Top Social

Showing posts with label Diva Press. Show all posts
Showing posts with label Diva Press. Show all posts

Kilas Buku: [Review and Giveaway] Ya, Aku Lari!

|

Mat Kid keluar dari penjara setelah 9 tahun lamanya mendekam di sana. Ia sudah bertekad untuk meninggalkan dunia hitam yang dulu pernah ia lakoni. Pertama yang ingin dilakukannya adalah menemui Alta, anak gadisnya yang sudah dewasa. Lalu ia ingin membuka usaha kafe dengan bekal kemampuan meracik kopi yang ia dapat dari penjara. Sayangnya, niat baiknya tak bisa berjalan mulus. Tidak semudah itu meninggalkan kejahatan yang telah membesarkanmu.

Seorang teman lama yang dianggap Mat Kid sebagai sahabat telah menyediakan berbagai fasilitas untuknya mulai dari papan, hingga mata pencarian. Samon rela melakukan itu semua agar Mat Kid mau kembali bekerja dalam dunia yang sama dengannya. Bagi Samon laki-laki Itu adalah aset agar bisnisnya berjalan lancar.

Bisnis kotor tetap saja kotor. Main di ruang ber-AC atau di comberan sama saja kotornya." (hlm. 132)

Lantas apakah Samon mampu memaksa Mat Kid yang sudah sangat ingin bertobat? Dan apakah Kid sendiri mudah tergoda?
Novel pertama Hasan Aspahani ini dibuat dari skenario film yang juga dikarang oleh dirinya. Ia adalah maestro puisi yang baru kali ini menelurkan novel. Itulah yang membuat Saya Tertarik.

Novelnya tidak lebih dari 200 halaman. Namun jalan ceritanya penuh liku, rumit seperti labirin. Cerita Mat Kid, meskipun menjadi kisah utama, ia menjadi pembuka kisah lainnya, yang saling terkait.

Ada beberapa points yang ditekankan penulis: politik, bisnis illegal, pencucian uang, agama, teroris, dan tobat. Saya menangkap penulis menganggap politik adalah wilayah abu-abu, seperti bisnis lama yang dijalani Mat Kid dan Samon. Mat Kid bilang bahwa hal putih dalam urusan mereka pun bisa menjadi abu-abu.

Kebaikan seringkali disalahgunakan untuk tujuan yang tidak benar. Atau Kadang tujuan dan niat yang baik harus melalui proses yang salah. Hal beginilah yang menjadikan kebaikan sebagai hal abu-abu, tidak jelas apakah ia benar kebaikan atau malah terjerumus pada kejahatan.

Agama. Setiap agama memiliki golongan tersendiri, setidaknya konservatif dan liberal, bahkan radikal. Dalam cerita, Hasan menyisipkan kisah bagaimana Indonesia sedang dalam kondisi darurat radikalisme sejak tragedi bom yang dilakukan oleh sekelompok orang yang identik dengan jubah, jenggot panjang nan tebal, dan bercadar. Ada sedikit usaha dari Hasan untuk menitip pesan bahwa tidak semua orang berjubah dan bercadar menganut paham radikal. Banyak dari mereka yang mendukung pemerintah dan senang berbaur dengan masyarakat yang heterogen.

Ya, Aku Lari! memiliki masa lalu yang saling terkait dari para tokohnya. Setiap tokoh punya karakter yang berbeda, begitu juga dengan masalah yang mereka punya.



Data buku:

Judul: Ya, Aku Lari
Pengarang: Hasan Aspahani

Penyunting: Addin Negara

Sampul: Sukutangan

Cetakan: 1, Desember 2018

Penerbit: DIVA Press

GIVEAWAY  TIME ⌚!! 

Tersedia satu novel "Ya, Aku Lari" karya Hasan Aspahani di blog Baca Biar Beken sebagai bloghost pembuka dalam rangkaian blogtour bersama Penerbit DIVA Press bulan Desember ini. Berikut ini cara ikutan kuisnya:

1. Wajib follow IG fiksi.divapress. Jika tidak ada IG, boleh follow akun Twitter DIVA_Fiction atau like Fanpage Penerbit DIVA Press.

