Top Social

Showing posts with label Perjalanan. Show all posts
Showing posts with label Perjalanan. Show all posts

Kilas Buku: Best of Jeju

|

Akhir-akhir ini saya memutuskan untuk menjadikan Korea Selatan sebagai salah satu negara keren yang harus dikunjungi. Padahal saya bukan orang yang hobi travelling (karena memang ga punya duit hehe). Mungkin ini pengaruh juga ya dari tayangan layar kaca produksi negeri ginseng itu. Meski saya bukan Korea freak, namun beberapa promosi tentang Korea (termasuk drakor dan reality show) berhasil membuat saya terpesona.

Buku ini merupakan panduan untuk daerah Korea untuk wilayah bagian selatan. Wilayah selatan memiliki pesona Korea yang sangat menarik untuk dinikmati. Jika wilayah utara punya kota-kota modern seperti Seoul, maka wilayah selatan memiliki Pulau Jeju untuk dijelajahi.

Wilayah selatan memiliki beberapa provinsi seperti Gyeongsang, Jeolla, dan Pulau Jeju. Gyeongsang adalah sebuah ibu kota pada masa dinasti Silla. Kini ia memiliki kota-kota utama seperti Busan dan Daegu. Jeolla meiliki tanah paling subur, tidak heran ia memiliki banyak makanan khas yang lezat. Sementara Pulau Jeju memiliki otonomi tersendiri. Banyak budaya yang menarik di pulau ini, salah satunya sistem keluarga yang matrilineal. Kebanyakan perempuan Jeju bertugas mencari nafkah. Mereka disebut dengan Hanyeo atau perempuan laut. Mereka bekerja dengan menyelam ke dasar laut untuk mengumpulkan kulit kerang dan produk laut lainnya. (hlm. 5-6)

Awalnya saya mengira buku ini akan penuh dengan pengalaman (dengan bahasa santai) para penulis ketika mereka berjalan-jalan di berbagai destinasi di wilayah selatan. Ternyata tidak begitu isinya. Ya memang berbagai pengalaman memang ditulis, namun dalam bentuk informasi, sejarah, dan rincian rencana yang pakem. Bahkan tata cara dan alur visa, keberangkatan di bandara, terminal, pelabuhan ditulis dengan sangat terperinci. Jadi saya rasa buku ini benar-benar cocok untuk mereka yang serius terbang ke Korea.

Bagi sebagian pembaca yang mengharapkan tulisan santai ala blogger mungkin akan sedikit merasa bosan dengan buku ini. Jadi sepertinya judulnya agak menipu ya, "Best of Jeju", yang padahal isinya ga cuma soal Jeju, tapi juga provinsi lain di wilayah selatan. Baiknya adalah, buku ini menyediakan segala informasi yang mungkin dibutuhkan untuk para traveler yang ingin melancong ke sana. So, siap ke Korea? Aku sih siap, tapi kalo ada yang mau menyokong hihi.

3 bintang untuk Best of Jeju.

Data buku

Judul: Best of Jeju
Penyusun: D. Rosalina, et al
Tebal: paperback, 292 halaman
Penerbit: Elex Media Komputindo, 19 Juni 2013
ISBN 13: 9786020214054

Kilas Buku: The Colour of Magic

|

Judul: The Colour of Magic
Pengarang: Terry Pratchett
Genre: Fantasy
Penerbit: Elex Media Computindo, 2010 (pertama kali terbit 1983)
Tebal: 320 halaman

Sebuah novel fantasi yang penuh humor dan imajinatif. Di sebuah dunia yang disangga di atas batok seekor kura-kura raksasa (jenis kelamin tidak diketahui) sebuah ekspedisi yang gembira, eksplosif, dan eksentrik dimulai. Ada seorang penyihir ceroboh dan seorang turis naif yang bagasinya punya ratusan kaki kecil, naga yang hanya eksis kalau kau percaya kebedaaan naga, dan tentu saja TEPIAN dari suatu planet. (goodreads)

Entah saya mau menulis apa kali ini. *mulai bingung sambil ketawa sendiri*
Well, buku fantasi yang pertama kali terbit pada 1983 ini benar-benar cerita yang sangat imajinatif, penuh humor dan kritik. Sangkin imajinatifnya, saya pribadi tidak bisa berpikir pada jalur yang sama dengan apa yang ditulis Pratchett.

Lalu apa yang saya tangkap dari novel diatas? Pertanyaan bagus. Saya sendiri hanya mengambil inti ceritanya meski sebenarnya terlalu umum untuk mewakili isi dari novel. Yah, intinya sih tentang ada dunia yang berbentuk lempengan seperti CD. Dunia ini direbahkan diatas punggung 4 gajah yang berdiri diatas punggung kura-kura raksasa. Di dunia tersebut banyak hal yang aneh, mulai dari dewa-dewanya hingga para manusianya. Kisah difokuskan kepada seorang penyihir yang DO dari kampus dan seorang turis yang percaya naga dan memiliki koper dengan ratusan kaki kecil.

Kisahnya berputar-putar pada petualangan si penyihir dan turis tsb, juga pada dewa-dewa yang bermain catur untuk mengatur kehidupan. Dan yang lucu adalah aksi kejar-kejaran antara si penyihir culun dengan Dewa Kematian. Si penyihir yang diburu oleh Dewa Kematian selalu saja bisa mengelak dari takdirnya untuk mati dan membuat sang dewa kesal sehingga harus mencabut nyawa orang lain untuk memuaskan nafsu berburunya.

Well, bagaimana, sudah cukup pusing? Hehe. Membaca cerita ini harus dengan pikiran yang bebas. Sebab jika pikiranmu sebagai pembaca sudah memiliki konsep sendiri soal kehidupan, kalian akan sulit memahami pemikiran Pratchett. Contohnya saya. *nunjuk diri sendiri.

