Top Social

Kilas Buku: Winter (The Lunar Chronicles #4)

|

Akhirnya sampai juga saya ke buku terakhir dari serial The Lunar Chronicles. Pada buku 1-3 kita disuguhkan kisah perjuangan Cinder yang terkaget-kaget karena ia harus diburu oleh Ratu Levana dari Luna, karena Cinder yang seorang cyborg ini adalah pewaris sah tahta Kerajaan Bulan. Cinder lantas bertemu dengan tiga gadis lainnya yang sama-sama punya jiwa pemberontak, seperti Scarlet gadis pertanian yang pemberani, Cress si damsel in distress yang jago IT, dan Winter (bertemu di buku 4) anak tiri dari Ratu Levana.

Bersama dengan ketiga gadis yang menjadi teman barunya itu, juga termasuk cowok-cowok keren yang kemudian menjadi pacar mereka, Cinder dan Kai berjuang melawan Ratu Levana yang tiran. Tentu saja perjuangan ini tidaklah mudah. Mereka harus berkorban banyak hal. Lantas ada hal baru yang harus dipikirkan, yakni bagaimana rencana selanjutnya jikalau Cinder berhasil menumbangkan Levana dan menjadi Ratu Bulan. Bagi Cinder yang terbiasa menjadi budak dan tidak mengerti seluk beluk pemerintahan tentu akan menjadi hal yang sangat sulit. Maka, silakan saja baca detilnya dalam buku pamungkas ini.

Well, ceritanya sangatlah menarik. Eksekusinya juga bagus. Hanya saja, bagi saya yang tidak suka berlama-lama dalam proses cerita, rasa bosan akan mudah menerjang. Jujur saja, saya lebih sering menggunakan metode skimming dan lompat kepada kesimpulan atau bagian cerita yang menurut saya krusial. Tidak ada yang salah untuk itu buat saya, asal si pembaca tetap dapat mengerti jalan cerita dengan baik.

Tokoh favorit saya dalam buku 4 ini adalah Cress dan Thorne (tentu saja Cinder tetap menjadi tokoh paling favorit saya). Cress, meskipun memiliki karakter yang lemah, ia tetap berusaha untuk berubah, memberanikan dirinya sendiri untuk menyumbangkan tenaga dan pikirannya demi revolusi di planet bulan. Hal yang paling lucu dan menggemaskan tentu saja kisah cinta antara ia dan Thorne, si cowok paling bengal yang dianggapnya pahlawan. Cress sepertinya sangat terpengaruh dengan kisah-kisah percintaan yang ditontonnya, sementara Thorne mencoba menjadi cowok paling cool yang pernah ada. Hehe.

Ada hal penting yang dapat dijadikan pelajaran, yakni tentang bagaimana perlakuan buruk dari orang lain dapat membentuk kepribadian seseorang. Rasa benci dan dendam yang bertumpuk dan tidak tersalurkan akan membuatnya lebih kejam daripada monster yang paling buas sekalipun. Yah sebenarnya hanyalah cinta kasih dan keterbukaan yang mampun menghapus dendam. Mungkin itulah yang terjadi pada diri Levana, ia menjadi makhluk paling menyedihkan yang pernah ada. Maka kekejaman menjadi satu pelampiasan dari hatinya yang kelam.

OK, bintang 3 untuk buku pamungkas ini. :)

Data buku

Judul: Winter (The Lunar Chronicles #4)
Pengarang: Marissa Meyer
Hardcover, 1st, 827 pages
Published November 10th 2015 by Feiwel & Friends

Be First to Post Comment !
Post a Comment

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature