Top Social

Kilas Buku: The True Story of the Three Little Pigs

|

Judul: The True Story of the Three Little Pigs
Pengarang: Jon Scieszka
Ilustrator: Lane Smith
Penerbit: Puffin
Cetakan: 1 Maret, 1996
Tebal: 32 halaman
Award: Maryland Black-Eyed Susan Book Award for Picture Book (1991)
Rating: 5/5
Usia kelayakan membaca:  6 tahun keatas

Pernah mendengar kisah tiga babi bersaudara? Ya, yang itu lho tiga babi bersaudara yang memiliki rumah masing-masing dan ketika itu serigala memburu dan memakannya. Nah kisah yang satu ini adalah kisah tentang tiga babi bersaudara juga, namun dari sudut pandang si serigala.

Jadi menurut serigala, sebenarnya ia tidak ada sedikitpun niat untuk memakan babi-babi kecil itu. Ketika itu ia hanya sedang membuat kue pai untuk neneknya dan kehabisan gula, lalu ia terpikir untuk meminta gula pasir kepada tetangganya, yang kebetulan para tetangga itu adalah si tiga babi bersaudara. Akhirnya ia pun mendatangi satu per satu rumah babi kecil dan tanpa sengaja ia malah membakarnya, karena kebetulan ia sedang menderita bersin-bersin dan bersinnya-lah yang menyebabkan kebakaran di rumah tiga babi itu.


Begitulah pengakuan serigala. Ia menulis pengakuan ini karena merasa penceritaan di media sangat tidak imbang. Wartawan hanya mau menguntungkan diri mereka sendiri dengan mengubah berita sebenarnya menjadi fenomenal dan dibesar-besarkan demi publisitas. Well, kalau memang itu sebenarnya yang terjadi, kasihan serigala.

Buku dongeng ini merupakan dongeng yang mengandung sindiran. Selama ini, tepatnya sejak kecil, kita sudah dicekoki, bahwa serigala adalah hewan yang bersifat buruk yang memiliki sikap buruk. Sementara babi, adalah hewan yang lucu, imut-imut dan cenderung digambarkan baik hati. Jarang sekali babi digambarkan adalah binatang yang jorok dan senang hidup di kubangan lumpur, padahal itulah yang sebenarnya terjadi. Dalam buku ini, Scieszka ingin menyajikan segala sesuatu dengan imbang dan berdasarkan fakta. Misal, ya mungkin serigala memang jahat, namun ia ingin anak-anak juga mengerti bahwa serigala juga punya sisi baik; yang dalam buku ini digambarkan ketika si serigala membuat kue pai untuk neneknya. Secara tidak langsung scieszka mencoba untuk menunjukkan sisi kebaikan serigala bukan?

Satu hal lagi, Scieszka ingin menyindir wartawan dan media sekaligus. Ya, faktanya, seringkali, pada dunia nyata, wartawan selalu saja menyajikan berita yang tidak berimbang dan terlalu melebihkan. Tidak jarang media pun memilih untuk menambahkan cerita bohong untuk membuat berita tersebut menarik dan menarik para pembaca atau pemirsa yang secara tidak langsung membuat para raja media menarik untung besar-besaran. Scieszka rupanya ingin para anak mengerti bahwa tidak semua yang mereka baca atau tonton di televisi (khususnya berita) adalah hal yang benar-benar terjadi. Disini sang pengarang mulai mencoba mengenalkan tentang propaganda media kecil-kecilan terhadap anak-anak usia dini.

Buku ini cocok dibaca anak-anak usia 6 tahun, dan menurut saya lebih baik lagi jika mereka sudah membaca cerita yang versi tiga babi kecilnya. Setidaknya untuk dasar pengetahuan sebelum mereka membaca dongeng dari sudut pandang serigala yang ini. Ya karena jika mereka belum baca sebenarnya tidak masalah juga, namun akan ada beberapa missing point yang akan mereka punya nanti.

Ulasan ini diikutsertakan pada FYE; Fun Year Event with Children's Lit: Fun Month 2, RC books in English bunda Peni,  Bagi yang ingin ikut serta silakan lihat syarat dan ketentuan disini dan disini.

P.S. Terima kasih untuk mbak Desty atas kiriman cerita ini. :)
Be First to Post Comment !
Post a Comment

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature