Top Social

Showing posts with label Romance. Show all posts
Showing posts with label Romance. Show all posts

Kilas Buku: Departemen Hati [Blogtour & Giveaway]

|

Judul: Departemen Hati
Pengarang: Jaka Perdana 
Penyunting: Georgia Rose
Tebal: 220
Cetakan: I, Februari 2018
Penerbit: Diva Press

Rini adalah seorang siswa di SMK Fajar yang sedang magang di PT Jaya bagian pemasaran. Uniknya nama bagian tersebut mendapat julukan Departemen Hati. Pimpinan PT Jaya memang mengharuskan tiap departemen mempunyai julukan sesuai organ tubuh manusia, seperti bagian perencanaan yang disebut dengan Departemen Otak, atau bagian transportasi yang dijuluki Departemen Kaki.

Rini tidak menduga jika karyawan yang bekerja di bagian pemasaran adalah cowok-cowok ganteng, termasuk kepala bagian, Pak Danang Zylgywin. Cowok-cowok di Departemen Hati memang ganteng dan memiliki sifat yang berbeda. Seperti Kak Chicko yang senang ngegombal, Kak Dede yang jutek, Kak Zacky yang rapi jali, Kak Tony yang perhatian, dan Kak Beni yang sering telat. Mereka juga punya latar belakang pendidikan yang berbeda, Pak Danang, Kak Zacky, dan Kak Beni adalah lulusan sarjana, sementara Kak Chicko dan Kak Toni lulusan SMK. Bahkan Kak Beni berasal dari SMK yang sama dengan Rini. Karyawan di PT Jaya memang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari yang lulusan luar negeri hingga dalam negeri. Pekerjaan yang baik dan sungguh-sungguh lah yang dinilai di dunia kerja bukan almamater.

Suatu ketika Rini mendapat sepucuk surat di atas meja kerjanya. Bukan sembarang surat, melainkan surat cinta. Yang membuat Rini bingung, surat itu seperti surat kaleng yang tanpa ada nama pengirim. Rini pun penasaran. Sekarang tugasnya bertambah satu: mencari si pengirim surat cinta yang sebenarnya. Ia yakin si pengirim masih dalam satu lingkup di Departemen Hati. Jadi siapa ya si dia itu: Pak Danang, Kak Zacky, Kak Chicko, Kak Dede, Kak Toni, atau Kak Beni?
***

Buku yang kali ini saya ulas adalah buku bernuansa remaja. Jadi jika kalian sedang suntuk dan ingin mencari bacaan yang sangat ringan dan ndak perlu mikir, Departemen Hati adalah pilihan yang tepat. Kisahnya lucu dan khas remaja yang jatuh cinta.

Rini, tokoh utama cerita. itu sosok yang lugu dan senang dengan hal-hal yang berbau K-Pop seperti kebanyakan remaja zaman now. Karakternya tipikal siswa sekolah yang patuh dan rajin karena memang ia mengejar nilai yang baik. Walaupun senang K-Pop tapi harus tetap berprestasi di sekolah donk ya.

Sementara cowok-cowok yang ada di Departemen Hati adalah sosok yang mungkin biasa kamu temui di dunia nyata dan dunia idola, hehe. Soalnya semua cowok digambarin ganteng sih, bahkan si Beni yang jarang mandi. Kalau saya pribadi sih paling suka dengan karakter Toni yang sangat perhatian dengan Rini. Rasanya perhatian yang Toni limpahkan kepada cewek itu tulus apa adanya. Ceilah!

Selebihnya konflik cerita dibuat seringan mungkin. Kalaupun ada yang berat, benar jadilah ringan. Karena buku ini memang bertujuan untuk menghibur, ndak untuk bikin mumet. Jadi nikmati saja kisah yang Rini ceritakan dalam novel ini, tentang suka dukanya menebak si pengirim surat cinta kaleng. ;)

***


OK! Sekarang Giveaway time! Penerbit Diva Press mau bagi-bagi novel Departemen Hati karya Jaka Perdana buat kamu. Ada satu novel gratis yang akan dibagikan di blog ini untuk satu orang pemenang. Tentu saja ada syarat dan ketentuannya ya. Gampang aja kok. Yuk simak.

  1. Wajib follow twitter @DIVA_Fiction @divapress01 dan like akun fanpagenya Penerbit DIVA Press 
  2. Follow blog ini dan akun twitternya di @kilasbuku (opsional) 
  3. Wajib share/bagikan postingan kuis ini di akun media sosial kalian dan menyenangkan @DIVA_Fiction @divapress01 dan @KilasBuku ya, minimal satu kali saja. 
  4. Memiliki alamat kirim hadiah (kalau menang) di wilayah Republik Indonesia 
  5. Dimohon hanya menjawab satu kali saja agar adil 
  6. Giveaway ini berlangsung sampai tanggal 11 Februari 2018. Saya akan memilih satu pemenang beruntung. 
  7. Pengumuman pemenang insya Allah tanggal 12 Februari 2018. 
  8. Silakan menjawab dengan format berikut ini di kolom komentar: 

Nama:
Twitter:
Email:
Link share: 

OK! Semoga beruntung ya! ;)

Kilas Buku: Jalinan Cinta Terpendam (The Fitzroy Legacy #2)

|

Jelas saja Kit dan Sophie akhirnya bersama. Namun masing-masing dari mereka menyembunyikan rasa takut satu sama lain. Bukan rasa takut pada pasangannya, namun pada kondisi mereka dan segala kemungkinan yang terjadi di masa depan.

Kit yang baru pulang dari tugasnya membawa luka fisik akibat pecahan bom. Beruntung ia tidak terluka parah seperti anak buahnya yang sempat koma. Namun kondisi anak buahnya membuatnya terluka dalam secara psikologis. Ia merasa sangat bersalah. Belum lagi ketegangannya saat bertemu dengan ibu kandungnya, yang juga membawa berita-berita baru yang mengejutkan. Kit tidak berani menyampaikan hal ini kepada Sophie. Ia ingin memiliki Sophie sekaligus melepaskannya.

Sementara Sophie sendiri merasakan perbedaan yang terjadi pada Kit. Kit dan dirinya tidak pernah berbicara secara intim tentang hubungan mereka, kecuali hubungan seksual yang sering mereka lakukan. Padahal Sophie ingin berbagi mengenai kondisi terbarunya dan rencana masa depan yang ingin dirancangnya bersama Kit. Namun Kit selalu menghindar darinya, dari ketakutan yang seperti nyata di hadapannya.

Akhirnya satu-satunya pelarian Sophie adalah ibu tunggalnya yang selalu ia panggil dengan nama "Rainbow". Dulu ia sempat membenci Rainbow yang tidak seperti ibu normal lainnya. Namun kini ia kembali kepadanya dan bercerita banyak hal. Sepertinya apapun yang terjadi ibu akan selalu menjadi tempat kita bernaung ya.

Lantas bagaimana kelanjutan hubungan Kit dan Sophie? Well, kalau mereka memang niat serius membina rumah tangga sejak awal tentu saja akan terjadi pernikahan kan?

Data buku
Judul: Jalinan Cinta Terpendam
Judul asli: In Bed wit an Stranger (The Fitzroy Legacy #2)
Pengarang: India Grey
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 28 Agustus 2017 (terbit pertama kali 2011)
Tebal: 248 halaman

Kilas Buku: Jalinan Hasrat Terlarang (The Fitzroy Legacy #1)

|

Sophie Greenham adalah seorang artis yang tidak terkenal. Ia senang mendapat peran kecil di setiap filmnya. Baginya itu tidak masalah, karena ia memang tidak ingin menjadi seorang artis besar dan terkenal. Suatu ketika ia harus bepergian menuju sebuah kota kecil tempat kastil keluarga Fitzroy berada. Sahabatnya, Jasper Fitzroy, meminta Sophie untuk berakting sebagai kekasihnya pada ulang tahun ayahnya, Lord Fitzroy.

Tak diduga dalam perjalanan ia bertemu dengan seorang laki-laki tampan yang cukup mengesankan. Siapa sangka jika ia adalah Kit Fitzroy, kakak tiri Jasper. Awal pertemuan ini menimbulkan percikan asmara di antara keduanya, yang pada akhirnya menjadi sebuah masalah rumit tentang cinta dan prasangka.

Masalah menjadi semakin besar ketika Lord Fitzroy meninggal setelah tak sadarkan diri dalam perayaan ulang tahunnya. Istrinya (Ibu Jasper) hanya bisa diam tanpa melakukan apapun, begitu juga Jasper. Ia merasa sangat bersalah dengan rahasia besar yang ia simpan rapat-rapat dari keluarganya. Sementara Kit yang saling tidak menyukai ayah dan ibu tirinya menyimpan rasa kecewa yang sangat besar, terutama tentang warisan keluarganya. Sebenarnya rasa kecewa itu berasal dari masa lalu Kit terkait dengan ibu kandungnya.