2. Wajib share/membagikan postingan kuis ini di media sosial kamu.

3. Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar. Cukup satu kali saja. 

Kenapa kamu pingin banget baca buku ini?

4. Format jawaban:
Nama:
Media sosial/email kamu:
Link share:
Jawaban:

5. Kuis berlangsung sampai 16 Desember 2018. Akan dipilih satu pemenang untuk mendapatkan satu novel "Ya, Aku Lari" karya Hasan Aspahani gratis. 

6. Giveaway ini hanya berlaku untuk calon pembaca yang memiliki alamat kirim di wilayah Republik Indonesia.

Semoga beruntung yaa

UPDATE: PEMENANG GIVEAWAY INI ADALAH @MUFTIH. SELAMAT YA. DAN MOHON INFOKAN DATA DIRI YA. 

[Blogtour and Giveaway] Kilas Buku: Perempuan Batih

|


Judul: Perempuan Batih

Pengarang: A.R. Rizal

Penyunting: Misni Parjiyati

Sampul: Suku Tangan

Cetakan: Pertama, Juli 2018

Halaman: 260 hlm

Penerbit: Laksana

Entah siapa nama aslinya, perempuan tua itu selalu dipanggil "Gadis". Dikisahkan ia tengah menyambi berdagang durian saat tim SAR mengevakuasi jenazah keluarganya. Kesedihan yang menggunung sudah tak mampu membuatnya menangis. Baginya semua perih sudah saatnya terkubur bersama gempa dan longsor yang terjadi di kampungnya.

Itulah awal mula Gadis bertemu dengan tokoh Aku yang berprofesi sebagai wartawan. Kisah hidupnya sangatlah menggugah hingga tokoh Aku tertarik untuk membukukannya.

Gadis tidak pernah mengenal bahagia. Sejak kecil ia sudah ditinggalkan orang tuanya. Satu-satunya peninggalannya adalah rumah batu dan mamaknya, Zainun, jika itu dapat dihitung. Dalam masyarakat yang menganut paham matrilineal, Gadis adalah garis utama keluarga. Darinyalah nama keluarga dapat diteruskan. Itulah mengapa ia pantas mendapat kesan sebagai "perempuan batih".

Menurut KBBI daring kata "batih" berarti orang seisi rumah yang menjadi tanggungan. Maka Gadis memang pantas menjadi si penanggung, mengingat sifat dan kerja kerasnya. Sayang, ia harus dijodohkan dengan Darso, seorang lelaki yang hanya pandai mengandalkan jerih payah sang isteri. Yang mampu lakukan hanyalah memberi 4 anak dan pergi merantau tanpa pernah kembali.

Gadis tidak pernah berharap Darso lagi. Keempat anaknya ia didik dengan kemampuannya sebagai ibu. Tapi yang namanya anak-anak, mereka tumbuh atas dirinya sendiri.
"Ia menjadi karena dirinya sendiri." (hlm. 82)


Saya mengagumi Gadis atas kekerasan hidupnya, sifatnya, perilakunya, dan juga pendiriannya. Gadis adalah perempuan tangguh yang sanggup menyentil laki-laki. Memang, novel ini banyak menggambarkan bagaimana sosok laki-laki yang senang berperilaku "take it for granted" dan senang dilayani. Syukurlah Gadis tiada sudi melakukan hal itu pada siapapun yang tak tahu berterimakasih. Ia lebih senang sendiri walau harus makan hati karena sedih ditinggal anak cucu.

Sekali lagi, tangguh. Pandai menempatkan diri. Mampu membaca situasi. Itulah yang ingin diajarkan Gadis kepada para pembaca kisahnya.
"Gadis belajar dari kehidupan. Alam yang membentang, itu mata pelajaran yang tak pernah habis untuk diselami." (hlm. 168)


Saya senang penerbit Diva dengan lini Laksana menerbitkan novel sebagus ini. "Perempuan Batih" adalah jenis novel yang mengambil latar belakang kehidupan perempuan Sumatera Barat. Tokoh Gadis adalah contoh perempuan yang masih memegang teguh tradisi. Konflik datang ketika ia harus dihadapkan pada "culture shock" yang dibawa oleh anak dan menantunya sendiri. "culture shock" itu pula yang menggiringnya sebagai perempuan kesepian di kampungnya. Perempuan yang menjaga keluarga. Perempuan Batih.

