Top Social

Showing posts with label Bartimaeus. Show all posts
Showing posts with label Bartimaeus. Show all posts

Kilas Buku: The Ring of Solomon

|
Judul: The Ring of Solomon - Cincin Solomon
Pengarang: Jonathan Stroud
Alih Bahasa: Poppy D. Chusfani
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun: November 2012
Tebal: 524 halaman
Rating: 4/5
Usia Layak Baca: 13+


Bartimaeus kembali! Cerita tentang Bartimaeus kali ini terjadi sekitar 950 SM, jauh sebelum kisah triloginya. Pada masa ini, Jerusalem diperintah oleh raja Solomon yang legendaris. Ia memerintah Khaba, salah satu penyihirnya, untuk membangun sebuah kuil yang megah. Syaratnya, para jin yang ditugaskan membangun kuil tersebut tidak boleh menggunakan sihir dan harus menggunakan samaran manusia. Secara "tidak sengaja", Bartimaeus adalah salah satu jin yang terlibat dalam pekerjaan berat membangun kuil tersebut.

Kilas Buku: Bartimaeus Trilogy #3, Gerbang Ptolemy

|
Bartimaeus Trilogy #3, Gerbang Ptolemy
Judul Asli: Bartimaeus Trilogy #3, Ptolemy's Gate
Penulis: Jonathan Stroud
Penerjemah: Poppy D. Chusfani
Terbit: September 2007
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (GPU)
Tebal: 576 halaman

Karier Nathaniel terus menanjak setelah keberhasilannya menggagalkan insiden mata golem beberapa tahun yang lalu. Kini, Nathaniel telah diangkat menjadi Menteri Penerangan. Namun, masalah-masalah yang melanda Kementerian semakin rumit. Mulai dari perekrutan Commoner (orang yang tidak bisa menggunakan sihir) untuk invasi ke Amerika, demonstrasi besar-besaran para Commoner, hingga munculnya Mr. Hopkins, dalang peristiwa golem. Bartimaeus yang semakin lemah karena terlalu lama di dunia manusia, diberi tugas oleh Nathaniel untuk menyelidiki Mr. Hopkins. Tugas ini membuat Bartimaeus bertemu teman lamanya, yang sayangnya bukan teman lama yang ramah.
Sementara itu, Kitty Jones, yang telah dinyatakan tewas oleh Kementerian, secara diam-diam melakukan penyelidikan tentang sihir dan pemanggilan demon. Ia kemudian berhasil memanggil Bartimaeus, yang ternyata menolak tawaran kerjasama Kitty untuk menumbangkan Kementerian. Dalam kemarahannya, Kitty bertemu dengan Nathaniel yang kemudian mengetahui bahwa Kitty belum tewas. Pertemuan tersebut kemudian menyeret mereka ke peristiwa-peristiwa beruntun. Nathaniel, Kitty, dan Bartimaeus harus bekerja sama untuk menghadapi konspirasi penyihir-penyihir berkuasa dan jin-jin terkuat.
...
Buku ketiga ini merupakan klimaks dari trilogi Bartimaeus. Dalam novel ini, diceritakan kisah masa kejayaan Bartimaeus di bawah majikan Ptolemy. Kitty kali ini mendapatkan porsi yang lebih banyak dibandingkan Nathaniel. Nathaniel juga mengalami perubahan karakter seiring dengan perkembangan kariernya. Bartimaeus masih tetap kocak dengan catatan-catatan kakinya. Alur cerita buku ketiga ini sangat menarik dan menegangkan hingga akhir yang tidak terduga. Sayang sekali kisah Bartimaeus ini hanya berupa trilogi, saya masih mengharapkan cerita Bartimaeus bisa berlanjut. Hehe :D

Kilas Buku: Bartimaeus Trilogy #2, Mata Golem

|
Bartimaeus Trilogy #2, Mata Golem
Judul Asli: The Golems Eye (Bartimaeus Trilogy #2)
Penulis: Jonathan Stroud
Penerjemah: Poppy D. Chusfani
Terbit: Juli 2007
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (GPU)
Tebal: 624 halaman

