Top Social

Showing posts with label manga. Show all posts
Showing posts with label manga. Show all posts

Kilas Buku: Born to Cook Vol 4

|


Orang tua memang tidak bisa memaksakan kehendak kepada anaknya. Takdir manusia berbeda meski mereka satu keluarga. Orang dewasa hanya bisa mengarahkan anaknya, selebihnya serahkan keputusan kepada mereka.

Itulah pesan yang ingin disampaikan penulis lewat karakter Youta dan Yoichi. Kini, Youta sudah akan lulus SMP dan ingin sekali masuk ke SMA Ajiou meskipun si "pemantau" menjadi kepala sekolahnya. Diam-diam, Youta mengeksplor SMA Ajiou supaya mendapat gambaran sebelum melanjutkan pendidikan di sekolah itu.

Awalnya Youta menganggap SMA Ajiou biasa saja, ternyata ada tugas praktek yang "memaksa" siswanya untuk belajar mandiri sebagai koki atau pemilik restoran. Pelajaran moral kali ini kita akan dapatkan melalui karakter Andou, si jenius yang sangat serius dan ambisius. Andou memang pintar mengolah masakan dengan bahan bagus. Sayangnya sebagai anak pemilik retoran terkenal sepertinya ia belum mengerti konsep promosi dengan baik. Silakan teman-teman baca sendiri untuk kelanjutan cerita Andou dan produknya ini.

Lanjut lagi ke Youta. Kira-kira bagaimana ya? Apakah Youta akan tetap teguh pada niatnya untuk melanjutkan pendidikan ke SMA Ajiou?

Sama seperti BTC vol 3, saya senang dengan Vol 4 ini, karena ceritanya semakin menarik dan menyenangkan. :)

4 bintang.

Data Buku

Judul: Born to Cook
Pengarang: Daisuke Terasawa
Tebal: 228 halaman
Penerbit: M&C, 2009

Kilas Buku: Born to Cook Vol 3

|

Born to Cook vol 3 punya beberapa episode yang mengejutkan, salah duanya adalah pengungkapan rahasia "kematian" Direktur lawas Ajiou, dan siapa sebenarnya Direktur baru Ajiou. Daripada dua komik sebelumnya, saya lebih menyukai vol 3 ini. Karena alurnya lebih mengalir bebas sebagaimana harusnya cerita.

Kalau dua seri pertama itu kan segala sesuatu "dihubungkan" dengan kompetisi. Sepertinya si penulis memang senang ya memaksa para tokohnya untuk bertanding ehehe.

Belakangan ini saya baru menyadari kalau si penulis punya banyak titipan pesan buat pembaca, selain teknik dan wawasan masakan tentunya. Dalam komik sering digambarkan bahwa yang namanya koki sejati pantang untuk menggunakan bumbu instan, apalagi penyedap rasa kimiawi (yang tentu saja banyak merek ternama dari Jepang ya) heheh. Penelitian dan pengolahan rasa akan menjadi pengalaman yang sangat dihargai. Yang namanya koki yang baik itu harus memasak dengan bahan berkualitas (organik) dan sekali lagi no-vetsin. Kalau mau jadi koki ternama dengan serius, buang jauh-jauh pikiranmu untuk pake penyedap rasa. Lha emangnya kita kalo masak pake micin sebungkus 😆.

Tapi satu hal, penulis juga ingin menyampaikan bahwa boleh-boleh saja menggunakan bahan-bahan supermarket (yang instan dan penuh dengan bahan pengawet) dan juga penyedap rasa kimia, asal digunakan dengan batas minimum yang wajar. Hal ini terdapat pada halaman 219 ketika calon Ajiou baru bertanding dengan juara bertahan GP Ajiou. Nah untuk lebih jelasnya silakan baca sendiri ya. :D

Lagi-lagi, BTC memang bacaan selingan yang seru dan tidak membosankan. 4 bintang kali ini. :)

Data buku:

Judul: Born to Cook
Pengarang: Daisuke Terasawa
Tebal: 228 halaman
Penerbit: M&C, 2009

Kilas Buku: Born to Cook Vol 2

|

Yoichi Ajiyoshi memang telah kembali. Youta pun semakin menempel pada Ayahnya itu untuk belajar memasak. Remaja itu memang sangat senang dengan memasak. Lagipula buah memang tidak pernah jatuh dari pohonnya. Namun kali ini masalah bertambah banyak. World Ramen terancam bangkrut karena Sano san pindah ke Asosiasi Ajiou. Ada juga pertarungan antara Direktur Departemen Masakan Italia di Asosiasi Ajiou dengan Yoichi. Yang terakhir ini seru sekali karena Yoichi sendiri yang adu masak hehe.