Tertarik memiliki sebuah novel "Perempuan Batih" secara gratis? Berikut caranya:

1. Wajib follow twitter @divapress01 dan @laksana_fiction juga @kilasbuku ya hehe. Jika tidak ada Twitter, silakan like fanpage Panerbit DIVA Press atau IG @penerbitdivapress.  Pilih salah satu saja atau mau semuanya juga oke.

2. Share/bagikan postingan kuis ini di media sosial kamu. Jangan lupa sertakan tagar #PerempuanBatih  dan colek @divapress01 dan @Laksana_Fiction juga @kilasbuku . Kalau di FB dan IG, colek saja Penerbit DIVA Press. Pilih salah satu media sosial yang kamu punya saja.

3. Tulis data diri pada kolom komentar 
Nama:
Twitter:
Email:
Tautan membagikan:

4. Dimohon untuk hanya menulis data diri satu kali saja. Kuis ini hanya berlaku untuk peserta yang tinggal di Indonesia atau memiliki alamat kirim di wilayah Republik Indonesia.

5. Kuis berlangsung antara 1-8 September 2018. Pengumuman pemenang insyaAllah Tanggal 9 September 2018. Pemenang dipilih secara acak.

UPDATE
PENGUMUMAN PEMENANG
SELAMAT KEPADA

Nama:Wahid Ryan
Twitter:@wahidryan1

Mohon konfirmasi data diri ke surel kukilasbuku(at) gmail.com
Jika dalam kurun waktu 2x24 jam Sejak 9 September, maka akan Saya pilih pemenang lain. Terima kasih.

Blogtour & Giveaway Departemen Hati: The Winner

|


Hai... langsung saja ya sekarang waktunya pengumuman pemenang Departemen Hati. Sudah siap?? OK, pemenangnya adalah:

Nama : Rasuna R. ZoraTwitter : @zorazolla


Selamat bagi pemenang. Mohon kirim konfirmasi nama, alamat kirim, dan nomor HP ke email kukilasbuku[at]gmail.com
Jika dalam waktu 2x24 jam belum ada konfirmasi, maka akan dipilih pemenang lain.

Bagi yang ndak menang di edisi pekan pertama Blogtour Departemen Hati ini, masih ada 3 blog lagi kok yg bagi-bagi novel gratis ini. Untuk jadwal lihat gambar di atas ya.

Sukses ya semuanya. I heart you!! Ceilah! :D

Kilas Buku: Departemen Hati [Blogtour & Giveaway]

|

Judul: Departemen Hati
Pengarang: Jaka Perdana 
Penyunting: Georgia Rose
Tebal: 220
Cetakan: I, Februari 2018
Penerbit: Diva Press

Rini adalah seorang siswa di SMK Fajar yang sedang magang di PT Jaya bagian pemasaran. Uniknya nama bagian tersebut mendapat julukan Departemen Hati. Pimpinan PT Jaya memang mengharuskan tiap departemen mempunyai julukan sesuai organ tubuh manusia, seperti bagian perencanaan yang disebut dengan Departemen Otak, atau bagian transportasi yang dijuluki Departemen Kaki.

Rini tidak menduga jika karyawan yang bekerja di bagian pemasaran adalah cowok-cowok ganteng, termasuk kepala bagian, Pak Danang Zylgywin. Cowok-cowok di Departemen Hati memang ganteng dan memiliki sifat yang berbeda. Seperti Kak Chicko yang senang ngegombal, Kak Dede yang jutek, Kak Zacky yang rapi jali, Kak Tony yang perhatian, dan Kak Beni yang sering telat. Mereka juga punya latar belakang pendidikan yang berbeda, Pak Danang, Kak Zacky, dan Kak Beni adalah lulusan sarjana, sementara Kak Chicko dan Kak Toni lulusan SMK. Bahkan Kak Beni berasal dari SMK yang sama dengan Rini. Karyawan di PT Jaya memang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari yang lulusan luar negeri hingga dalam negeri. Pekerjaan yang baik dan sungguh-sungguh lah yang dinilai di dunia kerja bukan almamater.