Lalu bagaimana dengan Sophie? Gadis itu merasa terjebak dalam situasi yang aneh. Kedatangannya untuk membantu Jasper malah membuatnya terlibat cinta lokasi dengan Kit dan harus mengurus Jasper yang menderita shock berhari-hari. Akhirnya ia pun memilih untuk pergi dan sibuk dengan urusannya sendiri.

Sophie pun juga punya masalah sendiri. Ia merupakan anak yang dibesarkan oleh seorang Ibu hippy dalam camp hippies. Meski ia sempat sekolah di institusi pendidikan elite, hal ini tidak cukup membantunya. Akhirnya Sophie tumbuh menjadi seorang wanita yang tahan banting. Ia mudah dekat dengan orang-orang seperti Jasper, namun tidak dengan Kit yang selalu sinis.

Novel ini tentu saja menceritakan hubungan asmara antara Sophie dan Kit. Ketika prasangka antara mereka terbuka satu persatu, maka cinta mereka akan berkelanjutan. Nah bagaimana kelanjutannya? Seru juga mantengin kisah cinta Sophie yang terkesan riang dan sedikit urakan dengan Kit yang sangat kaku dan sinis. Saya cukup senang dengan cerita ini. Cukup menghibur.

Data buku

Judul: Jalinan Hasrat Terlarang
Judul asli: Craving the Forbiddeng (The Fitzroy Legacy #1)
Pengarang: India Grey
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 21 Agustus 2017 (terbit pertama kali 2011)
Tebal: 256 halaman

Kilas Buku: Winter (The Lunar Chronicles #4)

|

Akhirnya sampai juga saya ke buku terakhir dari serial The Lunar Chronicles. Pada buku 1-3 kita disuguhkan kisah perjuangan Cinder yang terkaget-kaget karena ia harus diburu oleh Ratu Levana dari Luna, karena Cinder yang seorang cyborg ini adalah pewaris sah tahta Kerajaan Bulan. Cinder lantas bertemu dengan tiga gadis lainnya yang sama-sama punya jiwa pemberontak, seperti Scarlet gadis pertanian yang pemberani, Cress si damsel in distress yang jago IT, dan Winter (bertemu di buku 4) anak tiri dari Ratu Levana.

Bersama dengan ketiga gadis yang menjadi teman barunya itu, juga termasuk cowok-cowok keren yang kemudian menjadi pacar mereka, Cinder dan Kai berjuang melawan Ratu Levana yang tiran. Tentu saja perjuangan ini tidaklah mudah. Mereka harus berkorban banyak hal. Lantas ada hal baru yang harus dipikirkan, yakni bagaimana rencana selanjutnya jikalau Cinder berhasil menumbangkan Levana dan menjadi Ratu Bulan. Bagi Cinder yang terbiasa menjadi budak dan tidak mengerti seluk beluk pemerintahan tentu akan menjadi hal yang sangat sulit. Maka, silakan saja baca detilnya dalam buku pamungkas ini.

Well, ceritanya sangatlah menarik. Eksekusinya juga bagus. Hanya saja, bagi saya yang tidak suka berlama-lama dalam proses cerita, rasa bosan akan mudah menerjang. Jujur saja, saya lebih sering menggunakan metode skimming dan lompat kepada kesimpulan atau bagian cerita yang menurut saya krusial. Tidak ada yang salah untuk itu buat saya, asal si pembaca tetap dapat mengerti jalan cerita dengan baik.

Tokoh favorit saya dalam buku 4 ini adalah Cress dan Thorne (tentu saja Cinder tetap menjadi tokoh paling favorit saya). Cress, meskipun memiliki karakter yang lemah, ia tetap berusaha untuk berubah, memberanikan dirinya sendiri untuk menyumbangkan tenaga dan pikirannya demi revolusi di planet bulan. Hal yang paling lucu dan menggemaskan tentu saja kisah cinta antara ia dan Thorne, si cowok paling bengal yang dianggapnya pahlawan. Cress sepertinya sangat terpengaruh dengan kisah-kisah percintaan yang ditontonnya, sementara Thorne mencoba menjadi cowok paling cool yang pernah ada. Hehe.

Ada hal penting yang dapat dijadikan pelajaran, yakni tentang bagaimana perlakuan buruk dari orang lain dapat membentuk kepribadian seseorang. Rasa benci dan dendam yang bertumpuk dan tidak tersalurkan akan membuatnya lebih kejam daripada monster yang paling buas sekalipun. Yah sebenarnya hanyalah cinta kasih dan keterbukaan yang mampun menghapus dendam. Mungkin itulah yang terjadi pada diri Levana, ia menjadi makhluk paling menyedihkan yang pernah ada. Maka kekejaman menjadi satu pelampiasan dari hatinya yang kelam.

OK, bintang 3 untuk buku pamungkas ini. :)

Data buku

Judul: Winter (The Lunar Chronicles #4)
Pengarang: Marissa Meyer
Hardcover, 1st, 827 pages
Published November 10th 2015 by Feiwel & Friends

Kilas Buku: Cress (The Lunar Chronicles #3)

|

Setelah Cinderella dan Si Tudung Merah, kini kisah berlanjut ke Rapunzel. Yah, namanya tidak benar-benar Rapunzel. Kisahnya juga bukan kisah Rapunzel. Seperti biasa kisahnya merupakan hasil modifikasi dari kisah klasik si Rapunzel yang berambut panjang. Sayangnya Rapunzel dalam kisah fantasi-modern ini, si gadis tidak mendapatkan kesaktian apapun dari rambut panjangnya. Marissa Meyer menggambarkan kalau ia ini adalah "damsel in distress", terlihat dari bagaimana Cres (nama tokoh "Rapunzel" di buku ini) benar-benar menganggap dirinya adalah gadis yang mendambakan sosok pahlawan menyelamatkannya.
Because if there was one thing Cress knew about heroes, it was that they could not resist a damsel in distress. And she was nothing if not in distress.
"But you're a prisoner," said Thorne. "I prefer damsel in distress," she murmured.
Cress adalah seorang shell yang menjadi tawanan khusus dari Sybill Mira, penyihir kepercayaan Ratu Levana. Sejak kecil ia ditempatkan di sebuah satelit di antara Bulan dan Bumi. Tugasnya adalah untuk mengawasi segala hal tentang Bumi, termasuk celah untuk menyerang planet itu. Sayangnya Cress bukanlah sosok yang tangguh dalam menjalankan tugasnya. Ia cenderung melankolis dan lebih senang menonton drama daripada memata-matai Bumi. Ketika ia bertatap muka dengan buronan Thorne, ia langsung jatuh cinta dan merasa bahwa si penjahat itu adalah pahlawannya. Akankah mereka benar-benar menjadi pasangan yang serasi? Si Melankolis dan si Buronan.

Sementara itu, Cinder tetap berkutat dengan usahanya mencegah pernikahan Ratu Levana dan Kaisar Kaito. Sudah lama sekali ya sejak buku satu kita tidak melihat kisah antara Kai dan Cinder. Selama ini mereka sudah terpisah cukup lama. Nah, mungkin saja ya Cinder akan bertemu dengan Kai dalam buku tiga ini. Dan kita akan melihat sisi lemah Cinder. Hal ini cukup saya sukai, karena betapapun kuatnya Cinder, ia masih mau mengakui betapa ia takut menjadi seorang pemimpin harapan rakyat.
And even if I succeed, I have no idea how to be a queen. There are so many people relying on me, and now they're dying, all because of some ridiculous fantasy that I can help them, that I can save them, but what if I can't?
Well, pada akhirnya saya mengakui kisah fantasi hasil modifikasi ini cukup berhasil. Meyer tidak hanya mengandalkan romance semata dalam menarik para pembacanya. Ia juga berhasil membuat alur cerita yang cukup logis.

Tiga bintang.

Data

Judul: Cress (The Lunar Chronicles #3)
Pengarang: Marissa Meyer
Hardcover, 552 pages
Published February 4th 2014 by Feiwel & Friends

Kilas Buku: Scarlet (The Lunar Chronicles #2)

|

Setelah kisah cinta Linh Cinder yang terinspirasi dari Usagi Sailor Moon dan (pastinya) Cinderella sudah dibahas dalam buku pertama, kini Dongeng Bulan berlanjut ke buku kedua. Tidak jauh-jauh dari kisah dongeng klasik, buku kedua bercerita tentang Scarlet, seorang gadis yang baru saja kehilangan neneknya. Tidak, neneknya Michele Benoit, belum meninggal. Ia hanya hilang tanpa jejak, kecuali kartu identitasnya yang sudah dicongkel dari tangannya. Scarlet yang senang memakai hoodie dan bekerja di pertanian milik keluarganya, berusaha menemukan neneknya yang (menurut dugaan Scarlet) diculik sekelompok orang jahat.