Baru kali ini saya memberi 1 bintang pada karya Pratchett. Padahal saya selalu memberi at least 3 bintang. Mungkinkah ini karena saya membaca terjemahannya daripada novel aslinya? Ah tapi saya mah mikir klo emang pemikirannya gak bisa sejajar buat paham konsep ceritanya ya sama aja saya gak enjoy ceritanya, walau membaca edisi aslinya sekaligus. Hehe.

Kilas Buku: Selimut Debu

|

Judul: Selimut Debu: Impian dan Kebanggaan dari Negeri Perang Afghanistan
Pengarang: Agustinus Wibowo
Genres: Non-Fiksi, Perjalanan
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2011
Paperback, 461 halaman

Perdamaian..Perdamaian..Perdamaian..Perdamaian
Ada yang cinta damai, tapi perang semakin ramai.
Lagu Qasidah ~ Perdamaian

Apa yang terbersit dalam pikiran para pembaca ketika mendengar nama Afghanistan? Sebuah negeri. Di Asia Barat. Padang pasir. Taliban. Burqa. Perang. Bom.

Predikat-predikat itulah yang selalu melekat dengan negeri tandus itu. Sejak saya kecil segede cabe rawit hingga usia dewasa dimana saya masih juga segede cabe rawit, Afghanistan selalu diberitakan sedang dalam masa perang. Seolah-olah negara itu seperti punya cap:

Maaf Afghanistan sedang sibuk main ping pong sama bom. #lho

Kilas Buku: Travelling Solo to Morocco

|
Judul: Travelling Solo to Morocco
Pengarang: Bettina Guthridge
Genre: Travelling, Juvenil Literature
Penerbit: Gramedia, 2005 (pertama kali terbit 1999)
Tebal: 62

Buku ini memang tipis. Tapi jangan tanya lagi tentang isinya. Yap, isinya lebih tebal dari kertasnya, alias lebih kaya. Memang simpel dan penuh warna dan gambar, namun tetap saja, sangat berpotensi untuk menambang wawasan, khususnya bagi anak-anak.

Seperti judulnya, buku ini memang tentang Maroko. Jadi bagaimana jika kamu ingin pergi kesana? Dan apa yang harus kamu ketahui? Well, banyak hal! Mulai dari wilayah Maroko yang dipimpin oleh para Sultan, lalu para penduduknya hingga makanan mereka. Tips dan trik juga ada? Ya, selalu ada. Ada cara bagaimana jika kita ingin bepergian melalui gurun pasir. Bagaimana itu? Silakan baca sendiri yah hehe.

Selain memahami bagaimana negeri Maroko itu, anak-anak yang membaca buku ini juga, secara tidak langsung akan berusaha belajar bahasa Inggris. Tenang saja, di akhir buku, ada glossary yang berisi arti dari kata-kata yang dianggap sulit kok.

Oke, jadi bagaimana teman-teman kecilku, mau kan baca buku ini? Menarik lho bisa jalan-jalan ke negeri lain. Kakak yang nulis artikel ini aja pengen juga kesana :D
Atau kakak tambahin aja nih foto-foto Maroko dari mbah Google?
wowww.... amazing line! (busabout.com)
Suuk or Market in Morocco (timeforkids.com)
Let's play surfboard with camel! :D (surfsatrmorocco.com)
So, so, so... menarik kan teman? :)

Ulasan ini kakak ikutsertakan pada:
CLRP Bzee
Lucky No. 14 Mbak Astrid

Kilas Buku: Get Lost

|

Judul: Get Lost
Pengarang: Dini Novita Sari
Genre: Fiksi Perjalanan, Romance
Paperback, 198 halaman
Bhuana Sastra, November 2013

I need to get lost... and get lost needs no itinerary...

Lana Sagitaria senang melakukan perjalanan sebagai selingan untuk mengatasi kejenuhannya menghadapi rutinitas sebagai karyawati. Alasan klasik, tetapi begitulah yang dia percaya selama ini. Hingga suatu ketika, dia memutuskan untuk berjalan mengikuti kata hatinya, tanpa itinerary, membiarkan dirinya hanyut dalam arus perjalanan. Siapa sangka, perjalanan ini justru membawanya pada jawaban penting atas pertanyaan yang selama ini terpendam jauh di lubuk hatinya. Jelajah kakinya ke beberapa kota dan negara, juga pertemuannya dengan orang-orang asing, membuatnya berkaca pada kenangan berbagai peristiwa penting dalam hidupnya, termasuk hilangnya seseorang yang sangat berarti bagi dirinya. Akankah kenangan itu tetap tinggal, ataukah sudah saatnya untuk dilepaskan ~ goodreads
***
Sebelum membaca buku ini saya sudah bisa membayangkan akan dibawa kemana. Jalan-jalan tentunya! Menyenangkan yah. Lain itu saya juga membayangkan akan ditenggelamkan ke dalam kisah pencarian cinta yang belum jelas kemana ujungnya. Dan benar ternyata.

Kilas Buku: Topi Selebar Langit

|
Judul: Topi Selebar Langit
Judul Asli: A Hat Full of Sky
Pengarang: Terry Pratchett
Alihbahasa: Santi Paramitta
Penerbit: Atria
Cetakan: I, Desember 2007
Tebal: 493 halaman
Award: Locus Award for Best Young Adult Novel (2005), Mythopoeic Fantasy Award for Children's Literature (2005), An ALA Notable Children's Book for Older Readers (2005), Pacific Northwest Library Association Young Reader's Choice Award for Senior (2007)

Tiffany Aching punya alasan kuat untuk pergi dari Negeri Kapur untuk sementara. Mempelajari sihir menjadi alasan utama dalam kepergian itu. Namun alasan untuk melayani orang lain, tepatnya seorang wanita yang tinggal sendirian di luar Negeri Kapur. Banyak alasan yang ia kemukakan ketika beradu pendapat dengan ayahnya. Beruntung ibunya memberi tambahan alasan yang menguatkan. Akhirnya, pergilah ia menuju negeri yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya.