Suatu ketika Rini mendapat sepucuk surat di atas meja kerjanya. Bukan sembarang surat, melainkan surat cinta. Yang membuat Rini bingung, surat itu seperti surat kaleng yang tanpa ada nama pengirim. Rini pun penasaran. Sekarang tugasnya bertambah satu: mencari si pengirim surat cinta yang sebenarnya. Ia yakin si pengirim masih dalam satu lingkup di Departemen Hati. Jadi siapa ya si dia itu: Pak Danang, Kak Zacky, Kak Chicko, Kak Dede, Kak Toni, atau Kak Beni?
***

Buku yang kali ini saya ulas adalah buku bernuansa remaja. Jadi jika kalian sedang suntuk dan ingin mencari bacaan yang sangat ringan dan ndak perlu mikir, Departemen Hati adalah pilihan yang tepat. Kisahnya lucu dan khas remaja yang jatuh cinta.

Rini, tokoh utama cerita. itu sosok yang lugu dan senang dengan hal-hal yang berbau K-Pop seperti kebanyakan remaja zaman now. Karakternya tipikal siswa sekolah yang patuh dan rajin karena memang ia mengejar nilai yang baik. Walaupun senang K-Pop tapi harus tetap berprestasi di sekolah donk ya.

Sementara cowok-cowok yang ada di Departemen Hati adalah sosok yang mungkin biasa kamu temui di dunia nyata dan dunia idola, hehe. Soalnya semua cowok digambarin ganteng sih, bahkan si Beni yang jarang mandi. Kalau saya pribadi sih paling suka dengan karakter Toni yang sangat perhatian dengan Rini. Rasanya perhatian yang Toni limpahkan kepada cewek itu tulus apa adanya. Ceilah!

Selebihnya konflik cerita dibuat seringan mungkin. Kalaupun ada yang berat, benar jadilah ringan. Karena buku ini memang bertujuan untuk menghibur, ndak untuk bikin mumet. Jadi nikmati saja kisah yang Rini ceritakan dalam novel ini, tentang suka dukanya menebak si pengirim surat cinta kaleng. ;)

***


OK! Sekarang Giveaway time! Penerbit Diva Press mau bagi-bagi novel Departemen Hati karya Jaka Perdana buat kamu. Ada satu novel gratis yang akan dibagikan di blog ini untuk satu orang pemenang. Tentu saja ada syarat dan ketentuannya ya. Gampang aja kok. Yuk simak.

  1. Wajib follow twitter @DIVA_Fiction @divapress01 dan like akun fanpagenya Penerbit DIVA Press 
  2. Follow blog ini dan akun twitternya di @kilasbuku (opsional) 
  3. Wajib share/bagikan postingan kuis ini di akun media sosial kalian dan menyenangkan @DIVA_Fiction @divapress01 dan @KilasBuku ya, minimal satu kali saja. 
  4. Memiliki alamat kirim hadiah (kalau menang) di wilayah Republik Indonesia 
  5. Dimohon hanya menjawab satu kali saja agar adil 
  6. Giveaway ini berlangsung sampai tanggal 11 Februari 2018. Saya akan memilih satu pemenang beruntung. 
  7. Pengumuman pemenang insya Allah tanggal 12 Februari 2018. 
  8. Silakan menjawab dengan format berikut ini di kolom komentar: 

Nama:
Twitter:
Email:
Link share: 

OK! Semoga beruntung ya! ;)

Kilas Buku: Bingkai Magenta [Blogtour + Giveaway] - Closed

|

Jika kamu menjadi seorang seperti Serena Heaven, barangkali kamu akan memiliki cerita yang sama dengan ceritanya. Siapa sih yang tidak ingin menjadi sepertinya? Terkenal di dunia maya dan kerap kali mendapat permintaan untuk menjadi  endorser sebuah produk. Tentunya produk yang diulas akan menjadi hak milik pribadi, ditambah sejumlah uang saku yang lumayan untuk jajan.