Beruntung ada pemuda dengan tato mencurigakan yang membantu gadis bertudung itu. Pemuda ini adalah orang baru di tempat Scarlet tinggal. Ia petarung jalanan yang memiliki nama panggilan Wolf. Anehnya ia juga memiliki taring dan penciuman tajam seperti serigala pada umumnya. Scarlet agak curiga pada awalnya, namun ia bertekad untuk menemukan neneknya dengan selamat apapun jalan yang ditempuhnya.

Saya cukup terpukau dengan imajinasi Marissa Meyer ini. Ia mampu menceritakan ulang dongeng versi dirinya sendiri. Fantasi yang digunakan memang agak tidak masuk akal. Tapi, ya kan namanya juga fantasi. Namun jalan cerita dan alur yang saling berhubung terasa cukup nyambung satu sama lain. Itu yang sebenarnya membuat saya bisa bertepuk tangan dengan keberhasilan Meyer.

Tokoh Wolf dan Scarlet sepertinya bakal menjadi idola baru ya, sejajar dengan Cinder dan Kai. Kisah cinta mereka bahkan lebih 'panas' daripada si Upik Abu dan si Pangeran. Hehe. Yang paling saya kagumi sebenarnya adalak Iko, android milik Cinder. Karena ia robot, menjadikannya sebagai karakter paling easy going sepanjang cerita. Tanpa beban gitu! Hehe. Mungkin buat selingan ya diantara tokoh dan masalah yang rumit dan bercampur baur. :D

Well, bintang tiga! :)

Data buku

Judul: Scarlet (The Lunar Chronicles #2)
Pengarang: Marissa Meyer
Kindle Edition, 464 pages
Published February 5th 2013 by Feiwel & Friends

Kilas Buku: Cinder (The Lunar Chronicles #1)

|

Cinder adalah seorang cyborg, manusia yang beberapa bagian tubuhnya sudah disambungkan dengan mesin. Seperti kebanyakan cyborg, Cinder dipandang sebelah mata oleh orang-orang normal. Ditambah lagi ia tidak punya orang tua sehingga harus bergantung kepada perwalian ibu tirinya yang terus menerus meratap tentang nasibnya yang miskin harta. Ia menyesali mengapa suaminya harus lebih peduli kepada Cinder daripada kedua anak kandungnya sendiri.

Cinder harus bekerja sebagai mekanik untuk memenuhi kebutuhan seluruh keluarganya. Tidak satupun dari ibu tiri atau kedua saudara tirinya yang bekerja. Berkat usahanya yang keras, Cinder berhasil menjadi mekanik perempuan profesional yang paling terkenal di New Beijing. Suatu ketika pangeran Kaito, calon pewaris tahta kekaisaran Persemakmuran Timur, datang kepada gadis mekanik itu dengan androidnya yang rusak. Ia berharap androidnya dibetulkan segera.

Di sisi lain, kerajaan Luna menunggu waktu yang tepat untuk menjajah Bumi. Ratu Levana yang memerintah Bulan, sangat ingin menikahi Pangeran Kai supaya dapat menguasai Bumi dengan mudah. Ia melakukan segala cara mulai dari manipulasi, hingga iming-iming vaksin dari wabah letumosis yang sedang merebak di seluruh negeri Bumi.

Yang jelas, keberadaan Cinder dalam cerita ini punya andil dalam melawan Ratu Levana dan kroninya. Tapi entahlah seorang cyborg sebatang kara dapat melawan ratu yang sangat berkuasa.

Sebenarnya cerita ini adalah campuran inspirasi dari berbagai kisah dongeng dan fantasi. Mungkin semacam fiksi penggemar dari cerita Cinderella, Sailor Moon (mengingat penulisnya merupakan penggemar Sailor Moon), dan juga Star Wars. Yang saya sukai dari fantasi yang satu ini, meskipun tokohnya perempuan, ia tidaklah berkarakter lemah. Cinder bukanlah damsel in distress. Ia berkepribadian kuat dan sudah lama menjadi kuat dengan bertahan hidup dalam kesulitan. Dan satu lagi, ia tidak pernah bermimpi mendapatkan pertolongan orang lain (bahkan mengharapkan pangeran datang), kecuali dirinya sendiri.

Saya cukup suka dengan alur ceritanya. Maka dari itu sepertinya 3 bintang cukup. :)

Data

Judul: Cinder (The Lunar Chronicles #1)
Pengarang: Marissa Meyer
Penerjemah: Yudith Listiandri
Paperback, 384 pages
Published January 1st 2016 by Penerbit Spring (first published January 3rd 2012)

Kilas Buku: Rich People Problems (Crazy Rich Asian #3)

|

Finally this story comes to the end at least to recently problems that the elite Young-Shang family have. Of course should there be a big storm before the calm situation comes. It began when Shang Su Yi felt so much sick so that she should stay on her bed. Reading this situation, her family were gathered around her, including Nicky. Unlike his cousin Eddie who only cared about heritage, Nicky wanted to see Su Yi since he never met her five years ago, and of course to ask last apology before her death.

My favorite character, Astrid, had unpleasant situation since her divorce. Her relationship with old lover, Charlie Wu also get so many obstacles. Her ex, Michael and Charlie's ex, Isabel became partner in crime to ruin the relationship. Get frustrated, she become a self isolating person and stay away from everyone especially Charlie Wu. Would our Romeo and Juliet can be happy forever ever after?

We also can see the problems Kitty Pong (now is Bing) and Collete Bing have, fight between Young family members on their fantasies to get the biggest portion of the family heritage, and also Su Yi's old secret love story. But actually the most thing I wonder is "Does Su Yi really own the Shang empire and its treasure? Since Su Yi is a woman that cannot afford the family treasure." How if Su Yi not that rich? Will her children still become snob people?

This is the final book of Crazy Rich Asian series. I, sometimes, feel sad to some the unfortunate characters and sometimes burst into laughter due to some character craziness. And Eddie is the best comedian in this story! Actually it's kind of "soap opera" book. There are too many dazzled things like the rich people and their money and fancy things that I don't have. I don't even imagine if there is a rich family like this, since I feel happy enough with what I have now.

As usual, I skip some boring stories, and jump to the most essential part. Well, I think some of you won't follow silly chit-chat among Windi Meggaharto Widjawa and her friends, will you? Hey, talking about Windi, the Chindo woman. Don't you think it's funny enough when the author pick "Mega-Harto" and "Widjawa" name for her? Does her name come from the second President and the fifth President of Indonesia? And "Widjawa", I rarely heard that name in Indonesia. Or should it become "Widjaja", the common name for the Chindo?

The lesson you can take from the story is your money is not a damn thing you can have forever. Meaning, you cannot proud of it. Money doesn't bring any happiness, your family does.

OK, 3 stars!

Book data

Title: Rich People Problems (Crazy Rich Asian #3)
Author: Kevin Kwan
Paperback, 384 pages
Published May 23rd 2017 by Doubleday Books

Kilas Buku: China Rich Girlfriend (Crazy Rich Asian #2)

|

Hey, it might be a little bit spoiler for you. But don't you have to worry, I won't spit the whole thing. I just sum the story up for my review here.

Previously in the CRA book, Rachel Chu and Nicholas Young had problems with Nick's family view about Rachel. It ended with Rachel's secret discovered to public. It's Eleanor Young, mother of Nick, who's behind the revelation. Shocking to what's happening, Rachel and Nick were back to USA and continues their lives there. They live in peace then, well, at least until their wedding day was coming two years later.

Something also happened to Astrid Leong Teo, the closest cousin of Nick. Astrid and his husband, Michael, had serious problem. Michael who came from the middle class family, felt overlooked and unappreciated in the Leongs. Whatever he did to support his wife and son, he never got even such good attention. On the other hand, he always only be an IT support technician in that tycoon family, not as 'the Goddess' husband. One day a big company bought Michael's start-up business overpricely. It resulted in a new Michael, not only as a new rich businessman, but also as a new father and husband. Soon he lost his old persona as the lovely husband.

Some new characters are put in the story now. You'll meet the Baos (Rachel's family in China), the Bings (the third richest family in China), Corinna Ko-Tung (a well-known social consultant), and of course we'll take a closer view on Kitty Pong (she is now Mrs.Bernard Tai), and Charlie Wu (Astrid's ex fiance).