Selama perjalanan ia ditemani oleh Nona Tick, namun ia tetap merahasiakan sesuatu dari si guru kelana itu. Tiffany tidak tahu jika sesuatu yang disembunyikannya malah membuat dirinya dibuntuti oleh sesuatu yang tidak terlihat, tidak beraga, dan ... menyeramkan. Sesuatu itu merasakan kekuatan besar dalam diri Tiffany dan ingin mengambil alih tubuhnya sesegera mungkin ketika gadis kecil itu lengah.

Crivens!! Tapi Nac Mac Feegle tahu niat jahat si sesuatu itu dan berusaha membantu Nenek Sihir Cilik milik Negeri Kapur itu. Mampukah mereka membantu Tiffany untuk tidak mati melawan makhluk itu?

Kilas Buku: A Wrinkle in Time

|

Judul: A Wrinkle in Time (Time #1) - Kerutan dalam Waktu
Penulis: Madeleine L'Engle
Penerjemah: Maria M. Lubis
Penerbit: Atria
Cetakan: I, 2007
Tebal: 265
Harga: IDR 7,500 (Obralan Gramedia Matraman)
Award: Newbery Medal (1963), Sequoyah Book Award (1965)

Kalau memang benar buku ini mendapat Newbery pada 1963, maka buku ini ada pada masa balita ibu saya. Sementara isinya tak dinyana, bikin saya sakit kepala luar biasa. Saya tidak perlu meminta maaf ya jika saya tidak (baca: kurang) mengerti dengan detil-detil yang ada dalam buku ini. Dan kemudian kalian berkata: toh ini hak kamu untuk mengerti atau tidak.

Novel ini bercerita tentang dua kakak beradik Meg dan Charles Wallace yang berpetualang hingga ke luar bumi demi mencari ayahnya. Oh ya, tak lupa mereka ditemani oleh Calvin O'Keefe, anak lelaki yang menjadi kakak kelas Meg di sekolah. Petualangan mereka adalah bercampur antara perasaan kengerian dan takjub. Sebelum, ketika dan sesudah petualangan, banyak pertanyaan yang mendayu-dayu dalam pikiran pembaca menurut saya, atau jangan-jangan cuma saya seorang yang ndak mudeng sama kecanggihan isi yang ditawarkan Madame Madeline disini?

Apa saja pertanyaan saya itu?
Well pertama adalah tentang Tesseract. Saya tahu konsepnya, ada kubus dengan titik yang saling berhubungan dalam bangunannya. Tapi kalau dibuat dalam konsep waktu itu bagaimana ya? Jadi kita bepergian ke tempat yang jauh dengan cara mengkerutkan waktu lewat tesseract? Itu bagaimana ya? Jujur saya mencoba membayangkan ini dalam kehidupan nyata, seperti saya membayangkan teleport.

Kedua lagi soal Tesseract.

Ketiga masih soal Tesseract!

Keempat, mari lanjut review. Petualangan kedua remaja (Meg dan Calvin) dan satu anak kecil yang sudah dewasa sebelum waktunya dan kelewat pintar (Charles Wallace) ini benar-benar rumit. Mereka dipandu oleh 3 makhluk yang mungkin termasuk jenis makhluk luar angkasa, sebangsa bintang dan matahari, yang menyamar sebagai manusia. Mereka bernama Mrs. Who, Mrs. Whatsitt dan Mrs. Which. Mereka semua tampak aneh dan memiliki ciri khas masing-masing. Dan merekalah yang memberi petunjuk (lebih tepatnya setengah teka-teki) kepada ketiga anak itu bagaimana menyelamatkan sang ayah dari cengkraman ITU di planet Camazot.

Ketika mereka, para anak-anak, tiba di Camazot, ada sergapan rasa ngeri dalam diri saya. Thriller? Bukan. Tapi lebih kepada keseragaman yang diterapkan di planet tersebut. Semua gerakan para penduduk yang ada disana sama. Tidak sekedar sama, namun ketepatan waktunya pun sama! Astaga. Seolah ada mesin yang mengatur para manusia itu. Penduduknya manusia lho, bukan robot! Disini, Madeleine mencoba menggambarkan betapa mengerikan dan tidak bebasnya jika keberanekaragaman yang ada dalam suatu negeri diberangus dan dijadikan seragam hanya agar mereka tidak memberontak.

Dan anak-anak kecil itu mencoba menghancurkan konsep itu. Mereka mengatakan bahwa keberanekaragaman adalah sesuatu yang indah dan menyenangkan.
"Aku berbeda dan aku bahagia," Calvin berkata. (h. 178)

Ada reviewer yang bilang, bahwa buku ini merupakan hasil dari keyakinan dari agama sang penulis. Ya, mungkin memang ada kaitannya dengan nuansa reliji yang ditawarkan penulis. Seperti yang terungkap dalam kalimat Mrs. Who yang senang berbahasa Perancis:
"Que la terre est petite a qui la voit de cieux! Delile. Betapa kecilnya bumi bagi dia yang melihat dari surga." (h. 110)
Ya, apapun itu, apapun pendapat orang tentang buku ini, saya rasa mayoritas setuju dengan konsep yang ditawarkan Madeleine disini. Meskipun ia membuatnya menjadi lebih rumit dan 'menyenangkan'. Tapi sayangnya akhir cerita ini terlalu simpel buat saya. Tiba-tiba saja mereka bisa langsung pulang ke rumah setelah Meg menyelamatkan Charles. Lalu? Dan? Ahh, setelah sekian panjang saya membaca proses dan petualangan yang bikin saya mikir, jadi cuma ini saja akhirnya?