Serena Heaven menghabiskan hari-harinya dengan menonton film komedi yang sama di kedai tua miliknya yang menyewakan buku dan vinyl lawas. Beruntung saja gadis itu tidak pernah merasa bosan melakukan rutinitas yang sama setiap harinya. Barangkali salah satunya karena interaksinya dengan dunia maya belakangan ini. Serena memiliki akun instagram bernama @SeventHeaven yang ia isi dengan gambar apa saja, termasuk foto-foto pribadi dengan latar kedai tuanya. Tanpa disadari sejak itulah dirinya mulai populer menjadi @SeventHeaven yang sekarang ini

Tidak banyak pengunjung kedai tuanya menyadari kalau Serena adalah @SeventhHeaven. Mungkin Maru adalah mereka yang sedikit itu. Juga, Eru. Seseorang yang mengaku penggemar rahasia gadis itu. Suatu ketika Eru menawarkan sebuah petualangan yang bahkan tidak pernah diimpikan oleh Serena sendiri.

Sementara itu, kamu mungkin ingin juga menjadi seperti Aria. Cewek mungil yang sedang kursus bahasa di Jepang ini adalah sosok yang mandiri. Selain bersekolah di negeri orang, ia juga berniaga lewat online shop-nya di instagram, @HankachiShop. Aria juga punya kegemaran memantau dunia maya. Salah satunya, ia senang melihat hasil jepretan akun @BingkaiMagenta. Ia juga mengikuti akun kekasih Genta, @SeventHeaven.

Suatu ketika, teman satu flatnya, Gesang, membawa pulang seorang asing yang terluka. Seseorang itu tampak mirip dengan pemilik akun @SeventHeaven yang memang sudah biasa dilihat Aria lewat instagram. Sayangnya perempuan yang mengaku bernama Serena itu tidak mau bercerita apapun. Hingga suatu saat semuanya harus terungkap ketika hampir saja terlambat.

**

Ini pertama kalinya saya membaca karya Ghyna Amanda. Awalnya saya tidak mengharapkan apapun selain kisah cinta menyek-menyek ala anak muda. Ternyata yang saya dapatkan lebih dari itu. Ghyna membeberkan cerita yang biasa dialami anak muda di masa kekinian, masanya semua orang gemar bermediasoasial. Zaman sekarang ini, hampir semua orang memiliki akun instagram, dan berlomba-lomba "memamerkan" gambar terbaik agar banyak menuai "like" dan komentar yang bagus.

Yah, media sosial tentunya tidak hanya punya sisi baik, ia juga punya sisi jelek. Bisa saja kamu berkenalan dengan seseorang yang akan menjadi pacarmu atau bahkan musuhmu lewat hal itu. Lalu mana yang paling penting buatmu: dunia maya atau dunia nyata? Atau tiba-tiba kamu akan bilang:
"Aku nggak tertarik dengan sosial media lagi." (hal. 264)
Apapun yang kamu pilih, jangan lupakan cerita tentang @SeventhHeaven ini. Kan kita lagi bahas novelnya Ghyna. Hehe.

**


Judul: Bingkai Magenta
Penulis: Ghyna Amanda
Penyunting: Avifah Ve
Tebal: 272 halaman
Penerbit: Laksana, cetakan pertama 2017


Nah, setelah blogtour di blog mbak Tiwi, ada sebuah buku Bingkai Magenta yang akan saya bagikan di buku.dibaca.in kali ini. Ikutan yuk. Berikut syarat dan ketentuannya:
  1. Peserta berdomisili di Indonesia.
  2. Follow akun Twitter @laksana_fiction atau like FB Penerbit DIVA Press, juga follow @kilasbuku.
  3. Bagikan tautan giveaway ini di medsos. Silakan mensyen saya dan atau penerbitnya.
  4. Buat Kamu yang punya IG, silakan follow @penerbitdivapress..
  5. Tulis nama, akun Twitter, dan alamat surelmu di kolom komentar, diikuti jawaban pertanyaan ini:
mana yang paling penting buatmu: dunia maya atau dunia nyata?
Blogtour Bingkai Magenta di blogku ini akan berlangsung selama 7-13 Agustus 2017. Dan pengumuman pemenang selambatnya akan dilakukan pada 14 Agustus 2017. Berikutnya, blogtour akan berlanjut di blog Agatha. So, tunggu apa lagi? 😁

[updated] Pemenang untuk GA kali ini adalah Dessi Ambarwati (@dessiamw). Selamat Dessi, kamu berhak mendapatkan novel Bingkai Magenta. Silakan kirim data diri, alamat, dan nomor telepon ke email kukilasbuku[at]gmail.com. Jika tidak ada konfirmasi dalam 2x24 jam, maka akan saya pilih pemenang lain.

