jika konflik ini berkepanjangan dan berpengaruh kepada hal lain yang tidak ada hubungannya dengan sekolah. Ditambah (yah kau tahu sendiri bagaimana sikap ibu-ibu penunggu TK) gosip yang mudah menyebar dengan cepat dan belum tentu benar adanya.

Sementara itu Jane dan Celeste punya rahasia mereka sendiri. Tidak ada yang tahu bagaimana mereka mampu menyimpan rahasia dengan rapi, sementara sebenarnya mereka sendiri sudah sangat gatal untuk mengatakan yang sebenarnya. Suatu ketika ada pesta kecil untuk seluruh orang tua murid Pirriwee Public School. Hampir semua orang tua memenuhi undangan termasuk Jane, Celeste, dan Madeline. Namun ketika ada sisi bahagia yang muncul, ada juga hal yang mengejutkan sampai-sampai menyebabkan pertengkaran dan kematian seseorang. Anehnya tidak ada seorangpun yang mengaku tahu perihal kematian itu.

BOSAN atau ....

Awalnya saya bersemangat membaca cerita ini (karena kau tahulah, sinopsis dan reviewnya menarik). Sayangnya hal itu tidak diamini oleh bab pertama novel ini. Saya sempat ketiduran karena merasa bosan. Untunglah saya paksakan sampai ke bab berikutnya dan menemukan cerita semakin menunjukkan kekuatannya.

Misteri, Thriller, atau, ....

Liane Moriarty, si pengarang, sangat pintar meramu cerita sehingga membuat novelnya ini terasa seperti cerita thriller-misteri ala detektif. Padahal sesungguhnya cerita ini hanyalah seputar masalah keluarga (KDRT, broken home, etc) dan persahabatan. Saya pikir rahasianya ada pada alurnya yang maju mundur dan cerdiknya pengarang mengemukakan gosip dan komentar saksi mata di awal dan di sela-sela cerita. Hingga bab akhir, para pembaca tidak akan mengetahui siapa yang menjadi korban, siapa yang menjadi pelaku, atau apa sebenarnya yang terjadi di TKP. Yang pembaca ketahui adalah awal dan asal muasal cerita, juga gosip dari ibu-ibu penunggu TK, dan tentunya kapasitas mereka (yang lemah) sebagai saksi mata.

 4 bintang!

Entah kenapa dari mulai bosan pada awalnya, kemudian berakhir puas. Mungkin ini karena gaya bercerita dari Liane Moriarty yang cukup unik bagi saya dan tentu saja penuh kejutan. Tidak heran jika review di Goodreads mencapai 4.2 dari maksimal 5 bintang, dengan pembaca hampir 385 ribu orang.

So, saya rasa saya bisa dengan yakin untuk merekomendasikan novel ini kepada mereka yang menyukai kisah drama keluarga dan misteri/thriller sekaligus.

Data buku

Judul: Dusta-Dusta Kecil
Judul asli: Big Little Lies
Pengarang: Liane Moriarty
Tebal: 512 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 28 November 2016 (Terbit pertama kali 25 Desember 2014)

Kilas Buku: Kaya Tujuh Turunan (Crazy Rich Asians #1)

|

Keluarga jet-set se-Asia terekspos! Memang sih ini cuma lewat karangan. Tapi tetap saja bikin saya nganga bacanya. Ceritanya tentang Nicholas Young yang mengajak pacarnya, Rachel Chu, berlibur ke kampung halamannya di Singapura. Tipikal orang Amerika (keturunan ras apapun, pokoknya yang sudah lama di Amerika, seringkali menganggap seluruh Asia masih tradisional dan alami), Rachel menganggap ia akan pergi ke suatu pulau yang eksotis dan menghabiskan waktu dengan santai khas orang-orang kampung Asia. Yah, Singapura memang pulau di kawasan Asia Tenggara yang tropis. Namun Singapura sudah menjelma menjadi kota sekaligus negara yang modern.