Dan itulah (mungkin) mengapa harga buku ini yang jatuh di obralan (awalnya terbit seharga > 30k, dan ketika saya beli harganya menjadi 7,500!). Karena isinya agak sukar bagi sebagian pembaca (atau mungkin cuma saya) sehingga mereka tidak tertarik untuk membaca buku sejenis ini lama-lama.

***
Ulasan ini diikutsertakan pada FYE; Fun Year Event with Children's Lit: Fun Month 5 oleh Bzee dan New Authors RC 2013  oleh Ren.

Kilas Buku: Geometri Bangun Datar (Asyik Belajar Matematika, #6)

|

Geometri: Bangun Datar (Asyik Belajar Matematika, #6)
By. Kim Rin
183 halaman
Bhuana Ilmu Populer, 2009
Serial Asyik Belajar Matematika #6 ini bercerita tentang petualangan Abu bersama Alexander Agung. Lalu apa hubungannya dengan matematika? Jadi ceritanya Abu menjadi teman Alexander kecil, belajar dan bermain strategi perang bersama. Dalam pelajaran yang menghadirkan Arisoteles sebagai guru, masalah bangun datar sering dibicarakan. Bahkan dalam bermain strategi perang, bangun datar pun ikut andil. Maka, cerita dalam educomic kali ini menyisipkan sejarah-sejarah zaman dulu yang terkait dengan bangun datar, dan tentu saja penjelasan lebih lanjut tentang bangun datar.
Yang menarik adalah ketika puncak perang Alexander Agung melawan Darius, raja Persia. Raja Siluman Matematika sempat membuat inkarnasi Alexander Agung dan Abu harus memecahkan mana Alexander Agung yang asli untuk menghindarkan raja tsb dari luka perang.
Semakin menarik petualangan Abu? Semakin seru juga teori matematika yang dipelajari. :) Maka tak heran buku ini cocok sebagai bacaan anak SD mulai kelas 3-4.
Ulasan ini diikutsertakan pada FYE Children Literature Fun Month: 3 oleh Bzee.

Kilas Buku: Segitiga Siku-Siku Pythagoras (Asyik Belajar Matematika, #2)

|

Asyik Belajar Matematika #2: Segitiga Siku-Siku Pythagoras
By. Kim Rin
224 halaman
Bhuana Ilmu Populer, 2007

Akhirnya, saya berhasil menemukan buku serial Asyik Belajar Matematika jilid 2 di shocking sale Gramedia Matraman dengan harga kurang lebih 15,000 saja! Padahal harga aslinya itu sekitar 65,000 - 75,000 lho! Mantap ga tuh. Sayangnya saya belum lagi menemukan serial jilid ketiga sehingga koleksi saya masih kurang 1 jilid dari koleksi lengkap berjumlah 8 jilid.

Lalu, bagaimana kelanjutan cerita Abu yang berpetualang bersama Thales di jilid 1? Ya dalam serial lanjutan di jilid kedua ini, Abu akan berpetualang dengan salah satu murid Thales, yakni Pythagoras. Ia bersama Peri Kecil dan teman-teman lainnya harus berpindah waktu ke masa Yunani kuno dimana masa Pythagoras hidup. Ketika itulah Abu dan sahabatnya Xiao Chun berhasil menjadi inspirasi bagi guru Pythagoras dalam menemukan teorinya yang sangat terkenal hingga kini, yakni Teorema Pythagoras. Namun, setelah Pythagoras berhasil menemukan rumus siku-siku tsb, muridnya yang bernama Hippasus menemukan teori yang menjatuhkan teori pythagoras yakni dengan menemukan adanya bilangan irrasional. Selama ini Pythagoras selalu mengagungkan bilangan rasional yang menjadi segala kunci teori, dan kemudian teori dengan bilangan rasional harus runtuh. Anehnya, tak lama setelah Hippasus menemukan teori yang menjatuhkan Pythagoras tsb, ia terbunuh.

Pada saat itulah Abu berusaha membuktikan hipotesa Hippasus dan bagaimana pembunuhan terhadapnya terjadi.

Well, sekali lagi membaca novel grafis yang satu ini tidak hanya membawa kita berpetualang mengarungi dunia rumus matematika namun juga sejarah penemuan awalnya. Buku ini cocok dibawa oleh anak-anak SD mulai kelas 3-4 SD.

Ulasan ini diikutsertakan pada FYE RC Fun Month 3 oleh Bzee.

Kilas Buku: Müller hoch Drei - Petualangan si Kembar Tiga

|

 
Müller hoch Drei - Petualangan si Kembar Tiga
By. Buckhard Spinnen
Gramedia Pustaka Utama, Desember 2012
264 halaman
 
"Umur kita belum empat belas. Kita dua anak yang terbuang atau nyaris terjual. Yang kita butuhkan adalah keluarga sungguhan. Orang yang memaksa kita makan makanan sehat. Orang yang mencucikan pakaian kita dan membujuk kita memakai pakaian yang tidak cool, supaya jangan sakit. Dan orang yang menjelaskan kepada kita kenapa melanjutkan sekolah lebih baik daripada mendaftarkan diri ikut casting acara pilihan bintang." (Spinnen, Petualangan si Kembar Tiga: halaman 119 - 120)


Buku ini bercerita tentang si kembar tiga yang bertualang mencari orang tua yang tepat bagi mereka. Pada awalnya mereka sendiri tidak tahu jika mereka adalah kembar. Namun berkat seorang hacker, semua kehidupan berubah. Kejadian demi kejadian yang tidak diduga terjadi begitu saja, seperti bertualang. Hingga pada akhirnya mereka menyadari jika memiliki tujuan yang sama, yakni memiliki keluarga utuh dengan orang tua yang sangat perhatian terhadap anak-anaknya.
 