Dua tahun telah berlalu sejak insiden Samarkand. Nathaniel, kini menggunakan nama John Mandrake, mulai meniti karier di Kementerian Sihir. Ia diberi tugas untuk menangani gerakan anti penyihir Resistance yang membuat keributan di London dengan mencuri benda-benda sihir. Selain itu, muncul juga serangan-serangan misterius yang diduga dilakukan oleh golem. Kali ini, mau tak mau Nathaniel harus kembali memanggil teman lamanya, si Jin level empat Bartimaeus untuk membantunya. Mereka harus menghadapi Honorius, afrit penjaga makam Gladstone (salah satu penyihir legendaris) yang secara tidak sengaja dibangkitkan oleh Kitty, salah satu anggota Resistance. Mereka juga harus pergi ke Praha untuk mendapatkan informasi tentang makhluk kuno golem yang meneror London. Akankah mereka berhasil menyelesaikan krisis ini?
...
Petualangan dalam novel ini tak kalah menarik dengan seri pertama. Pada novel ini dikisahkan bagaimana nama asli penyihir (Nathaniel) perlu dirahasiakan dan diganti dengan nama sehari-hari (John Mandrake) untuk menghindari musuh mengendalikan diri si penyihir.  Tokoh baru juga mulai dikenalkan, yaitu Kitty, salah satu anggota kelompok Resistance yang ternyata memiliki kekebalan terhadap sihir. Kitty memiliki sifat yang bertolak belakang dari Nathaniel, yaitu keras kepala dan pemberontak. Kali ini, sudut pandang menggunakan sudut dari tiga tokoh, yaitu Nathaniel, Bartimaeus, dan Kitty. Seperti biasa, Bartimaeus selalu menghiasi sudut pandangnya dengan catatan kaki yang menggelitik.

Kilas Buku: Bartimaeus Trilogy #1, Amulet Samarkand

|
Bartimaeus Trilogy #1, Amulet Samarkand
Penulis : Jonathan Stroud
 Penerjemah: Poppy D. Chusfani
Terbit: 22 Mei 2007
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (GPU)


....
Bartimaeus
Aku tak percaya saat melihat orang yang memanggilku. Dia hanya seorang anak kecil, berusia 12 tahun. Permintaannya membuatku semakin tak percaya – ia menyuruhku mengambil amulet Samarkand dari tangan Simon Lovelace, penyihir yang terkenal akan kekuatannya. Sungguh aku tak mengerti, apa yang sebenarnya direncanakan oleh anak ini. Dan sayangnya, aku juga ikut terseret dalam kesulitan yang menimpanya.
....
Nathaniel
Saat itu ada perjamuan di kediaman Underwood di London. Di situ, Nathaniel dipermalukan oleh Simon Lovelace. Dengan dendam membara Nathaniel memanggil Bartimaeus of Uruk, jin kelas menengah, untuk memberi pelajaran kepada Simon Lovelace. Tapi ia membuat kesalahan besar yang menyeretnya ke dalam situasi yang tidak menguntungkan. Konspirasi dan pembunuhan.
....
Saya akui, novel ini berbeda dengan novel-novel lain yang pernah saya baca sebelumnya. Dua tokoh dalam novel diceritakan menggunakan sudut pandang yang berbeda. Bartimaeus si jin menggunakan sudut pandang orang pertama dalam bercerita disertai dengan catatan kaki yang kadang membangkitkan gelak tawa. Nathaniel, si penyihir pemula, menggunakan sudut pandang orang ketiga dalam menceritakan petualangannya melawan penyihir dan makhluk yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. 
Novel Bartimaeus ini berlatar belakang di London. Dunia (beserta manusia normal, atau Muggle jika di seri Harry Potter) dikuasai oleh para penyihir. Berbeda dengan novel bertema penyihir lainnya, dalam novel ini penyihir mengandalkan kekuatannya pada para Jin yang mereka panggil dari alam lain. Beberapa penyihir yang kuat dapat memanggil beberapa Jin sekaligus. Para jin ini juga memiliki beberapa tingkatan berdasarkan tingkat kekuatan mereka.
Secara keseluruhan, novel ini sangat seru dan menegangkan. Pergantian sudut pandang memberikan variasi sehingga pembaca bisa terkurangi rasa bosannya. Masih ada dua buah seri lagi dari Bartimaeus yang sudah menunggu.

Custom Post Signature