Still, Astrid is my most favorite character. I love the way she takes care of her family. She tries hard to calm both Michael and the Leongs. And the most important is she doesn't like to brag about everything she knows and has. Next, Corinna Ko-Tung will be added on the list. She is good at fixing people and relationship. She is the right person you need to have when you want to be exist in a social group.

CRG is still engaging as the CRA. I spent only two days to read it. Yeah, sometimes I did skimming due to boring story of the rich. I couldn't stand with the estates, fancy couture and bags, and of course treasures exhibition they have. Partly it's because I'm not a rich and so envy with them. Partly it's because I even cannot imagine how rich these people. Do they really exist? Oh they do. I just don't know and (hopefully) don't care with what they have.

Well, I gave 3 stars for this book as the result. It's interesting book for those who are interested in Asian (especially Singaporean) social and culture story. It's really nice to know all about the rich you know hehe.

Book

Title: China Rich Girlfriend (Crazy Rich Asian #2)
Author: Kevin Kwan
Hardcover, 378 pages
Published June 16th 2015 by Knopf Doubleday

Kilas Buku: Kaya Tujuh Turunan (Crazy Rich Asians #1)

|

Keluarga jet-set se-Asia terekspos! Memang sih ini cuma lewat karangan. Tapi tetap saja bikin saya nganga bacanya. Ceritanya tentang Nicholas Young yang mengajak pacarnya, Rachel Chu, berlibur ke kampung halamannya di Singapura. Tipikal orang Amerika (keturunan ras apapun, pokoknya yang sudah lama di Amerika, seringkali menganggap seluruh Asia masih tradisional dan alami), Rachel menganggap ia akan pergi ke suatu pulau yang eksotis dan menghabiskan waktu dengan santai khas orang-orang kampung Asia. Yah, Singapura memang pulau di kawasan Asia Tenggara yang tropis. Namun Singapura sudah menjelma menjadi kota sekaligus negara yang modern.

Sayangnya, Rachel akan mendapat banyak kejutan. Karena Nick tidak sesederhana yang ia bayangkan. Keluarga besar Nick adalah salah satu keluarga terkaya di Asia. Kekayaannya bukan suatu hal yang baru, melainkan sudah turun temurun.

Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, karena Nick berasal dari keluarga besar, maka konfliknya tidak hanya seputar Nick dan Rachel, namun juga seputar beberapa kerabat, bahkan dari lintas keluarga. Awalnya saya agak jiper baca cerita seputar orang kaya, betapa mudahnya mereka mengeluarkan uang untuk hal-hal tertier. Lama-lama, syukurlah saya terbiasa dengan silaunya harta dan cerita mereka.

Konflik yang dipamerkan lebih rumit, dan sebenarnya biasa ditemukan dalam kehidupan hari-hari. Mulai dari antar ibu mertua dan menantu, kelompok orang kaya baru dan orang kaya lama, juga kelompok Cina Daratan dan Cina Perantauan. Yang jelas bagi saya, semua itu berawal dari perasaan superior yang berlebihan, menganggap diri sendiri lebih unggul dari yang lain. Atau karena perbedaan kebudayaan, dan kebiasaan, dapat membuat orang berselisih. Pikiran terbuka dan mudah menghargai orang lain akan menjadi solusi yang efektif.

Buku ini cukup menarik bagi berbagai kalangan. Bagi orang yang tidak terbiasa dengan kekayaan seperti saya, melihat pameran harta dan kebiasaan orang-orang jet set sangatlah menakjubkan. Bagi orang non-Asia Tenggara, akan mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang budaya dan bahasa Singlish. Sesekali pengarang juga menuliskan istilah dalam bahasa Mandarin, Hokian, dan Kanton.

Jujur saja, di tengah cerita, saya mendapatkan diri saya bosan. Pasalnya, saya sudah mendapat inti konflik, namun ceritanya masih saja berputar soal lain, yang sepertinya tidak terlalu penting. Yang saya butuhkan saat itu adalah sampai pada penyelesaian konflik dengan cepat.

Syukurlah ada beberapa karakter yang menjadi favorit saya: Astrid Leong dan Oliver T'sien. Astrid terkenal sebagai karakter yang anggun (seperti orang kaya seharusnya) namun tidak pernah menyombongkan kekayaannya dengan sengaja. Sementara Oliver, adalah cowok luwes yang mudah bergaul dengan banyak orang. Ia cukup dekat dengan Astrid.

Sayangnya, meski diterjemahkan dengan sangat baik dalam bahasa Indonesia, eksekusi penulisan sepertinya kurang diperhatikan. Banyak sekali tulisan yang disajikan tanpa spasi, atau malah saltik.

Pada akhirnya bintang 3 untuk Kaya Tujuh Turunan. Cannot wait to read the next book.

Data buku

Judul: Kaya Tujuh Turunan (Crazy Rich Asian #1)
Judul asli: Crazy Rich Asian
Pengarang: Kevin Kwan
Alihbahasa: Cindy Kristanto
Tebal: 480 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2016 (edisi bahasa Indonesia)

Kilas Buku: Scheduled Suicide Day

|

Ruri adalah seorang anak tunggal sekaligus pewaris dari pemilik restoran dan jasa kuliner, Watanabe Sanao. Meskipun seharusnya berbahagia karena berlimpah harta dan nama yang tenar, Ruri sangatlah kesepian. Ayahnya, Sanao, belum lama ini meninggal dunia. Sementara itu, ibunya, Nanami, sudah jauh lebih lama mendahului ayahnya.

Rasa kesepian dan kehilangan Ruri membuatnya semakin membenci ibu tirinya, Reiko. Ia menganggap Reiko-San telah membunuh ayahnya, untuk mengambil kerajaan kuliner keluarga mereka yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Hal ini diikuti kesuksesan Reiko-San sepeninggal Sanao-San. Tiba-tiba, Ruri menemukan sesuatu yang mencurigakan. Ia meyakini ada barang bukti yang menunjukkan kalau Reiko telah membunuh ayahnya. Yang gadis itu harus lakukan hanyalah menemukan bukti-bukti kuat yang akan memenjarakan Reiko.

Sayangnya, Reiko sepertinya sangat licin dan rapi menyembunyikan jejak pembunuhan suaminya. Ruri mulai pasrah. Usaha terakhir yang ia lakukan adalah meninggalkan surat wasiat agar polisi menangkap Reiko, sementara ia sendiri pergi ke suatu desa terpencil untuk bunuh diri.

Di tengah usaha Ruri untuk bunuh diri, ia bertemu dengan hantu pemuda yang katanya juga mati karena bunuh diri di desa yang sama. Berkat pertemanan dengan hantu itu, Ruri mulai menyelidiki kebenaran tentang pembunuhan ayahnya yang dilakukan oleh ibu tirinya sendiri. Lantas, ia pun mulai mendapatkan kenyataan yang barangkali ia sendiri tidak mau dengar. Kenyataan itu sungguh pahit, namun hal inilah yang baik untuk Ruri. Dan apakah hal ini mampu menghentikan keinginan Ruri untuk bunuh diri?

***
Pada ulang tahun saya kali ini saya akan membahas salah satu buku kesukaan saya.

Karya Akiyoshi Rikako sangatlah ditunggu-tunggu oleh penggemar cerita misteri yang menegangkan. Terkadang karyanya terasa menyeramkan, terkadang juga karyanya terasa ringan dan menyenangkan. The Dead Returns adalah salah satu karyanya yang menyenangkan, begitu juga Schedule Suicide Day yang sekarang sedang kalian baca reviewnya. Buat saya menyenangkan sih karena memang ada sentuhan romansa ala remaja. :D

Selain itu, saya juga senang dengan sisipan pesan yang disampaikan Rikako lewat peran si Hantu pemuda. Nampaknya pendekatan si Hantu lebih menyentuh hati seorang Ruri yang selalu merasa kesepian ya. Saat itu bagi Ruri bunuh diri adalah satu-satunya solusi, namun si Hantu berkata begini:
Berpikir untuk bunuh diri itu benar-benar egois, lemah, dan hanya bsa menghindar dari masalah. Banyak orang yang mencela demikian. (h. 113)
Walaupun masalah bunuh diri adalah masalah yang sensitif dan merupakan hak masing-masing untuk memiliki beragam pendapat dan keputusan tentangnya, namun sebagai manusia kita juga punya kewajiban untuk sebisa mungkin mencegah kejadian bunuh diri. Yang dapat dilakukan adalah memberi perhatian, dan mencoba untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh mereka yang diduga akan melakukan bunuh diri.

Lewat Schedule Suicide Day ini, aku berharap dapat memberi pendekatan soal masalah yang cukup krusial ini kepada remaja-remaja yang mungkin tengah memiliki masalah. At least ada kesadaran awal dalam diri mereka untuk mencari bantuan lebih lanjut dalam menyelesaikan masalah pribadinya.