***
 
Pertama kali bertemu dengan buku ini yakni di sebuah pusat perbelanjaan di seberang kantor. Beruntung saya langsung mengambil buku tsb tanpa ragu, apalagi jumlahnya hanya sebuah. Diterbitkan tidak sampai setahun dengan harga miring pula. Ditambah saya punya feeling bagus terkait buku ini. Dan benar saja, Petualangan Si Kembar Tiga menjadi satu-satunya buku yang langsung habis saya baca dalam hampir 3 minggu terakhir ini. Bahkan saya menghabiskannya hanya dalam waktu satu hari di tengah nuansa yang selalu hectic!
 
Lalu kemana saja saya selama tiga minggu? Tidak membaca? Ya saya membaca, namun tidak selalu habis. Saya baca 5 buku sekaligus dan belum selesai dalam 3 minggu ini. Entah, mungkin cerita-ceritanya membuat saya cepat bosan (padahal sebenarnya buku yang saya baca buku-buku berating tinggi). Jikalau saya mempublish ulasan buku-buku dengan cepat karena itu sudah terjadwal, dan bukan karena saya baca langsung pada waktu yang sama.
 


Saya senang dengan cerita si kembar Paul, Paula, dan Pauline Muller ini. Sang penulis tampaknya sangat menikmati cerita yang dibuatnya. Alurnya lancar dan kocak. Gaya Spinnen menulis agak blak-blakan dan apa adanya. Dengan berbagai sudut pandang si tokoh, Spinner berkali-kali mengkritik gaya asuh orang tua dan menyinggung bagaimana perasaan tertekan seorang anak jika harus menghadapi perceraian orang tuanya. Selain itu kritikan Spinnen juga ditekankan kepada sinetron yang ceritanya hanya berputar pada percintaan dan .... sering tak masuk akal. Secara tak langsung buku ini berbicara tentang sinetron yang tak bagus bagi kesehatan jiwa para penonton khususnya anak-anak.

Akhir kata, saya memberi 4 bintang pada buku ini. Pun buku ini cocok dibaca anak usia 10 tahun. :)

Ulasan ini diikutsertakan pada FYE; Fun Year Event with Children's Lit: Fun Month 3 oleh Bzee dan New Authors RC 2013. Bagi yang ingin ikut serta silakan lihat syarat dan ketentuan disini dan disini.

Kilas Buku: Operasi Bilangan Pecahan (Asyik Belajar Matematika #4)

|
Judul: Operasi Bilangan Pecahan (Asyik Belajar Matematika #4)
Judul Asli: Math Devil Z. Vol. 1: Fraction and Decimal (1)
Pengarang: Kim Rin
Ilustrasi: Biwon Studio
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer (BIP)
Cetakan: I, 2009
Tebal: 168 halaman

Akhirnya Abu dan Xiao Chun berhasil kembali ke dunia nyata setelah melalui berbagai petualangan aneh dan melelahkan di dunia matematika. Entah seperti apa petualangan mereka, saya juga tidak tahu persis karena saya tidak punya buku kedua dan ketiga dari serial ini, hikz sedihnya. Tetapi biarlah, meski begitu pembuatan ulasan ini tetap berlanjut.

Pada seri keempat ini kita diajak untuk menelusuri sejarah bilangan; bagaimana awal mula manusia yang hidup di zaman permulaan dimana ketika jumlah manusia kala itu masih sedikit sehingga perhitungan dianggap tidak perlu. Dari sejarah inilah cerita berlanjut kepada metode ikatan dan desimal juga bagaimana awal mula pecahan dibuat disertai sifat-sifatnya.

Sepertinya rumit yah, tapi serial Math Devil ini justru membuat penjelasan pecahan menjadi lebih menyenangkan. Setidaknya kualitas gambar yang bagus membuat teman-teman cilik kita menjadi mau membaca apa itu PECAHAN dan bagaimana metode penggunaannya. Dalam buku ini Abu dan sahabat karibnya menjadi semakin pintar dalam matematika, tentunya hal ini tidak terlepas dari keharusan mereka bertahan hidup melawan Siluman Matematika dan kroco-kroconya.

Sayangnya rasa nyaman Abu dan Xiao Chun kembali ke dunia nyata tidak berlangsung lama. Mereka harus kembali ke dunia matematika untuk mencari Ceri Pikle, teman sekelas mereka yang hilang. Secara otomatis, hal ini membuat ia  harus kembali berhadapan dengan si kejam Siluman Matematika.

Bintang lima lagi untuk serial petualangan seru dan menyenangkan ini. Buku ini cocok dibaca untuk anak SD mulai dari kelas 3, dan sebenarnya (menurut saya) tidak ada batasan usia untuk membaca buku.

Ulasan ini diikutsertakan pada FYE; Fun Year Event with Children's Lit: Fun Month 3 oleh Bzee.