Sayangnya, Rachel akan mendapat banyak kejutan. Karena Nick tidak sesederhana yang ia bayangkan. Keluarga besar Nick adalah salah satu keluarga terkaya di Asia. Kekayaannya bukan suatu hal yang baru, melainkan sudah turun temurun.

Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, karena Nick berasal dari keluarga besar, maka konfliknya tidak hanya seputar Nick dan Rachel, namun juga seputar beberapa kerabat, bahkan dari lintas keluarga. Awalnya saya agak jiper baca cerita seputar orang kaya, betapa mudahnya mereka mengeluarkan uang untuk hal-hal tertier. Lama-lama, syukurlah saya terbiasa dengan silaunya harta dan cerita mereka.

Konflik yang dipamerkan lebih rumit, dan sebenarnya biasa ditemukan dalam kehidupan hari-hari. Mulai dari antar ibu mertua dan menantu, kelompok orang kaya baru dan orang kaya lama, juga kelompok Cina Daratan dan Cina Perantauan. Yang jelas bagi saya, semua itu berawal dari perasaan superior yang berlebihan, menganggap diri sendiri lebih unggul dari yang lain. Atau karena perbedaan kebudayaan, dan kebiasaan, dapat membuat orang berselisih. Pikiran terbuka dan mudah menghargai orang lain akan menjadi solusi yang efektif.

Buku ini cukup menarik bagi berbagai kalangan. Bagi orang yang tidak terbiasa dengan kekayaan seperti saya, melihat pameran harta dan kebiasaan orang-orang jet set sangatlah menakjubkan. Bagi orang non-Asia Tenggara, akan mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang budaya dan bahasa Singlish. Sesekali pengarang juga menuliskan istilah dalam bahasa Mandarin, Hokian, dan Kanton.

Jujur saja, di tengah cerita, saya mendapatkan diri saya bosan. Pasalnya, saya sudah mendapat inti konflik, namun ceritanya masih saja berputar soal lain, yang sepertinya tidak terlalu penting. Yang saya butuhkan saat itu adalah sampai pada penyelesaian konflik dengan cepat.

Syukurlah ada beberapa karakter yang menjadi favorit saya: Astrid Leong dan Oliver T'sien. Astrid terkenal sebagai karakter yang anggun (seperti orang kaya seharusnya) namun tidak pernah menyombongkan kekayaannya dengan sengaja. Sementara Oliver, adalah cowok luwes yang mudah bergaul dengan banyak orang. Ia cukup dekat dengan Astrid.

Sayangnya, meski diterjemahkan dengan sangat baik dalam bahasa Indonesia, eksekusi penulisan sepertinya kurang diperhatikan. Banyak sekali tulisan yang disajikan tanpa spasi, atau malah saltik.

Pada akhirnya bintang 3 untuk Kaya Tujuh Turunan. Cannot wait to read the next book.

Data buku

Judul: Kaya Tujuh Turunan (Crazy Rich Asian #1)
Judul asli: Crazy Rich Asian
Pengarang: Kevin Kwan
Alihbahasa: Cindy Kristanto
Tebal: 480 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2016 (edisi bahasa Indonesia)

Kilas Buku: Boy Toy

|

Baru-baru ini saya mendengar tentang kisah cinta seorang Emanuel Macron, salah satu kandidat presiden Perancis. Ia menikahi cinta sejatinya, gurunya sewaktu sekolah, yakni seorang wanita yang umurnya jauh berbeda. Pas sekali ketika isu itu masih hangat di pikiran, saya membaca novel "Boy Toy" yang tema utamanya adalah cinta beda usia.

Lea Oetari, seorang dosen di bidang Biologi berumur 32 tahun, sangat tidak suka hal-hal yang berbau ABG. Mengingat kini ia seorang yang sudah dewasa, ditambah pekerjaannya yang membutuhkan pencitraan baik, membuatnya alergi dengan sesuatu yang bernama boyband. Ia lebih suka dengan musik rock atau apapun yang bukan boyband. Sayangnya, takdir Lea berkata lain. Di suatu waktu di dalam hidupnya, ia harus berhubungan dengan cowok anggota boyband.