Karena aku suka banget sama novel Rikako yang satu ini, maka aku beri 5 bintang. :)

Data buku:
Judul: Schedule Suicide Day
Pengarang: Akiyoshi Rikako
Penerjemah: Andry Setiawan
Tebal: Paperback, 280 halaman
Penerbit: Haru, 8 Mei 2017 (terbit pertama kali 2016)

Kilas Buku: Bingkai Magenta [Blogtour + Giveaway] - Closed

|

Jika kamu menjadi seorang seperti Serena Heaven, barangkali kamu akan memiliki cerita yang sama dengan ceritanya. Siapa sih yang tidak ingin menjadi sepertinya? Terkenal di dunia maya dan kerap kali mendapat permintaan untuk menjadi  endorser sebuah produk. Tentunya produk yang diulas akan menjadi hak milik pribadi, ditambah sejumlah uang saku yang lumayan untuk jajan.

Serena Heaven menghabiskan hari-harinya dengan menonton film komedi yang sama di kedai tua miliknya yang menyewakan buku dan vinyl lawas. Beruntung saja gadis itu tidak pernah merasa bosan melakukan rutinitas yang sama setiap harinya. Barangkali salah satunya karena interaksinya dengan dunia maya belakangan ini. Serena memiliki akun instagram bernama @SeventHeaven yang ia isi dengan gambar apa saja, termasuk foto-foto pribadi dengan latar kedai tuanya. Tanpa disadari sejak itulah dirinya mulai populer menjadi @SeventHeaven yang sekarang ini

Tidak banyak pengunjung kedai tuanya menyadari kalau Serena adalah @SeventhHeaven. Mungkin Maru adalah mereka yang sedikit itu. Juga, Eru. Seseorang yang mengaku penggemar rahasia gadis itu. Suatu ketika Eru menawarkan sebuah petualangan yang bahkan tidak pernah diimpikan oleh Serena sendiri.

Sementara itu, kamu mungkin ingin juga menjadi seperti Aria. Cewek mungil yang sedang kursus bahasa di Jepang ini adalah sosok yang mandiri. Selain bersekolah di negeri orang, ia juga berniaga lewat online shop-nya di instagram, @HankachiShop. Aria juga punya kegemaran memantau dunia maya. Salah satunya, ia senang melihat hasil jepretan akun @BingkaiMagenta. Ia juga mengikuti akun kekasih Genta, @SeventHeaven.

Suatu ketika, teman satu flatnya, Gesang, membawa pulang seorang asing yang terluka. Seseorang itu tampak mirip dengan pemilik akun @SeventHeaven yang memang sudah biasa dilihat Aria lewat instagram. Sayangnya perempuan yang mengaku bernama Serena itu tidak mau bercerita apapun. Hingga suatu saat semuanya harus terungkap ketika hampir saja terlambat.

**

Ini pertama kalinya saya membaca karya Ghyna Amanda. Awalnya saya tidak mengharapkan apapun selain kisah cinta menyek-menyek ala anak muda. Ternyata yang saya dapatkan lebih dari itu. Ghyna membeberkan cerita yang biasa dialami anak muda di masa kekinian, masanya semua orang gemar bermediasoasial. Zaman sekarang ini, hampir semua orang memiliki akun instagram, dan berlomba-lomba "memamerkan" gambar terbaik agar banyak menuai "like" dan komentar yang bagus.

Yah, media sosial tentunya tidak hanya punya sisi baik, ia juga punya sisi jelek. Bisa saja kamu berkenalan dengan seseorang yang akan menjadi pacarmu atau bahkan musuhmu lewat hal itu. Lalu mana yang paling penting buatmu: dunia maya atau dunia nyata? Atau tiba-tiba kamu akan bilang:
"Aku nggak tertarik dengan sosial media lagi." (hal. 264)
Apapun yang kamu pilih, jangan lupakan cerita tentang @SeventhHeaven ini. Kan kita lagi bahas novelnya Ghyna. Hehe.

**


Judul: Bingkai Magenta
Penulis: Ghyna Amanda
Penyunting: Avifah Ve
Tebal: 272 halaman
Penerbit: Laksana, cetakan pertama 2017


Nah, setelah blogtour di blog mbak Tiwi, ada sebuah buku Bingkai Magenta yang akan saya bagikan di buku.dibaca.in kali ini. Ikutan yuk. Berikut syarat dan ketentuannya:
  1. Peserta berdomisili di Indonesia.
  2. Follow akun Twitter @laksana_fiction atau like FB Penerbit DIVA Press, juga follow @kilasbuku.
  3. Bagikan tautan giveaway ini di medsos. Silakan mensyen saya dan atau penerbitnya.
  4. Buat Kamu yang punya IG, silakan follow @penerbitdivapress..
  5. Tulis nama, akun Twitter, dan alamat surelmu di kolom komentar, diikuti jawaban pertanyaan ini:
mana yang paling penting buatmu: dunia maya atau dunia nyata?
Blogtour Bingkai Magenta di blogku ini akan berlangsung selama 7-13 Agustus 2017. Dan pengumuman pemenang selambatnya akan dilakukan pada 14 Agustus 2017. Berikutnya, blogtour akan berlanjut di blog Agatha. So, tunggu apa lagi? 😁

[updated] Pemenang untuk GA kali ini adalah Dessi Ambarwati (@dessiamw). Selamat Dessi, kamu berhak mendapatkan novel Bingkai Magenta. Silakan kirim data diri, alamat, dan nomor telepon ke email kukilasbuku[at]gmail.com. Jika tidak ada konfirmasi dalam 2x24 jam, maka akan saya pilih pemenang lain.

Kilas Buku: The Lady in Red

|


Jika kalian membaca resensi lain tentang buku ini, tentu saja rata-rata mengatakan hal yang sama, yakni tentang kisah cinta Betty Liu dan Robert Wotton, dan juga cicitnya Rhonda Roth dan Gregory Drew. Tentu saya juga akan mengulas hal yang sama, seperti yang baru saja saya tulis dalam satu-dua kalimat pembuka ini.

Ternyata kisah cinta dua pasang buyut dan cicit itu bukanlah masalah utama yang menjadi kerangka cerita ini. Ada rasa benci dan dendam yang kemudian menyokong masalah besar yang muncul belakangan.

Jika diperhatikan, pada setiap bagian cerita, yakni awal-tengah-akhir, ada interlude yang merupakan dongeng si tudung merah dan serigala yang sudah digubah. Sepertinya penulis ingin membuat cerita cinta modern berdasarkan dongeng karangan Grimm bersaudara itu. Saya cukup puas dengan konsepnya, karena menghasilkan cerita yang rapi dan cukup kuat. Sayangnya ada beberapa hal yang membuat saya tidak memberi bintang lebih dari tiga.

1. Tokoh-tokoh yang kurang mendapat peran
Beberapa pembaca menyayangkan tentang rentang waktu yang cukup lama antara Betty Liu dan Rhonda Roth. Saya pribadi sebenarnya tidak masalah, karena beberapa kasus dalam dunia nyata bisa jadi ada hal yang seperti itu. Saya hanya kecewa ada beberapa tokoh yang seharusnya mendapat peran lebih seperti yang sudah seharusnya.

Betty Liu merupakan nenek buyut dari Rhonda. Penulis sudah menjelaskan mengapa Rhonda harus lebih dekat kepada nenek buyutnya daripada ayah, dan juga kakek dan neneknya sendiri. Saya menyayangkan kurang peran yang diamanahkan penulis kepada Kakek Thomas dan Nenek Lily. Salah satunya jelas terdapat pada halaman 283. Ketika itu Greg menemukan ada sesuatu yang salah dengan Henry. Di antara semua orang yang berkumpul, kenapa yang menelepon 911 harus Kakek Thomas? Kenapa yang memeriksa denyut jantung dengan sungguh-sungguh harus sang ayah? Mengapa Kakek Thomas dan Nenek Lily tidak mendapat peran untuk mengusahakan Henry sadar kembali sebelum mobil ambulans tiba? Bukankah Kakek Thomas dan Nenek Lily adalah dokter yang sudah berpengalaman? Biarkan orang lain yang menelepon 911 (kan ada Anita) dan biarkan Thomas dan juga Lily menolong cucunya sendiri.