Kilas Buku: Thales dan Piramida (Asyik Belajar Matematika #1)

|
Judul: Thales dan Piramida (Asyik Belajar Matematika #1)
Judul Asli: Thales and the Secret Pyramid (Math Devi Vol. 1)
Pengarang: Kim Rin
Ilustrasi: Biwon Studio
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer (BIP)
Cetakan: I, Agustus 2007
Tebal: 216 halaman

Abu, seorang murid SD, benci sekali sama pelajaran matematika. Tapi tanpa sengaja, ia malah menjadi pewaris pena Raja Siluman Matematika. Pena itu membawanya kembali ke zaman Mesir Kuno. Raja Siluman Matematika memasang banyak perangkap untuk menjebak Abu. Bisakah Abu menghadapi rasa takutnya, dan melewati marabahaya yang mengancam nyawanya? ~ Sinopsis dari wajah belakang buku.

Tokoh Abu mencerminkan kebanyakan anak yang menganggap matematika adalah kiamat bagi mereka. Matematika adalah hantu siluman, dan dalam cerita ini diwakili oleh Raja Siluman Matematika yang menjadi tokoh antagonis. Raja Siluman Matematika terus menerus menjebak dan menantang Abu untuk menyelesaikan berbagai persoalan matematika. Akhirnya mau tidak mau ia pun harus berusaha sekuat tenaga menaklukan momok hantu yang bernama matematika itu.

Tidak hanya tentang matematika, kita pun diajak menelusuri sejarah darimana rumus-rumus atau angka-angka yang njelimet ini berasal. Dalam buku ini kita diajak untuk bertemu Thales, seorang pedagang biasa yang pintar matematika dan akhirnya dijuluki sebagai Bapak Matematika Yunani.

Buku ini tidak terlalu tegang dan serius seperti yang kita kira. Seperti judulnya, buku ini benar-benar asyik membawa kita belajar matematika. Sisipan humor dan gambar-gambar yang terkadang lebay membuat para pembaca ketagihan membaca tanpa rasa bosan.

Cerita yang sangat menyenangkan khususnya untuk adik-adik yang masih duduk di bangku SD agar tertarik belajar matematika dengan cara yang menyenangkan! Ketika membaca buku ini, ingin sekali rasanya saya kembali ke masa kecil dan belajar matematika lagi, lalu menemukan buku educomic matematika ini!

Sayangnya buku ini dan serialnya (terdiri atas 8 seri lho!) sudah jarang di pasaran dan sepertinya tidak akan dicetak ulang. Saya sendiri tidak punya buku nomor 2 dan 3 hikz! Mungkin karena tidak banyak yang senang membeli educomic yah. Err, memang buku ini terbilang cukup mahal yakni sekitar IDR 75-65,000. Walau sebenarnya worth it juga karena gambar-gambarnya bagus, colorful, dan tidak buram. Kertasnya juga bagus dan tebal. Jadi itulah mengapa harga jual menjadi mahal.

Bintang 5 untuk buku ini. Cocok dibaca untuk anak-anak SD (mulai kelas 3 sepertinya) dan mereka yang ingin kembali belajar matematika dengan menyenangkan seperti saya.

Ulasan ini diikutsertakan pada FYE; Fun Year Event with Children's Lit: Fun Month 3 oleh Bzee.

Kilas Buku: The Scorch Trial (The Maze Runner #2)

|
Judul: The Scorch Trial (The Maze Runner #2)
Pengarang: James Dashner
Alih Bahasa: Meidyana Arrisandi
Penerbit: Mizan Fantasi
Tahun: Januari 2012
Tebal: 511 halaman
Rating: 3/5
Usia Layak Baca: 15+


Setelah berhasil melarikan diri dari Maze, Thomas dan teman-temannya ternyata tidak langsung bebas. Mereka dikumpulkan ke sebuah barak untuk dipersiapkan di ujian selanjutnya. Teresa secara tiba-tiba menghilang dan digantikan oleh bocah lelaki bernama Aris yang juga memiliki kemampuan telepati. Ternyata, ada dua grup yang dimasukkan ke dalam Maze. Grup A (grup Thomas) berisikan laki-laki semuanya, sedangkan grup B berisikikan wanita semuanya. Pada grup A dikirimkan seorang wanita (Teresa), sedangkan pada grup B dikirimkan seorang laki-laki (Aris). Ada beberapa anggota grup B yang berhasil melarikan diri juga dari Maze.

Secara tiba-tiba, muncul sosok lelaki yang disebut Thomas sebagai Manusia Tikus. Si Manusia Tikus ini memerintahkan Thomas dan Glader lain yang tersisa untuk menuju ke suatu tempat di padang pasir. Tidak ada pilihan lain, Thomas ditemani Glader lainnya pun berangkat menuju tempat yang dimaksud. Ternyata ada banyak terror yang mengiringi perjalanan mereka. Mulai dari bola baja yang membunuh tanpa ampun dan padang pasir yang penuh dengan Crank yang buas dan haus darah. Akankah Thomas dan teman-temannya menyelesaikan ujian kali ini?

....

Novel ini merupakan seri kedua dari trilogi the Maze Runner. Seri kedua ini mulai menceritakan tentang wabah yang muncul sebagai akibat dari radiasi sinar matahari. Manusia yang terjangkit oleh penyakit ini disebut sebagai Crank yang menurut pendapat saya mirip dengan zombie. Dunia luar digambarkan panas dan tandus akibat sinar matahari. Selain itu, ada faksi-faksi yang menguasai daerah di luar. Penggambaran dunia luar ini sangat khas dengan genre distopia. Namun demikian, dari segi cerita, seri kedua ini tidak sekuat seri yang pertama. Beberapa adegan seolah-olah tidak jelas tujuannya dan seakan-akan kehilangan arah. Namun demikian, kisah Thomas ini masih menarik untuk disimak.


Ulasan ini diikutsertakan pada FYE; Fun Year Event with Children's Lit: Fun Month 3 oleh Bzee dan Read Big Mbak Dessy di Ngidam Buku.