Pasar

|

Akhirnya, selesai juga dengan novel Kuntowijoyo yang satu ini. Bayangkan saya harus tidak tidur demi menghabiskannya. Sebenarnya lebih dikarenakan ajimumpung anak sedang tidur pulas sih, kalau tidak wah bisa kacau konsentrasi saya membaca buku sebagus ini.

OK, langsung saja ya, PASAR adalah novel yang jempolan. Kuntowijoyo selalu membahas sifat dan karakter khas manusia seperti karya-karya lainnya. Yang menjadikannya berbeda adalah PASAR disampaikan dengan segar dan kocak. Kalian akan bertemu dengan empat tokoh utama yang wataknya saling bersilangan seperti Pak Mantri Pasar, Kasan Ngali, Siti Zaitun, dan Paijo.

Pak Mantri Pasar adalah orang Jawa yang terpelajar. Ia menjadi panutan karena pengetahuannya dan sifatnya yang lembut dan santun. Ia juga menganut paham feodal dimana priyayi sepertinya harus dihormati. Sementara Kasan Ngali adalah orang Jawa yang menjadi pemilik modal. Ia menganut paham kapitalis yang selalu menilai segala hal dengan uang. Ada lagi Siti Zaitun, sosok perempuan muda yang menjadi pegawai bank. Ia mewakili manusia modern yang berpikiran logis dan praktis. Yang terakhir adalah Paijo, si tukang karcis yang menggambarkan orang bawahan yang harus manut kepada atasan. Dan oh, jangan lupakan Camat dan pegawainya, serta Pak polisi dan anak buahnya. Meski hanya sisipan belaka, mereka memegang peranan penting sebagai perwakilan birokrasi. Dan mereka semua pun orang Jawa belaka.

Lewat pasar yang menjadi latar belakang, dan juga para tokohnya ini, kita akan mendapatkan banyak pesan penting. Saya katakan banyak karena pesannya memang ndak cuma satu. Dan inilah yang menjadi kelebihan Kuntowijoyo. Ia meramu pesan-pesan itu dengan mengalir dan tidak tumpang tindih. Pesan-pesan itu diutarakan lewat kelakuan para tokohnya yang terkadang bikin pembaca terkekeh.

Diantara pesan yang banyak itu, hanya satu yang sepertinya sangat ditonjolkan yakni sastra dan budaya Jawa. Hal ini banyak digambarkannya lewat sifat, karakter, dan pemikiran Pak Mantri Pasar. Sepertinya Kuntowijoyo ingin mengutarakan keresahannya tentang perubahan sosial di tahun 70an, dimana masyarakat zaman itu mulai melupakan budaya asalnya sendiri dan menyenangi segala hal yang modern.

Pada akhirnya, buku ini memang sangat layak dibaca. Tidak hanya untuk kalangan sastrawan, namun juga kalangan awam seperti kita. Percayalah, novel ini, meskipun topiknya tidak ringan, namun ia enteng dibaca dan menggelitik.

5 bintang untuk novel ini! I love this book so much! :)


Data buku

Judul: Pasar
Pengarang: Kuntowijoyo
Cetakan: I, Februari 2017 (terbit pertama kali 1994 oleh Bentang Budaya)
Tebal: 378 halaman
Penerbit: Diva Press dan Mata Angin (atas kerjasama)
ISBN: 978-602-391-373-2

Kilas Buku: Khotbah di atas Bukit

|


Baru kemarin saya menulis ulasan "Khotbah di atas Bukit" untuk dikirimkan ke salah satu media daring. Entah kali ini akan dimuat ataukah tidak. Yang jelas, kali ini saya kembali menulis ulasan tentang buku yang sama dengan bahasa yang lebih ringan. [update] Ternyata resensi saya dimuat di situs basabasi.co, boleh dibaca yuk di sini.