2. Ada beberapa typo yang sepele, namun cukup mengganggu saya. Contohnya ada pada halaman 336. Di sana tertulis: "Ms. Drew, Ms. Roth, kalian, dan ....".  Well, sepengetahuan saya Gregory Drew adalah laki-laki yang seharusnya bergelar Mr. dan bukan Ms. :)

Yah, sudah sih sebegitu saja hal-hal yang ingin saya sampaikan dalam resensi kali ini. Saya menulis ini bukan karena ingin menjatuhkan cerita. Sejujurnya saya sangat menyukai novel ini. Mbak Arleen seperti biasa mampu membuat cerita romantis versi modern berdasarkan kisah klasik anak-anak. Yang saya sampaikan adalah pendapat supaya ada kemajuan yang berarti pada cerita-cerita Mbak Arleen selanjutnya. :)

Data buku

Judul: The Lady in Red
Pengarang: Arleen A.
Penyunting: Dini Novita Sari
Tebal: Paperback, 357 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 11 April 2016

Kilas Buku: Ally - All These Lives

|


Seorang gadis bernama Allison Lancaster tidak bisa dibilang sebagai gadis biasa saja. Padahal ia tampak sama seperti manusia lainnya, lahir dengan normal, tumbuh dewasa dengan baik, dan bahagia dengan pekerjaan, keluarga, dan pasangannya. Namun siapa sangka jika Ally (begitu biasa ia dipanggil) memiliki kemampuan untuk berpindah alam semesta? Mungkin saja menyenangkan, tapi bagi Ally kemampuan ini adalah bencana! Di satu hari kamu terlahir dengan satu teman baik yang menyenangkan, ternyata semenit kemudian kamu mendapatkan teman baikmu itu tidak pernah tinggal di dunia ini. Membingungkan bukan?

Ini adalah novel Mbak Arleen A. kedua yang saya baca, meski ternyata ia sudah menulis sepuluh novel. Wow! Padahal saya berpikir ia baru menulis tiga novel saja. Maaf ya Mbak Arleen. Hehe.

Jika pada novel "Then & Now" yang saya baca kemarin, isu yang ingin disampaikan adalah tentang (sedikit) keberadaan pulau Rapa Nui dan suku-suku yang tinggal di sana, dan dua kisah cinta masa lalu dan sekarang yang barangkali berkaitan (mungkin karena reinkarnasi). Pada novel "Ally" ada isu yang juga ingin diangkat oleh Arleen, yakni tentang Teori Dunia Banyak yang dikemukakan oleh fisikawan Amerika Hugh Everett III. Ia berpendapat bahwa terdapat alam semesta paralel yang persis sama dengan alam semesta tempat kita tinggal. Jadi ya mungkin saja alam semesta terdiri atas 3 hingga 5 bagian.

Ally, si tokoh utama ini memiliki kemampuan untuk melintasi dunia paralel. Sayangnya dunia banyak ini tidak memiliki yang sama. Permukaannya memang serupa, namun isi ceritanya tidak sama persis. Selalu saja ada yang berbeda. Hal ini tentu saja membuat Ally frustasi. Ia tidak bisa tenang hidup seperti ini.

Lalu apakah Teori Dunia Banyak ini benar terjadi? Dapat terjadi? Terbukti bisa terjadi? Hmm, saya pribadi masih menganggap hal tsb hanya dapat terjadi dalam novel fiksi ilmiah. Saya tidak yakin dengan hal itu. Tapi mungkin saja bisa terjadi, karena jika Tuhan menghendaki segala sesuatu yang mustahil pun ia tetap akan terjadi.
Dan, sekarang apa yang harus kulakukan? Rasanya aku lagi-lagi menjadi seekor semut yang tidak berdaya di atas sehela daun. Dan jika kali lain Yang Berkuasa mengangkatku dan meletakkanku di atas daun yang lain lagi, aku tidak akan punya pilihan selain menurut dan menerimanya.
Tadinya dengan adanya tabija-ku, aku kira aku punya pilihan. Kukira aku dapat memberikan instruksi kepada Yang Kuasa untuk meletakkan diriku di atas daun tertentu. Rupanya aku naif telah berpikir demikian. Memangnya siapa aku? (hlm. 150)
Mungkin kalimat-kalimat di atas mengandung pesan yang cukup jelas. Penulis tidak hanya sekedar menulis cerita yang berkasit dengan Teori Dunia Banyak, namun ia punya pesan untuk pembaca. Bahwa Tuhan tidak pernah alpa mengurus makhluknya. Ia menempatkan masing-masing jiwa dengan porsinya sendiri, dan pada tempatnya sendiri pula. Yang dapat dilakukan manusia adalah berusaha dan berdoa tanpa menginterupsi kemauan Tuhan.

Pasrah, ikhlas, bersabar, dan menerima apa adanya adalah hal yang terbaik yang dapat dilakukan manusia. Lantas jika itu semua dijalankan dengan ikhlas, maka kedamaian akan menyelimuti. Tidak ada hal yang lebih indah selain kedamaian dan keihlasan dalam hati.

Saya senang dengan buku ini. Memang sih konfliknya rumit sekali, dan tidak bisa dibaca dengan santai. Namun saya sangat mengapresiasi usaha Mbak Arleen untuk mengenalkan Teori Dunia Banyak kepada pembaca dan juga pesan yang indah tadi. OK, 3 bintang untuk buku ini.


Data buku

Judul: Ally: All These Lives
Pengarang: Arleen A.
Editor: Dini Novita Sari
Tebal: 264 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Cet. 1, 22 Januari 2015
ISBN: 9786020308845

Kilas Buku: Then & Now: Dulu & Sekarang

|

Arleen A. nulis novel yang non-anak-anak? Wah ini saya baru tahu, ditambah lagi ternyata sudah ada dua novel yang terbit sebelum judul baru yang akan saya bahas ini. Arleen A. salah satu penulis cerita anak masa kini yang saya kagumi. Cerita-ceritanya menarik, didukung dengan gambar-gambar yang bagus hasil karya animator lokal yang mumpuni. Alasan itulah yang membuat saya ingin membaca Then & Now: Dulu & Sekarang.

Ruita adalah gadis dari suku Momoki, yang juga disebut suku telinga pendek. Sementara itu Atamu adalah pemuda dari suku Eepe, biasa dikenal sebagai suku telinga panjang. Meski dari suku yang berbeda, Ruita dan Atamu memiliki takdir yang bersilangan. Mereka jatuh cinta satu sama lain. Sayangnya, bagai Romeo dan Juliet, mereka tidak pernah boleh bersatu. Apakah usaha Atamu untuk membuat Ruita tetap bersamanya akan berhasil?

Rosetta dan Andrew hanyalah manusia biasa saja yang saling jatuh cinta. Yang tidak biasa adalah cara mereka bertemu dan jatuh cinta. Andrew hanyalah concierge di sebuah hotel milik keluarga Rosetta. Dan mereka bertemu di lift hotel ketika Andrew bertugas sebagai pemandunya. Memang tidak ada yang pernah memahami bagaimana cara cinta bekerja. Hanya dengan lift dan tatapan mata sepertinya sudah mampu mengundang dewa cupid melesatkan anak panahnya.

Dua kisah cinta ini ada dalam buku yang sama. Yang pertama terjadi jauh sebelum zaman milenium dan di tempat yang jauh sekali. Yang terakhir terjadi pada masa kini di salah satu kota di Amerika. Yang saya tangkap adalah Rosetta dan Andrew merupakan reinkarnasi dari Ruita dan Atamu, maka wajar jika mereka dengan mudahnya jatuh cinta dengan cara yang hampir sama.

Saya senang dengan cerita Mbak Arleen ini, mengingat ini juga pertama kalinya saya membaca novel (bukan cerita anak) karyanya. Malah pada awalnya saya mengira ini adalah novel fantasi karena cerita diawali dengan kisah Ruita dan Atamu dan latar belakang yang unik. Sayangnya saya salah. Latar belakang Ruita dan Atamu sesungguhnya disandarkan pada pulau dan suku yang ada di sisi jauh benua Amerika.

So, cerita Then & Now sebagian besar fokus kepada Rosetta dan Andrew. Kisah romansa kontemporer yang lumayan bikin gemes. Kadang saya ndak sadar kalau kisah mereka dibikin oleh pengarang Indonesia, soalnya rasanya terjemahan banget. Dan lagi, gak ada typo seperti yang sering saya temukan di novel-novel penerbit yang sama. Ah, thanks to the editor, Mbak Dinoy!! :)

Tetapi...

Tetapi, sebagai pembaca, saya ndak bisa move on dari kisah Ruita dan Atamu. Saya malah lebih suka jika Mbak Arleen menulis tentang kisah mereka saja, ndak usah di-twist dengan kisah cinta lain. Memang sih latar belakang didasari kepada Pulau Rapa Nui dan suku Eepe dan suku Momoko di belahan benua Amerika Latin sana. Tapi menurutku (imho ya) tak ada salahnya kisah dikembangkan lebih luas lagi.

