Top Social

Showing posts with label Grasindo. Show all posts
Showing posts with label Grasindo. Show all posts

Kilas Buku: Urgent Wedding

|


Seorang gadis pengangguran yang baru putus cinta bernama Song Sun-Hee mengalami tabrakan malam itu. Gadis itu menjadi korban sekaligus pelaku tabrakan sekaligus. Sun-Hee yang dalam keadaan mabuk memang menabrak sebuah mobil mewah yang dikendarai oleh Kang Ji-Hoon. Dan Kang Ji-Hoon adalah cowok kolongmerat yang tidak suka sekedar permintaaf maaf tanpa kompensasi yang lebih besar. Sial bagi Sun-Hee, ia harus membayar kompensasi itu yang masalahnya bukan sekedar uang. Gadis itu harus menikahi Ji-Hoon yang tidak pernah ia kenal sebelumnya. Jika ia tidak mau menikahi kolongmerat itu, Ji-Hoon akan menutut Sun-Hee habis-habisan.

Dengan perasaan misuh-misuh, Sun-Hee terpaksa menerima lamaran Ji-Hoon. Tetapi gadis itu terus bertanya-tanya tentang alasan Ji-Hoon ingin menikahinya. Apakah karena ia cantik? Ah, masih banyak cewek yang lebih cantik dan punya nilai plus (kaya). Apakah karena ia (ternyata) adalah anak dari sahabat ibu Ji-Hoon? Hmm, yang ini juga alasan yang terlalu dipaksakan. Jadi karena apa donk?

Well, kalau mau tau alasan jelasnya kenapa Ji-Hoon maksa Sun-Hee untuk menikahinya, silakan baca sendiri ya. :D

Drakor banget!

Jika kalian adalah sosok yang mencari bacaan ringan ala drama Korea, buku ini adalah salah satu yang tepat. Nggak usah mikir ketika sedang baca buku ini ya, ikutin aja jalan ceritanya. Wong, kalian cuma cari penghiburan, kan?

Soal diksi dan tata bahasa, jujur saya merasa banyak kalimat yang kurang smooth, dan kurang asyik dicerna. Dan menurut saya, fondasi dari konflik utama cerita juga kurang kuat dan terasa amburadul. But, yah, sekali lagi, untuk bacaan ringan, buku ini top deh. Oh ya, FYI, buku ini adalah debut dari Marlina Lin. So, segala kekurangan untuk segala yang serba pertama ini tidak masalah lah ya.

Informasi buku

Judul: Urgent Wedding
Pengarang: Marlina Lin
Tebal: paperback, 184 halaman
Penerbit: Grasindo, 20 Februari 2017 (cet. pertama)

Kilas Buku: Playon

|
33000197


Playon
Garis awal, garis pintu, satu kaki di depan, satu di belakang, kepala lurus, angin bersidorong. yang lalu lintaslah, yang lintas lalulah. garis jalan, garis belokan, satu kaki membumi, satu kaki mengawang, kepala lurus, angin bersidorong. yang lalu lintaslah, yang lintas lalulah. garis akhir, garis pintu, satu kaki di dalam, satu di luar, kepala lurus, angin bersidorong. yang lalu lintaslah, yang lintas lalulah. debu dan keringat lengket, pikiran sekosong ceret, garis hablur terseret, angin bersidorong. yang lalu lintaslah, yang lintas lalulah.

Pada dasarnya buku ini adalah kumpulan puisi, seperti yang tertera pada sampulnya. F Aziz Manna adalah pemenang Sayembara Sastra Dewan Kesenian Jawa Timur 2015. Playon, judul kumpulan puisi ini, yang juga merupakan salah satu judul puisi dalam buku ini, bagi saya, adalah kumpulan kenangan yang dirangkum sang penulis tentang banyak masa lalu, baik yang bahagia ataupun yang tidak.

Ada tiga bagian dalam Playon; Main (bagian pertama), Ajang Barang (bagian kedua), dan Laku (bagian ketiga). Playon memuat bagian kenangan masa kecil, dengan sebagian besar isinya adalah mengenai anak-anak bermain, merconan, kereta luncur, balon, dan banyak lagi. Saya sendiri larut dengan kenangan itu, kenangan saya sendiri. Membicarakan masa kecil tentu tidak akan pernah habis. Hingga kini saya masih sangat rindu untuk kembali ke masa itu, Bagian pertama: Main, seperti meremukkan hati saya yang kepalang rindu. Ingin saya membetulkan masa Main. Ingin saya merasakan masa kanak-kanak yang lebih indah, tanpa ujaran kebencian dari orang-orang dewasa. Terkadang orang dewasa hanya mengganggu anak-anak dengan nasihat yang keras. Padahal anak-anak hanya butuh main. Mereka tidak mengerti maksud dari nasihat yang rumit. Anak-anak hanya butuh perhatian, dan dengan begitu mereka dapat mengerti.