Taran Aditya adalah seorang anggota Pentagon, boyband terkenal di Indonesia. Ia tidak sedang berpacaran dengan perempuan manapun sampai ia bertemu Lea, perempuan yang berpenampilan dewasa. Taran tidak keberatan dengan usia Lea yang sepertinya lebih tua darinya. Yang ia tahu adalah ia sudah jatuh cinta dengan Lea tepat pada pertemuan perdana.

Tema utama novel ini sebenarnya sudah biasa ya. Namun sejak awal membaca "Boy Toy" saya tidak bisa berhenti hingga setengah buku. Rasanya tidak sabar ingin mengetahui kelanjutan hubungan antara Lea dan Taran. Mungkin yang jadi bikin penasaran adalah tokoh Lea yang memegang gelar Ph.D. Apalagi yang namanya bekerja sebagai dosen (akademisi) adalah sesuatu yang dipandang terhormat. Nah, sisi lain Lea inilah yang dikulik oleh pengarang.

Sayangnya ketertarikan saya mulai berkurang pada bagian akhir cerita. Bukan tidak bagus sih. Lebih tepatnya tidak semenarik bagian awal di mana Lea harap-harap cemas ketika mulai berkenalan dengan Taran. Dan saya bersyukur mendapati bagian menarik itu ada di awal, untuk menarik perhatian pembaca.

Saya senang tema lain juga disinggung dalam buku ini seperti sikap ibu Taran yang selalu dingin terhadap pasangan anaknya. Entah setiap ibu selalu begitu terhadap anak laki-lakinya, saya tidak tahu. Mengenai tidak terlalu detailnya soal aktivitas  Lea di bidang akademisi, mungkin memang lebih tepat begitu. Karena fokus masalahnya adalah boyband dan percintaan beda usia tadi.

Tiga bintang untuk buku ini. Dan saya rekomendasikan untuk pembaca yang memang menyukai novel berkategori romance dan metropop.

Data buku

Judul: Boy Toy
Pengarang: AliaZalea
Tebal: paperback, 384 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 25 April 2017

Kilas Buku: The Marriage Season

|


Bex Stuart adalah perempuan berumur 30 tahun yang sukses. Ia seorang atlit yang membuka usaha di bidang klub kebugaran. Sayangnya, ia belum menikah, seperti kedua sahabatnya, Melody & Hadleigh. Bex pernah punya kekasih, William. Cowok tentara itu adalah kakak dari Hadleigh. Menyedihkan ketika ia harus meninggal dalam perang di Afghanistan dan meninggalkan keluarga dan juga Bex untuk selamanya.

Hadleigh dan Melody berpendapat Bex tidak harus selamanya melajang. Maka, mereka menjodohkan cewek atletis itu dengan Tate Calder, Duda keren beranak dua. Baik Bex maupun Tate tidak menolak atau setuju dengan perjodohan itu. Mereka menjalaninya dengan santai. Yang menjadi masalah adalah apakah mereka siap untuk move on, karena ternyata Tate juga takut menghadapi komitmen untuk hubungan baru. Ia pernah mengalami kekecewaan yang dalam terhadap mendiang istrinya dulu pada pernikahannya.

Tate, meskipun juga sukses dan banyak uang, bukanlah tipe lelaki pecandu kerja. Ia adalah tipe family man yang senang di rumah untuk mengurus anak-anaknya.
Yang Tate inginkan hanyalah tinggal di sepetak tanah yang tenang dengan pemandangan pengunungan Teton yang luar biasa dan membesarkan kuda-kuda serta anak-anaknya. (h. 90)
Lalu bagaimanakan hubungan Tate dan Bex berlanjut?

Datar-Membosankan

Pada awalnya, cerita mengalir lancar dengan premis-premis yang menarik. Ada Bex yang hampir jadi perawan tua, lalu Tate dengan status duda-nya. Masalah ditambahkan dengan masalah perceraian kakak Bex dengan kakak iparnya yang pelik. Lalu Tate dengan ayahnya yang senang ikut campur urusan bisnisnya.