Karena aku udah terlanjur penasaran dengan kisah masa lalu Tame Maneki dan suaminya yang berasal dari suku telinga pendek. Rasanya kok lebih menarik ya. Mungkin karena Ruita dan Atamu tinggal di daerah yang unik, dengan kebudayaan yang juga unik. Sementara Andrew dan Rosetta tinggal di kota besar yang sering kita jumpai di banyak cerita.

Tetapi, saya tetap memberi apresiasi yang bagus untuk Then & Now. 3,5 bintang. :)

Nb. Buku ini cocok lho dibaca sebagai selingan di waktu luang.


Data buku

Judul: Then & Now: Dulu & Sekarang
Pengarang: Arleen A.
Editor: Dini Novita Sari
Tebal: paperback, 334 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2017
ISBN: 9786020351285

Kilas Buku: Three Sisters

|

Ini buku metropop terbitan gress kedua yang saya baca tahun ini setelah Boy Toynya AliaZalea. Jujur saya tertarik karena banyak komentar positif dari pembaca tentang buku ini, dan saya merasa wajib untuk membuktikannya sendiri.

Seperti judulnya, Three Sisters bercerita tentang tiga perempuan yang bersaudara kandung. Mereka bertiga punya kehidupan sendiri beserta masalahnya masing-masing. Rera si Sulung sudah berkepala tiga namun masih betah melajang. Banyak yang bilang ia terlalu pemilih, padahal yang ia cari adalah cinta sejati. Sementara Gina punya segalanya, suami yang baik, anak-anak yang lucu, juga pekerjaan yang mapan. Hanya saja ia terlalu sibuk untuk bersenang-senang sedikit saja dengan keluarganya. Lain lagi dengan Yumi si bungsu. Perempuan yang lembut ini sudah menikah tiga tahun namun belum juga mendapat anak. Sama seperti Rera, ia benci dengan segala bentuk pertanyaan yang terus meneror dirinya, apalagi mertuanya yang semakin lama semakin "menggemaskan".

Pahami orang lain

Berdasarkan apa yang terjadi dengan Rera dan Yumi, saya menyimpukan bahwa menunjukkan simpati tidak harus melulu dimulai dengan bertanya dan memberi nasihat. Kebanyakan orang tidak suka dengan hal begitu, termasuk saya. Pengalaman saya pribadi, berkali-kali saya membuat orang keki dengan tidak mau menjawab pertanyaan yang mereka lontarkan. Meski selepasnya saya merasa bersalah dan mulai mengubah kebiasaan (demi sopan santun), saya lebih senang menjadi pribadi tertutup.

Mengutip perkataan sastrawan (alm) Kuntowijoyo yang selalu ia sisipkan dalam karyanya, "Tidak semua garam sama asinnya." Maksudnya kepribadian setiap orang itu berbeda, maka janganlah memukul rata. Nasib dan perasaan orang lain belum tentu sama dengan diri kita, maka jangan membuat analisa tidak penting dengan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Saya pernah berada pada posisi "korban" yang suka dibanding-bandingkan, dan juga posisi "hakim" yang suka membanding-bandingkan. Kemudian saya berpikir, orang tentu akan sakit hati diperlakukan begitu baik dengan sengaja ataupun tidak. Cara yang terbaik ialah pandai membaca situasi sebelum memperlakukan orang lain dengan tepat.

Rehat dan berbagi

Kasus Gina dan suaminya membuat saya merenung sejenak. Tentu saja pekerjaan Gina sebagai pegawai dan juga Ibu rumah tangga tidaklah mudah. Jika semua hal hanya dianggap sebagai beban, maka yang ada hanyalah bahaya. Cara yang efektif adalah luangkan waktu dan berbagi perasaan dengan orang yang terpercaya. Dengan begitu sebagian beban akan berkurang dan bisa saja solusi akan menghampiri kita dengan lebih cepat.


Diksi bagus dan tertata rapi

Komentar-komentar positif tentang novel ini memang tidak salah, karena saya memberi empat bintang untuknya.

Ngomongin karakter, penulis berhasil menciptakan karakter dengan baik. Curcol sedikit 😜, Saya pernah berada pada posisi Three Sisters. Meskipun tidak berlangsung lama pada posisi Rera dan Yumi, namun tetap berbekas di hati. Terutama Yumi, saya paham bagaimana hubungan antara menantu dan mertua perempuan itu. Namun kemudian saya takut, apakah saya akan menjadi mertua yang "jahat" kepada menantunya nanti? Oh, oh semoga tidak. Terkadang kita juga harus memahami sisi si antagonis kan. Sepertinya itu juga cara untuk menghindari kita senasib dengan orang itu. fyuh.

Selain karakter yang mumpuni, novel ini juga ditulis dengan kata-kata yang baik. Cerita yang bagus tentu saja buah dari alur dan diksi yang bagus juga, kan? Yang paling saya senangi dari novel ini adalah, minimnya penggunaan kata-kata berbahasa asing (Inggris misalnya) seperti kebanyakan novel metropop. Jujur saja, maaf, kalau saya membaca novel Indonesia dengan segudang frasa berbahasa asing, saya merasa seperti sedang bertemu dengan karakter yang songong, dan sok pamer.😑Dan syukurlah Three Sisters tidak begitu.

Adapun soal typo, saya sudah menyampaikannya kepada penulis lewat media sosial. Semoga dengan begitu membuatnya menghasilkan karya yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Sekian.

Data buku

Judul: Three Sisters
Pengarang: Seplia
Tebal: 226 hlm, 20 cm
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Cet. I 2017
ISBN: 978-602-03-4010-4

Kilas Buku: Coppelia

|

Nefertiti adalah seorang gadis cantik yang pendiam dan pemalu. Ia sering dianggap aneh oleh teman-teman sekolahnya. Apalagi ia juga lebih senang bersahabat dengan anak perempuan yang menderita keterbelakangan mental yang tinggal di seberang rumahnya. Nefertiti semakin tertekan karena ia diharuskan pandai menari ballet seperti ibunya. Ketika ia mulai mencintai ballet, rasanya seperti ada yang hilang. Cintakah? Atau apa?

Oliver, seorang cowok yang sebaya dengan Nefertiti. Ia mencintai Nefertiti karena sering melihat gadis itu dari dalam rumahnya. Ya, Nefertiti memang adalah tetangga dekat Oliver, hanya saja mereka berdua pura-pura tidak saling tahu atau kalaupun tahu, mereka tidak mau repot-repot menyapa. Ketika mereka dewasa, Oliver merasa harus mengungkapkan perasaannya kepada Nefertiti. Sayangnya gadis itu masih berkutat dengan satu hal yang tidak bisa ia lupakan begitu saja: Cinta ibunya.

Coppelia, yang dijadikan judul untuk cerita ini, adalah nama dari boneka ciptaan Dr. Coppelius yang pandai menari. Sebenarnya ini adalah salah satu judul untuk tarian ballet, yang pertama kali dipertunjukkan tahun 1870. Jadi, cerita ini memang masih ada sangkut pautnya dengan ballet.

Metropop yang satu ini bukan metropop biasa. Kisah yang disajikan bukanlah melulu soal cinta antara laki-laki dan perempuan, namun juga cinta antara anak perempuan dan ibunya. Digambarkan, yang menjadi konflik, hubungan antara Nefertiti dan ibunya tidak pernah berjalan mulus hingga akhir cerita. Nefertiti masih terganjal dengan pertanyaan apakah ibunya benar-benar mencintai dirinya, atau justru menyesal telah melahirkannya. Usut punya usut hal ini masih ada hubungannya dengan masa lalu sang ibu. Mungkin jikalau Nefertiti mengetahuinya, ia akan mengerti.

Saya suka dengan cerita Coppelia, meski tidak terlalu tebal, kisahnya merupakan kisah cinta yang bermutu, apalagi temanya tentang cinta ibu dan anak.

Tiga bintang untuk novel ini.

Data buku
Judul: Coppelia
Pengarang Novellina A.
Tebal: 192 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Cetakan I, 9 Juli 2015

Kilas Buku: It Had to be You by Susan Elizabeth Phillips

|

I just finished another romance novel. Actually I did it because I wanted to complete my BBI reading challenge on sports fiction category. Its title is "It had to be You" by Susan Elizabeth Phillis. It is a popular novel I guess, but I just knew it when I had to read the sports fiction. I though the story was too cheesy and full of cheap romance along the story. But it's not like that. Let's move on with the story, I'm gonna tell you why the story impressed me.

A 34 years old woman finally came back to Chicago, her hometown, to attend her father funeral, Bert Somerville. Phoebe Somerville, it's her name, had a slim body, beautiful face, and also exceptional brain. Bert was an owner of the football team, the Chicago Stars. Unbelievably, He let Phoebe (not Reed Chandler, his lovely nephew) inherited the Stars, his first daughter that he never like. Even in their last telephone conversation, he'd told her she was his only failure (IHtbY, chapter 2).