Bagi saya, karya-karya Kuntowijoyo adalah sastra yang sederhana dan mudah dicerna tanpa mengurangi keindahan maknanya. Namun "Khotbah di atas Bukit" sepertinya sedikit berbeda dari karangan Kuntowijoyo lainnya. Ia dipenuhi simbol kehidupan yang harus dimaknai sendiri oleh para pembaca. Sehingga orang awam seperti saya sedikit kesulitan memahami maksud dan jalan cerita yang berusaha ditampilkan penulis.

"Khotbah di atas Bukit" bercerita tentang seorang lelaki tua bernama Barman yang ingin menghabiskan masa tuanya dengan tenang. Maka ia pun tinggal di sebuah rumah di gunung bersama seorang perempuan muda bernama Popi. Barman sangat bahagia karena ia dapat menghabiskan sisa waktunya hanya dengan leyeh-leyeh dan mereguk segala isi dunia; kenyamanan dari rumah, kehangatan bersama Popi, dan keindahan dari bukit dan bunga-bunga.

Suatu ketika ia bertemu Humam yang mengajaknya untuk memandang hidup dengan sudut pandang yang berbeda. Humam berkata ia telah meninggalkan semua yang ia miliki. Dan ia berpendapat kematian adalah sesuatu yang tidak menyakitkan. Ia malah membebaskan jiwa dan raga. Barman terkesan dengan kata-kata Humam. Ia pun berubah, ingin mengikuti kata Humam. Popi, dan semua keindahan berani ia tinggalkan.

Seperti karya Kuntowijoyo lainnya, "Khutbah di atas Bukit" memiliki tema yang serupa. Ia mengusung dua hal yakni kehidupan dan kematian. Sebelum bertemu dengan Humam, Barman adalah manusia yang suka bersenang-senang. Ternyata kesenangan itu semu semata. Pada akhirnya manusia akan kembali sendirian dan kesepian. Itulah yang diputuskan oleh Barman pada akhirnya.

Saya sejujurnya tidak terlalu suka dengan jalan penceritaan yang dipilih kali ini oleh Kuntowijoyo. Seperti yang saya ungkapkan sebelumnya, mungkin karena ia menggunakan banyak simbol yang tidak dimengerti oleh orang awam. Saya mengerti isi cerita yang disampaikan, sayangnya hal itu tidak dibarengi dengan kemudahan alur cerita. Padahal kalau dibuat lebih mudah, akan ada banyak pembaca yang menerima pesan yang tersirat, seperti orang-orang pasar yang mengikuti Barman dalam cerita.

Tiga bintang untuk buku ini.

Data buku

Judul: Khotbah di atas Bukit
Pengarang: Kuntowijoyo
Cetakan: I, Mei 2017 (terbit pertama kali 1976)
Tebal: 223 halaman
Penerbit: Diva Press
ISBN: 978-602-391-403-6

Blogtour dan Giveaway: Seaside

|


Judul: Seaside
Pengarang: Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Penyunting: Misni Parjiati
Tebal: 236 Cetakan: 1, Oktober 2016
Penerbit: Senja

Apa yang akan kamu lakukan jika orang tuamu adalah orang yang bekerja di dunia hukum, dunia yang begitu dekat dengan pejabat dan juga penjahat. Orang tuamu pun bukanlah orang yang mudah mengenal kompromi sehingga menjadikannya sasaran empuk bagi mereka yang haus uang haram. Nah, begitulah yang dirasakan gadis ini. Dia bukanlah gadis istimewa sebelum kejadian ini. Ia hanya anak kuliahan yang masih haus perhatian dari orang tuanya. Sampai sang ayah harus mendekam di penjara, ia memendam perasaannya pelan-pelan. Dan perasaan itupun berubah menjadi dendam.

Sang gadis bertekad mencari jalan untuk menghabisi siapa saja yang membuat ayahnya menderita. Tanpa sepengetahuan ayahnya, ia menyeburkan dirinya sendiri ke dunia hitam yang benar-benar asing. Berawal dari teman ayahnya yang ia kontak langsung, ia pun bertemu dengan orang-orang yang akan membantunya nanti. Semua nama berawalan dengan huruf A: Anon, Alisha, Alri. Ah, apalah arti sebuah nama jika memang mereka adalah orang yang berkompeten untuk membantumu.

Custom Post Signature