Lama-lama, tidak ada lagi persoalan yang menantang antara si lajang dan si duda. Tate dan Bex cenderung anteng. Hubungan mereka bahkan sangat aman dan mendapat persetujuan seisi kota. Ah, intinya, cerita jadi datar dan cenderung membosankan. :(

Tapi yah, cerita yang lumayan lah. Tidak ada bahasa yang vulgar dalam menggambarkan kegiatan hubungan intim. Cara penyampaian cerita secara keseluruhan pun apik dan tertata.

Informasi buku

Judul: The Marriage Season
Pengarang: Linda Lael Miller
Alih bahasa: Ine Milasari Hidajat
Tebal: paperback, 410 halaman
Penerbit: Elex Media Komputindo, 2017 (pertama kali terbit 2015)


Kilas Buku: The Knockoff

|



Imogen Tate adalah seorang kepala redaksi sebuah majalan fashion Glossy yang baru saja selesai cuti sakit. Kini ia kembali kepada majalah yang harus ia urus. Dengan harapan yang sudah terbayang di pikirannya, ia melangkah masuk ke dalam kantor. Sayangnya segala sesuatu tidak lagi seperti yang biasa. Kantornya berubah, staffnya berganti rupa, juga ada seseorang yang menempati ruangan kepala redaksi di kantornya.

Eve Morton dulu adalah seorang asisten untuk Imogen Tate, yang cekatan dan sangat membantu. Ia sangat disenangi oleh Imgen karena supel dan mampu menjalin keakraban dengan sopan. Sayangnya Eve sekarang tidaklah sama dengan yang dulu. Sejak lulus sebagai MBA dari Harvard dan memegang jabatan sebagai direktur editrorial untuk Glossy digital. Ia membawa misi baru untuk meniadakan majalah dan menjadikannya sebuah aplikasi. Eve memiliki suara yang penuh kuasa dan kejam. Ia senang menyuruh-nyuruh mantan bosnya bahkan dengan permintaan yang tidak masuk akal.

Imogen tidak hanya kaget, ia juga merasa seperti gegar otak. Majalahnya akan dihilangkan dan diganti sebagai aplikasi digital. Secara otomatis ia kehilangan sebagian besar tugasnya dan membiarkan Eve mengambil alih. Parahnya ia merasa pening karena tidak bisa mengikuti dunia teknologi dengan tepat alias gaptek. Syukurlah ia masih punya keanggunan dan kemampuan untuk bersosialisasi dengan baik dan juga tatapan membidik bisnis dengan jeli. Namun, apakah ia mampu bertahan dengan situasi ini.

Technology VS Real Life

Imogen adalah sosok wanita empat puluhan, dan Eve adalah wanita dua puluhan. Menurut pandangan Eve, Imogen adalah sebangsa dinosaurus. makhluk yang seharusnya sudah punah karena gaptek.
"Karena kau dinosaurus di kantor kami." Sudut Eve melekuk ke atas membentuk senyum kejam. (h. 365)
Sementara Eve sendiri adalah generasi yang mengenal kemajuan teknologi di jamannya. Mungkin saja sebenarnya Eve mengidap gagap teknologi seperti Imogen, hanya saja memiliki ciri yang berbeda. Cewek itu terlalu "sosmed-freak". Apa-apa selalu merasa harus-kudu-butuh update status.

Saya jadi ingin membagi orang berdasarkan hubungan mereka dengan teknologi:

  1. Orang yang terjun ke teknologi karena dia memang ahli di bidang itu.
  2. Orang yang terjun ke teknologi karena dia pelaku ecommerce 
  3. Orang yang terjun ke teknologi karena menganggap teknologi itu keren
  4. Orang yang TIDAK mau terjun ke teknologi karena gaptek dan merasa privasi itu sangat penting
Ini saya buat berdasarkan halaman 351 dalam novel. Dan silakan tambahkan sendiri tipe lain menurut kalian.

Imogen tidak habis pikir dengan tingkah laku anak zaman sekarang yang senang "bernarsis" ria. Bukan hanya media sosial yang dapat mendongkrak kepopuleranmu, tapi juga bocornya email dan surat pembaca. Ya, uneg-uneg surat pembaca bahkan bisa menjadi daftar dalam Riwayat Hidup dan juga promosi gratis untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Sok Asyik & Sok Bossy VS The real reputation 

Eve menjelma menjadi orang yang sok asyik, dan sok bossy. Dengan orang baru ia akan berpura-pura ramah dan menjadikannya teman akrab lama. Dengan bawahannya, ia akan sok bossy dengan menganggap ia tahu segalanya.

Sementara Imogen selalu berbakat dalam diplomasi dengan orang lain. Ia juga bisa berubah karakter, namun dengan yang lebih anggun. Ia lebih senang memahami orang lain daripada asal memerintah.

Jleb-jleb-jleb

Jujur, buku ini banyak jleb-nya. hehe. Saya merasa jleb dengan pembahasan mengenai cara penulisan artikel yang baik. Novel ini menyindir artikel-artikel instan di laman internet yang seringkali menggunakan bahasa gaul dan alay. Berbeda jauh dengan penulisan artikel pada majalah yang tertata rapi. Hal ini mengingatkan saya ketika ujian menulis dan saya mendapat nilai paling rendah karena gaya penulisan saya yang sok-cute (gara-gara kebanyakan baca dan ngeblog alay). Saya diceramahi habis-habisan tentang cara menulis yang rapi dan sesuai diksi dan tata bahasa. :(

Saya juga merasa pernah mengalami karakter seperti Eve dan Imogen (yah kebanyakan mirip Eve sih). Saya sering merasa egois dan tidak mau tahu. Saya juga merasa paling tinggi sendiri daripada orang lain. Saya kadang merasa ingin menjatuhkan orang lain karena saya butuh perhatian hanya terpusat pada saya. Well, kok saya gitu sih. Jelek ah. Yah novel ini persis seperti korektor yang memaksa anda untuk intropeksi diri. Intinya sih, harus tepat dan seimbang. Tepat dan seimbang dalam memahami orang lain, dan melakukan tindakan. Juga tepat dan seimbang antara kehidupanmu di dunia maya dan dunia nyata.

Ingat, Tidak semua harus kau bagi ke seluruh dunia. Kadang kau malah butuh privacy.

Kesan

4 bintang dari saya. Dan silakan selami dunia fashion yang kini juga ikut arus teknologi terbaru. Memang sih, banyak orang yang kurang suka dengan novel ini dan memberinya bintang satu atau dua. Tapi buat saya yang kala itu jenuh sama cerita cinta picisan, novel ini terasa pas dan menghibur. Saya bahkan larut dalam dunia fashion dan jatuh cinta dengan Imogen Tate! :)

Informasi buku

Judul: Barang KW
Judul asli: The Knockoff
Pengarang: Lucy Sykes dan Jo Piazza
Penerjemah: Shandy Tan
Tebal: Paperback, 504 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 13 February 2017

Kilas Buku: Sabtu Bersama Bapak

|

Judul: Sabtu Bersama Bapak
Pengarang: Adhitya Mulya
Genre: Romance, Family
Penerbit: GagasMedia, Juni 2014
Tebal: 278 halaman

Ringkasan Cerita:
“Hai, Satya! Hai, Cakra!” Sang Bapak melambaikan tangan.
“Ini Bapak. Iya, benar kok, ini Bapak.
Bapak cuma pindah ke tempat lain. Gak sakit. Alhamdulillah, berkat doa Satya dan Cakra.
…
Mungkin Bapak tidak dapat duduk dan bermain di samping kalian.
Tapi, Bapak tetap ingin kalian tumbuh dengan Bapak di samping kalian.
Ingin tetap dapat bercerita kepada kalian.
Ingin tetap dapat mengajarkan kalian.
Bapak sudah siapkan.

Ketika punya pertanyaan, kalian tidak pernah perlu bingung ke mana harus mencari jawaban.
I don’t let death take these, away from us.
I don’t give death, a chance.

Bapak ada di sini. Di samping kalian.
Bapak sayang kalian.”

Ini adalah sebuah cerita. Tentang seorang pemuda yang belajar mencari cinta. Tentang seorang pria yang belajar menjadi bapak dan suami yang baik. Tentang seorang ibu yang membesarkan mereka dengan penuh kasih. Dan…, tentang seorang bapak yang meninggalkan pesan dan berjanji selalu ada bersama mereka. (goodreads)


Sekilas, cerita ini mengingatkan saya pada film India 'Kuch Kuch Hota Hai' yang mengisahkan seorang anak perempuan bernama Anjali yang selalu mendapat surat dari ibunya yang telah meninggal pada hari ulang tahunnya. Dalam surat itu, Anjali mendapat banyak cerita tentang diri ibunya sendiri ketika masih hidup, juga kisah ayahnya dan sahabat ayahnya yang juga bernama Anjali. Bukan hanya cerita, Anjali kecil pun banyak mendapat wejangan sekaligus amanat dari ibunya untuk menyatukan kembali cinta sang ayah dan Anjali senior.

Tentu saja artikel ini tidak akan membahas film India yang beredar tahun 1997 tsb. Karena ada satu buku berjudul 'Sabtu Bersama Bapak' yang harus saya ulas. Lantas mengapa saya malah membahas 'Kuch Kuch Hota Hai' di awal? Karena seperti yang sudah saya katakan pada kalimat pertama, sekilas gaya penyampaian cerita dalam buku ini mirip dengan film India tadi. Bedanya, pada 'Kuch Kuch Hota Hai' ibu Anjali menggunakan surat sebagai media, sementara bapak Satya dan Cakra menggunakan alat yang lebih canggih; handycam! :D

Selebihnya sama? Ya jelas tidaklah. Konsep cerita berbeda. Jika pada film India yang dibintangi Shah Rukh Khan itu lebih menekankan kepada penyatuan kembali dua sejoli yang telah lama berpisah, 'Sabtu Bersama Bapak' lebih kepada bagaimana konsep seorang ayah yang ingin bersama anak-anaknya dan mendidik mereka setelah ia tiada. Berat gak tuh?

Yap, berat di konsep namun ringan di diksi. Sejujurnya ini adalah buku Adhitya Mulya pertama yang saya baca. Namun saya menemukan banyak kesamaan dengan novel 'Test Pack' karya Ninit Yunita yang sudah lebih dulu terbit. Mungkin hubungan mereka yang suami istri mempengaruhi gaya penulisan mereka ya, sehingga cenderung mirip. Saya tulis seperti ini bukan ingin memberi kesan negatif. Justru saya menyukai gaya mereka yang ringan dan renyah meski konsep yang ditawarkan dalam karya-karyanya bukanlah hal yang sepele.

Kilas Buku: Pretty Prita

|
Judul: Pretty Prita
Pengarang: Andrei Aksana
Genres: Romance, Chick Lit
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2005
Paperback, 264 halaman

Semua orang mengira Gaby bahagia jadi kekasih Farrel. Cowok keren dan sukses. Padahal bagaimana kelakuan Farrel di balik fisiknya yang menawan itu? Cowok egois! Selalu mengeluh setiap kali menemani Gaby melakukan Semua orang mengira Gaby bahagia jadi kekasih Farrel. Cowok keren dan sukses. Padahal bagaimana kelakuan Farrel di balik fisiknya yang menawan itu? Cowok egois! Selalu mengeluh setiap kali menemani Gaby melakukan urusan perempuan. Ke salon. Shopping. Nonton film drama. Farrel benar-benar tidak peduli dengan dunia Gaby.

Sampai malam itu Farrel melupakan ulang tahun Gaby. Sendirian Gaby meniup lilin black forest cake-nya dengan air mata menetes, membisikkan birthday wish-nya:

Tuhan, satu kali dalam hidupnya, jadikan Farrel perempuan. Agar ia tahu bagaimana memahami perasaan perempuan.

Hingga keesokan paginya Farrel terbangun, dan tiba-tiba saja seluruh dunia memanggilnya Prit...