Phoebe knew nothing about football. It made herself learn about it. She asked Ron, the team manager, to tell her everything. Mostly it's because she had the main goal to retain ownership of the team. She wanted the Stars win the AFC Championship, as her father told her, so that the team wouldn't revert to Reed. As long as she remembered, she had bad memories with Reed. As her only cousin, Reed kept bullying her. So it made her distress when he was around her.

On the other hand, she had problem with Molly, her only half-sister. Molly seemed hate her so much but Phoebe wanted to win her heart so badly. Moreover, She also had crush with Dan Calebow, the Stars head coach. Sometimes it made her nervous all the time she worked with him. The main question was, how Phoebe dealt with her problems? Could she pass the challenge her father gave? Could she keep the Stars in her hand?

Family Issues

As I said previously, I was impressed with the story (not the romance part). Phillips could write the conflict so nicely so that readers gave sympathy to the main character. I found most characters in the novel had the same problem in their families. Phoebe and Molly were lack of attention and love from their parents. Their mothers died when they were a child, and Bert as the father couldn't gave them so much attention. He bullied them instead, kept telling them as not good children and his only failure. That's why Phoebe ran away from home and accepted Arturo's offer to be his mistress. Actually she loved Arturo as her father, not her lover.

Reed Chandler had neurotic mother and grew up without his father with him, so that he also needed love from a man (anyone) as his father. Then he got it from Bert, his uncle. Besides,  Bert always fond of boys rather than girls. I think it can answer a question of why Bert hated his daughters and loved his nephew so much.

Dan also experienced bad childhood like the others. He was born to parents that not fond of children. So he had to survive by himself to be the best of him right now. It made Dan dreamed to have lovely family with kids and parents who care about each other (IHtbY, chapter 21).

Persistence

I saw everybody tried to achieve their goal persistently. Phoebe was with her team, sister, and soulmate. Dan was with his relationship goal. Molly was with her family and friendship goal. Even, Ron the manager was with his ambition to manage the team.

Susan tried to tell readers that people need to work hard if they want to achieve their goal. But work hard will be nothing without love. So, endeavor and love will take you to get to your purpose safe and sound. At least if you don't get it right away, you still can hold the love with you. And it will warm your heart.

Finally, 4 stars for this book.

Book data

Title: It Had to be You
Author: Susan Elizabeth Phillips
Format: Epub, 384 pages
Published October 13th 2009 by HarperCollins e-books (first published January 1st 1994)

Kilas Buku: Boy Toy

|

Baru-baru ini saya mendengar tentang kisah cinta seorang Emanuel Macron, salah satu kandidat presiden Perancis. Ia menikahi cinta sejatinya, gurunya sewaktu sekolah, yakni seorang wanita yang umurnya jauh berbeda. Pas sekali ketika isu itu masih hangat di pikiran, saya membaca novel "Boy Toy" yang tema utamanya adalah cinta beda usia.

Lea Oetari, seorang dosen di bidang Biologi berumur 32 tahun, sangat tidak suka hal-hal yang berbau ABG. Mengingat kini ia seorang yang sudah dewasa, ditambah pekerjaannya yang membutuhkan pencitraan baik, membuatnya alergi dengan sesuatu yang bernama boyband. Ia lebih suka dengan musik rock atau apapun yang bukan boyband. Sayangnya, takdir Lea berkata lain. Di suatu waktu di dalam hidupnya, ia harus berhubungan dengan cowok anggota boyband.

Taran Aditya adalah seorang anggota Pentagon, boyband terkenal di Indonesia. Ia tidak sedang berpacaran dengan perempuan manapun sampai ia bertemu Lea, perempuan yang berpenampilan dewasa. Taran tidak keberatan dengan usia Lea yang sepertinya lebih tua darinya. Yang ia tahu adalah ia sudah jatuh cinta dengan Lea tepat pada pertemuan perdana.

Tema utama novel ini sebenarnya sudah biasa ya. Namun sejak awal membaca "Boy Toy" saya tidak bisa berhenti hingga setengah buku. Rasanya tidak sabar ingin mengetahui kelanjutan hubungan antara Lea dan Taran. Mungkin yang jadi bikin penasaran adalah tokoh Lea yang memegang gelar Ph.D. Apalagi yang namanya bekerja sebagai dosen (akademisi) adalah sesuatu yang dipandang terhormat. Nah, sisi lain Lea inilah yang dikulik oleh pengarang.

Sayangnya ketertarikan saya mulai berkurang pada bagian akhir cerita. Bukan tidak bagus sih. Lebih tepatnya tidak semenarik bagian awal di mana Lea harap-harap cemas ketika mulai berkenalan dengan Taran. Dan saya bersyukur mendapati bagian menarik itu ada di awal, untuk menarik perhatian pembaca.

Saya senang tema lain juga disinggung dalam buku ini seperti sikap ibu Taran yang selalu dingin terhadap pasangan anaknya. Entah setiap ibu selalu begitu terhadap anak laki-lakinya, saya tidak tahu. Mengenai tidak terlalu detailnya soal aktivitas  Lea di bidang akademisi, mungkin memang lebih tepat begitu. Karena fokus masalahnya adalah boyband dan percintaan beda usia tadi.

Tiga bintang untuk buku ini. Dan saya rekomendasikan untuk pembaca yang memang menyukai novel berkategori romance dan metropop.

Data buku

Judul: Boy Toy
Pengarang: AliaZalea
Tebal: paperback, 384 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 25 April 2017

Kilas Buku: The Heat is On

|

Isabella Manchelli (Bella) adalah seorang perempuan yang bebas dan senang berpetualang. Ia memiliki gaya bohemian, yang tidak suka menetap di suatu tempat. Paham ini juga berpengaruh pada kehidupan cintanya. Ia senang dengan kencan satu malam dan tidak tertarik dengan ide cinta selamanya. Itu hanya karena ia belum menemukan orang yang tepat.

Jacob Madden (Jacob) adalah seorang detektif. Ia adalah lelaki yang teratur dan selalu waspada. Ia menjadi salah satu kencan semalam Bella. Namun sepertinya Bella dan Jacob menyadari kalau hubungan mereka akan berlanjut menjadi kencan setiap malam. Apakah ini akan terjadi selamanya? Apakah akhirnya Bella menemukan pasangan dan kota yang tepat untuk tinggal?

Bella vs Jacob

Awalnya saya curiga kalau cerita ini adalah fanfic untuk twilight. Again? Ow, cukup Fifty Shades of Grey aja yang jadi fanfic twilight. Yah, karena nama tokohnya Bella dan Jacob sih, jadi saya sudah berprasangka buruk saja. Tokoh Jacob (ah, mungkin Jill Shalvis ini beneran suka ya sama Jacob di Twilight) digambarkan begitu maskulin dengan kulit yang gelap. Sementara Bella digambarkan sebagai perempuan yang sangat mandiri (beda dengan di cerita sebelah kan).

Tapi Jill Shalvis adalah pengarang yang handal. Ia berhasil membuat roman yang seksi betulan seksi. Saya suka idenya tentang cerita asmara yang disandingkan dengan pembunuhan. Kasus dibuka dengan pembunuhan salah satu kencan semalam Bella, bernama Seth. Ia tersungkur di dapur pastry tempat Bella bekerja. Selanjutnya penembakan juga terjadi pada hari berikutnya. Hal ini membuat polisi curiga jika semua ini ada hubungannya dengan Bella.

Para pembaca pasti bertanya-tanya apakah detektif Jacob dapat bersikap netral? Karena bisa jadi Bella, si perempuan cantik itu, adalah pelaku penembakan yang sebenarnya.

Kesan

Karena ini adalah novel dewasa, tentunya akan banyak adegan panas antara Jacob dan Bella. Sebagian menarik, namun sebagian terasa membosankan karena terlalu banyak. Jadi ya sebenarnya saya selalu skip bagian itu :D

Ini pertama kalinya saya baca karangan Jill Shalvis. Yang saya bikin takjub, baru kali ini saya membaca buku roman tanpa menghitung jumlah halaman dan tanpa bertanya-tanya kapan cerita akan berakhir. Tiba-tiba saja saya sudah menyelesaikan buku tanpa terasa. Berarti bener-bener page-turner ya :D

OK, karena saya punya kesan yang bagus, maka saya kasih 4 bintang untuk buku ini.

Data Buku

Judul: The Heat is On
Pengarang: Jill Shalvis
Penerjemah: Olyvia Sundari Poerwaka
Tebal: 273 halaman
Penerbit: Elex Media Komputindo, 6 Maret 2017

Custom Post Signature