Bagian Kedua: Ajang Barang, adalah bagian dengan jumlah puisi paling sedikit di antara tiga bagian. Menurut saya, pada bagian ini, penulis ingin menyampaikan tentang masa transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa, masa kemandirian.

Bagian ketiga: Laku. Penulis sudah melewati dua masa. Kini tinggal hasil yang dituai. Rumah yang dulu ramai, kini sepi. Ayah dan ibu pergi. Lalu saya yang juga merasa sedang berada dalam bagian ketiga merasakan hal yang sama. Karena memang ada masa yang harus kita jalani secara mandiri, membentuk rumah tangga baru entah bersama pasangan dan keturunan atau sendiri saja.

Sekian.

Informasi Buku

Judul: Playon: Kumpulan Puisi
Pengarang: F Aziz Manna
Paperback, 80 halaman
November 28, 2016

Kilas Buku: Metropolis

|
Repost dari blog pribadi dhila13.wordpress.com (review pada 2009)
AWAS SPOILER! :D

Judul Buku : METROPOLIS: Demi ayahku yang sudah mati…
Pengarang : Windry Ramadhina
Penerbit : Grasindo, 2009

Jika dilihat dari judulnya saja yakni METROPOLIS dengan tanpa menggunakan sub judulnya yakni Demi ayahku yang sudah mati… saya mungkin akan menduga bahwa ini hanyalah novel sejenis chicklit biasa yang mengangkat tema cerita gaya hidup anak muda modern metropolitan yang kadang basi namun menggiurkan bagi kalangan masyarakat bawah. Namun ternyata tidak. Ada sub judul yang membuat calon pembaca menjadi penasaran ditambah performance buku (cover) yang cukup tak biasa yakni dengan design ala surat kabar yang ‘ternodai’ bercak darah merah kental yang menghitam. Dan lantas dengan dua petunjuk itu, para calon pembaca pun telah bisa menyimpulkan, bahwa ini bukan sekedar novel biasa.

Kilas Buku: 5 cm

|
5 cm
Penulis: Donny Dhirgantoro
Tebal: 381 halaman
Terbit: 2005
Penerbit: Grasindo

Tulisan ini pernah saya muat di blog pribadi dhila13.wordpress.com. Dan kini dimuat di Kilas Buku dalam rangka menyambut pemutaran perdana film 5 cm tepat pada hari ini.

 

Jika ada yang menyebut saya adalah orang awam dalam hal buku, sangat benarlah ia. Karena orang yang awam dalam dunia ke-buku-an ialah orang yang ketika ada testimony bagus tentang suatu buku, baru diburu dan dibacanya buku itu. dan itu adalah benar-benar saya. seperti yang terjadi dengan novel berjudul “5 cm” ini. Novel ini sudah ada sejak tahun 2005, dan saya pun sudah tahu sejak kelahirannya itu. saya sempat tergoda untuk membeli ketika itu, namun sayang saya berpikir “ah ga gitu penting.”

Kilas Buku: Love Banget Sama Zakat

|

Judul Buku: Love Banget Sama Zakat
Penulis: Kinoysan
Penerbit: Grasindo
Terbit: 2008


Buku ini semacam buku saku, karena memang agak kecil dan muat di tas (kantung tas) yang kecil. Tidak berat pula kalau dibawa-bawa. Namun, isi buku ini luar biasa berat. Karena tergolong pengetahuan bagi umat Islam mengenai zakat. Zakat? Ya zakat. Sepele kan dengernya? Apalagi sebagian besar dari kita sudah pernah belajar tentang zakat di sekolah. Namun apa salahnya menyimpan buku kecil ini sebagai panduan, sewaktu-waktu kita mungkin agak lupa dan perlu catatan kecil untuk mengingatnya. Nah buku ini rasanya pilihan yang tepat. Bahasanya sederhana dan gak rumit kok, cocok untuk remaja yang ingin belajar zakat pelan-pelan. Apalagi sekarang bulan puasa, waktu yang wajib untuk membayar zakat fitrah. Ya tak? :)

Custom Post Signature