Cowok yang cuma tahu mesin mobil itu kini harus berurusan dengan girl's things! Mini skirt kependekan. Stocking robek. Makeup luntur. Kaki bengkak karena high heels. Sampai soal menyerahkan virginity... 

Puncaknya, seorang eksekutif muda melamarnya... Akankah Prita kembali menjadi Farrel? Menjadi gentleman yang lebih mengerti perempuan ? Ataukah ia malah ketagihan dan menikmati peran barunya sebagai Pretty Prita, si cantik yang digila-gilai para cowok? (goodreads)

OK, buku ini fun dan ringan. Tapi jujur saya sebel sama kedua tokoh utamanya, baik dengan Gaby ataupun Farrel.

Kilas Buku: Bookends

|
Judul: Bookends
Pengarang: Jane Green
Penerjemah: Utti Setiawati
Genre: Chick Lit, Romance
Paperback, 504 halaman
Gramedia Pustaka Utama, 2008 (pertama kali terbit Januari 2000)

Bookends merupakan mimpi yang menjadi kenyataan bagi Cath. Bersama Lucy, istri sahabatnya dekatnya Josh, mereka mendirikan kafe sekaligus toko buku itu. Cath, Wanita berusia awal tiga puluh yang single, merasa tidak memerlukan kehadiran pria dalam hidupnya. Buat apa? Cath memiliki Lucy dan Josh, Bookends, dan juga Si---pria yang seandainya Cath bisa mengubah orientasi seksualnya, Cath akan dengan senang hati menjadi kekasihnya.

Tetapi Bookends seakan jadi titik tolak dari berbagai guncangan dalam kehidupan Cath dan teman-temannya. Dimulai dari kemunculan kembali teman kuliah mereka yang sempat membuat persahabatan mereka retak, Portia, di pesta pembukaan Bookends. (goodreads)
***
Tempo cerita lambat. It's a real slow-paced. Saya hampir mati kebosanan pada awal-awal cerita. Namun akhirnya Lucy menyelamatkan saya. Ya, tokoh Lucy yang riang dan selalu berpikir positif itu benar-benar menyelamatkan saya. Saya jadi penasaran dengan hubungan Lucy dan Josh setelah kehadiran Portia kembali. Saya juga penasaran dengan kelanjutan hubungan Cath dan James. Tentunya yang terakhir perlu saya perhatikan. Pertama karena cath adalah narator dalam cerita, dan kedua karena Cath diceritakan sebagai perempuan yang agak susah bergaul dengan laki-laki selain Si. Plus, Cath masih belum bisa move on dari Portia. Saya sendiri heran, kenapa ia bisa masih terpesona dengan Portia, padahal justru ia yang cari perhatian dan membuat persahabatan mereka sempat retak.

Kilas Buku: Perahu Kertas

|
Perahu Kertas
Penulis: Dewi Lestari
Tebal: 456 halaman
Penerbit: Bentang Pustaka & Trudee
Terbit: 2009
Rating: 4/5

Kugy, sosok mungil yang ceria dan tidak bisa diam. Ia sosok yang dalam otaknya dipenuhi khayalan-khayalan yang ajaib dan menyenangkan. Ia menganggap dirinya sebagai agen Neptunus karena lahir dengan zodiak Aquarius. Dan setiap kali ada kesempatan ia selalu melapor kepada Kapten Neptunus dengan menuliskan surat kepadanya dan melipat suratnya itu menjadi sebuah perahu kertas yang dialirkan pada jalur-jalur air yang mengalir.

Sementara Keenan adalah sosok yang pendiam dan cerdas. Meski pendiam, ia memiliki sifat imajinatif yang tidak berbatas. Jiwa seninya membuncah dan meledak-ledak dan ditumpahkan pada lukisan. Tangannya seperti tongkat ajaib yang membuat segala pikiran menjelma menjadi gambar yang hidup dan artistik.

Kugy dan Keenan ditakdirkan bertemu dan juga berpisah untuk bertemu kembali. Dan disinilah mereka harus menghadapi segala rintangan yang menghalangi mereka untuk bersatu lagi.

Custom Post Signature