Kilas Buku: Oath Breaker (Chronicles of Ancient Darkness #5)

|
Judul: Oath Breaker (Serial Chronicles of Ancient Darkness #5)
Pengarang: Michelle Paver
Alihbahasa: M. Nugraha
Penerbit: Matahati
Cetakan: I, 2010
Tebal: 355 halaman
Harga: Pinjam dari mbak AS. Dewi
Rating: 4/5
Usia kelayakan membaca: > 13 tahun

Urusan Torak dengan Para Pemangsa Arwah belum selesai. Masih ada 2 pemangsa arwah yang berburu 1 batu baiduri api yang tersisa. Salah satu dari mereka membunuh kerabat Torak yang tinggal di pulau Anjing Laut. Merasa bersalah, Torak pun memburu sang pembunuh dengan penuh kemarahan dan dendam.

Sepertinya saya semakin larut dengan serial Torak, hehe. Disini Torak digambarkan semakin dewasa, begitu juga dengan Serigala yang memasuki masa kawin dan memiliki bayi-bayi Serigala kecil pada akhirnya.

Banyak kutipan yang bisa jadi merupakan hikmah yang bisa kita ambil dari novel ini:

"Pembalasan dendam itu membakarmu, Torak. Membakar hatimu. Membuat lukamu semakin dalam. Jangan biarkan hal itu terjadi." (h. 91)

"Itukah usahamu?" Kata Torak. "Hanya berdoa?" (h. 164)

'Fin-Kedinn memberitahunya bahwa harta paling berharga yang dimiliki oleh seroang pemburu bukanlah batu api atau senjatanya, melainkan pengetahuan yang dibawa-bawa di kepalanya.' (h. 303)

Oke sementara kalian merenungi maksud baik kutipan-kutipan diatas, saya akan mencoba berkomentar soal wajah sampul dan isi. Untuk sampul, cukup menarik dan sebagai pembaca saya tidak terlalu masalah dengan itu. Namun untuk layout isi, lagi-lagi ada kekurangan. Jika pada dua buku (ketiga dan keempat) kemarin ada halaman yang dobel, kini ada sebagian paragraf yang jaraknya sangat jauh dengan paragraf yang diatasnya (malah ada di baliknya seperti bab baru), sepertinya terpencet breakup atau apa ketika sedang mengedit. Saya lupa hal ini ada di halaman berapa, pun saya lupa mencatatnya. Hal ini merupakan hal sepele, tentu. Namun yang pasti dapat menganggu konsentrasi pembaca.

Buku ini cocok dibaca oleh remaja yang kira-kira berusia 13/14 tahun. :)
Ulasan ini diikutsertakan pada FYE; Fun Year Event with Children's Lit: Fun Month 3 oleh Bzee. Bagi yang ingin ikut serta silakan lihat syarat dan ketentuan disini.

Kilas Buku: Sebastian Darke, Prince of Explorer

|
Judul: Sebastian Darke #3: Prince of Explorers
Pengarang: Philip Caveney
Penerbit: Mizan Fantasi
Tahun: 2010
Tebal: 325 Halaman
Rating: 4/5
Usia Layak Baca: 10 tahun

Petualangan Sebastian Darke dan kawan-kawannya berlanjut. Setelah petualangan mereka di lautan, kali ini Sebastian, Cornelius, dan Max menyusuri rimba Mendip untuk mencari bukti tentang kota yang hilang. Awalnya mereka diserang oleh segerombolan Gograth dan diselamatkan oleh Keera dan orang-orang dari desa Jilith. Setelah berhasil membantu desa Jilith mengalahkan serangan suku Gograth, Sebastian dan kawan-kawannya diberikan informasi tentang kota yang hilang tersebut. Kepala suku Jilith mengirimkan Keera, Cal, dan Galt untuk mengiringi Sebastian menemukan kota tersebut.
Setelah melakukan perjalanan beberapa hari, akhirnya mereka pun sampai di kota yang hilang. Ada keanehan-keanehan yang muncul dari kota tersebut. Mereka tiba-tiba diserang oleh makhluk misterius yang tidak bisa mati. Apakah makhluk itu sebenarnya? Dapatkah mereka meloloskan diri dari makhluk tersebut?

Kilas Buku: Sebastian Darke, Prince of Fools

|
Judul: Sebastian Darke #1: Prince of Fools
Pengarang: Philip Caveney
Penerbit: Mizan Fantasi
Tahun: 2009
Tebal: 356 halaman
Harga: IDR 20,000 (Diskon di Mizan)
Rating: 3/5
Tingkat Usia: 10 tahun

Sebastian Darke adalah seorang keturunan campuran antara manusia dan peri. Ayahnya, seorang manusia, adalah pelawak kerajaan bagi Raja Cletus yang Hebat. Sebelum meninggal, sang ayah sempat mewariskan lelucon-leluconnya kepada Sebastian, dengan harapan Sebastian dapat meneruskan jejak dirinya. Namun demikian, kemampuan Sebastian Darke dalam melawak ternyata belum sehebat anaknya. Selain "diwarisi" kemampuan untuk melawak, Sebastian juga diwarisi "seekor" "partner" bernama Max. Max adalah seekor buffalope yang bisa bicara. Sebastian dan Max berencana untuk melamar pekerjaan untuk menjadi pelawak untuk Raja Septimus di Kerajaan Kaledon.