Seperti vol pertama, komiknya memang terdiri atas bab-bab yang berisi pertandingan masak. Yang menjadi perhatian saya, semua tokoh utamanya (yang jago masak ini) laki-laki dan berambut hitam jigrik kayak dragon ball hehehehe.

Satu lagi yang menarik perhatian saya dari vol kedua ini: Youta lebih memilih belajar masak di Asosiasi Ajiou, mengabaikan larangan ayahnya sendiri. Kenapa ya? Padahal di rumahnya ia juga belajar masak dari ayahnya lho. :D Tapi bagusnya Youta jadi punya banyak teman baru dan unik.

Komik ini lagi-lagi memang lumayan untuk bacaan selingan. Jenis bacaan yang cepat dan ringan. Nilai plusnya adalah para pembaca dapat tahu teknik-teknik masakan lewat gambar-gambar manga. Menyenangkan ya. :)

Tiga bintang.

Data buku:

Judul: Born to Cook
Pengarang: Daisuke Terasawa
Tebal: 223 halaman
Penerbit: M&C, 2009

Kilas Buku: Born to Cook Vol 1

|

Youta Ajiyoshi adalah remaja berusia 14 tahun. Ia adalah anak dari Yoichi Ajiyoshi. Youta tinggal di kedai (dengan menu makanan set) keluarga bersama Ibu dan Neneknya. Karena Ayahnya, Yoichi, yang juga Master Ajikko pergi meninggalkan rumah tanpa alasan jelas.

Kedai tempat keluarga Ajiyoshi tinggal sangatlah ramai dengan pengunjung. Hal ini sangat kontras dengan lingkungan sekitarnya (yang juga banyak toko) yang sepi. Suatu ketika pemilik Ramen World datang ke kedai untuk membeli kepemilikannya. Ia akan menggusur kedai Ajiyoshi dan menjadikannya lahan bagi Ramen World. Namun keluarga itu menolak, ditambah si kecil Youta menantang akan membuat ramen terlezat sedunia bagi pemilik Ramen World agar tempat tinggalnya tidak digusur.

Keputusan ini mengagetkan Ibu dan Neneknya. Lantas apakah remaja itu berhasil?

Wah, satu lagi bacaan selingan yang lumayan buat saya. Ceritanya tentu saja sesuai judulnya, tentang dunia masak, beserta teknik, dan kompetisinya. Saya melihat komik ini tidak ubahnya seperti komik silat atau kung fu yang sebentar-sebentar menyajikan pertarungan bela diri. Kalau di BTC Vol 1 ini tentu saja bukan adu kung fu, tapi adu masak. Makanya dalam satu komik ini dibagi beberapa bab, sesuai dengan pertandingan yang dilakukan dengan para tokohnya.

Komik yang cukup seru dan dapat dibaca oleh kalangan dari berbagai usia.

Tiga bintang.

Data buku:

Judul: Born to Cook
Pengarang: Daisuke Terasawa
Tebal: 223 halaman
Penerbit: M&C 2008


Kilas Buku: Table for Two Vol 2

|

Setelah Wakaba tinggal bersama lagi dengan ibunya, tidak ada yang pernah sama lagi. Memang, Ibunya sudah jauh lebih tenang, dan Wakaba dapat kembali hidup bahagia dengannya. Namun bagaimana dengan Kazuomoto? Wakaba ada hati kepada lelaki dewasa itu, sehingga tidak sanggup melupakannya. Sayang usia mereka berdua terpaut sangat jauh. Lagipula ia tak tahu apakah Kazuomoto juga ingin menikahinya saat cewek itu dewasa nanti.

Seperti yang saya katakan pada ulasan volume pertama, komik ini bukan untuk anak-anak. Pada vol kedua ini, penulis mengedepankan isu percintaan antara Wakaba yang masih SMA dan Kazuomoto yang sudah berumur 30an. Kesamaan nasib membuat mereka saling jatuh cinta. Pernikahan dini juga sempat disinggung sedikit. Wah, yah kalau memang Wakaba mau menikah sebelum berusia 18 tahun mungkin pernikahan dini namanya hehe. :D

Buat saya komik ini cukup menarik lah ya. Tapi saya tidak terlalu menyukainya karena kisah romansanya kurang menyentuh. Saya malah lebih menyukai vol pertama dimana muncul ketegangan dan kesedihan ketika konflik antara orang tua dan anak disajikan.

Well, 2-3 bintang lah ya untuk komik ini. Lumayan buat bacaan selingan.

Data buku

Judul: Table for Two VOL 2
Judul asli: Futari no Table
Pengarang: Rumi Ichinohe
Penerjemah: Dian Indrinuswati
Editor: Anjar Dewanti
Tebal: paperback, 168 halaman
Penerbit: M&C, 2013 (pertama kali terbit 2012)

Kilas Buku: Table for Two Vol 1

|
source: ECC Bintaro Bukalapak

Wakaba adalah siswi kelas 6 SD yang ditinggal pergi begitu saja oleh ibunya. Dalam kebingungan ia diajak untuk tinggal bersama seorang lelaki dewasa bernama Kazuotomo yang masih saudara jauh. Awalnya Wakaba berontak, takut tinggal bersama orang asing. Namun entah kenapa ia bersikeras untuk selalu memasak setiap jadwal makan tiba, padahal ia masih kecil. Wakaba juga selalu marah dan tidak ramah kepada Kazuomoto, yang syukurlah selalu ditanggapi dengan lembut oleh lelaki itu.

Selama tinggal di rumah saudaranya itu, Wakaba selalu saja teringat akan ibunya. Yang paling ia kenang adalah saat-saat ibu memasak untuknya, kemudian makan bersama. Sayang, tidak hanya kenangan manis yang ia ingat, namun juga kenangan pahit. Hal itulah yang membuat Wakaba menjadi anak pemurung.

Ternyata, tidak hanya Wakaba yang mempunyai masa lalu pahit. Akankah Kazuomoto  akan memberitahu kisah sebenarnya?

Komik ini sebenarnya bukan komik untuk anak, walau menjadikan anak kelas 6 SD sebagai tokoh utamanya. Penulis membawa isu hubungan antar orang tua dan anak dalam ceritanya. Wakaba, si tokoh utama, menjadi pemurung karena alasan kuat. Ia mendapat perlakuan buruk setiap kali ingin membantu ibunya memasak. Karena itulah ia menjadi anak yang pemarah sekaligus penakut ketika berhadapan dengan Kazuotomo dan orang-orang dewasa lainnya. Ia takut dimarahi dan dipukul. Bagi Wakaba, orang dewasa punya sifat dan sikap yang sama.

Saya sendiri punya pengalaman yang kurang lebih sama dengan Wakaba. Berniat membantu orang tua, yang ada malah dimarahi. Berniat melakukan inovasi, yang ada malah dijatuhkan. Itulah yang menyebabkan banyak anak tumbuh dengan sifat tidak percaya diri dan mudah marah. Orang tua, tanpa mereka sadari, sudah membentuk anak mereka menjadi generasi rapuh seperti itu.

Kisah yang menarik untuk dibaca orang-orang dewasa yang masih suka baca komik. Dan saya rasa anak remaja bisa juga membacanya asal ada bimbingan dari orang yang lebih tua.

Tiga bintang.

Data buku

Judul: Table for Two
Judul asli: Futari no Table
Pengarang: Rumi Ichinohe
Penerjemah: Dian Indrinuswati
Editor: Anjar Dewanti
Tebal: paperback, 168 halaman
Penerbit: M&C, 2013 (pertama kali terbit 2012)

Custom Post Signature