Dalam perjalanan, Sebastian berkenalan dengan Cornelius, seorang kerdil yang jago berkelahi. Cornelius ternyata juga berencana untuk pergi ke Kerajaan Kaledon untuk melamar menjadi anggota pengawal pribadi Raja Septimus. Pada awalnya, Max tidak percaya kepada Cornelius. Namun setelah Cornelius ternyata bermanfaat untuk menemukan makanan, Max akhirnya setuju untuk berkelana bersama Cornelius ke Kerajaan Kaledon. Sesaat melanjutkan perjalanan, mereka bertiga menemui pertempuran yang tidak seimbang antara sepasukan Brigand dengan pengawal kereta. Mereka bertiga langsung terlibat dalam pertempuran. Ternyata di dalam kereta terdapat Putri Kerin yang tak lain adalah keponakan dari Raja Septimus. Mereka pun sepakat untuk membawa Putri Kerin ke Kaledon dengan harapan akan memudahkan mereka mencapai tujuan masing-masing. Namun apakah semudah itu? Mampukah Sebastian membuat Raja Septimus tertawa?

Kilas Buku: Opera Van Gontor

|
Opera Van Gontor
Penulis: Amroeh Adiwijaya
Tebal: 300 halaman
Terbit: 2010
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Jika Negeri 5 Menara adalah novel yang bercerita tentang Gontor dan menjadikan Gontor sebagai inspirasi utamanya dan based on true story, tidak dengan buku yang satu ini. Kalau yang ini benar-benar kisah nyata yang ditulis oleh Amroeh Adiwijaya mengenai pengalaman dirinya bersekolah di Ponpes Gontor sejak MTS - MA. Bukan hanya saat ia bersekolah serta lingkungan sekitar Gontor saja yang ia ceritakan, namun juga kondisi (politik) Indonesia zaman itu (tahun 70an, nah lho lebih senior kan angkatannya daripada A. Fuadi di Gontor hehe).

Buku yang ditulis Pak Amroeh ini juga tak kalah menarik dengan Negeri 5 Menara, bedanya kalau yang ini hanya berbentuk catatan pengalaman yang tidak dikemas dalam bentuk cerita. Alumni Hukum UI ini juga menyisipkan pesan yang tersirat bagi para pembaca dengan menggelitik dan cerdas.

Kilas Buku: Taiko

|
Taiko
Penulis: Eiji Yoshikawa
Alih Bahasa: Hendarto Setiadi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Terbit: September 2003
Tebal: 1142 halaman


Pada tulisan ini, saya akan membahas tentang novel bertema sejarah. Novel yang akan saya bahas kali ini adalah sebuah novel yang sangat tebal berjudul Taiko karya Eiji Yoshikawa. Inti cerita ini adalah kisah sejarah penyatuan Jepang pada dekade abad 16. Saat itu, Jepang terbagi menjadi beberapa daerah kecil yang dipimpin oleh marga/keluarga tertentu. Pada masa itu, kekacauan terjadi di mana-mana akibat perebutan kekuasaan di antara keluarga-keluarga penguasa tersebut. Di tengah kekacauan tersebut, ada tiga buah tokoh yang sama-sama ingin mempersatukan Jepang. Mereka adalah Oda Nobunaga, Tokugawa Ieyashu, dan sang Taiko: Toyotomi Hideyoshi.  Ketiga tokoh ini memiliki watak yang berbeda, seperti yang dituliskan dalam pembuka novel ini:

Bagaimana jika seekor burung tak mau berkicau?
Nobunaga menjawab "Bunuh saja!"
Hideyoshi menjawab "Buat burung itu ingin berkicau"
Ieyasu menjawab "Tunggu"

Kilas Buku: 99 Cahaya di Langit Eropa

|
99 Cahaya di Langit Eropa: Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa
Penulis: Hanum Salsabila Rais, Rangga Almahendra
Terbit: Juli 2011
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 424 halaman

Tema perjalanan di luar negeri akhir-akhir ini banyak diangkat ke bentuk buku, baik yang dikemas dalam bentuk catatan perjalanan atau difiksikan berbentuk novel. Beberapa di antaranya inspiratif, mempengaruhi kita untuk ikut berpetualang ke negeri seberang. Beberapa hari yang lalu, saya berkesempatan untuk membaca kisah perjalanan yang berbeda. Kisah ini tertuang dalam buku 99 Cahaya di Langit Eropa.

Buku 99 Cahaya di Langit Eropa merupakan kisah perjalanan Hanum Salsabiela Rais, puteri dari Amien Rais. Saat itu, mbak Hanum sedang menemani suaminya yang sedang mengambil studi doktor di Austria. Jadi, ketika sang suami sedang kuliah atau mengikuti konferensi, mbak Hanum asyik berjalan-jalan menikmati Eropa (hehe.. :D ). Fokus yang diangkat oleh mbak Hanum adalah jejak-jejak kejayaan Islam di Eropa pada masa lampau. Jejak kejayaan Islam tersebut beberapa di antaranya terlihat dari beberapa bangunan antik, seperti Mezquita-Catedral, masjid yang beralih fungsi menjadi gereja di Cordoba (Spanyol) dan Hagia Sophia, gereja yang sempat menjadi masjid sebelum dijadikan museum di Turki. Selain itu, diangkat juga beberapa lukisan yang ternyata secara tak sengaja mengandung beberapa tulisan yang meng-Esa-kan Allah. Beberapa misteri juga turut membumbui buku ini, seperti apakah mungkin bahwa Napoleon Bonaparte itu ternyata seorang muslim?

Penyajian yang ringan disertai beberapa referensi sejarah membuat saya teringat bahwa dahulu Islam sempat berjaya di Eropa. Namun demikian, kejayaan tersebut akhirnya runtuh dan sisanya hanya dapat terlihat di beberapa bangunan bersejarah. Buku ini berhasil membuat saya semakin ingin berpetualang ke negeri Eropa. Semoga Allah memberikan kekuatan dan mengijinkan saya untuk menginjakkan kaki di belahan Allah yang kita sebut Eropa. Amien.. :D

Custom Post Signature